The Heaven

The Heaven
SARANG ULAR


__ADS_3

"Tsu tahan serangan dari Black Cobra dan Ryu alihkan perhatian dari King Cobra sementara aku akan membantu Tsu mengalahkan Black Cobra" ucap Shun yang saat ini tengah melawan dua monster tingkat bencana sekaligus.


Saat ini baik hp milik Shun, Tsu dan Ryu tak ada yang berada di atas 20% sementara itu hp dari kedua monster tingkat bencana itu masih tersisa sekitar 26% dan juga hanya butuh satu serangan saja untuk membuat HP milik Shun turun ke bawah 10 point.


BEBERAPA JAM SEBELUM PERTARUNGAN MELAWAN BLACK COBRA DAN KING COBRA


"Hei Ryu, Tsu bagaimana kalau hari ini kita leveling? Ohh ya? Ngomong-ngomong kalian saat ini berada dilevel berapa? Kurasa ini saatnya untuk kalian mencoba perlengkapan baru kalian" ucap Shun sambil tersenyum.


Ryu dan Tsu menyetujui kalau hari ini mereka akan berburu monster dan menaikan level; dan juga mereka berdua mengatakan kalau level mereka berada ditingkat yang sama yaitu level 23. Shun hanya tersenyum ketika mengetahui level mereka dan tak memberitahukan level miliknya sambil mengajak mereka untuk berburu monster diarea Gurun Merah.


Shun mengetahui jika dia ingin menaikan level milik Tsu, Ryu dan sekaligus menaikan level miliknya. Shun hanya perlu leveling di Gurun Merah karena monster yang ada disana memiliki level yang bervariasi mulai dari level 25-37 dan juga Shun telah mengetahui semua jenis monster dan kelemahan semua monster yang ada di area Gurun Merah.


"Hei kak ngomong-ngomong kamu berada dilevel berapa dan juga aku tak pernah melihatmu menggunakan zirah ataupun item yang lain kecuali senjata, pakaian, topeng dan jubah yang kau kenakan Itu. Bukankah dirimu memiliki banyak uang? Dengan semua uang itu kau bisa membeli perlengkapan kelas atas seperti armor baja hitam tingkat emas hitam" ucap Ryu dengan rasa penasaran.


Tsu setuju dengan apa yang di katakan oleh Ryu. Sementara itu Shun hanya tersenyum dan mengatakan bahwa ia tak membutuhkan semua itu dan juga mengatakan kalau semua koin emas miliknya yang tersisa telah ia tukarkan menjadi mata uang asli.


"Ehhh!!" Mereka berdua sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Shun dan menanyakan alasan kenapa Shun menukarkan semua uangnya virtualnya dengan mata uang asli. Shun hanya tersenyum dan menyuruh mereka untuk melanjutkan perjalanan untuk leveling ke Gurun Merah.


"Ohh ya! Aku lupa kalau mata uang virtual permainan ini dapat ditukarkan dengan mata uang asli (uang yang di maksud adalah yuan)" ucap Ryu.


Tsu juga lupa bahwa uang virtual dalam permainan the heaven dapat ditukarkan menjadi uang asli. Shun yang melihat dan mendengar perkataan dari mereka menanyakan kepada Tsu dan Ryu tentang apakah Mereka berdua belum pernah menukarkan uang virtual kemata uang asli. "Tidak pernah " ucap Tsu dan Ryu secara bersamaan.


"Begitu ya? Apakah kalian berdua adalah anak dari orang kaya?" ucap Shun sambil mengambil sebatang rokok dan mulai menghisap rokoknya.


Tsu dan Ryu menganggukan kepalanya dan mengatakan bahwa mereka berdua memang dari keluarga kaya dan juga mereka berdua didunia nyata adalah seorang sahabat bahkan bersekolah di tempat yang sama. Setelah mendengar penjelasan dari Tsu dan Ryu, Shun langsung mengajak mereka untuk melanjutkan perjalanan mereka karena harus secepat mungkin menaikan level.


Saat diperjalanan menuju Gurun Merah mereka bertiga sangat beruntung karena mereka sama sekali tak bertemu dengan satupun monster atau PK yang dapat menghambat perjalanan mereka tetapi seketika mereka baru saja melangkahkan kaki di Gurun Merah puluhan tikus padang pasir langsung menyerang mereka.


Tikus Padang Pasir (tingkat umum)


Hp : 13754/13754


Level : 25


"Ehhhhh!!!" Shun, Tsu dan Ryu sangat terkejut ketika melihat hal itu dan bahkan mata mereka hampir keluar karena terkejut. Disisi lain puluhan monster tingkat umum itu dengan cepat langsung menyerang mereka bertiga dengan cara mencakar.


