The Heaven

The Heaven
S3. SEKOLAH IZUKI


__ADS_3

Hikari hanya menatap miya dan kepala sekolah izuki dengan ekpresi wajah bingung yang menandakan bahwa dirinya tak terlalu mengerti dan paham dengan apa yang mereka katakan. Sementara itu bella hanya bisa menghela nafas dalam tanpa bisa berkata apapun ketika melihat kehebatan hikari bahkan saat ini ia tak terkejut lagi karena ia bahkan pernah melihat sesuatu yang jauh lebih mengerikan dan hebat daripada apa yang mereka lihat saat ini.


Kepala Sekolah Izuki dan Miya secara serempak langsung terkejut dan bertanya tentang bagaimana hikari bisa menyelesaikan rintangan pertama dengan sangat mudah, tetapi sayangnya lagi-lagi hikari tak memperdulikan apa yang di katakan oleh kepala sekolah izuki ia hanya menarik pakaian miya dan mengatakan kalau ia ingin segera masuk sekolah izuki.


"Eh! b-baiklah, kita akan langsung mulai ke tahap selanjutnya. aku ingin kamu menembak semua boneka jerami yang bergerak itu dengan menggunakan senjata ini, kau bebas memilih senjata apapun yang ada di sini. dengan syarat kau tak boleh menggunakan sihir"


*Apa aku juga boleh menggunakan senjata milikku sendiri?* ucap hikari sembari menatap kepala sekolah izuki.


"Hmm... ku rasa boleh saja, selama kamu tak menggunakan sihir"


*Hemm... baiklah!*.


Hikari lalu langsung berbalik arah dan kembali menatap kearah semua boneka jerami yang menjadi target untuk ia hancurkan sembari secara perlahan mengeluarkan senjata miliknya yaitu fate-determining weapons, hikari lalu menembak seluruh boneka jerami yang ada di sana secara tepat bahkan dirinya langsung menembak semua kepala dari seluruh boneka jerami yang ada di sana. Hikari menembak dan mengenai semua sasarannya itu dengan sangat mudah dan tepat bahkan tanpa menghancurkan kepala mereka, kepala sekolah izuki dan miya menjadi sangat terkejut bahkan tak bisa berkata-kata ketika melihat kemampuan hikari yang begitu mengagumkan.


Setelah selesai menembak semua targetnya, hikari dengan cepat langsung menyimpan senjata miliknya itu di dalam sihir ruang dan waktu miliknya itu, kepala sekolah izuki dan miya sontak menjadi bertambah sangat terkejut ketika melihat sebuah kenyataan bahwa hikari dapat menggunakan sihir ruang dan waktu yang merupakan salah satu dari 10 jenis sihir yang sangat langka dan kuat.


"M-mustahil! B-bagaimana kamu bisa menggunakan sihir ruang dan waktu dengan usia semuda ini?"


"Siapa kau sebenarnya? dan darimana asalmu?"


Hikari sekali lagi hanya menatap kepala sekolah izuki dengan tatapan bingung dan polos tanpa bisa berkata-kata lalu ia langsung mencoba untuk memeluk miya karena takut dengan kepala sekolah izuki. Kepala sekolah izuki langsung merasa tersinggung dan menjadi sangat kesal dan marah ketika melihat tingkah hikari yang begitu menyebalkan bagi kepala sekolah izuki bahkan ia berniat untuk menyiksa hikari karena saking kesalnya, "Hmmm... apa yang ingin kau lakukan pada hikari? jangan bilang kalau kau berniat untuk melukainya?" ucap miya dengan tatapan mata yang sangat tajam.


"Ck, sialan ni bocah! jika saja ia tak di lindungi pasti sudah tak jadiin sambel ulek" ucap kepala sekolah izuki dalam hati.


"Hehehe... tidak kok, aku hanya ingin melanjutkan ke sesi ke-3"


"Hoo, benarkah? kenapa aku merasa seperti ada yang janggal?"


"Hahaha... sudah-sudah, jangan terlalu di ambil pusing. lebih baik sekarang kita istirahat sejenak, lalu setelah itu kita langsung melanjutkan tes ketiganya. sepertinya hikari sudah kelaparan"


Miya langsung berhenti menatap dan mencurigai kepala sekolah izuki lalu langsung dengan ekpresi wajah tersenyum langsung bertanya kepada hikari dengan nada yang sangat lembut bahkan selembut sutra, "Hei, Hikari. apa kau lapar?".


