The Heaven

The Heaven
033


__ADS_3

Di tengah hutan yang dipenuhi cahaya keemasan, sepuluh pilar berdiri menjulang menembus awan. Seorang wanita cantik berpakaian indah berwarna keemasan terbaring lemah tak sadarkan diri. Sebuah pengorbanan agar dapat menyelamatkan orang sebanyak yang ia bisa, berharap kejadian terdahulu tak terulang kembali.


Semua Hero dilanda kebimbangan, dan terpaksa harus bertahan. Hanya tersisa tak lebih dari 10 monster Harimau Putih yang tersisa, dan salah satu adalah sang penjaga. Mengangkat pedang karena pengorbanan seseorang, membuat mereka mengeluarkan potensi terpendam. Aura keemasan menyelimuti tubuh mereka, di saat kesepuluh pilar masih menjulang.


Razel, dia berperan sebagai pemimpin untuk saat ini. Memberikan perintah kepada Hero yang tersisa, sementara dirinya sibuk menjaga semua orang dari belakang. Pedang panjangnya diselimuti oleh cahaya keemasan, di saat yang bersamaan sebuah pedang cahaya tercipta tepat di depan matanya. Pedang itu seolah memanggil Razel untuk segera menggunakannya agar bisa menebas musuh yang tersisa.


"Roarr!"

__ADS_1


Sang pemimpin meraung begitu keras, menyebabkan efek fear kepada para Hero untuk sejenak. Berkat pilar yang diciptakan Yui, segala jenis efek negatif ditiadakan, membuat mereka bisa bergerak lebih leluasa. Razel mengambil pedang di depan matanya, terkejut sebab merasakan suatu energi misterius terus memenuhi tubuhnya.


Dual sword style, sebuah gaya berpedang yang cukup langka dan unik, sebab setiap pengguna dua pedang memiliki style-nya masing-masing. Razel memegang pedang miliknya dengan mata pedang menghadap ke depan, sementara pedang cahaya itu berlawanan selayaknya seorang asasins.


Pergerakannya kini jauh lebih cepat dan akurat, setiap tebasannya begitu anggun memikat. "Dual sword style, virge!" lirih Razel menari di atas tumpukan mayat.


"Hua Yi, lindungi Yui dengan nyawamu sebagai taruhan. Sementara yang lainnya, bantu aku menghabisi monster yang tersisa. Tak peduli bagaimana caranya, dan apa yang kalian lakukan ... bunuh semua monster yang ada dan balaskan dendam rekan kita!" titah Razel lekas berlari menuju mangsa terdekat sekaligus terlemah.

__ADS_1


"Ikuti Tuan Razel! Kita habisi semua monster sialan itu!"


Teriak sorak juang berkumandang. Mereka yang memilih untuk mati dengan penuh hormat, menyerang secara brutal dengan yang paling lemah secara serentak. Hal itu membuat penjaga dungeon murka, meraung kembali dan menghentakkan kakinya ke tanah. Tanah berguncang, sebuah retakan besar muncul hendak melahap segala sesuatu di sekitarnya.


Kabut yang sebelumnya hilang, muncul kembali. Namun, kabut itu langsung lenyap hanya dalam hitungan detik berkat skil milik Yui. Selain itu, tak ada satu pun dari mereka yang terjatuh ataupun terkena dampak dari serangan monster itu.


"Bagus, kabut itu tidak akan muncul untuk sementara waktu. Semuanya, cepat habisi monster di hadapan kalian selagi bisa!" teriak Razel penuh semangat.

__ADS_1


Lima orang mengepung sekaligus sebagai pengalih perhatian, sementara sisanya menyerang dari jarak aman. Kombinasi yang begitu mengerikan, walaupun terlihat sederhana. Di saat Razel fokus untuk melindungi rekannya, bahkan memilih untuk bertarung seorang diri dengan penjaga dungeon, sebuah variabel lainnya muncul.


__ADS_2