The Heaven

The Heaven
S2. CH 101. HADIAH PEMBALASAN


__ADS_3

"Ha.. ha.. ha.. ha... krek.. gretak!" Suara desahan nafas dan suara pintu yang terbuka secara cepat. Semua orang yang ada di sana langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan langsung menatap orang itu sambil meneteskan air mata lalu dengan nada lembut seorang pira yang saat itu tengah duduk di atas kasur langsung memanggil dan menyuruh agar pria itu untuk datang dan mendekat padanya karena dirinya benar benar sangat kangen kepada pria yang saat ini tengah berada di depan pintu ruangan tersebut.


Pria yang tengah berada tepat di depan pintu masuk ruangan itu langsung meneteskan air mata ketika mendengar suara lembut dan panggilan dari seseorang yang saat ini tengah berada di atas kasur dan duduk sambil menatap pria yang ada di depan pintu yang tak lain dan tak bukan adalah Shota. Shota yang merasa sangat bahagia ketika melihat kalau ayahnya telah sadarkan diri langsung tak bisa lagi tuk menahan air matanya dan bahkan secara spontan Shota langsung menangis sambil secara perlahan berjalan mendekati ayahnya itu lalu ketika sudah berada tepat di hadapan ayahnya, Shota tanpa basa basi langsung memeluk ayahnya dan meminta maaf karena tak bisa membantu mereka di saat saat mereka tengah dalam keadaan yang sangat sulit dan membutuhkan bantuan.


Shota merasa sangat senang dan menjadi sangat bersyukur atas kesembuhan ayahnya itu bahkan ia saat ini tak mau melepaskan pelukkannya dari ayahnya dan terus terusan meminta maaf kepada ayahnya karena merasa sangat bersalah kepada mereka semua karena tak bisa berguna di saat saat yang penting. Kiato atau yang bisa kita sebut sebagai ayah Shota langsung menjadi sangat terkejut ketika mendengar perkataan dan permohonan maaf dari Shota yang sangat tulus itu lalu sambil tersenyum dan nada lembut ia langsung mengelus kepala Shota sambil mengatakan kepada Shota agar ia tak perlu meminta maaf kepada dirinya karena Shota tak memiliki salah sedikitpun malahan dirinya merasa sangat bersyukur kalau dirinya masih bisa hidup lebih lama dan bisa bertemu dengan orang orang yang sangat ia sayangi dan cintai.


Sementara kedua adik dan ibunya hanya bisa menatap Shota dan kiato dengan perasaan yang sangat gembira sekaligus terharu bahkan mereka tak dapat lagi membendung air mata mereka ketika melihat pertemuan seorang ayah dengan putranya. Semua orang yang ada di sana bahkan sang dokter dan perawat serta bodyguard yang telah Shota sewa sebelumnya juga langsung mengeluarkan tangis haru ketika melihat hal mengharukan tersebut bahkan mereka sampai tak bisa berkata kata dan ada hal yang cukup lucu yang terjadi di sana, seorang bodyguard yang telah Shota sewa yang memiliki badan yang sangat besar dan kekar dengan perawakan yang sangat mengerikan malah menangis dengan sangat histeris bahkan bodyguard itu sampai sampai memeluk temannya yang berada tepat di sebelahnya itu dan begitupun sebaliknya.


"Hiks... hiks.... b-bagaima keadaan ayah saya dok? apakah sekarang ia sudah sepenuhnya pulih? lalu kapan ia bisa pulang kerumah?" ucap Shota sambil mengusap air matanya itu.


"Keadaanya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya tetapi untuk beberapa hari ini saya sarankan agar pasien untuk tetap di rumah sakit guna memastikan kesembuhan dari pasien secara total dan mungkin sekitar 2-3 minggu lagi pasien sudah pulih total dan bisa beraktifitas seperti sebelumnya" ucap dokter itu sambil tersenyum dan juga mengusap air matanya karena terharu dengan Shota.


