
"Sihir penyembuh, element cahaya, air mata naga" ucap Shota sambil langsung mengaktifkan skil penyembuh miliknya untuk memulihkan seluruh hp miliknya dan bahkan hp milik monster gahena. Shota sengaja menggunakan sihir penyembuh untuk memulihkan hp miliknya dan bahkan hp milik monster gahena itu sendiri karena tujuan Shota adalah untuk menjadi kuat dan bertarung secara adil melawan monster gahena karena hp milik mereka berdua sama sama telah mencapai angka kritis yang hanya dapat di gunakan untuk memulihkan senjata mereka jika jika senjata mereka rusak ataupun hancur dan menghilang.
Sebuah cahaya keemasan langsung muncul seketika setelah Shota mengaktifkan sihir penyembuh miliknya yang seketika itu juga secara perlahan mulai memulihkan hp mereka dan bahka sampai memulihkan keadaan tanah yang sebelumnya di penuhi oleh racun menjadi kembali subur dan di tumbuhi oleh tanaman yang hijau dan dan subur. Monster gahena menjadi sangat terkejut dan bahkan langsung terbang dengan niatan untuk menjauh sejauh mungkin dari area yang telah mengeluarkan sebuah cahaya keemasan yang sangat menyilaukan yang secara perlahan terus menerus memulihkan hp milik mereka, monster gahena yang tak mengetahui hal tersebut langsung berniat untuk kabur dan pergi dari sana tetapi dirinya terhenti seketika mendengar perkataan dari Shota yang saat itu tengah berbaring dengan santainya di lantai tanpa takut kalau dirinya akan menyerang Shota.
"Haa.... hei, bodoh! tenanglah sebentar, cahaya ini tak berbahaya sedikitpun padamu ataupun pada diriku malahan cahaya ini secara perlahan akan memulihkan hp milik kita hingga pulih sepenuhnya seperti sedia kala. jika kau tak percaya dengan apa yang ku katakan, coba saja sekarang kau lihat dan periksa bar hp milikmu, apakah bertambah atau berkurang dan juga aku tak akan melakukan apapun hingga hp milikmu ataupun milikku pulih sepenuhnya" ucap Shota sambil rebahan dan menjatuhkan senjata miliknya serta dengan tenang menunggu hp miliknya untuk pulih sepenuhnya agar dapat bertarung lagi melawan monster gahena seperti sebelumnya.
__ADS_1
Monster gahena menjadi bertambah sangat terkejut seketika mendengar perkataan dari Shota dan melihat sikapnya yang acuh tak acuh pada dirinya dan langsung memeriksa hp miliknya seperti apa yang di katakan oleh Shota dan tepat seperti apa yang di katakan oleh Shota pada dirinya sebelumnya bahwa hp miliknya secara perlahan terus menerus bertambah, seketika melihat kalau apa yang di katakan Shota itu semuanya adalah yang kebenaran, monster gahena langsung merubah sikapnya seketika melihat kalau apa yang di katakan oleh Shota adalah kebenarnya dan langsung merubah sikapnya menjadi sangat tenang dan juga langsung kembali turun ke daratan bahkan langsung ikutan berbaring di sebelah Shota dengan santai.
Shota awalnya menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau monster gahena telah berbaring tepat di sampingnya dengan sangat santai dan bahkan seolah tak memperdulikan kalau Shota itu sendiri adalah lawannya, tetapi di saat yang bersamaan Shota juga menjadi langsung tersenyum dan mengajak monster gahena untuk berbicara dengan tujuan untuk mengajak monster gahena berdamai dan menjadikan monster gahena sebagai salah satu rekan ataupun familiar miliknya. Shota mulai berbicara kepada monster gahena dengan sangat santai sambil menatap langit malam dari balik topeng miliknya tetapi karena tak mendapatkan balasan dari monster gahena dan mengira kalau dirinya hanya di abaikan olehnya, Shota langsung menjadi sangat kesal dan langsung menoleh ke arah monster gahena untuk mengatakan sesuatu tetapi betapa terkejutnya dirinya seketika melihat kalau wajahnya dan wajah monster gahena saat ini telah saling berhadapan dan bahkan hampir saja saling bersentuhan.
