The Heaven

The Heaven
S2. CH 91. SALAMANDER MELAWAN 3 LABA LABA


__ADS_3

"Kratak.. kretek.. grusuk... grusuk... arghhh!!!" Suara langkah kaki dan raungan dari para monster laba laba yang saat ini tengah mendekati mereke untuk bergabung dalam pesta yang di adakan oleh monster laba laba hitam. Kedua monster laba laba berwarna merah dan coklat itu semakin mendekati monster laba laba hitam dan bahkan saat di tengah perjalanan mereka langsung menyerang salamander dan singa petir api menggunakan sebuah sihir element api dan tanah, sebuah bola api besar mengarah ke arah salamander sedangkan beberapa buah bongkahan batu besar dengan cepat mengarah ke arah singa petir api.


Salamander menjadi Sangat terkejut seketika melihat hal tersebut tetapi beruntung dirinya masih sempat untuk menghindari serangan dadakan yang di lancarkan oleh monster laba laba berwarna merah itu walaupun ia harus terkena sedikit damage akibat efek ledakan yang terjadi akibat bola api itu yang menghantam dinding gua, sementara itu singa petir api dapat dengan mudahnya menghindari serangan yang di lancarkan oleh monster laba laba berwarna coklat itu tanpa sedikitpun terkena damage. Salamander menjadi bertambah kebingungan dan mulai sedikit khawatir tentang apakah ia dapat mengalahkan ketiga monster laba laba itu seorang diri, salamander saat ini hanya bisa berharap kalau nantinya akan mumcul sebuah keajaiban yang dapat menolong dirinya agar dapat menyelamatkan diri dari sana.


Ketiga monster laba laba itu langsung bergerumbul menjadi satu kelompok dan langsung menyerang salamander dan singa petir api dengan sihir tanah, api dan racun yang membuat salamander dan singa petir api terpaksa harus terus berlari ke sana kemari agar dapat menghindari serangan yang di lancarkan oleh ketiga monster laba laba itu. "Ha.. ha.. beruntung aku memiliki keunggulan dalam aspek kecepatan jika tidak sudah pasti aku akan menjadi tulang belulang seperti manusia tadi! lebih baik sekarang aku mundur dulu untuk mempersiapkan serangan balasan, karena jika terus begini cepat atau lambat aku pasti akan kalah! sekarang bukan saatnya untuk memikirkan harga diri, yang terpenting adalah kematian orang itu. jika aku mati tak kan ada yang dapat membalaskan dendam mereka" ucap salamander sambil terus menerus menghindari serangan beruntun yang di lancarkan oleh ketiga monster laba laba dan memutuskan untuk segera mundur dari medan pertempuran.


Salamander yang akhirnya memutuskan untuk mundur dulu untuk saat ini dan akan kembali dengan persiapan penuh karena muncul hal yang di luar perkiraannya langsung memanggil singa petir api untuk mengalihkan perhatian dari ketiga monster laba laba itu dan memberikan waktu bagi dirinya untuk pergi dengan selamat dari gua tersebut. "Roar!!! ngung.. ngung.... pyu..." Setelah mendengar perintah dari salamander, singa petir api itu langsung menembakkan bola petir api ke arah ketiga monster laba laba itu sambil terus berlari ke segala arah dan menyerang dengan pola serangan yang sangat acak untuk mengelabui ketiga monster laba laba itu, sementara itu salamander yang melihat kalau singa petir api saat ini tengah mengalihkan perhatian ketiga monster laba laba itu dan memberikan waktu bagi dirinya untuk kabur dengan cepat langsung berlari ke arah pintu keluar gua tersebut tetapi betapa terkejutnya dirinya seketika melihat kalau jalan keluarnya telah terhalangi oleh tumpukan batu yang di penuhi oleh racun dari laba laba hitam.

__ADS_1


"Brengsek! apa apaan ini? bagaimana bisa jalan keluarnya tertutup? dan sejak kapan mereka melakukanya? bukankah mereka baru saja tiba di sini? lalu apa apaan ini? brengsek!" ucap salamander yang menjadi sangat marah seketika melihat kalau dirinya saat ini terkurung sepenuhnya di dalam gua itu tanpa adanya satu pun jalan keluar ataupun kemungkinan untuk kabur dari sana. Salamander langsung menjadi sangat khawatir dan bahkan langsung menjadi cukup ketakutan karena ia bisa bisa kehilangan nyawanya dan tak bisa membalaskan seluruh dendamnya pada orang itu, salamander hanya dapat terus menatap jalan keluarnya yang saat ini telah tertutupi penuh oleh bebatuan dan racun.