"Buset dah ni orang, cepat amat berubah ekpresinya? giliran sama saya aja kek iblis, giliran sama tu bocah dia kek malaikat" ujar kepala sekolah izuki dengan ekpresi wajah terkejut.


"Ehhh.... bilang apa kau barusan? apa kau ingin ku jadikan sate?" ucap miya dengan tatapan mata yang sangat mengerikan dan ekpresi wajah seperti iblis.


"Ihhhhh!!!!!" Seluruh bulu kuduk kepala sekolah izuki seketika itu juga langsung berdiri dan merasa sangat ketakutan ketika melihat raut wajah miya, kepala sekolah izuki bahkan tak bisa berkata-kata dan hanya bisa melangkah mundur setiap kali miya berjalan mendekat kearahnya. Hikari lalu dengan ekpresi polos menarik-narik pakaian miya dan mengatakan kalau dirinya tak lapar dan hanya ingin terus melanjutkan tesnya agar dapat segera masuk kedalam sekolah izuki.


Miya yang melihat ekpresi wajah imut hikari langsung tersenyum dan bahkan 360° berubah dari yang awalnya marah dengan ekpresi seperti iblis kini menjadi selembut dan sehalus sutera. "Apa kau yakin? jika kamu lelah atau lapar, lebih baik kita istirahat dan sarapan dulu untuk mengisi tenaga" ucap miya dengan wajah tersenyum.


*Hemm... tidak! aku tak lelah ataupun lapar, aku hanya ingin masuk kedalam sekolah aneh ini. hei, orang aneh dan menakutakan yang ada di sana ; kapan kita akan melanjutkan hal aneh ini?*


"O-orang aneh? a-aku? siapa yang kau pan...ihhh" kepala sekolah izuki yang sebelumnya berniat untuk kesal dan marah langsung terdiam ketika melihat tatapan mata miya dan bella.


"B-baiklah, kita akan segera masuk ketahap ketiga. saya akan memberikanmu sebuah pertanyaan yang sangat sulit, tolong di jawab dengan benar ya"


Kepada sekolah sambil tersenyum memberikan selembar kertas soal yang harus di isi oleh hikari, kepala sekolah izuki langsung tertawa dengan sangat keras ketika membayangkan bagaimana hikari nanti akan merasa sangat kebingungan dan kesulitan menyelesaikan semua soal yang ia berikan.


Di saat kepala sekolah izuki tengah tertawa dengan terbahak-bahak, secara perlahan hikari menarik-narik pakaian milik kepala sekolah izuki. "Haaa.... ada apa? apa kau tak bisa menjawab soal yang ku berikan? ataukah kau menyerah?" ucap kepala sekolah izuki.


"Hehehehe.... sudah kuduga, anak ini pasti akan menyerah dan tak bisa menjawab pertanyaan sulit yang ku berikan. mueheheheh" kepala sekolah berbicara dalam hati.


*Heem.. bukan itu, tapi aku telah menyelesaikan semuanya. apa sekarang aku sudah boleh pergi masuk kedalam bangunan aneh ini?" ucap hikari sembari memberikan selembar kertas soal yang telah ia isi.


Bella, miya dan kepala sekolah izuki langsung berteriak dan menjadi sangat terkejut bahkan kedua bola mata mereka hampir keluar dari matanya ketika melihat kalau hikari telah menyelesaikan semua soal yang di berikan oleh kepala sekolah izuki, mereka terkejut karena bukan hanya soal sihir dan kekuatan tetapi ia juga dapat menyelesaikan persoalannya yang begitu sulit dan rumit dalam sekejap mata saja.


"Hehehe... p-pasti bocah ini mengisinya dengan asal-asalan"


"Hahaha... kali ini aku setuju dengan perkataanmu pak kepala sekolah"


"Apa benar Hikari belum mendapatkan kembali ingatannya?"


Mereka bertiga begitu bingung dan mencoba untuk menyakinkan diri sendiri bahwa hikari hanya menjawab semua persoalan yang di berikan kepadanya itu secara asal-asalan dan mereka yakin kalau semua jawaban Hikari pasti salah.


