
“Ada apa? Kenapa kalian mundur dan berhenti menyerangnku? Cepat maju dan hibur diriku!” ucap Shota sambil tersenyum dan sangat menikmati pertarungan tersebut bahkan dirinya sampai melepaskan topengnya agar sudut pandangnya lebih leluasa. Semua pemain yang ada di sana menjadi sangat terkejut karena sikap Shota bahkan mereka mulai ragu untuk menyerang Shota, sementara itu Shota yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum dan langsung berlari ke arah gerombolan pk tersebut dan langsung menyerang dan membunuh mereka.
Misca yang melihat keterampilan bertarung Shota tak bisa berkata kata di buatnya dan bahkan dirinya sendiri pun sedikit ragu akan menang jika bertarung secara adil ataupun berduel dengan Shota, Shota sangat menikmati pertarungan yang ia lakukan atau lebih tepatnya pembantaian dan sambil tertawa ia terus menerus menyerang dan menghabisi setiap lawannya. “Sialan! Apakah orang ini sudah tak waras? Bagaimana mungkin dirinya masih bisa tersenyum ketika sedang menghadapi musuh sebanyak ini? Dan bagaimana caranya agar dia dapat mengimbangi dan bahkan sampai sanggup membunuh banyak anggota kita dan kenapa dari tadi dia belum juga mati? Padahal banyak sekali serangan yang telah mengenai dirinya” ucap seorang aggota dari serikat pk stone yang melihat kengerian dari kekuatan Shota dan melihat sikapnya.
Shota hanya bisa tertawa ketika mendengar perkataan dari pemain tersebut dan dengan cepat langsung pergi ke arah misca dengan niatan untuk membunuhnya, misca yang melihat kalau Shota saat ini dengan cepat tengah berlari dan membunuh setiap pemain yang mencoba untuk menghalangi dirinya untuk sampai ke tempatnya misca langsung menjadi sedikit panik dan mulai khawatir dan ketika Shota telah masuk dalam jarak jangkauan serangannya, dirinya pun dengan cepat langsung mengayunkan tongkat panjang miliknya dengan tujuan untuk menghengikan langkah Shota dan berharap kalau serangannya dapat menghasilkan damage yang tinggi.
Shota yang melihat datangnya serangan dari misca dapat dengan mudah menghindari serangan dari tongkatnya tersebut dan bahkan Shota langsung membuat tongkat panjang milik misca terlepas dari genggaman tanganya, “haa.. mengecewakan! Kalian sungguh sangat sangat lemah dan sangat mengecewakanku! Apakah ini yang di katakan sebagai serikat pembunuh terkuat? Mengecewakan” ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan menodongkan tombak panjang miliknya ke leher misca yangal kapapunpun ia mau dapat langsung menembus tenggorokan milik misca.
Misca langsung menjadi sangat pucat seketika melihat kalau dirinya dapat dengan sangat mudah di kalahkan oleh Shota, “haa... cepat ambil kembali senjatamu dan lawanlah aku” ucap Shota sambil membunuh setiap pemain yang mencoba untuk menyerang ataupun mendekati dirinya. Sementara itu misca menjadi sangat marah dan kesal karena ia telah di kasihani dan bahkan di permalukan oleh Shota tepat di hadapan para bawahannya, “apa yang kau lihat? Cepat ambil kembali senjata milikmu lalu lawanlah diriku dan cobalah sekuat tenaga untuk membunuhku, jika kau mampu” ucap Shota sambil tersenyum dan meremehkan misca dan seluruh anggota miliknya.
