
Seluruh jumlah kontestan yang ada di sana dengan cepat langsung berkurang secara signifikan karena ulah Shota. Namun, ketika dirinya hendak membunuh Ryu, secara tiba-tiba ia dipindahkan ke dalam arena pertandingan. Shota menjadi sangat jengkel dan kesal karena ketika dirinya hendak membunuh Ryu, ia dihalangi oleh pengawas dan pembawa acara dan bahkan mereka sampai menyegel kemampuan semua orang yang ada di dalam arena.
"Cih, sial!" Shota menjadi sangat kesal karena tak bisa menghabisi setiap pemain yang sangat ia ingin habisi saat itu, dan langsung pergi ke pojok arena untuk menunggu babak ke-lima di mulai. Sementara itu, di sisi lain pemain yang sebelumnya hampir di bunuh oleh Shota, menjadi sangat ketakutan; Dan bahkan tubuhnya bergetar ketika menginggat saat-saat ia hampir terbunuh. Pemain itu, saat ini hanya berani melihat Shota dari kejauhan, dengan wajah pucat dan keringat dingin keluar di sekujur tubuhnya.
"Yosh! Selamat kepada pemain yang telah berhasil ke-babak ke-lima. Di babak ini, kalian akan bertarung satu sama lain. Kalian juga diperbolehkan untuk berkelompok dengan pemain lain, dengan jumlah maksimal adalah 3 pemain dalam 1 team. Yang setiap team ataupun pemain akan bertarung melawan team lain, hingga hanya tersisa satu team saja. Silahkan isi daftar nama team kalian, dan setelah itu kalian berkumpullah di sini satu jam dari sekarang" ucap pembawa acara tersebut.
Shota langsung pergi dari sana, seketika mendengar perkataan dari pembawa acara tersebut. Ia bahkan sampai mengaktifkan skil invisible, agar tak ada pemain lain yang mengikuti dirinya. Shota dengan cepat langsung pergi ke tempat tertinggi di kota Black Rose, yaitu Menara Suci.
Menara Suci adalah sebuah tempat tertinggi yang ada di kota Black Rose, dan merupakan tempat tertinggi ketiga yang ada di dalam permainan The Heaven. Dari atas menara tersebut, pemain dapat melihat semua yang ada di kota Black Rose. Kemudian, di atas Menara SUCI, terdapat sebuah lonceng yang digunakan untuk sebagai peringatan jika adanya suatu marabahaya yang mendekat.
Tujuan Shota datang ke menara tersebut adalah karena dia ingin mengingat semua kenangan dari masalalunya dan menenangkan diri; Karena di tempat ini, ia memiliki banyak kenangan yang sangat berharga. Dan juga, dari atas menara tersebut Shota bisa sebuah pemandangan yang sangat indah, pemandangan itu adalah sebuah penampakan saat-saat di mana matahari mulai terbenam.
"Haa ... sudah berapa lama aku tak kemari? 1 tahun, 2 tahun atau mungkin 10 tahun. Tempat ini masih saja sama dan juga tempat ini sangat indah dan nyaman. Benarkan Sakura?" Ucap Shota yang menyadari kalau ada seseorang dibelakangnya.
"B-bagaimana kau bisa tau namaku? Dan juga kenapa kau bisa berada di sini? Siapa dirimu? Dan bagaimana caranya kau bisa tau kalau aku ada dibelakangmu?" Ucap Sakura dengan ekpresi terkejut dan menayakan banyak hal kepada Shota.
Shota hanya tersenyum ketika mendengar bamyaknya pertanyaan dari Sakura, "Haa ... suatu hari nanti kau pasti akan tau siapa aku! Sampai jumpa lagi Sakura. tidak! Lebih tepatnya, Nona Amelia Putri." Ucap Shota dan langsung melompat dari atas menara tersebut.
__ADS_1
Sakura menjadi sangat terkejut, ketika mendengar perkataan dari Shota. Akan tetap, hal yang lebih membuat dirinya lebih terkejut lagi adalah fakta bahwa Shota melompat dari atas menara suci.
Sakura awalanya mengira kalau Shota sudah pasti akan mati. Tetapi ketika Sakura melihat ke bawah, ia sedikit terkejut ketika melihat Shota yang saat ini tengah terbang di udara. Tubuhnya secara perlahan mulai menghilang karena efek dari skil Invisible.
Di Saat sakura tengah kebingungan dengan apa yang sebenarnya ia lihat, sebuah pesan masuk dari Snow muncul di layar Sakura, yang mengatakan kepada Sakura untuk segera pergi ke arena karena sebentar lagi pertandingan akan segera di mulai. Sakura sangat terkejut dan langsung buru-buru pergi menuju arena tempat turnamen di selengarakan.
"Hmm ... akhirnya kau datang juga. Ku kira kau takut padaku dan tak lagi berani menunjukan dirimu" ucap Ryu dengan sombongnya.