"Eh? A...a....a...a...a..aaaappppaaaa!!!!!!!!!" Teriak bella, miya dan kepala sekolah izuki dengan ekpresi wajah yang begitu terkejut dan aneh.


Mereka menjadi begitu terkejut ketika melihat kalau semua jawaban yang di berikan oleh hikari semuanya benar, "Ba...ba....ba... bagaimana? bagaimana bisa kau menjawab semua pertanyaan ini dengan benar, bahkan hanya dalam waktu yang begitu singkat? padahal di dalam lembar soal ini ada sebuah jawaban yang aku pun sampai kesulitan untuk menjawabnya?" ucap kepala sekolah izuki.


"Hemm" Tatap hikari dengan ekpresi wajah datar dan bingung sembari menatap kepala sekolah izuki.


"Haaa.... ni bocah nyebelin banget! sini, kemari kau. biar tak jewer telinganya."


"Sabar pak, sabar! dia masih anak-anak, dia tak bermaksud untuk membuat bapak kesal. benar kan Hikari?" teriak bella sembari mencoba untuk menahan kepala sekolah izuki.


"Aku tak mengerti dengan apa yang kau katakan, Ela"


"E-ela? Ela? Ela?..... Ela.... kau? berani-beraninya kau mengubah namaku yang begitu indah dengan julukan aneh seperti itu!" bella langsung mencoba untuk memukul hikari.


"Sabar bella, sabar!"


"Hehehe... yang sabar ya bel, hikari kan masih seorang anak kecil yang lupa ingatan. jadi harap dan tolong bersikap baik dan ramah ya kepada hikari" ucap miya sembari tertawa.

__ADS_1


"Haa... untung saja kau anak kecil, jika saja kau sedikit besar. sudah ku lumatkan menjadi peyek."


"Ha... Ha... untuk kali ini aku setuju dengan ucapanmu itu nona bella nirwana. jika saja dia lebih dewasa sedikit, sudah ku jadikan saos cabe"


*Bukankah Ela juga masih seorang bocah sepertiku?*


"B-bocah? aku bocah? k-kau!!!...."


"S-sabar bel, sabar!"


"Hehehe... sudah-sudah! lebih baik sekarang kita lanjut ketahap ke-4 saja, benarkan pak izuki?"


Sementara itu saat ini hikari hanya terus menoleh dan memperhatikan belakangnya karena ia menyadari dan melihat bahwa saat ini ada seseorang yang tengah berdiri di belakangnya sembari menatap dan terus memperhatikan hikari. Hikari hanya bisa menatap pria aneh yang membawa sebilah pedang panjang di tangan kirinya dan mengenakan kacamata dengan warna rambut hitam pekat dan sisanya Seperti seorang pria pada umumnya dan memiliki usia sekitar 20 tahun.


Hikari tak mengatakan apapun dan hanya menatap pria aneh itu dengan tatapan wajah polos dan bingung. Pria itu merasa sedikit heran dan bingung ketika melihat kalau hikari terus menatap dirinya seolah-olah ia bisa melihat dirinya.


"Haa..." Bella dan Kepala Sekolah Izuki hanya bisa menghela nafas dalam dan tetap mencoba untuk bersikap tenang demi melanjutkan ujian.


"Haa... baiklah, Hikari di tahap ini kamu akan melawan seseorang. Saat ini di sini hanya ada 4 orang selain dirimu, yaitu diriku, nona bella, nona miya dan..." ucap kepala sekolah izuki sembari menatap kearah belakang hikari dan tersenyum.


"Dan?" ucap miya dan bella secara bersamaan dengan ekpresi wajah bingung.


"Hahaha... sepertinya aku tak bisa menyembunyikan keberadaanku dari mu ya Ki?." ucap seseorang yang secara tiba-tiba muncul di belakang hikari.


Miya dan Bella sontak langsung merasa sangat terkejut dan panik ketika mendengar suara seseorang dari belakang mereka bahkan mereka berdua langsung bersiap-siap untuk menyerang orang tersebut.


"Hahaha... tenang bree! tenang, aku bukan orang jahat kok."


"pak Sasuke!!" teriak miya dan bella secara bersamaan dengan ekpresi wajah terkejut.


"Hehehe.. kalian ini, tak perlu seterkejut itu ketika melihatku. aku ini bukan setan" ucap SIRAYUKI SASUKE.