"T-terimakasih atas bantuannya dok. tolong jaga dan rawat ayah saya sebaik mungkin ya dok. hei, apa yang tengah kalian berdua lakukan saat ini?" ucap Shota yang melihat kalau bodyguard yang kekar itu saling berpelukkan sambil menangis. Ketika mendengar perkataan dari Shota mereka berdua langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau mereka berdua saat ini tengah berpelukkan bahkan tanpa kedua bodyguard itu sadari lalu dengan cepat mereka langsung melepaskan pelukkan tersebut lalu dengan perasaan malu langsung mencoba untuk bersikap seolah olah tak terjadi apa apa.


Suasana yang sebelumnya sangat dan tenang seketika itu juga langsung berubah menjadi ceria dan penuh tawa ketika melihat tingkah konyol dari kedua bodyguard itu bahkan sampai membuat kaito langsung tertawa lepas tanpa adanya masalah. Di saat mereka semua tengah sibuk bercanda dan suasana yang ada di sana tengah di penuhi oleh kegembiraan dan penuh dengan kecerian secara tiba tiba telpon milik Shota langsung berdering dengan sangat keras, sebenarnya Shota ingin menolak panggilan masuk dari handphone nya itu tetapi ketika melihat kalau nama yang ada di handphone miliknya itu adalah nama zhe shi, Shota langsung mengangkat telpon tersebut dan di saat yang bersamaan langsung keluar sebentar untuk berbicara kepada zhe shi mungkin tentang hal yang cukup penting tentang orang dan kelompok yang telah berani membuat masalah dengan keluarganya bahkan sampai membuat ayah Shota yaitu kaito terbaring di rumah sakit.


"Hallo, apa kau sudah menemukan informasi tentang keberadaan orang itu dan kelompoknya? apa kau benar-benar serius dengan yang kau katakan ini? baiklah aku mengerti, aku akan segera kesana. ya, tunggu aku sebentar. aku akan langsung menuju ke sana jadi sisakan orang itu untukku" ucap Shota sambil tersenyum ketika mendengar berita yang sangat menyenangkan dari zhe shi.


Shota sambil tersenyum dan secara perlahan menghampiri keluarganya mengatakan kalau dirinya harus segera pergi karena ada urusan yang sangat mendadak dan sambil meminta maaf Shota segera pergi dari sana ketika mendapatkan izin dari seluruh keluargannya itu bahkan ia sebenarnya enggan untuk pergi meninggalkan mereka tetapi karena ada urusan yang sangat penting yaitu sebuah informasi bahkan orang yang tengah Shota cari telah di temukan dan berada di tangan zhe shi sehingga membuat Shota secepat mungkin ingin menemui orang tersebut.


Setelah tiba di lokasi yang telah di berikan oleh zhe shi, Shota bersama dengan beberapa orangnya dengan cepat langsung menemui zhe shi yang saat ini telah berdiri dan menyambut dirinya sambil tersenyum lalu tanpa basa basi langsung membawa Shota ketempat di mana ia menempatkan orang yang sangat di cari cari oleh Shota itu. "Haaa.... merepotkan! jadi ini ya orang orang yang telah berani mengganggu keluargaku? hahaha... menarik! biar ku perlihatkan sesuatu yang cukup menarik kepada kalian jika berani mengganggu keluargaku!" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya ke arah salah seorang yang terlibat dalam penggelapan dan penipuan serta yang telah memfitnah keluarganya hingga membuat mereka jadi seperti sekarang ini.


Semua orang yang ada di sana langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau Shota telah mengeluarkan sebuah pistol dan saat ini tengah menodongkan pistol tersebut ke arah salah seorang anggota dari kelompok orang orang yang telah membuat keluarganya menderita selama ini, sementara itu orang orang yang telah membuat keluarga Shota menjadi sangat menderita langsung menjadi sangat ketakutan setengah mati seketika melihat pistol yang di keluarkan oleh Shota bahkan orang yang saat ini dirinya tengah di todongkan oleh Shota sebuah pistol tepat di kepalanya langsung menjadi sangat ketakutan bahkan ia sampai ngompol karena saking ketakutannya.


