
Saat ini Shota yang tengah berbaring dengan santai sambil menunggu kedatangan dari para pemain yang memiliki niat untuk mengambil mendali perak yang ada di tubuh monster beruang yang sangat besar itu yang saat ini tengah tertidur lelap, secara perlahan mulai terdengar suara dari beberapa pemain yang saat ini tengah berjalan mendekat ke arah monster beruang yang tengah tertidur lelap. Sekelompok pemain itu terlihat sangat gembira karena mereka berhasil mengumpulkan 3 buah mendali perunggu yang secara tak sengaja mereka temukan dalam sebuah reruntuhan dan tanpa sadar kalau mereka saat ini tengah berjalan mendekati maut, Shota yang melihat ekpresi bahagia dari sekelompok pemain itu menjadi sedikit tak tega untuk menjadikan mereka sebagai umpan untuk mendapatkan mendali yang ada di dada monster beruang yang tengah tertidur lelap itu.
Shota sedikit tak tega kepada sekelompok pemain kecil itu tetapi mau bagaimana lagi, karena dirinya yang tak mau di repotkan oleh monster beruang itu, Shota secara mau tak mau harus menggunakan orang lain sebagai umpan untuk mengambil mendali perak yang ada di dada monster beruang itu di saat ia tengah lengah dan perhatiannya tengah teralihkan oleh sekelompok pemain yang akan menjadi umpan tersebut. Setelah mereka hanya tinggal berjarak beberapa meter saja dari monster beruang itu, Shota dengan cepat langsung pergi ke arah monster beruang yang tengah tertidur lelap itu dan mengganggu tidurnya dengan tujuan untuk membuat monster beruang itu menjadi marah dan menyerang sekelompok pemain yang saat ini tengah berjalan mendekati dirinya.
"Gwarghhhh!!!" Monster beruang itu langsung meraung sekuat tenaga dan menjadi sangat marah karena ada yang mengganggu dirinya di saat ia tengah tertidur dengan sangat lelap yang membuat seluruh monster yang lebih lemah darinya berlari ketakutan, sementara itu para pemain yang mendengar suara raungan dari monster yang sangat keras tersebut langsung menjadi sangat terkejut dan di saat yang bersamaan juga langsung membentuk sebuah formasi untuk bertarung dan bertahan dari serangan monster yang tak mereka ketaui keberadaannya tersebut. monster beruang dengan perasaan marah dan kesal langsung mencari cari mahluk yang telah mengganggu tidurnya yang sangat nikmat dan bahkan mengendus ngendus untuk mencium bau dari mahluk yang telah mengganggu dirinya tetapi ia tak dapat menemukannya padahal ia telah mencari dengan seteliti mungkin, monster beruang yang tak dapat menemukan orang yang telah mengganggu tidurnya langsung menjadi sangat marah dan secara kebetulan juga langsung berlari ke arah sekelompok pemain yang sebelumnya memang telah Shota niatkan untuk ia jadikan sebagai umpan dan mangsa dari monster beruang.
Shota hanya bisa tersenyum seketika melihat kalau monster beruang saat ini telah marah dan tengah menuju ke arah yang seharusnya ia tuju dari tadi yaitu ke arah para pemain yang telah Shota siapkan sebegai umpan sekaligus makanan untuk monster beruang tersebut, sementara itu sekelompok pemain yang malang itu menjadi sangat kahwatir dan menjadi sangat ketakutan seketika mendengar kalau suara raungan dari seekor monster yang sangat mengerikan semakin lama semakin mendekat dan semakin menjadi bertambah keras. "Ce.. ce.. ce.. malangnya nasib kalian" ucap Shota sambil menggeleng gelangkan kepalanya yang menyadari kalau nyawa dari sekelompok pemain itu sudah tak lama lagi.
__ADS_1
Sekelompok pemain itu langsung menjadi bertambah sangat sangat waspada dan ketakutan sambil berharap kalau apa yang akan muncul dari semak semak yang ada di depan mereka adalah monster yang sangat manis dan berharap kalau apa yang saat ini mereka fikirkan adalah sebuah kesalahan dan hanya sebuah mimpi buruk yang tak nyata dan tak benar benar terjadi. Mereka semua memiliki harapan yang sama yaitu berharap kalau yang akan muncul dari balik semak semak itu bukanlah monster yang mengerikan seperti yang mereka fikirkan tetapi sayangnya apa yang mereka harapkan itu tak menjadi kenyataan dan yang datang adalah seekor monster besar yang sangat mengerikan dan sangat menakutkan yang dengan cepat tengah berlari ke arah mereka.