***///***


SIRAYUKI SASUKE adalah seorang guru sekaligus kepala sekolah dari sekolah izuki atau dengan kata lain teman dekatnya kepala sekolah izuki. Sirayuki Sasuke memiliki penampilan seperti guru pada umumnya tetapi yang membedakan dirinya adalah sebilah pedang panjang di pinggang bagian kanannya dan mengenakan kacamata, ia memiliki perawakan yang cukup keren tetapi juga terlihat sedikit alay dan lebay.


Sirayuki Sasuke memiliki sifat yang sok keren, suka pamer dan mudah marah tetapi sama halnya seperti kepala sekolah izuki ;sirayuki sasuke juga merupakan seorang mantan petualang rank s yang sering bertualang bersama dengan kepala sekolah izuki bahkan ia juga memiliki prinsip yang sama dengan izuki yaitu prinsip bahwa ia lebih mengedepankan murid-muridnya di bandingkan dirinya ataupun orang lain.


Sirayuki Sasuke tak akan segan-segan untuk menghabisi siapapun yang mencoba untuk menyakiti murid-muridnya bahkan jikapun itu adalah temannya sendiri karena siapapun yang mencoba untuk menyakiti murid-muridnya, orang itu adalah musuh untuk dirinya.


***///***


"B-bagaimana bisa pak sasuke muncul di sini? dan sejak kapan bapak ada di sini?"


"Hehehe... Bapak juga baru saja tiba di sini beberapa menit yang lalu."


Sasuke pun tersenyum lalu berkata dalam hati "Hmmm... anak ini, jadi kamu yang bernama hikari ya? menarik!"


"Perkenalkan, namamu SIRAYUKI SASUKE. aku adalah wakil kepala sekolah sekaligus guru yang mengajar di sekolah izuki" ucap sasuke sembari memberi salam hormat.


Hikari hanya melihat dan menatap sasuke dengan ekpresi wajah datar seolah-olah ia tak perduli dengan apa yang di katakan oleh sasuke, lalu mulai menoleh kearah kepala sekolah izuki sembari berkata "Kapan aku bisa pergi dari sini? ruangan ini terasa menyebalkan".


Kepala Sekolah Izuki seketika itu juga langsung merasa kesal ketika mendengar perkataan hikari dan ingin sekali mengajari hikari sopan santun ketika berbicara dengan seseorang yang lebih tua. Tetapi, kepala sekolah izuki mencoba untuk menahan amarahnya dan sambil terseringai ia berkata "Kau hanya perlu melewati satu tes terakhir dan jika kamu berhasil, maka mulai besok kamu boleh bersekolah di sini".


*Aku tak ingin sekolah ataupun berada di tempat yang sangat aneh ini. Yang aku inginkan hanyalah terus bersama dengan miya*


"Hahahaha..." Sasuke tertawa begitu keras ketika mendengarnya ucapan hikari.


Kepala Sekolah Izuki terus mencoba untuk menahan amarahnya dan mencoba untuk tetap tenang, "Sekarang sudah ada 4 orang di sini. kamu boleh memilih siapapun untuk di jadiinkan lawan tandingmu" ucap sasuke sembari tersenyum.


"Jadi, siapakah yang kau pilih sebagai lawanmu? hikari!" Ucap kepala sekolah izuki sembari tersenyum dan berharap kalau hikari akan memilih dirinya.


Miya dan Bella terkejut lalu secara bersamaan mereka berkata "T-tunggu sebentar!".


"Apa bapak sudah gila?"


"Benar! bagaimana mungkin bapak menyuruh seorang anak kecil untuk bertarung melawan dua orang terkuat di sekolah ini?"


"Hoo... kalau begitu biar ku tanya satu hal pada kalian? apa kalian berdua sudah dewasa?"


Miya dan Bella seketika itu langsung terkejut dan terdiam ketika mendengar perkataan dari kepala sekolah izuki. bahkan, pandangan mata mereka langsung ke bawah dan menundukkan kepala mereka yang menandakan kalau mereka berdua sudah menerima perkataan dari kepala sekolah izuki.