"Hei Shota tolong tenangkan fikiranmu sejenak! jauhkan pistolmu dari mereka, kumohon! kau tak mungkin kan akan menghabisi mereka semua? bukankah itu di luar kesepatakan kita? jadi tolong berfikirlah terlebih dahulu sebelum bertindak dan tolong dinginkan dulu kepalamu itu" ucap zhe shi sambil mencoba untuk membujuk Shota agar tak bertindak secara gegabah.


Shota langsung tersenyum seketika mendengar perkataan dari zhe shi dan bahkan Shota tak terlalu memperdulikan perkataan dari zhe shi, tetapi Shota bersamaan dengan seluruh orang orang yang ikut bersamanya langsung tertawa lepas seketika melihat orang yang saat ini tengah ia todongkan sebuah pistol di kepalanya langsung ngomopol karena ketakutan bahkan Shota sampai bertanya kepada pria itu kenapa ia mengompol di celana. "Hei bodoh! kenapa kau mengompol? apa karena kau takut? memangnya apa yang kau takutkan? takut mati? takut cacat? atau takut tak bisa lagi menikmati harta dan kekayaanmu? hahaha... dasar manusia bodoh!" ucap Shota sambil tertawa dan langsung memukul wajah orang tersebut dengan sekuat tenaga.


Semua orang yang terlibat dalam kasus yang memfitnah dan membuat keluarga Shota menjadi sangat menderita langsung menjadi mati katakutan bahkan tak banyak dari mereka yang sampai sampai ngompol karena saking ketakutan ketika melihat pistol yang di bawa oleh Shota bahkan orang yang sebelumnya di todongkan pistol oleh Shota sampai menangis dan ingin berteriak tetapi karena mulut mereka yang di sumpal oleh selasi ban mereka semua satupun tak ada yang bisa berteriak dan berbicara. "Haa.. oh ayolah! kenapa kalian begitu lemah? lalu apa apaan ekpresi wajah yang kalian tunjukkan itu? apa kalian ini benar benar seorang laki laki ya? apa kalian takut? lalu apa kalian tak takut saat menghancurkan kehidupan keluargaku? apa kalian tak menghawatirkan kehidupan keluargaku? laku apakah kalian merasa kasihan ketika melakukan hal itu kepada keluargaku? jangan bercanda!" ucap Shota dengan perasaan marah lalu tanpa sadar langsung menarik pelatuk pistol yang ada di tanganya itu dan menembak orang yang tengah terbaring dan menatap Shota dengan permohonan maaf.


"Dor!" Suara tembakan langsung terdengar dan bahkan langsung bergema ke seluruh area yang ada di sana bahkan sampai sampai membuat semua orang yang ada di sana menjadi sangat terkejut dan menjadi sangat ketakutan terlebih lagi orang orang yang telah ikut dalam memfitnah dan menghancurkan keluarga Shota.


"Apa yang kau lakukan? apa kau sudah tak waras? kenapa kau menembakknya? apa yang harus kita lakukan sekarang?" ucap zhe shi sambil menatap Shota dengan perasaan takut sekaligus terkejut ketika melihat Shota melakukan hal yang di luar keinginan mereka.


"Hahaha....tenang saja! kau tak perlu khawatir, lagipula akulah yang akan bertangung jawab penuh atas semua yang telah terjadi. lalu biar kuberitahu dirimu sesuatu yang menarik! aku akan tetapi diam jika diriku di hina, di pukul, di siram pakai minuman tetapi aku tak akan pernah bisa diam jika ada yang berani menyakiti orang yang ku sayang apalagi keluargaku dan aku tak akan segan untuk membuat mereka cacat ataupun menghabisi nyawa orang yang telah berani melakukan hal itu kepada keluargaku" ucap Shota sambil menatap zhe shi dan menyuruh salah seorang bawahannya untuk merawat dan menyembuhkan luka orang yang telah ia tembak itu.