Ketua dari serikat mereka langsung memberikan perintah kepada seluruh anggota partynya agar tak menjadi panik dan tetap tenang karena dirinya yakin kalau mereka akan sanggup untuk menghadapi monster yang saat ini tengah berlari ke arah mereka dengan tubuh yang sangat besar dan mengerikan. Mereka semua tak bisa tak tenang karena saat ini yang tengah datang ke arah mereka adalah seekor monster yang sangat mengerikan dan sangat menakutkan yang memiliki ukuran tubuh yang sangat besar dengan gigi dan cakarnya yang besar dan setajam pisau. Sementara itu monster beruang itu langsung menjadi sangat kesal dan marah seketika melihat kalau tepat di hadapannya saat ini terdapat sekelompok pemain yang memegang senjata dan tengah memasang posisi untuk bersiap siap bertarung dan melawan dirinya, "haa... malang sekali nasib kalian, ku doakan semoga kalian bisa tenang di sana. langkah cahaya, invisible" ucap Shota sambil tersenyum dan mengaktifkan skil miliknya untuk mengambil mendali yang ada di dada monster beruang tersebut.
Monster beruang itu langsung menjadi sangat marah dan menyerang seluruh pemain yang ada di sana secara membabi buta tanpa memperdulikan sedikitpun tentang hal lainnya, sementara itu para pemain yang ada di sana menjadi sangat sangat terkejut dan menjadi sangat panik karena di serang secara membabi buta oleh monster beruang tersebut yang secara cepat dan pasti langsung mengurangi jumlah mereka secara satu persatu. Sementara itu Shota hanya bisa tersenyum dan dengan kecepatan cahaya langsung mengambil mendali yang tertanam di dada monster beruang tersebut tanpa sepengetahuan siapapun dan bahkan tanpa di sadari oleh monster beruang itu sendiri, monster beruang yang telah tertelan oleh rasa amarah tak lagi merasakan rasa sakit karena mendali yang ada di dadanya telah di ambil oleh Shota secara paksa sampai membuat dada monster beruang itu menjadi terluka cukup berat.
Shota yang tertarik pada mendali yang di miliki oleh pemain malang yang ia jadikan sebagai umpan untuk mangsa monster beruang dengan cepat langsung membunuh pemain tersebut di detik detik terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan seluruh mendali yang di miliki oleh pemain tersebut. Setelah selesai membunuh dan mengambil mendali yang di miliki oleh pemain tersebut, Shota dengan kecepatan cahaya langsung pergi ke dari area tersebut sebelum batas waktu penggunaan skil invisible milik habis karena ia tak mau melakukan hal yang sangat merepotkan seperti melawan monster beruang.
__ADS_1
Sementara itu monster beruang masih saja marah dan belum bisa menenangkan dirinya karena ketika ia tengah tertidur dengan lelap, dirinya di ganggu oleh pemain lain yang ada di sana yang tengah mengincar mendali yang ada di dadanya tersebut. Sementara itu di sisi lain Shota yang saat ini telah berada sangat jauh dari monster beruang langsung tertawa gembira sambil memainkan seluruh mendali yang ia dapatkan dengan sangat mudah tanpa perlu bersusah payah dan tanpa perlu mengeluarkan sedikpun tenaga yang ia miliki, Shota sambil tertawa riang secara perlahan mulai berjalan ke arah tempat yang ia rasa memiliki kemungkinan yang cukup besar terdapat sebuah mendali yang tersembunyi ataupun yang tertanam pada tubuh seekor monster seperti apa yang terjadi pada monster beruang sebelumnya.
Saat Shota tengah berjalan ke arah tujuannya dengan sangat santai dan dengan perasaan gembira sambil memainkan mendali perak yang ia dapatkan sebelumnya, secara tiba tiba sebuah anak panah muncul dan mengarah pada dirinya tetapi tak mengenai dirinya dan hanya tertancap tepat di depannya dengan tujuan untuk memperingati Shota agar tak bergerak dan tetap diam di sana tanpa melakukan gerakan aneh. Tak lama setelah anak panah itu hampir mengenai Shota, terdegar sebuah suara yang mengatakan dan menyuruh Shota agar tak bergerak dan memberikan seluruh mendali yang ia miliki jika masih menyayangi nyawanya.
Shota hanya tersenyum seketika mendengar perkataan dari pemain tersebut dan menanyakan sebuah pertanyaan kepada mereka yaitu apakah mereka juga memiliki mendali di tangan mereka, "Tentu saja kami telah mendapatkan banyak sekali mendali dan saat ini total mendali kami ada 14 mendali perunggu dan 3 mendali perak. memangnya untuk apa orang mati sepertimu menanyakan hal itu? " ucap salah seorang pemain yang ada di sana yang berniat untuk menghabisi Shota.
"Begitu ya, baguslah. artinya aku akan memiliki total 17 mendali perunggu dan 4 mendali perak. aku ucapkan terimakasih kepada kalian atas semua mendali yang telah kalian bawakan kepadaku dengan susah payah" ucap Shota sambil tersenyum dan dengan kecepatan cahaya langsung menyerang seluruh pemain yang ada di sana.
__ADS_1