Hikari yang melihat ekpresi wajah miya yang sedih langsung menarik-narik pakaian miya dan mencoba untuk menghiburnya tetapi tetap saja miya memasang ekpresi wajah yang sedih. Entah kenapa hikari merasa sangat kesal dan marah sekaligus sedih ketika melihat miya bersedih dan tak lagi ceria. lalu , dengan ekpresi tatapan mata yang sangat tajam serta niat membunuh yang begitu kuat ;tanpa fikir panjang hikari langsung mengeluarkan senjata miliknya dan menantang kepala sekolah izuki untuk bertarung melawannya sesuai dengan keinginan kepala sekolah dari izuki.


"Hoo.. menarik! apa kau yakin dengan pilihan mu?"


"Hahahaha... asik, asik! akhirnya, tiba juga waktu di mana aku bisa menghajar bocah ini" ucap kepala sekolah izuki sembari tersenyum dan berkata dalam hati.


"Heum....??" Hikari hanya memasang ekpresi wajah datar dan bingung ketika mendengar ucapan dari kepala sekolah izuki sembari secara perlahan mengarahkan pistolnya ke arah kepala sekolah izuki.


"Hei, bocah! apa yang ingin kau lakukan? apa kau benar-benar serius untuk melawanku? lalu apa-apaan dengan tatapan mata dan pancaran aura yang kamu keluarkan itu?" ucap kepala sekolah izuki dengan ekpresi wajah serius.

__ADS_1


Sasuke pun sontak ikut terkejut ketika melihat pancaran aura yang di keluarkan oleh hikari lalu ia secara perlahan mulai berjalan mendekati kepala sekolah izuki lalu berkata, "Hei, zuki. Aku rasa ada hal yang tidak beres dengan anak ini, aku merasakan hal yang sangat mengerikan pada anak ini. Tetapi bukan itu saja, sepertinya anak ini juga bisa melihat diriku. Meskipun aku sedang menghilangkan diri. Jadi, ku harap kau berhati-hati ketika melawan anak ini. Karena, sepertinya ia benar-benar ingin membunuhmu."


"Aku juga merasakan sesuatu yang aneh pada anak ini. Tenang saja aku pasti akan waspada"


Sementara itu bella dan miya langsung terkejut dan khawatir ketika merasakan aura dingin yang sangat mencekam yang di pancarkan oleh hikari, bella lalu teringat saat di mana hikari juga mengeluarkan aura yang sama dan bersikap sama persis seperti saat ini. Saat itupun alasan kenapa ia bisa sampai mengeluarkan aura yang sangat mengerikan bahkan sampai mengeluarkan sesuatu berwarna hitam pekat yang menyelimuti seluruh tubuhnya dan sepasang sayap hitam dan ekor yang semakin membuat hikari terlihat begitu menakutkan, tetapi beruntung saat ini aura hitam pekat itu belum muncul.


"Aura ini! jangan-jangan.." ucap bella dengan ekpresi wajah yang sangat pucat dan takut.


Sementara itu miya hanya bisa menatap hikari dengan ekpresi wajah takut dan pucat serta keringat dingin yang secara perlahan mulai membasahi seluruh tubuhnya, miya tak bisa berkata-kata dan bahkan seluruh tubuhnya menggigil karena ketakutan. Miya ingin berbicara dan bergerak, tetapi ;karena ia terlalu takut seluruh tubuhnya tak mau mengikuti perintahnya dan bahkan suaranya pun tak mau keluar.


Bukan hanya miya saja, Bella pun merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan oleh miya. Wajahnya yang sangat pucat dan seluruh tubuhnya yang menggigil karena ketakutan, giginya menggeretak, keringat dingin terus keluar membanjiri tubuhnya, aura dingin dan aura mencekam terus merasuk kedalam tubuhnya.


Sama seperti halnya dengan miya, bella mencoba untuk menggerakkan seluruh tubuhnya. Tetapi, anehnya seluruh tubuhnya sedikitpun tak ada yang mau mengikuti perintahnya.


"Ayolah, ayo. bergerak! kumohon!" teriak bella dalam hati yang mencoba untuk menggerakkan seluruh tubuhnya.


Aura yang di keluarkan oleh hikari semakin hari semakin mencekam dan bahkan setiap detiknya, lalu secara tiba-tiba secara perlahan mulai muncul sebuah sosok yang sangat mengerikan.


"Arhhhhh!!!" Teriak hikari dengan sangat keras sembari menggenggam tubuhnya seperti tengah merasakan rasa sakit yang sangat.