Zhe Shi sedikit merasa lega ketika mendengar kalau Shota mau menyembuhkan mereka dan tak membunuh salah satupun dari mereka tetapi ia juga menjadi sangat ketakutan seketika menatap tatapan mata Shota yang sangat dingin dan tajam yang di penuhi oleh keingan atau hasrat yang sangat kuat untuk membunuh, "Apa yang kau lihat shi? tenang saja tak perlu takut, aku pasti akan menepati janjiku padamu. satu minggu dari sekarang aku akan menemuimu di markasmu dan akan membuatmu berjaya di kerajaan mahevesta tetapi sebelum itu ada beberapa hal yang harus ku lakukan pada mereka. akan ku berikan mereka sedikit hadiah sebelum kami berpisah agar setiap kali mereka mencoba untuk menyakiti keluargaku mereka akan berfikir seribu kali untuk melakukannya. bawa mereka ketempat itu dan pastikan mereka mendapatkan perlakuan terbaik selama 3 hari di sana lalu setelah itu terserah kalian untuk mau membebaskan atau tidaknya mereka" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung pergi dari sana.


Alasan kenapa Shota bisa secepat itu pergi dari sana padahal di sana ada orang orang yang telah melakukan hal yang sangat buruk kepada keluarganya tetapi Shota hanya melukai seseorang adalah karena jika ia tinggal lebih lama lagi dan menatap wajah orang orang yang telah melakukan hal buruk pada keluarganya takutnya Shota tak dapat untuk mengontrol emosi dan hasratnya yang sangat kuat untuk menghabisi mereka dan alih alih memberikan sebuah peringatan Shota malah langsung menembak kepala mereka satu persatu atau membunuh mereka secara kejam. Shota adalah seorang yang cuek, dingin, tetapi sopan dan lemah lembut kepada orang lain tetapi di balik sikapnya yang indah itu terdapat satu sisi yang lain yaitu sisi di mana dirinya bisa menjadi seperti seorang iblis yang suka membunuh di mana hasrat dan keinginannya untuk menyiksa dan membunuh seseorang jauh lebih kuat di bandingkan dengan hasrat dan keinginannya untuk membantu dan menolong orang lain tetapi sikap itu hanya akan muncul ketika ada seseorang yang benar benar ia sayangi yang sampai terluka oleh perbuatan orang lain seperti kasus keluarganya contohnya.


"Tunggu sebentar Shota, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan pada mereka? jika kau ingin menghabisi mereka ku sarankan jangan karena mereka semua merupakan anak anak dari orang kaya bahkan salah satu dari mereka adalah anak dari perusahaan quan zhi. jadi ku sarankan berfikirlah dengan kepala dingin ketika ingin mengambil sebuah keputusan karena itu juga demi masa depanmu dan keluargamu. karena akan sangat merepotkan jika kita harus berhadapan dengan perusahaan sekaya itu" ucap zhe shi yang memperingati Shota agar tak melakukan suatu tindakan yang akan merugikan dirinya sendiri.


"Perusahaan quan zhi ya? terimakasih atas informasi penting itu dan terimakasih atas peringatanmu! namun aku tak akan membunuh mereka tetapi aku akan menunjukkan sedikit seperti mana rasanya berada di dalam neraka, jadi kau tenang saja ya" ucap Shota sambil melambaikan tangannya dan secara perlahan masuk ke dalam mobilnya.