Bagi Shun, Tikus Padang Pasir adalah monster yang sangat lemah tetapi bagi Tsu dam Ryu mereka cukup kuat terlebih lagi jumlahnya yang hampir mencapai 50 ekor. Shun tak mempunyai pilihan lain selain mundur dan menghabisi mereka satu persatu. "Cepat lari dan pancing mereka sementara aku akan mengurangi jumlah mereka dengan menggunakan skil invisible dan semua skil yang aku milikki" ucap Shun dan langsung mengaktifkan skil invisible miliknya dan secara perlahan mulai menyerang dari belakang.

__ADS_1


Sementara Shun sibuk mengurangi jumlah mereka, Tsu dan Ryu terus mengalihkan perhatian dari semua Tikus Padang Pasir dan sesekali menyerang mereka menggunakan sihir milik Ryu. Setelah hampir 5 menit berlalu disaat skil milik Shun hampir mencapai batas penggunaan; Shun secara cepat langsung menggunakan skil bayangan miliknya untuk mengejar Tsu dan Ryu dan ketika ia telah berada di samping Tsu dan Ryu, Shun langsung kembali kemode manusia dan langsung mengatakan jika ia harus menjauh dari barisan sambil menunggu skil invisible miliknya dapat digunakan kembali dan menyuruh Tsu dan Ryu tetap mengalihkan perhatian mereka.


"Ehhh!! T-tunggu sebentar. Sampai berapa lama kami harus seperti ini?" ucap Tsu dan Ryu secara bersamaan. Shun sambil tersenyum mengatakan jika mereka harus terus seperti itu sampai semua monster tikus padang pasir itu mati dan sebagai tambahan mungkin akan ada monster lain yang datang dan mencoba untuk membunuh mereka.


"E-ehhhh!! j-jangan bercanda! T-tunggu sebentar k-kakak" ucap Tsu dan Ryu setelah mendengar perkataan dari Shun dan melihatnya menjauh dan bersembunyi di balik bayangan salah satu monster Tikus Padang Pasir itu. Mereka secara perlahan terus menerus mengurangi jumlah dari Tikus Padang Pasir itu dengan cara Tsu dan Ryu mengalihkan perhatian sementara Shun menyerang mereka dari balik bayangan dan disaat hanya tersisa 3 ekor monster tikus padang pasir mereka secara cepat langsung menyerang dan menghabisi ketiga monster yang tersisa itu.


SISTEM : SELAMAT ANDA TELAH MEMBUNUH TIKUS PADANG PASIR MENDAPATKAN 769 EXP.


**SISTEM : SELAMAT ANDA TELAH MEMBUNUH TIKUS PADANG PASIR MENDAPATKAN 769 EXP.


SISTEM : SELAMAT ANDA TELAH NAIK 1 LEVEL. MENDAPATKAN 2 POINT STATUS.


SISTEM : SELAMAT ANDA TELAH MEMBUNUH TIKUS PADANG PASIR MENDAPATKAN 769 EXP.


SISTEM : SELAMAT ANDA TELAH MEMBUNUH TIKUS PADANG PASIR MENDAPATKAN 769 EXP.


SISTEM : SELAMAT ANDA TELAH MEMBUNUH TIKUS PADANG PASIR MENDAPATKAN 769 EXP.**


Semua ular yang ada digua itu hanya berlevelkan 10 dan hanya butuh satu serangan dasar saja dapat membunuh mereka tetapi karena jumlah semua ular itu mencapai ribuan itu menjadi sangat sulit untuk dihadapi. Lebih dari 30 menit berlalu dan bahkan mereka telah mengurangi ratusan ular itu tetapi jumlah mereka seperti tak berkurang sedikitpun sementara itu hp milik Shun, Tsu dan Ryu secara bertahap terus turun dan saat ini hanya tersisa 73% dari hp mereka.


Shun tak mengetahui tentang adanya gua di gurun merah yang berisi ribuan ular yang bahkan tak ada sedikitpun informasi tentang keberadaan dari gurun tersebut. Setelah mencoba untuk mengingat kembali apakah dirinya pernah mendengar tentang adanya gua tersebut dikehidupan masa lalunya tetapi setelah mencoba untuk mengingat kembali, Shun masih saja tak mengingat adanya informasi tentang gua yang saat ini sedang mereka tempati dan hanya mendapatkan perasaan kesal.


1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam dan bahkan setelah hampir 5 jam berlalu mereka masih saja belum bisa menemukan jalan keluar ataupun membunuh semua ular yang ada di dalam gua tersebut. Bagi mereka bertiga untuk mengalahkan ular itu adalah hal yang sangat mudah tetapi yang menjadi masalahnya adalah jumlah mereka dan bahkan setelah 5 jam membunuh ular yang mereka temui masih tersisa lebih dari 1000 ular.