Semua orang yang ada di sana seketika itu juga langsung merasa sangat terkejut ketika melihat hal aneh pada hikari, kepala sekolah izuki dan sasuke bahkan tak bisa berkata-kata ketika melihat hal aneh tersebut. Mereka berdua lalu langsung memasang posisi serius untuk bertarung, bahkan sasuke langsung menarik keluar pedang panjang miliknya itu untuk mencoba menghentikan hikari yang bertingkah sangat aneh.


Kepala sekolah izuki langsung merapalkan sebuah mantra dengan tujuan untuk menghentikan hikari dan tak melukai dirinya, rapalan terus di ucapkan tetapi aura gelap yang muncul di sekitar hikari semakin banyak dan semakin menyelimuti seluruh tubuhnya. Miya lalu langsung menjadi sangat ketakutan dan panik, ia mencoba untuk menghentikan hikari dan memanggil namanya tetapi sayangnya seluruh tubuhnya tetap saja tak bisa ia gerakkan dan bahkan suaranya sedikitpun tak mau keluar.


Bella semakin menjadi sangat ketakutan bahkan seluruh tubuhnya menggigil karena ketakutan dan hampir mengompol di celana ketika melihat keadaan hikari yang saat ini terlihat begitu mengerikan, aura yang di pancarkan oleh hikari bahkan jauh lebih mencekam dan menakutkan dari sebelumnya.


Bukan hanya ruangan tempat di mana mereka melaksanakan ujian saja yang merasakan tekanan dari aura yang di pancarkan oleh hikari, tetapi seluruh area sekolah itu bahkan seluruh kota Oracle dapat merasakan pancaran aura dan niat membunuh yang di pancarkan oleh tubuh hikari yang begitu menakutkan.


"A-ada apa ini?"


"Aura mencekam apa ini?"


"Kyaa!! aaaa!!"


Sebuah pertanyaan dan jeritan ketakutan seketika itu juga terus terdengar di seluruh area kota oracle, mereka semua merasa sangat ketakutan dan memiliki satu pertanyaan yang sama ; "Aura mengerikan apa itu dan siapa yang dapat memancarkan aura yang begitu menakutkan itu".


**//**


"Sasuke, cepat bawa miya dan bella pergi dari sini sejauh mungkin! Aku akan mencoba untuk menggunakan itu, untuk menahan pergerakannya!"


"Baiklah, berhati-hatilah. aku merasakan sesuatu yang sangat aneh dan mengerikan dari anak ini"


"Aku pasti akan kembali secepatnya untuk membantumu"


"Dasar bodoh! Kau fikir siapa aku? Bukankah kau sudah tau siapa julukan ku dulu?"


"Haa.. Dasar. Hati-hati penguasa waktu, izuki!"


Sasuke pun dengan sangat cepat langsung menggendong tubuh miya dan bella lalu dengan kecepatan tinggi langsung pergi menjauh dari sana demi keamanan dua muridnya itu.


"Haaa... Baiklah, sekarang tinggal memikirkan cara untuk menahan anak ini" ucap kepala sekolah izuki sembari menghela nafas dalam.


Beberapa menit berlalu dan Kepala sekolah izuki masih saja sibuk melanjutkan ucapan mantra sihirnya, ia berniat untuk menggunakan sihir waktu miliknya untuk menghentikan pergerakan hikari dan mencoba mencari tau apa yang sebenarnya saat ini terjadi pada dirinya. Tetapi, sepertinya kepala sekolah izuki sedikit terlambat; hikari saat ini sudah tak lagi berteriak dan malah berdiri dan bersikap tenang seolah-olah tak terjadi apapun.


Saat ini sebagian kecil tubuh hikari sudah di selimuti oleh aura berwarna hitam pekat itu, tetapi; aura pekat berwarna hitam itu terus saja bermunculan di sekitar hikari walaupun ia kini telah berhenti untuk mencoba menyelimutinya. Hikari secara perlahan mulai mengacungkan pistolnya kearah kepala sekolah izuki lalu tanpa basa-basi ia langsung menarik pelatuknya.


"Dorr! Dorr! Dorr!" Suara tembakan terdengar dengan sangat jelas keseluruh ruangan itu.


