The Heaven

The Heaven
S2. CH 125. WAKTU ²


__ADS_3

Sementara itu di saat Shota tengah sibuk untuk menghindari dan menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh naga petir, raven, ware heyna, demon herder dan kedua familiar Shota yang lainya kini tengah sibuk menghadapi dan menahan pergerakan dari mael yang terus-terusan mencoba untuk mendekati Shota dan membunuhnya dengan seluruh kemampuan yang ia miliki. Seperti anak panah yang telah di lepaskan, Shota kini secara mau tak mau harus terus mengulur waktu dan bertahan dalam menghadapi mael dan naga petir nya itu hingga tengah malam karena hanya di waktu itu sajalah dia baru bisa memaksimalkan seluruh kemampuan yang ia miliki bahkan bisa di katakan kalau mael tak akan mampu untuk menghadapi dirinya lagi bahkan menahan beberapa serangannya saja ia sudah tak akan sanggup lagi.


"Sedikit lagi! sedikit lagi! hanya perlu waktu sedikit lagi saja! ku mohon, aku harus bisa bertahan hingga tengah malam. hanya tersisa 3 jam lagi saja hingga akhirnya tengah malam" ucap Shota sembari terus-menerus menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh naga petir.


Shota dengan kecepatan cahaya hanya bisa terus-terusan menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh naga petir itu sementara para familiarnya kini tengah sibuk menghadapi mael, Shota akhirnya memutuskan untuk menggunakan kartu kekuatan padahal sebenarnya ia rasa kalau saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menggunakan kartu kekuatan miliknya tetapi jika ia tak menggunakan kartu kekuatan miliknya ia yakin cepat atau lambat dirinya pasti akan langsung di habisi oleh mael bahkan sebelum tengah malam. "Mundurlah seiryu, genbu! waktunya pertunjukan!" ucap Shota sambil tersenyum sembari mengambil tiga buah kartu kekuatan dari slot dek miliknya dan memainkannya sejenak.


Shota sembari tersenyum dan menunjukkan ketiga kartu kekuatan miliknya itu ke arah mael dan naga petir miliknya itu langsung memasukkan ketiga kartu kekuatan itu kedalam slot dek yang ada pada belati miliknya untuk menyerang mael sekaligus memperkuat ketiga mahluk panggilan miliknya itu, "Final attack iron feathers! Final attack hast clwan! Final attack dark desires!" Setelah Shota selesai memasukkan ketiga kartu itu terdengar nama dari kemampuan yang akan di aktifkan oleh ketiga familiar yang Shota summon sebelumnya.

__ADS_1


IRON FEATHERS skil milik raven di mana raven atau kawanan burung gagak itu akan menembakkan bulu-bulu mereka yang sekuat baja dan setajam silet itu ke arah lawannya yang seketika itu juga akan menghujani lawan-lawannya.


HAST CLWAN skil milik ware heyna di mana ketika di aktifkan kecepatan serangan ware heyna akan meningkat sebanyak 2x lipat dari sebelumnya dan kekuatannya akan meningkat sebesar 20%.


DARK DESIRES skil milik demon herder di mana ketika skil ini aktif seluruh tubuh anggota regunya akan di penuhi oleh aura kebencian dan niat membunuh yang kuat dan akan meningkatkan semua status milik anggota regu sebesar 10% untuk sementara waktu.


Seiryu dan Byako langsung mundur menjauh sejauh mungkin dari mael sesaat sebelum berevolusi ketingkatan yang lebih tinggi lagi dengan menggunakan skil evolution milik Shota, seluruh tubuh seiryu dan byako secara tiba-tiba langsung di selimuti oleh cahaya berwarna-warni yang sangat indah yang terpancarkan keluar dari seluruh tubuh byako dan seiryu. Mael yang melihat hal tersebut langsung menjadi bertambah waspada dan merasakan adanya sedikit ancaman dari seiryu dan byako yang kini tengah berada dalam vase berevolusi di mana mereka tak akan bisa bergerak selama vase tersebut dan di pase itu juga mereka dapat dengan mudah di serang oleh musuh-musuhnya jadi jika ingin menggunakan kemampuan tersebut maka mereka berdua harus ada yang melindungi jika tidak semua itu hanya akan sia-sia saja.

__ADS_1


"Haaa..... sialan! beraninya kalian menghalangi jalanku dan mengganggu diriku yang agung ini! akan ku habisi kalian semua sialan! tehnik tombak petir bentuk ke-2 lightning spear! matilah kalian dalam seranganku ini dan berbanggalah karena kalian akan mati di tangan mael yang agung ini" ucap mael sembari memperlihatkan sebuah senyuman yang sangat mengerikan serta menciptakan sekitar 7 buah tombak yang tercipta dari element petir murni.


Mael langsung mengarahkan ke-7 tombak petir miliknya itu ke arah seiryu dan byako sembari menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh raven, ware heyna dan demon herder dan juga sesekali mencoba untuk menyerang balik, Shota yang melihat hal tersebut langsung mencoba untuk terbang mendekat ke arah seiryu dan byako dengan tujuan untuk melindungi mereka tetapi sayangnya ia di halangi oleh naga petir milik mael yang kini tengah berada tepat di lintasan jalan Shota dan secara terus-menerus menyerang dirinya menggunakan bola petir yang kini kian semakin banyak.


"Sialan! jika terus begini maka aku pasti akan kalah dan mereka berdua pasti akan gagal berevolusi! kapan mereka berdua akan datang kemari? apakah tak ada cara lain selain menggunakan skil itu? Haa.. terserahlah! Element cahaya kegelapan, cahaya bintang keputusasaan! Element cahaya kegelapan, nada kematian!" ucap Shota dengan tatapan dingin dan aura niat membunuh yang sangat kuat sembari mengaktifkan skil miliknya itu untuk menyerang mael dan lightning dragon.


Sebuah kegelapan dan gerbang secara tiba-tiba muncul ke di tengah-tengah Medan pertarungan mereka lalu secara perlahan muncul dua buah malaikat, satu malaikat yang membawa sebuah sabit besar dan satunya lagi membawa sebuah harpa yang sangat indah sembari memainkan melodi musik yang sangat indah dan anggun serta menyejukkan hati tetapi di balik itu semua terdapat kengerian yang sebenarnya yaitu ketika seseorang mendengar melodi indah dari harpa yang di mainkan oleh malaikat itu maka sudah dapat di pastikan kalau orang itu akan berada dalam bahaya.

__ADS_1


Suara petikan dari harpa mulai terdengar dan melodi indah mulai di mainkan bahkan keindahan dari melodi itu sanggup membuat semua orang yang ada di sana berhenti untuk bertarung walau sejenak dan merelexsasikan tubuh dan fikiran mereka tetapi di saat mereka mengendorkan penjagaan mereka malaikat yang membawa sabit besar itu mulai memainkan perannya, ia dengan kecepatan tinggi langsung melesat ke arah mael dengan tujuan untuk mengambil nyawanya yang di iringi oleh kemunculan sebuah meteor yang sangat besar yang secara perlahan muncul dari langit dan mendekat ke arah mereka.


__ADS_2