Misca menjadi sangat marah dan secara perlahan ia langsung mengambil senjata miliknya lalu tanpa basa basi langsung menyerang Shota, sementara itu Shota yang melihat tingkah misca hanya tersenyum dan terus terusan menghindari serangn yang di lancarkan olehnya sambil mempermainkan dirinya. Di saat Shota tengah asik asiknya mempermainkan misca secara cepat rentetan bola api dan sebuah serangan sihir lainya dengan cepat langsung terbang mengarah ke arah Shota yang berasa dari para elementalis yang masih tersisa dan merasa sangat marah ketika melihat kalau Shota tengah mempermalukan dan mempermainkan ketua mereka tepat di hadapan mereka, Shota yang melihat hal tersebut langsung menghancurkan setiap serangan sihir yang mengarah padanya menggunakan ke 9 ekor miliknya yang membuat semua pemain yang ada di sana menjadi sangat terkejut melihatnya.
Semua pemain yang ada di sana menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau ekor yang di miliki oleh Shota bukan lah hanya hiasa semata melainkan sebuah senjata yang dapat memancang dan bahkan dapat menghancurkan serangan yang di lancarkan oleh mereka dengan sangat mudah, “haa... sangat mengecewakan! Jika kalian memang sudah tak sabar lagi untuk pergi ke akhirat, baiklah aku akan membantu kalian! Element api flame lotus. Element api teratai api. Element api fire arrow. Element api fire ball. Element cahaya kegelapan, nada kematian” ucap Shota dan langsung memainkan serulingnya dan membantai seluruh pk yang ada di sana.
__ADS_1
Alunan melodi yang indah namun mematikan terdengar dan hanya dalam beberap menit saja seluruh hp pk yang tersisa langsung ke angka 0 seluruhnya. Setelah menyelesaikan urusannya di serikat pembunuh stone, Shota langsung terbang ke tempat target selanjutnya yaitu serikat kecil yang ada di daerah sekitar serikat stone.
Shota terus menerus terbang kesana dan kemari sambil terus menerus membunuh, membantai dan menghancurkan serikat pk dan pemain ataupun monster yang ia temui. Saat ini bar hp miliknya telah berubah warna menjadi semerah darah karena secara tak sengaja telah membunuh normal player ketika mengaktifkan skil miliknya untuk membunuh para pk dan monster untuk menaikan levelnya bahkan Shota sendiri sampai memanggil keluar seluruh familiar miliknya dan memberikan mereka perintah untuk menghancurkan dan membunuh apapun yang mereka jumpai, baik itu pemain ataupun monster.
Hanya dalam waktu beberapa jam saja seluruh area yang telah Shota singgahi langsung hancur dan menjadi daerah tak berpenghuni, karena semua daerah yang Shota pernah singgahi langsung ia hancurkan dan ia buat menjadi lautan api, petir, es, angin atau apapun yang ia suka hanya demi meningkatkan level miliknya. Setelah 3 minggu lebih Shota telah membunuh total ribuan pemain dan telah menghancurkan 16 serikat pembunuh di antaranya terdapat dua serikat ternama yaitu serikat pk stone dan serikat white wine serta telah membunuh rank top 10 besar dari pemain yang berada di area selatan bernama niko, Shota saat ini terlihat lebih mirip seperti seorang mesin pembunuh dan penghancur yang sengaja di ciptakan dengan tujuan untuk menghancurkan dan merusak keseimbangan di dalam game the heaven atau bisa di katakan sebagai last boss yang harus mereka lampaui dan kalahkan dan juga Shota saat ini lebih cocok di katakan sebagai iblis haus darah di bandingkan dengan sebutan seorang pahlawan ataupun seorang dewa pembantai.
“Whuoaa.... haa.. membosankan! Siapa sebenarnya orang itu? Kenapa aku tak pernah bisa menemukan satupun informasi tentang dirinya? Sialan!” ucap Shota sambil mengingat kejadian saat dirinya dapat di bunuh dengan sangat mudah oleh seorang pria misterius tersebut. Shota saat ini telah menetapkan tujuannya dan tujuannya saat ini adalah untuk mengalahkan pemain misterius yang telah membunuh dirinya dan membuatnya menyesali semua hal yang telah ia lakukan sebelumnya kepada dirinya, “yosh! Sudah di putuskan, kalau mulai hari ini aku akan menjadi jauh lebih kuat dan akan mengalahkan orang itu secepat mungkin” ucap Shota sambil memantapkan niat dan tujuannya.
