
“Kenapa kau berteriak dan memgejutkan ku dasar sialan!” ucap Shota sambil mendekati pemain yang sebelumnya ia terbangkan dengan tinjunya.
“Du ... du ... duh... s-sialan! Kenapa aku yang di hajar? Padahal dia yang m-me... me... membuat ku... ehhhhh! Setan!!!” ucap pemain tersebut dengan ekpresi ketakutan dan berteriak sekuat tenanga ketika melihat wajah Shota yang saat itu tengah menggunakan topeng.
“BAK.. BUK.. BAK.. BUK..”
“Haa!! Siapa yang kau sebut sebagai setan???” ucap Shota dan terus menghajar pemain tersebut.
__ADS_1
Setelah puas menghajar pemain tersebut sampai babak belur barulah Shota teringat pada Cline. Shota yang saat ini teringat dengan cline langsung mencoba bertanya kepada pemain yang sebelumnya telah di
Hajar olehnya, ia menanyankan tentang apakah pemain tersebut pernah melihat seorang npc bernama Cline dan menanyakan nama dari pemain tersebut dengan nada lembut sambil mengelus ngelus kepalanya sendiri dengan ekpresi polos seperti tak berdosa.
Pemain tersebut menjadi bertambah takut ketika melihat perubahan sikap Shota yang secara cepat yang sebelumnya seperti iblis menjadi bak malaikat. Tetapi pemaim tersebut mengetahui kalau Shota memiliki maksud tertentu dan yang ada di dalam fikiran pemain tersebut. Shota pasti ingin memgambil semua uang dan barang yang pemain tersebut miliki. “Hei! Kenapa kau diam? Apa kau tak mendengar perkataanku tadi??” ucap Shota sambil melihat ke arah pemain yang sebelumnya telah Shota hajar.
Walaupun Shota telah menjadi red player tetapi anehnya Shota tak di hentikan oleh penjaga saat memasuki kota white angel dan bahkan tak ada satupun pemain yang mencoba untuk mengalahkan Shota.
__ADS_1
Spix yang saat ini tengah ketakutan setengah mati langsung menjawab pertanyaan dari Shota dengan nada patah patah karena gugup dan mengatakan kalau ia melihat kalau ada dua orang pemain yang membawa gelandagan bernama Cline ke arah utara kota White Angel. “Namamu Spix ya? Terimakasih atas informasi yang kau berikan. Lalu matilah dengan tenang!” ucap Shota dan langsung membuat 9 lubang di tubuh Spix dengan ke sembilan ekor Shota yang seketika itu juga langsung membuat hp Spix turun ke angka 0.
Sesaat sebelum tubuh milik Spix menghilang sepenuhnya, Spix sempat berkata kalau ia akan balas dendam atas apa yang telah Shota lakukan saat ini. Sholat yang mendengar perkataan dari Spix tersenyum, dan setelah tubuh milik Spix menghilang sepenuhnya, Shota langsung tertawa keras dan mengatakan kalau ia akan menantikan pembalasan dari Spix.
“Haa... merepotkan!” ucap Shota sambil menghela nafas dalam.
Setelah membunuh Spix, bar hp milik Shota secara perlahan mulai bertambah terang. Shota yang menyadari hal tersebut hanya tersenyum dan langsung pergi ke arah utara kota white angel untuk pergi menemui Cline dan mengaktfikan quest rank b/a. Shota dengan kecepatan cahaya langsung menelusuri setiap sudut yang ada di wilayah utara kota white angel untuk mencari Cline tetapi bahkan setelah 1 hari penuh ia mencari keberadaan Cline. Shota masih belum bisa menemukan keberadaan cline bahkan petunjukpun sama sekali tak ada.
__ADS_1