The Heaven

The Heaven
BABAK KEEMPAT


__ADS_3

"H-hebat! B-bagaimana Anak itu bisa memikirkan cara seperti itu? Siapa sebenarnya bocah ini?" ucap salah satu panitia takjub.


Di saat yang bersamaan, Sialu dan Kaori kini tengah memperhatikan Shota dengan seksama. Mereka berdua sangat terkejut sekaligus takjub dengan kemampuan yang di miliki oleh Shota, bahkan mereka sampai tak percaya jika Shota akan menggunakan cara yang sangat aneh dan terbilang mustahil untuk dipikirkan oleh orang lain. Mereka berdua terdiam sejenak dan saling menatap satu sama lain ketika melihat Shota yang memanfaatkan monster Buaya Darat untuk menyerang rekan-rekannya sembari mengulur waktu.


"Hei, ketua! Apa ini juga kamu yang menyetingnya? Apakah itu salah satu dari kemampuan yang dimilikinya?" tanya Sialu dengan ekpresi wajah bingung dan penasaran.


"Mana ada! Itu semua murni pemikirannya sendiri. Sedikitpun aku tak imut campur dalam hal ini. Jadi berhentilah menatapku dengan tatapan yang menjijikkan seperti itu" Kaori sedikit kesal dan marah.


"Hmm .... Mencurigakan!"

__ADS_1


"Haa ... terserahlah! Lebih baik sekarang kita lihat dan amati saja Anak ini. Sepertinya Anak ini memiliki kecerdasan yang luar binasa." ucap Kaori sembari tersenyum.


"Luar biasa! Bukan binasa." protes Sialu.


"Alah, sama aja."


Saat ini, bukan hanya Kaori dan Sialu saja yang terfokus pada Shota; Melainkan semua orang saat ini tengah terfokus pada Shota, setelah ia berhasil lolos ke-babak keempat dengan cara yang begitu menakjubkan. Shota yang sebelumnya tak ingin menarik perhatian, kini malah menjadi pusat perhatian semua orang setelah ia melakukan hal yang sangat luar biasa, yang bahkan tak ada satupun orang yang memikirkan hal tersebut.


"Yosh! Selamat untuk para kontestan yang berhasil lolos ke-babak keempat. Tanpa banyak bicara lagi, aku Leorine Van Leonardo selaku pembawa acara dan pengawas untuk sesi keempat akan langsung menjelaskan peraturan pada babak keempat ini. Peraturannya hanya satu. Semua pemain hanya perlu bertarung satu sama lain sampai dari kalian hanya tersisa 10 pemain saja. Kalian bebas menggunakan cara apapun untuk mengalahkan dan mengeliminasi lawan-lawan kalian. Selamat bertarung." ucap Leorine Van Leonardo.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan dari Leorine, semua pemain yang ada di sana, secara cepat langsung dipindahkan disebuah tempat yang sama dan saling bertatap muka. Semua kontestan yang ada di sana langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat bahwa mereka semua kini telah berada di satu tempat yang sama dan bahkan mereka semua kini tengah bersiap-siap untuk saling menyerang dan membunuh satu sama lain.


Di saat semua orang tengah bersiap-siap dan berniat untuk saling menyerang satu sama lain, secara tiba-tiba Shota muncul dan dengan santai berdiri di tengah-tengah mereka sembari berkata, "Haa ... hei, kalian! Aku memberi kalian semua peringatan penting. Jangan kalian ganggu diriku ataupun kedua wanita ini, jika kalian masih ingin hidup. Kalian bebas untuk melakukan apapun yang kalian suka. Tapi ingat, apa yang kukatakan sebelumnya".


Semua orang yang ada di sana langsung menjadi sangat kesal dan marah ketika mendengar perkataan dari Shota. Kemudian, tanpa fikir panjang, hampir semua orang yang ada di sana berlari dan menyerang Shota.


"Haa ... merepotkan! Dasar sekelompok orang bodoh! Fate-Determining Weapons, bentuk keempat Death Rain!" ucap Shota sembari tersenyum dan langsung menyerang semua lawan-lawannya.


Semua orang yang ada di sana begitu terkejut ketika melihat seluruh sayap dan ekor miliknya menghilang dan marah berubah menjadi ratusan belati yang melayang-layang di udara. "Hmm ... kenapa kalian diam? Haa ... terserahlah! Selamat tinggal" ucap Shota dan langsung menghujani semua orang dengan ratusan belati miliknya yang dengan cepat langsung mengurangi seluruh jumlah kontestan.

__ADS_1


__ADS_2