“3 JAM KEMUDIAN”
Shota yang saat ini telah memutuskan bahwa dirinya harus menjadi sekuat mungkin dan telah menetapkan tujuannya secara terus menerus memburu monster dan pemain kuat baik itu pemain normal ataupun para pk, dirinya tak lagi mau menggunakan senjata suci ataupun menggunakan skil miliknya bahkan tak mau untuk mensummon para familiarnya terkecuali dalam keadaan mendesak. “Haa.... lemah! Masih terlalu lemah! Aku masih harus menjadi jauh lebih kuat” ucap Shota dengan perasaan kesal dan langsung mencari monster ataupun pemain yang kuat.
Di saat Shota tengah berlari tanpa tujuan dan hanya terus melihat sekelilingnya apakah ada monster ataupun pemain yang bisa membuatnya untuk menjadi kuat, secara tiba tiba rentetan anak panah dan sebuah sihir sekala besar tengah mengarah pada dirinya yang membuat Shota sedikit terkejut melihat hal tersebut. Shota yang saat ini telah melihat kalau ada sebuah serangan dadakan yang mengarah pada dirinya yang di tujukan untuk langsung membunuh Shota secepat mungkin menjadi sangat terkejut dan beruntung dirinya masih dapat menghindari serangan tersebut, setelah serangan pertama dapat ia hindari dan bahkan tak dapat menyentuh dirinya serangan kedua dan ketiga secara tiba tiba muncul dan juga langsung mengarah pada dirinya yang membuat Shota menjadi sangat kesal di buatnya.
__ADS_1
Rentetan serangan sihir dan anak panah secara terus menerus muncul dan menyerang ke arah Shota, beruntung Shota memiliki kecepatan yang cukup untuk membuat dirinya agar dapat dengan mudah menghindari setiap serangan yang mengarah pada dirinya sambil terus mengamati sekitar dan mencari asal atau sumber arah dari serangan tersebut. Setelah berlari ke sana dan kemari sambil terus menghindari setiap serangan yang mengarah pada dirinya akhirnya Shota menemukan letak posisi pasti dari setiap player killers yang menyerang dirinya dan posisi mereka berbeda beda dan cukup berjauhan bahkan formasi mereka telah membuat Shota terkepung dan sedikit kesulitan untuk menyerang mereka.
Formasi yang di ciptakan oleh para pk itu terlihat sangat sederhana tetapi sangat sulit untuk di tembus karena Shota saat ini tak memiliki niatan sedikitpun untuk menggunakan kemampuan miliknya ataupun memanggil keluar familiar miliknya, setiap kali Shota berlari ke arah salah satu anggota red player yang saat ini tengah bersembunyi, secara tiba tiba muncul banyak serangan yang langsung mengarah pada dirinya dan menyerang Shota. Suara ledakan terus terdengar dan puluhan serangan telah di luncurkan oleh para red player tersebut yang membuat mereka sangat terkejut karena serangan yang mereka lancarkan dari tadi hingga sekarang satu pun masih saja belum ada yang dapat mengenai ataupun memberikan damage kepada Shota yang membuat mereka semua sangat terkejut sekaligus menjadi sangat marah dan kesal di buatnya.
Sementara itu Shota menjadi sedikit kesal di buatnya tetapi dirinya juga menjadi sangat menikmati pertarungan yang terasa sepertinya berat sebelah sambil terus menerus mencoba untuk mendekati salah seorang pk yang saat ini berada paling dekat posisinya dengan dirinya, sementara itu para pk yang melihat kalau Shota tersenyum dan melihat kalau sepertinya Shota sangat menikmati pertarungan itu langsung menjadi sangat sangat terheran heran dan bahkan mereka langsung menjadi sedikit takut karena mengetahui kalau Shota adalah seorang maniac petarung. “Sialan! Apa apaan ekpresi sialan yang di tunjukan oleh orang ini? Apakah dia adalah seorang maniac petarung?” ucap salah seorang pk yang memiki kelas ranger sambil bersembunyi dan menjadi sangat terkejut sekaligus langsung merinding ketika melihat tingkah dan ekpresi Shota dan mengetahui kalau Shota adalah seorang maniac petarung.