"Sial!" Mereka bertiga menjadi sangat kesal dan marah sembari terus menyerang dan mengutuk permainan The Heaven, mereka bertiga terus-menerus berlari sambil membunuh ular yang mereka temui dan ketika mereka tiba disebuah gua yang lebarnya lebih dari 100 meter dengan tinggi sekitar 40 meter secara tiba-tiba semua ular itu tak lagi menyerang mereka tetapi mereka malah berkumpul menjadi dua bagian dan secara perlahan membentuk sebuah ular yang sangat besar.


"Ehhh!! A-apa yang sebenarnya terjadi? Apa apaan ular besar ini? kenapa mereka bisa bergabung?" ucap Shun dan menjadi sangat terkejut bahkan matanya hampir keluar. Disisi lain Ryu dan Tsu menjadi sangat ketakutan dan bahkan mereka berdua dibanjiri oleh keringat dingin dengan wajah yang memucat seketika setelah melihat status dari kedua ular tersebut.


Black Cobra (bencana)


HP : 57819/57819


LEVEL : 47


King Cobra (tingkat bencana)


HP : 57838/57838

__ADS_1


LEVEL : 47


"Ehhh!!!!" Mereka bertiga menjadi sangat terkejut bahkan takut setengah mati ketika melihat status milik kedua ular tersebut. "B-bagaimana mungkin ini terjadi? K-kenapa kita harus mengalami kejadian seperti ini? Kurasa kita akan mati kali ini" ucap Tsu yang menjadi sangat ketakutan.


Ryu setuju dengan apa yang di katakan oleh Tsu dan saat ini mereka berdua telah menjadi putus asa dan pasrah sambil menunggu kematian mereka. "Hmm kurasa kalian benar. Kita akan kalah kali ini dan kehilangan 1 level dan mungkin perlengkapan paling berharga yang kita miliki. Tetapi walaupun kita akan kalah kita harus memberikan perlawan yang sengit! Jika kalian tetap ingin diam dan menunggu kematian silahkan, aku tak akan melarang kalian. Tetapi jika kalian ingin bertarung maka ikuti perintahku dan kupastikan kita pasti bisa memberikan perlawanan sengit" ucap Shun dengan tatapan serius sambil memegang kedua belatinya.


Ryu dan Tsu yang mendengar perkataan dari Shun dan melihat tekadnya yang begitu kuat langsung bangkit dan tersenyum sambil secara perlahan mendekatinya dan mengeluarkan senjata mereka masing-masing "Ayo lakukan! Aku akan mengikutimu sampai kita berada di puncak dunia!" ucap Ryu dan Tsu secara bersamaan.


Shun sedikit terkejut dan langsung tersenyum ketika mendengar perkataan mereka berdua dan langsung memberikan perintah kepada Ryu untuk mulai melafalkan mantra sihir terkuat yang ia miliki sementara mereka berdua akan mengalihkan perhatian kedua monster tingkat bencana. Shun memberitahukan kepada Tsu agar menjaga jarak dan menghindari ekor dan racun yang akan di keluarkan oleh Black Cobra yang akan dilawan oleh tsu sementara dirinya akan melawan King Cobra.


Shun tak pernah bertemu dengan monster bernama Black Cobra ataupun King Cobra dan tentang gua yang terdapat ribuan ular didalamnya yang dapat bersatu bahkan informasi mengenai hal itu tak pernah ada di kehidupannya sebelumnya. "Apa kalian sudah mengerti! Sekarang serang sesuai aba-abaku" ucap Shun dan langsung menyerang King Cobra. Sementara Shun melawan King Cobra, Tsu berperan untuk mengalihkan perhatian dari Black Cobra agar tidak mengincar Ryu, sementara Ryu sedang membaca mantra untuk sihir terkuat yang ia miliki.


"S-sial! Kenapa mereka belum juga mati?" ucap Tsu yang menjadi sangat ketakutan. sementara itu Shun hanya tersenyum sambil meneteskan keringat dingin sambil menggengam kedua belatinya dengan sekuat tenaga, "Lebih baik kita kabur saja! M-mustahil kita bisa mengalahkan monster itu secara bersamaan" ucap Ryu dengan wajah pucat dan tubuh di penuhi oleh keringat dingin.


Ryu yang telah selesai membaca sihirnya dan menciptakan sebuah bola api yang besarnya sekitar 30 meter yang bahkan panasnya mencapai ratusan atau bahkan ribuan derajat Celsius, "DUARRR" sebuah ledakan yang sangat besar muncul dan menyelimuti gua tersebut dengan api dan asap. "Hei apa kau ingin membunuh ku?" ucap Tsu dan Shun secara bersamaan. Ryu sambil tersenyum dan mengelus ngelus kepalanya mengatakan kalau dirinya tak sengaja dan meminta maaf, "Jangan tersenyum seperti kau tak melakukan apapun dasar bodoh!" ucap Tsu dan Shun dan langsung memukul kepala Ryu.