1 minggu berlalu dengan sangat cepat dan bahkan tak terasa sedikitpun dan akhirnya karena ayah Shota sembuh lebih awal dari perkiraan mereka, akhirnya hari itu pun juga kiato dapat segera pulang ke rumah dan juga sudah cukup bagi mereka berada di hotel mewah yang mereka sewa ataupun berada di provinsi Guangzhou alasannya karena Shota berniat untuk segera membawa seluruh keluarganya itu untuk pergi ke provinsi hainan dan tinggal bersama dirinya agar dirinya dapat setiap saat dapat memperhatikan dan menjaga seluruh keluarganya itu dengan sepenuh hati bahkan Shota sendiri telah mempersiapkan semuanya 1 minggu sebelumnya agar adiknya itu dapat langsung pindah dan masuk ke sekolah terbaik yang ada di hainan.


Shota sebenarnya sudah sedari awal berniat untuk kembali ke hainan tetapi dirinya menyisikan satu hari demi memastikan kesehatan ayah angkatnya itu dan memastikan apakah ayah angkatnya itu sudah cukup kuat untuk dapat berpergian jarak jauh. setelah memastikan semuanya aman dan baik baik saja serta dalam kondisi yang sangat prima, Shota bersama dengan seluruh keluarganya itu dengan segera langsung berangkat dari Guangzhou menuju hainan untuk menghabiskan waktu bersama seluruh keluaganya itu.


Setelah perjalanan yang memakan waktu selama beberapa hari itu, akhirnya mereka semua tiba di hainan dengan selamat dan langsung menuju tempat tinggal Shota. Semua keluarganya itu langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kemewahan dan keindahan dari setiap interior yang ada di tempat tinggal Shota. "Xiu, apa benar kalau ini adalah tempat tinggalmu? Apa mungkin kita salah alamat? Apa kau sudah memastikan kalau ini adalah alamat yang benar? Aku tak menyangka jika dirimu sudah sesukses dan sekaya ini. Kami sangat bangga padamu" ucap ayah angkat Shota yang terpelongo melihat kemegahan dari rumah tempat tinggal Shota.


"Apakah kau benar-benar yakin ingin mengajak kami tinggal di sini ya xiu? Bukankah semua ini adalah has...." Sebelum ibu Shota selesai berbicara, Shota dengan cepat langsung menaruh jarinya tepat di depan bibir ibunya yang mengisyaratkan agar ibunya tak lagi perlu mengatakan apapun karena Shota sudah dapat menebak apa yang saat ini ingin di katakan oleh ibunya itu.


"Maaf bu, sekarang ini bukanlah rumah milikku lagi. Tetapi sekarang rumah ini adalah milik kalian" ucap Shota sambil tersenyum dan menyerahkan kunci rumah itu kepada ibunya.


Seluruh keluarganya Shota dan semua orang yang yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Shota langsung menjadi sangat terkejut bahkan mereka semua satupun tak ada yang bisa berkata-kata di buatnya dan hanya bisa menatap Shota.


"Hei, apa yang kalian tunggu? Kenapa kalian menatap ku seperti itu? Aku serius lo, jadi jangan ragu lagi. Segeralah periksa dan lihat-lihat rumah baru kalian lalu setelah itu segeralah istirahat. Bukankah kalian sedang kelelahan karena habis melakukan perjalanan yang sangat jauh?" ucap Shota sambil tersenyum lembut dan memaksa seluruh keluarganya itu secara halus agar segera masuk dan istirahat di rumah baru mereka.


Seluruh keluarganya Shota langsung menjadi sangat bahagia dan merasa sangat bersyukur karena memiliki keluarga yang sangat baik hati seperti Shota bahkan kepada mereka semua padahal mereka jelas-jelas bukanlah keluarga kandungnya bahkan sedikitpun saja tak memiliki ikatan darah sama sekali dengan Shota. Tetapi Shota seolah-olah tak memperdulikan hal sepenting itu bahkan dirinya sampai tak ragu-ragu memberikan semua uang dan harta yang telah susah payah dirinya seorang diri tanpa bantuan siapapun kepada keluarganya itu walaupun hanya sekedar keluarga angkat.