Kepala sekolah izuki terkejut ketika mendengar suara tersebut tetapi sayangnya ia tak sempat menghindari serangan yang di lancarkan oleh hikari bahkan saat ini ia tak sadar bahwa tubuhnya telah di tembus oleh 3 buah peluru.


"Eh?" Kepala Sekolah Izuki dengan ekpresi wajah terkejut ketika merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya dan ketika ia menyentuh perutnya, kepala sekolah izuki langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan tak percaya jika saat ini di tangannya ada sebuah darah. Darah itu berasal dari tubuhnya yang terkena serangan hikari, setelah melihat kalau dirinya terluka secara perlahan pandangannya mulai kabur dan tanpa di sadari olehnya sendiri; kepala sekolah izuki jatuh pingsan.


Tak lama setelah kepala sekolah izuki jatuh pingsan, secara tiba-tiba muncul seseorang yang terlihat begitu familiar; ya! dia adalah lucifer. Lucifer secara tiba-tiba saja muncul di ruangan itu dan seketika setelah kemunculan dirinya, seluruh ruangan itu langsung membeku dan menjadi sangat gelap dan dingin.


"Haa.. Dasar! Ini kali keduanya terjadi, apa yang sebenarnya membuatmu sampai bisa kehilangan kendali? apa yang membuat dirimu sampai saat ini belum bisa mengendalikan dua berkat yang berbeda yang di berikan secara bersamaan?" ucap lucifer sembari menghela nafas dan mendekati hikari.


Hikari terus menembak tubuh lucifer yang terus saja mencoba untuk mendekati dirinya dan ketika lucifer telah berada tepat di hadapan hikari, secara tiba-tiba hikari langsung terdiam dan berhenti untuk menarik pelatuk miliknya. Lucifer lalu mengangkat salah satu tangannya dan menempelkannya ke kening hikari, lalu seketika itu juga seluruh aura hitam yang menyelimuti tubuh hikari secara perlahan mulai menghilang.


Setelah semua aura berwarna hitam yang menyelimutinya seluruh tubuh hikari menghilang, hikari pun langsung tak sadarkan diri. "Anak yang malang. Jika bukan karena ulahku dan dewi sialan itu, mungkin saat ini kamu sudah berada di surga bersama dengan keluargamu" ucap lucifer sembari membaringkan tubuh hikari.


"Untuk berjaga-jaga lebih baikku segel saja dulu kemampuan miliknya dan kedua berkahnya ini. Biarkan ia memahami dan menguasainya secara perlahan, seiring berjalannya waktu."


"Dan untukmu, terimakasih. karena telah membantu hikari. Sebenarnya aku ingin segera membawamu ke neraka, tetapi sayangnya masih terlalu cepat. Semoga kedepannya dirimu bisa lebih waspada dan berhati-hati kepada hikari, karena ia bisa menjadi sangat berbahaya"


Lucifer lalu langsung menyembuhkan semua luka yang di derita oleh kepala sekolah izuki tetapi ada keanehan pada setiap bagian tubuh yang terkena serangan hikari, luka yang ia derita bukannya membaik malah semakin memburuk setiap detiknya bahkan dengan kemampuan penyembuhan milik lucifer. Sontak lucifer langsung kaget, tetapi ia tak bersikap lebay ataupun teriak. Ia hanya terkejut seperti pada umumnya, "Bagaimana mungkin?" ucap lucifer.


"Sialan! Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa Ye Xiu bisa memiliki begitu banyak kemampuan yang sangat mengerikan? Bahkan aku sendiripun sampai tak mengetahuinya? Siapa sebenarnya yang telah mengajarkan semua ini padanya?"


"Haa.. Jika saja takdirmu tak berhubungan dengan Ye Xiu, maaf saja aku mau menyelamatkan dirimu"


"Kurasa hanya bisa menggunakan cara itu"

__ADS_1


Sebuah kilatan cahaya berwarna hitam pekat muncul dan langsung terpancar hingga keseluruh area sekolah izuki. Lalu, Lucifer pun menghilang bersamaan dengan cahaya gelap tersebut.


Beberapa menit kemudian sasuke pun tiba dan ia menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau saat ini tubuh hikari dan kepala sekolah izuki telah terbaring tak sadarkan diri di atas lantai dengan pemandangan yang sangat mengerikan. yaitu, seluruh dinding tembok dan bahkan ada tanah yang retak serta berlubang.


__ADS_2