The Heaven

The Heaven
PERMAINAN KEJAR-KEJARAN


__ADS_3

"Hei, ayolah! Aku sudah bukan lagi anak Kecil. Dan yang lebih penting lagi kenapa kakak bisa datang kemari?" ucap Sora dengan ekpresi kesal.


Shura yang mendengar perkataan dari Sora hanya bisa memasang ekpresi sedih. Tetapi tak lama kemudian ia langsung ceria kembali dan langsung memeluk adiknya dan mengajaknya kemabali ke kota White Angel dan menyuruh Sora untuk menjauhi Shota, dengan alasan kalau Shota adalah orang yang tak baik dan membawa pengaruh buruk untuk Shura.


Sora langsung menendang tubuh Shura yang mencoba untuk memeluknya dan langsung menolak ajakan Shura untuk kembali ke kota White Angel dan bahkan menolak untuk menjuhi Shota. Karena menurut Sora, Shota tak membawa pengaruh buruk apa pun padanya, malahan menurut Sora, Shota adalah lelaki yang menarik karena sifatnya yang sulit di tebak dan misterius.


Shota yang melihat tingkah mereka berdua hanya bisa tersenyum dan ketika melihat kalau ada kesempatan baginya untuk kabur. Shota dengan cepat langsung menggunakan skil invisible dan segera pergi ke gua Kegelapan Abadi seorang diri, di mana Shota bermaksud untuk mengalahkan Iblis Sitri dan monster Kegelapan Veria seorang diri dengan maksud untuk menjadikan iblis dan monster itu menjadi kartu untuk dapat di panggil oleh Shota .

__ADS_1


Sementara Shota pergi ke gua Kegelapan Abadi, Sora dan Shura masih sibuk berdebat dan bahkan Shura terus mencoba untuk membujuk Sora untuk kembali. Tetapi Sora tetap saja menolak ajakan dari Shura untuk kembali ke kota White Angel dan tetap bersikeras untuk ikut dengan Shota. Sora dan Shura terus memperdebatkan hal tersebut, dan tidak sadar kalau Shota telah lama menghilang dan telah pergi ke gua Kegelapan Abadi seorang diri.


Di sisi lain Shota yang saat ini telah pergi seorang diri ke gua Kegelapan Abadi, dengan santainya membunuh setiap monster yang ia lihat tanpa perlu bersusah payah. Tapi satu hal yang membuat Shota menjadi sangat kesal karena exp yang ia perlukan untuk naik satu level dari level 111 ke 112 di butuhkan puluhan juta exp yang berarti Shota harus membunuh ribuan atau bahkan jutaan monster baru bisa naik satu level.


Shota memang memiliki kelas yang sangat unik sekaligus sangat kuat atau bisa dikatakan sebagai kelas terkuat sekaligus terlemah tergantung dari pemilik kelas tersebut. Shota terus berjalan sambil menghabisi setiap monster yang ia lihat sepanjang jalan tanpa perlu bersusah payah, "Haa .... Merepotkan! Berapa jauh lagi aku harus berjalan? Seberapa jauhkah tempat itu? Dan yang lebih penting di mana tempat itu? Kenapa tiba-tiba bisa menghilang dari peta? Sialan!!!!" ucap Shota sambil mengutuk.


Tetapi karena Shota ingat kalau ada hal yang harus ia lakukan di dunia nyata, maka Shota langsung mencari tempat yang menurutnya aman dan ketika ia telah menemukan tempat tersebut ia langsung memanggil ketujuh pangeran neraka dan mengubah senjatanya ke bentuk pertama yaitu Death Gun. Setelah Shota memanggil ketujug Pangeran Neraka, Shota langsung memerintahkan ketujuh Pangeran Neraka untuk melindungi dirinya selama ia log-out dan setelah memberi perintah tersebut kepada ketujuh Pangeran Neraka, Shota langsung log-out dari permainan The Heaven.

__ADS_1


Setelah log out, Shota langsung membersihkan tubuhnya dan memakan beberapa makanan yang telah ia persiapkan dan setelah itu ia langsung keluar rumah untuk berjalan-jalan sejenak sambil menuju tempat yang telah ia janjikan bersama seorang teman lama dan kebetulan teman lama Shota kali ini juga merupakan seorang pemain pro di permainan The Heaven dan bahkan ia menjadi seorang pemimpin dari sebuah guild White War.


"Haa ... merepotkan! Kenapa juga aku harus bertemu dengan orang yang merepotkan sepertinya? Tetapi uang yang akan ku dapatkan lumayan besar, jadi sayang jika aku tak bertemu dengannya" ucap Shota sambil terus berjalan ke tempat yang ia tuju. Tujuan Shota kali ini adalah salah satu restoran terbaik di kota Hangzhou dan merupakan salah satu restoran termahal dan termahal di kota Hangzhou.


Di restoran tersebut, hanya dengan memesan satu porsi makanan saja sudah bisa mencapai harga ratusan hingga ribuan yen hanya untuk satu kali makan atau hanya satu porsinya saja. "Haa ... jadi ini ya restoran termahal di kota Hangzhou? Bahkan dikehidupanku yang sebelumnya aku tak pernah bisa ke tempat ini! Tapi sekarang aku bahkan di undang dan bisa makan gratis sepuasnya, terlebih lagi aku bahkan akan mendapatkan banyak uang nantinya" ucap Shota sambil tersenyum memikirkan betapa besarnya keuntungan yang ia miliki.


Setelah Shota merasa cukup puas memandangi restoran Ning, dia langsung kembali berjalan. Saat ia berjalan memasuki restoran Ning, tepat di depan pintu masuk restoran ning, Shota dihadang oleh dua penjaga yang melarang Shota untuk masuk karena pakaian yang dikenakan oleh Shota tidak seperti orang kaya ataupun orang terpandang dan kedua penjaga tersebut menanyakan apakah dia telah memesan tempat sebelumnya. Shota sedikit terkejut dan menjadi kebingungan saat di tanya dan di hadang oleh ke dua penjaga tersebut, "Apakah ada meja pesanan atas nama Shota atau Zhou Ming?" ucap Shota dengan perasaan gugup.

__ADS_1


__ADS_2