"Hehehe ... Maaf! Maaf! Tapi lihatlah semua ular itu pasti sudah menjadi abu sekarang dan kita sekarang hanya perlu mencari jalan keluar sambil membagi semua perlengkapan yang kita dapatkan dijalan" ucap Ryu sambil tertawa. Di saat Ryu, Tsu dan Shun mengira kalau mereka telah mengalahkan King Cobra dan Black Cobra, secara bersamaan dengan hilangnya debu yang menutupi gua tersebut secara perlahan muncul sosok dua ekor ular besar, "M-mustahil! A-apakah mereka belum juga mati" ucap ryu yang sangat terkejut melihat hal itu.


"Sialan! Lebih baik kita kabur saja!"


"Benar! Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ryu"


"Haaa ... Kabur ya? Memangnya kita bisa kabur kemana? Apa kalian sudah menemukan jalan keluarnya? Bahkan jika kalian sudah menemukan jalan keluarnya apa kalian fikir ular sialan ini hanya akan melihat dan akan membiarkan kalian kabur?" ucap Shun sambil menghisap rokoknya.


Ryu dan Tsu menjadi bertambah ketakukan dan seluruh tubuh mereka bergetar karena ketakutan dan menanyakan kepada Shun apa yang harus mereka lakukan, "Haa ... Bukankah sudah jelas? Kita hanya perlu melawan dan berharap bisa mengalahkan ular sialan itu! Coba kalian lihat baik-baik bar hp miliknya hanya tersisa kurang dari 20%" ucap Shu dengan senyum di wajahnya sambil menghisap rokoknya.


"Jangan bercanda! Apa kau ingin kita mati disini?" ucap Tsu sambil menarik kerah pakaian Shun.


"Hmm ... Mati ya? Kurasa itu ide yang bagus! Tapi sayangnya mustahil bagi kita untuk mati didunia ini! Dan jikapun kita mati. Kita semua pasti akan di bangkitkan kembali dikota black rose" ucap Shun sambil terus menghisap rokok miliknya.


Tsu dan Ryu langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Shun dan saat itu pula mereka baru ingat kalau mereka saat ini hanya sedang bermain game dan mustahil bagi mereka untuk mati didunia ini. Tsu dan Ryu langsung meminta maaf sambil secara perlahan langsung berdiri di samping Shun dan meminta dirinya untuk memberi mereka perintah tentang apa yang harus mereka lakukan saat ini agar dapat mengalahkan ular tersebut.


Shun langsung tersenyum ketika mendengar perkataan mereka berdua dan langsung memberikan arahan agar Tsu menyerang Black Cobra sedangkan dirinya akan bertarung melawan King Cobra sementara itu Ryu akan membantu mereka dari belakang menggunakan skil sihir yang ia miliki. Setelah mendengar perkataan dari Shun mereka semua langsung bergerak dan menyerang sambil terus memperhatikan Ryu apakah ada bahaya yang mendekatinya.


Shun langsung menggunakan skil cloning miliknya dan membuat 5 bayangan dan menyuruh mereka untuk menyerang King Cobra sementara Shun menghilang menggunakan skil invisible untuk menyerang King Cobra secara diam-diam dan di saat Shun berniat untuk menyerang kepala King Cobra, secara cepat King Cobra itu langsung menyemburkan racun berwarna hijau kearah tubuh asli Shun dan beruntung didetik-detik terakhir Shun berhasil menghindarinya dengan cara memerintahkan bayangan agar mendorongnya menjauh tetapi sebagai imbalannya bayangan milik Shun yang terkena racun langsung musnah.


Shun tetap menghilangkan dirinya dan berkali-kali mencoba menyerang King Cobra secara diam-diam dan berkali-kali juga dirinya diketahui dan diserang oleh King Cobra. setelah mengamati cukup lama akhirnya Shun mengetahui kalau tak ada skil yang spesial dari King Cobra tetapi semua kemapuannya dibuat sama persis seperti ular Cobra yang ada didunia nyata.

__ADS_1


Tetapi bedanya ukuran yang ada di hadapan Shun saat ini berkali kali jauh lebih besar dibandingkan dengan dunia nyata. Shun tak mempunyai pilihan lain selain mengurangi jumlah bayangannya menjadi 1 dan secara bersamaan menyerang King Cobra dan memberitahukan informasi yang ia ketahui tentang ular yang ada di hadapan mereka. Setelah 5 menit berlalu King Cobra dan Black Cobra memasuki mode bersekr dan dengan hanya satu serangan dapat langsung membuat hp mereka bertiga turun kebawah angka 0.


__ADS_2