“Ketemu!” Shota yang saat ini telah menemukan salah satu posisi dan letak pasti dari salah seorang pk yang berada paling dekat dengan dirinya dengan cepat langsung berlari ke arah pk tersebut sambil terus menerus menghindari serangan yang mengarah pada dirinya dan sesekali memotong serangan tersebut yang membuat semua pk yang ada di sana menjadi sangat terkejut di buatnya, sementara itu salah seorang pk dengan kelas elementalis yang menyadari kalau Shota dari awal pertarungan hingga sekarang belum juga menggunakan ataupun memperlihatkan salah satu skil yang ia miliki. “S-sialan! Sepertinya ada yang aneh? Kenapa dari tadi dia masih saja belum mengeluarkan satupun kemampuan yang ia miliki? Apakah dia meremehkan kami?” ucap salah seorang pk yang menyerang dan tengah bersembunyi.
Shota yang saat ini telah mengetahui letak pastinya posisi pasti dari seluruh pk yang ada di sana langsung mengincar salah satu anggota pk yang paling dekat dengan dirinya dan sambil tersenyum Shota langsung melemparkan tombak mikiknya ke arah pk yang tengah bersembunyi di atas pohon yang memiliki kelas ranger, ranger tersebut yang terkejut melihat ekpresi tersenyum dan serangan yang di lancarkannya menjadi sangat terkejut karena Shota menyerang dirinya dengan cara melemparkan senjata miliknya yang berupa tombak yang sebelumnya tak pernah terjadi dan karena sangat terkejut ranger tersebut tak sempat lagi bereaksi dan secara cepat tombak milik Shota langsung menembus tubuh dari ranger tersebut dan sampai membuat dirinya tertahan karena tombak Shota sampai tertancap di pohon yang saat ini tengah ia singgahi.
Setelah melemparkan tombak miliknya dengan cepat Shota langsung berlari ke arah ranger tersebut sambil menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh para pk tersebut, Shota sedikit terkejut ketika melihat kalau di depan matanya saat ini secara perlahan muncul banyak sekali pk yang mencoba untuk menghalangi jalan Shota dan mencoba untuk melindungi salah satu anggota mereka yang terkena serangan telak dari Shota. “Haa... merepotkan! Jika kalian tak ingin mati cepat menyingkir dari jalanku” ucap Shota sambil tersenyum dan terus berlari ke arah ranger yang telah terkena serangan telak darinya.
Pemain tersebut langsung menjadi tertawa keras ketika mendengar perkataan dari Shota dan menghiaraukan perkataan darinya sambil langsung berlari dan menyerang Shota, sementara itu para elementalis dan petarung jarak jauh lainya menghentikan serangan mereka karena jika mereka menyerang menggunakan sihir ataupun anak panah takutnya serangan mereka malah akan mengenai teman mereka sendiri. “Bodoh!” ucap Shota sambil tersenyum dan terus maju untuk membunuh mangsanya.
__ADS_1
Shota yang melihat kalau para petarung jarak jauh telah menghentikan serangan mereka langsung menjadi sangat senang dan sambil tersenyum dirinya langsung menghajar setiap musuh yang mencoba untuk menghalangi jalanya tetapi Shota tak langsung membunuh mereka karena dirinya masih ingin bermain main dengan mereka walau hanya sebentar dan juga dari awal targetnya bukanlah para petarung jarak dekat melainkan ranger yang saat ini berada di atas pohon yang telah terkena serangan telak dari dirinya.