Shota hanya bisa tersenyum dan dalam hatinya merasa sangat senang dan bahagia karena pada akhirnya dirinya dapat bertemu dan berkumpul kembali dengan seluruh keluarganya itu bahkan dirinya dapat membahagiakan mereka walaupun sebenarnya mereka hanyalah keluarga angkatnya Shota, tetapi walaupun begitu Shota masih saja merasa sangat bersykur karena dengan adanya mereka semua yang menyelamatkan dirinya dari rasa kesepian dan kegelapan dunialah yang membuat dirinya dapat sesukses seperti sekarang ini.


"Hei sob. betapa beruntungnya mereka memiliki anak sepertimu yang bahkan dapat memberikan kebahagian dan hadiah yang sangat besar seperti ini dan membuat mereka dapat dengan indahnya menimati masa tua dan masa anak anaknya dengan sangat indah dan tenang. aku merasa iri pada keluargamu" ucap salah satu orang kepercayaan Shota yang merupakan sahabatnya sendiri yang memiliki nama steven.


"Haa.. sebenarnya aku benci mengakuinya. tetapi kali ini aku setuju dengan perkataan steven, betapa beruntungnya mereka memiliki keluarga sepertimu dan juga betapa beruntungnya kami semua memiliki bos sepertimu yang sangat baik dan dermawan bahkan tak pernah memandang status sosial kami sedikitpun. jika bukan karena dirimu yang membawa kami semua dari berbagai tempat bahkan sampai rela menerima preman dan mantan kriminal seperti kami untuk dapat bekerja di perusahaanmu mungkin kami masih saja tetap menjadi seorang sampah dan anjing jalanan. jadi ku ucapkan terimakasih kepadamu, bos" ucap alya kezia sambil menatap langit yang cerah hari itu.


Semua orang yang ada di sana langsung menjadi sangat terkejut bahkan tak bisa berkata kata di buatnya seketika mendengar perkataan dari alya bahkan salah satu bawahannya atau lebih di sebut sebagai teman dan anggotanya ada yang menangis karena terharu ketika mendengar perkataan dari alya dan sisanya hanya dapat menatap alya dengan perasaan kagum. "Hei, apa kau serius mengatakan semua itu? gawat, sepertinya ini adalah tanda tanda akan segera berakhirnya dunia. cepat persiapkan diri kalian sebaik mungkin dan jika bukan sebagai pertanda akhir bagi dunia mungkin akan segera terjadi bencana karena alya sudah bisa berbicara yang sangat indah dan menyentuh seperti se... eehh.. aduhh!! kenapa kau memukulku? apa salah... ehh.. iya aku mengaku salah, aku salah! maaf...maaf.." ucap shio yan yang bermaksud untuk sedikit menggoda alya dan menceriakan suasana.


Semua orang yang ada di sana langsung menjadi tertawa ketika melihat tingkah konyol yang di lakukan oleh alya dan shio bahkan orang orang yang sebelumnya menangis terharu karena mendengar ucapan alya juga ikut tertawa walaupun air matanya masih menempel di wajah mereka bahkan Shota pun langsung ikut tertawa ketika melihat tingkah konyol kedua sahabatnya itu. Alya, shio dan steven bahkan seluruh teman teman Shota yang ada di sana langsung menjadi sangat terkejut sekaligus merasa sangat senang seketika melihat kalau Shota saat ini tengah tertawa karena sebelumnya mereka sangat jarang bahkan hampir sampai tak pernah melihat Shota tertawa lepas seperti itu tetapi ketika setelah bertemu dengan keluarganya sikapnya langsung berubah dan bahkan ia mulai sering tertawa dan tersenyum ketika bersama dengan mereka.


