The Heaven

The Heaven
SEASON 2 CH 42. VERONICA ³


__ADS_3

"Zezezeze... Santai saja bro, tak perlu semarah itu! apa kau laki dapet ya? zezeze.. mengerikan, dasar wanita pemarah" ucap pria tersebut. Veronica hanya mengabaikan perkataan dari pria tersebut dan tanpa basa basi ia langsung menyerangnya menggunakan pedang panjang miliknya tetapi sayangnya setiap serangan yang di lancarkan oleh veronica dapat di hindari dan dapat di tahan oleh pria tersebut, "senjata yang menarik! sepertinya senjata ini akan jauh lebih berguna jika aku yang memilikinya. zezezeze" ucap pria tersebut sambil tertawa kerasa dan langsung mengayunkan kapak besar miliknya.


Veronica yang melihat kalau serangan jarak dekat miliknya dapat dengan mudahnya di hindari dan di tahan oleh pria yang membawa kapak besar di taganya langsung menjadi sangat terkejut dan langsung mundur cukup jauh dengan niatan untuk menggunakan serangan jarak jauh menengah, "tehnik pedang iblis bentuk pertama, tarian kematian" ucap veronica dan langsung menyerang pria berkapak itu.


Pria yang membawa sebuah kapak besar di tangannya itu menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau pedang milik veronica dapat berubah menjadi panjang selayaknya sebuah rantai tetapi dengan ketajaman yang jauh melebihi silet dan dapat di kontrol dari kejauhan tetapi sayangnya pria berkapak itu tetap saja masih bisa untuk menghindari dan menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh veronica walau sedikit kesulitan, veronica yang melihat hal tersebut menjadi sangat kesal dan marah dan hanya terus menerus menyerang pria tersebut dengan sekuat tenaga. "Ting!" suara benturan dari kepak milik pria yang mencoba untuk menghalangi veronica dengan pedang panjang milik veronica terus menerus terdengar dan membuat alunan melodi yang indah namun mematikan, "haa... sepertinya aku harus segera mengakhirinya. tehnik kapak api, api amarah matahari" ucap pria tersebut dan langsung memasang kuda kuda sambil secara perlahan di ujung kapaknya mulai tercipta sebuah bola api yang secara perlahan terus menerus membesar.

__ADS_1


Veronica yang melihat hal tersebut langsung menyerang musuhnya dengan kecepatan tinggi bahkan tanpa belas kasihan, sedangkan pria tersebut yang melihat kalau veronica tengah menyerang dirinya menjadi sangat terkejut dan takut bahkan sampai panik karena saat ini dirinya tak dapat bergerak karena tengah mengaktifkan skil terkuat miliknya yaitu api amarah matahari. "T-tunggu sebentar! h-hei, t-tunggu sebentar, aku tengah menggunakan skil yang membuatku tak bisa berger... aaaaakkkkkkk" ucap pria berkapak yang telah tertusuk dan seluruh tubuh nya penuh dengan lubang dan hp nya telah turun ke bawah angka 0 lalu langsung menghilang menjadi pecahan cahaya.


"Dasar bodoh! mana ada orang yang akan membiarkan lawannya untuk menggunakan kemapuan terkuat mereka dan tak ada orang yang mau menunggu untuk di bunuh, kecuali itu adalah orang yang paling bodoh sekaligus idiot" ucap veronica sambil terus berjalan mendekati pintu masuk villa tersebut. Di saat veronica telah berada tepat di depan pintu masuk villa tersebut dan berniat untuk membuka pintu masuknya, secara tiba tiba pintu tersebut meledak dan hancur yang bahkan sampai membuat veronica terpental cukup jauh dan sampai membuat hpnya langsung turun ke bawah 50%.