Salamander terus menerus memandangi dan menatap jalan keluarnya yang telah menghilang tanpa berkata sepatah katapun karena merasa sangat kecewa, sementara itu singa petir api terus saja secara terus menerus melancarkan serangan ke arah ketiga monster laba laba itu dan terus saja mengalihkan perhatian mereka agar tak mengincar salamander. "Roar!!!! Arghh!!! sesssiisss!!!" Raungan dari ke 4 monster itu langsung terdengar dan bahkan saking kerasnya sampai membuat langit langit gua yang ada di sana jatuh, sementara itu salamander langsung tersadar dari lamunannya seketika mendengar suara raungan dari para monster itu dan ketika setelah kepalanya terkena salah satu batu yang jatuh dari langit langit gua.


"Brengsek! apa yang ku lakukan saat ini? kenapa aku hanya berdiam diri saja? hahaha.... brengsek! jika terus begini aku hanya akan mati sia sia. setidaknya sebelum mati ada baiknya jika aku bertarung sekuat tenaga hingga titik darah penghabisan!" ucap salamander sambil tertawa dan menggenggam tombak miliknya sekuat tenaganya. Salamander yang telah tersadar dari lamunannya dengan kecepatan tinggi langsung berlari melesat ke arah ketiga monster laba laba itu dan langsung mengaktifkan seluruh skil miliknya secara bersamaan lalu dengan kecepatan tinggi langsung menyerang monster laba laba hitam menggunakan tombak miliknya yang telah di selimuti oleh petir api.


Sementara salamander tengah sibuk bertarung melawan ketiga monster laba laba itu, singa petir api juga langsung menembakkan sebuah laser plasma yang tercipta dari unsur api dan petir yang sangat murni yang seketika itu juga langsung melelehkan apapun yang ia sentuh menjadi butiran molekul tetapi sayangnya serangan yang di lancarkan oleh singa petir api hanya sanggup untuk memberikan luka yang cukup parah kepada monster laba laba berwarna merah tetapi tidak sampai membununya.

__ADS_1


"Arghhh!!!! Arghhhh!!! Arghh!!!! " Ketiga kaki bagian kanan monster laba laba merah itu langsung terpotong dan hangus seketika terkena serangan plasma yang di lancarkan oleh singa petir api yang membuat dirinya terus menerus meraung kesakitan dan melenacarkan serangannya secara membabi buta bahkan sampai mengenai tubuh monster laba laba hitam yang berada tepat di sebelahnya. Monster laba laba hitam yang terkena serangan yang di lancarkan oleh monster laba laba merah itu langsung menjadi sangat marah dan langsung balik menyerang monster laba laba merah itu mengunakan racun miliknya yang membuat monster laba laba merah itu langsung kehilangan lebih dari 80% hp miliknya akibat terkena serangan dari temannya dan dari singa petir api.


Salamander yang melihat hal tersebut langsung tertawa dan sekaligus menjadi sangat kebingungan seketika melihat kalau kedua monster laba laba itu tengah saling menyerang dan berselisih bahkan sampai saling membunuh, salamander hanya memfokuskan diri untuk menyerang monster laba laba berwarna coklat yang saat ini juga tengah menjauh dari kedua monster laba laba yang tengah bertarung itu karena ia tau jika ia berada di dekat mereka ia juga akan terseret dalam pertarungan bodoh yang tengah mereka lakukan.


"Sedang melihat ke mana kau? aku lah lawanmu!" ucap salamander sambil tersenyum dan menghunuskan tombak miliknya bersamaan dengan singa petir api yang juga berniat untuk menggigit monster laba laba berwarna coklat itu. Monster laba laba berwarna coklat itu menjadi sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari salamander dan melihat kalau ia tengah mencoba untuk menyerang dirinya lalu dengan reflek yang kuat, monster laba laba coklat itu langsung menggunakan sihir element tanah untuk menciptakan sebuah dinding untuk melindungi dirinya dari serangan salamander dan singa petir api.


"Tring!!!!" Salamander yang melihat kalau monster laba laba coklat itu tengah melindungi dirinya dari serangan yang ia lancarkan dengan cara menyelimuti seluruh tubuhnya dengan sihir tanah dan menciptakan sebuah dinding langsung menjadi sangat jengkel dan mundur beberapa langkah, "Cih, merepotkan saja! ohh iy, apakah mereka sudah selesai bertarungnya? buset!!!! apa yang terjadi??? kenapa laba laba merah itu seluruh tubuhnya berubah manjadi api?? dan juga apa apaan dengan hp miliknya itu? bukannya berkurang tetapi saat ini malah bertambah! e-ehhh!!! hei brengsek! apa kau tak lihat ya kalau aku sedang memperhatikan perubahan dar.... ehh!!!! kau juga!!!! k-kenapa kalian bisa berubah seperti itu? haa... habislah sudah aku kali ini" ucap salamander sambil menghela nafas dalam dan mulai menjadi putus asa seketika melihat perubahan wujud dari monster laba laba merah dan laba laba coklat.

__ADS_1


__ADS_2