Shota langsung menjadi tersipu malu dan bahkan langsung menjauh seketika melihat kalau wajah milik monster gahena dan wajah miliknya hampir saja saling bersentuhan dan di saat yang bersamaan Shota juga langsung terpesona melihat kecantikan dan keanggunan dari wajah monster gahena yang saat ini tengah tertidur dengan sangat lelap. "Haa.. wajah yang sangat manis dan polos. andai saja anak kecil ini adalah seorang manusia dan bukannya seorang monster dan seandainya saja dirinya semanis dan sepolos saat seperti dirinya tengah tertidur dengan sangat lelap seperti ini selamanya, sudah pasti aku pasti akan langsung jatuh hati kepadnya." ucap Shota sambil menghela nafas dalam sambil terus menatap monster gahena.
__ADS_1
Setelah beberapa jam berlalu dan fajar hampir saja terlihat untuk menyapa dan menerangi dunia, akhirnya monster gahena terbangun dari tidurnya yang sangat nyenya dan betapa terkejutnya monster gahena seketika melihat kalau Shota tengah duduk di dekatnya sambil memegang senjata miliknya dan mengetahui kalau dirinya tak menerima sedikitpun luka walau hanya sekecil sebuah jarum tetapi melihat begitu banyak tumpukan mayat monster dan tumpukan gunung perlengkapan. Monster gahena menjadi sangat terkejut seketika melihat hal tersebut dan bahkan menjadi tak percaya dengan apa yang saat ini tengah ia lihat kalau sebenarnya saat dirinya tengah tertidur dengan sangat pulas, Shota selalu melindungi dirinya dari banyaknya monster yang datang dan berniat untuk menyerang monster gahena atau bahkan berniat untuk memangsa dirinya.
Shota yang saat itu tengah menumpuk numpukkan kayu bakar agar monster gahena tak merasakan kedinginan sedikit terkejut ketika melihat kalau monster gahena telah terbangun dari tidurnya dengan rambut yang sangat berantakan. "Eh.. maaf ya jika aku membangunkanmu" ucap Shota sambil tersenyum ke arah monster gahena sambil terus menjaga nyala api dan di saat yang bersamaan juga terus menjaga monster gahena saat ia tengah tertidur dengan pulas.
Shota yang sebelumnya telah kehilangan niat untuk bertarung dan membunuh monster gahena langsung menghilangkan seluruh efek dari skil miliknya bahkan efek dari kartu kekuatan miliknya dan telah bersiap siap untuk mati karena di bunuh oleh monster gahena seandaninya saja monster gahena masih berniat untuk membunuh dirinya. Monster gahena yang masih belum percaya sepenuhnya dengan apa yang ia lihat dan dengan apa yang ia pikirkan sebelumnya tentang Shota langsung menciptakan sebuah tombak di tangannya dengan niatan untuk berjaga jaga jika saja Shota menyerang dirinya secara tiba tiba di saat dirinya tengah lengah. "Jawab pertanyaanku jika kau tak ingin mati, apa yang telah kau lakukan saat diriku tengah tertidur pulas? apakah dirimu yang telah membunuh semua monster monster ini saat aku tengah tertidur? apa sebenarnya tujuanmu?" ucap monster gahena sambil mengarahkan tombak beracun miliknya ke arah Shota dan bisa kapan saja menembus leher Shota jika saja Shota melakukan pergerkan yang aneh yang membuat monster gahena harus membunuh dirinya.
__ADS_1
"Entahlah! aku pun tak tau apa yang telah terjadi semalam, yang ku ingat hanya saja aku tengah bermain main dengan monster yang datang kemari untuk menggangu waktu istitahatku. dan jika saja dirimu masih ingin membunuhku silahkan saja, aku tak keberatan karena aku sudah tak memiliki niatan untuk bertarung melawamu dan aku telah mempersiapkan diri dari semalam untuk mati di tanganmu" ucap Shota sambil tersenyum dan menatap monster gahena.
"Jangan bercanda! apa dirimu fikir kalau aku adalah seorang iblis yang tak tau terimakasih dan tak tau balas budi? baiklah kali ini aku akan melepaskan dirimu, tapi jika lain kali aku bertemu denganmu maka tak akan ada lagi belas kasihan untukmu" ucap monster gahena dan langsung menghilangkan senjata miliknya.