Snow dan Tiger menjadi sangat kesal dan marah ketika melihat tingkah dan mendengar perkataan Ryu, dan bahkan mereka sampai-sampai berniat untuk membunuh Ryu karena ucapannya yang tidak sopan. Di sisi lain, Sakura tak memperdulikan perkataan Ryu. Namun, secara tiba-tiba, seorang pria dengan nada santai dan dingin membalas perkataan Ryu.
"Kau!! Beraninya kau mengatakan hal itu. Apa kau tak tau siapa diriku?" Ucap Ryu dengan ekpresi dan persaan yang sangat kesal.
"Seorang ketua sampah, yang berasal dari serikat sampah, yang hanya bisa bersembunyi di balik orang lain dan selalu menghianati temanya sendiri hanya demi sebuah uang maya" ucap Shota.
"Kau ... berani-beraninya kau menghi.." Sebelum salah satu bawahan Ryu selesai berbicara, Shota dengan kecepatan tinggi secara tiba-tiba telah berada di hadapan bawahan Ryu yang bernama Salip yang merupakan tangan kanan Ryu, "Jangan pernah ikut campur urusan orang dewasa! Semua yang ku katakan itu memang benar apa adanya–kan Ryu? Tidak, kau sekarang adalah ketua dari serikat Ryu Shun Shin" ucap Shota dan berniat untuk membunuh tangan kanan Ryu.
Saat Shota berniat untuk membunuh Salip, ia dihentikan oleh salah seorang pengawas sekaligus pembawa acara tersebut dan mengatakan kepada Shota untuk membunuh salip saat di atas arena. Namun, jangan ka kedua belah pihak tetap bersikeras untuk saling membunuh, maka secara otomatis kedua belah pihak akan langsung di eliminasi karena melanggar peraturan, "Cih, baiklah" ucap Shota dan menyimpan kembali pedangnya.
__ADS_1
Salip menjadi sangat ketakutan dan bahkan seluruh tubuhnya langsung gemetaran dengan wajah pucat karena kejadian sebelumnya, yang membuat Salip bahkan sampai tak berani lagi untuk menoleh ke arah Shota. Sementara itu, di sisi lain, Shota dengan santainya menuju ke pojok arena dan berdiri seorang diri sambil secara perlahan menghilangkan dirinya menggunakan skil invisible, agar tak ada yang menggangu dirinya. Di sisi lain, semua pemain yang melihat Shota hanya bisa terdiam dan mulai menganggap dia sebagai pemain yang harus mereka waspadai. Mereka juga mereka mulai menganggap Shota sebagai salah satu kandidat pemain yang akan menjadi juara di dalam turnamen.
"Hei Sakura, apa kau fikir dia itu adalah seorang ahli tersembunyi?" Tanya Snow.
Sakura hanya terdiam memandang wajah Shota, yang secara perlahan menghilang. Sakura berfikir sekaligus bertanya-tanya dalam hati, tentang siapa sebenarnya Shota, dan kenapa ia bisa sampai mengetahui identitas dirinya.
"Ehem ... babak pertama akan segera di mulai. Pemain pertama yang akan bertarung adalah Zao Liyang melawan pemain bernama Dark. Untuk kedua pemain, silahkan memasuki arena pertarungan" ucap pengawas turnamem tersebut.
Kedua pemain tersebut, secara perlahan mulai memasuki arena pertarungan untuk bertanding. Kedua pemain itu, pernah bertemu dan bahkan pernah bertarung melawan mereka Shota dikehidupan sebelumnya.
Zao Liyang merupakan asasins terkuat ketiga dan merupakan anggota dari serikat Dark Moon dikehidupan Shota sebelumnya. Sedangkan pemain satunya lagi, merupakan Bersekr terkuat ke-sepuluh yang merupakan seorang pemain independen.
Zao Liyang memiliki penampilan yang sangat elegan sebagai seorang asasins–Dengan kedua belati berwarna perak dan berwarna putih; Perlengakapan kelas perak ke atas. Sedangkan untuk dark–Memiliki penampilan yang sangat mengerikan–Dengan pedang besar berwarna merah darah dan zirah yang memiliki lambang hewan singa.
Di saat pertarungan baru saja di mulai, kedua pemain itu langsung beradu senjata untuk mengukur tingkat kekuataan lawan mereka. Setelah mereka merasa telah cukup untuk beradu senjata yang membuat Zao Liyang terpojokkan. Dengan cepat, Zao Liyang mundur dan langsung mengaktifkan skil invisible untuk menyerang Dark secara tiba-tiba.
DARK langsung menjadi kebingungan dan memasang posisi bertahan, dengan tujuan unruk menghindari serangan dadakan yang akan di lancarkan oleh Zao Liyang. Namun, di saat dari tengah kebingungan mencari keberadaanya Zao Liyang, Zao Liyang secara tiba-tiba muncul tepat di belakang Dark dan dengan cepat langsung mengarahkan kedua pedangnya tepat di jantung dan kepala Dark.
__ADS_1