Veronica menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat kesal di buatnya karena ia telah lalai dan mengira kalau dirinya telah terkena jebakan yang di pasang tepat di depan pintu masuk dari villa tersebut tetapi betapa terkejunya dirinya ketika mendengar suara auman keras yang berasal dari dalam villa tersebut dan secara perlahan muncul sesosok monster yang sangat mengerikan yang memiliki postur tubuh setengah rusa dan setengah gajah dengan tanduk dan gading yang amat besar dan tajam. "Gwa.. gwa.. gwa.. siapa yang telah berani datang mengacau di villa gascor ini? gwa.. gwa.. gwa.. akan ku habisi mereka... gwa

__ADS_1


Veronica menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat takut dan marah karena monster yang ia lihat saat ini dan muncul tepat di hadapannya adalah monster yang telah membawa saudaranya pergi untuk di jadikan santapan dari monster yang berada di dalam kastil gascor, "Sialan! sialan! sialan! ternyata kau yang muncul, kembalikan saudaraku dan biarkan aku mengambil nyawamu. tehnik pedang iblis bentuk kedua, mawar kematian" ucap veronica dengan perasaan kesal dan marah yang menjadi satu dan dengan cepat langsung berlari dan menyerang rascor gascor.


"Gwa.... gwa... gwa... ternyata hanya satu manusia lemah yang datang kemari, ku kira siapa... gwa.. gwa.. gwa.. tunggu dulu, sepertinya aku pernah melihat dirimu tapi di mana ya? ohh iya kau adalah kakak dari pria kecil yang kami tangkap kemarin, ternya besar juga nyalimu untuk datang kemari... gwa.. gwa.. gwa.. kemarilah dan biarkan aku memakanmu" ucap rascor gascor sambil tertawa keras dan menunggu kedatangan dari veronica untuk ia bunuh. Veronica dengan perasan marah langsung menggunakan senjatanya yang saat ini telah berubah menjadi 8 buah rantai yang memiliki ketajaman yang amat sangat tajam dan dengan cepat langsung berlari menyerang rascor gascor sekuat tenaga, "tang.. ting.. tang.. ting.. tang... ting.." veronica menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat tak percaya ketika melihat kalau senjata miliknya tak dapat melukai tubuh keras milik rascor gascor bahkan tak dapat memberikan goresan sedikitpun.


"Gwa...gwa... gwa.. gwa.. ada apa? kenapa wajahmu menjadiu pucat seperti itu? oh ya, apakah kau barusan menyerangku? atau malah menggaruk punggungku? gwa... gwa.. gwa.. tak ada goresan sedikpun dan asal kau tau saja, kulitku ini sekeras berlian" ucap rascor gascor sambil tertawa keras. Sementara itu veronica menjadi sangat terkejut dan menjadi sangat ketakutan karena serangannya sedikpun tak dapat melukai rascor gascor bahkan ia sampai tak percaya dengan apa yang ia lihat, sementara itu rascor gascor sambil tertawa keras secara perlahan mulai berjalan ke arah veronica sambil memasang wajah seringai yang berniat untuk memangsa veronica.

__ADS_1


Veronica yang melihat ekpresi dan kedatangan dari monster rascor gascor langsung menjadi sangat ketakutan dan langsung menyerangnya secara membabi buta sambil terus menerus berteriak untuk menyuruh rascor gascor untuk mundur dan menjauh darinya, "gwa.. gwa. gwa.. gwa.. gwa.. benar, benar, benar. seharusnya seperti ini, ekpresi sesaat sebelum kematian datang. gwa.. gwa.. gwa.. terus lah ketakutan karena semakin manusia merasa sangat takut maka akan semakin nikmat rasa daging mereka...gwa... gwa.. gwa..gwa... " ucap rascor gascor sambil terus menerus bejalan mendekati veronica secara perlahan.


Saat telah berada tepat di hadapan veronica, rascor gascor sambil memasang senyum yang sangat mengerikan secara perlahan mulai mengangkat belalai miliknya yang sangat besar dan panjang dengan niatan untuk menghempaskan veronica dan menyiksa dirinya sebelum membunuhnya, sementara itu veronica yang melihat hal tersebut langsung menjadi sangat ketakutan dan bahkan seluruh wajahnya langsung berubah menjadi sangat pucat ketika mengetahui kalau dirinya akan segera menghilang. Veroncia sambil secara perlahan mulai menutup kedua matanya dan berharap kalau akan ada keajaiban dan akan ada seseorang yang akan datang menyelamatkan dirinya dari kematian, "hei, apa dirimu baik baik saja?" ucap seorang pria yang mengenakan topeng sambil mengulurkan tanganya ke arah veronica.


__ADS_2