"Hei xiu, aku merasa sangat beruntung dan berterimakasih karena telah menjadi karyawan sekaligus temanmu dan aku akan terus membantumu walaupun kau tak bilang lalu aku akan terus mengikutimu jika dirimu mengijinkannya" ucap Shota sambil menatap Shota. Setelah melihat sikap dan mendengar perkataan dari steven semua orang yang ada di sana kecuali Shota langsung melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh seteven sebelumnya dan di mulai oleh alya dab di ikuti oleh shio lalu di ikuti oleh seluruh anggota dan teman teman mereka yang ada di sana, Shota langsung menjadi bertambah sangat terkejut bahkan ia sampai tak tau harus berkata apa lagi ketika melihat tingkah teman temannya itu bahkan Shota hanya dapat menatap mereka dengan tatapan bingung.


"Ohh.. ayolah! apa yang kalian lakukan? cepat berdiri, bukankah kita ini teman? bahkan aku sudah menganggap kalian semua ini sebagai saudaraku. jadi angkat kepala kalian dan jangan pernah lagi mengatakan hal seperti itu kepadaku" ucap Shota.


Mereka semua langsung memasang ekpresi wajah terharu ketika mendengar perkataan dari Shota dan di saat yang bersamaan shio langsung merangkul leher Shota dan bahkan langsung tertawa keras sambil merangkul Shota, Shota yang biasanya sangat tak menyukai jika ada yang menyentuhnya dirinya saat ini hanya diam sambil tertawa keras dan menikmati saat saat yang menyenangkan bersama dengan teman temannya itu.


"Hahaha... besok malam mari kita berpesta sepuasnya untuk merayakan pertemuanku dengan keluargaku dan untuk merayakan kesembuhan ayahku. ohh ya jangan lupa untuk mengajak teman teman yang lain dan keluarga kalian. karena semakin banyak orang maka akan jauh lebih baik dan meriah acaranya nanti" ucap Shota sambil tertawa bersama teman temannya itu dan memasang ekpresi wajah yang sangat ceria.


Mereka semua mengiyakan perkataan Shota bahkan tanpa fikir panjang shio langsung mengatakan kalau ia akan membawa semua keluarganya untuk makan enak malam nanti karena Shota yang akan membayar semuanya, "Enak saja! keluargamu saja yang gratis dan bisa makan sepuasnya nanti malam. kalau dirimu ya harus bayar" ucap Shota sambil sedikit mempermainkan shio.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana langsung tertawa keras ketika melihat ekpresi shio yang langsung murung sambil mengatakan kepada Shota agar dia tak boleh sejahat itu kepada dirinya jika tidak dirinya akan sedih, "Hahahaha... bodoh! aku hanya bercanda! setiap orang yang datang malam nanti boleh makan sepuasnya tanpa perlu menghawatirkan apapun dan juga mereka boleh membawa pulang apapun yang mereka suka kecuali adik perempuan ku" ucap Shota sambil tertawa keras.


Waktu terus berlalu dan tanpa sadar sekarang sudah hampir menjelang malam, Shota yang bersama teman temannya itu yang terus bercerita dan bercanda hingga akhirnya lupa waktu langsung menjadi sangat terkejut ketika di panggil oleh rina yang mengatakan kepada Shota agar Shota segera mengajak seluruh teman temannya itu untuk makan bersama mereka karena ibu Shota telah menyiapkan banyak sekali makanan agar dapat di nikmati oleh semua orang.


Setelah mendengar perkataan dari adik perempuannya itu dan melihat kalau hari yang telah menjelang sore berniat untuk segera kembali pulang tetapi karena Shota yang begitu memaksa mereka agar mau makan bersama dirinya secara mau tak mau harus pergi untuk makan sore bersama dengan Shota dan seluruh keluarganya itu.


Waktu terus berjalan dengan cepat dan tanpa sadar hari telah berganti dan karena Shota yang berniat untuk mengadakan pesta atas kesembuhan ayahnya dan pertemuannya kembali dengan keluarganya itu, dirinya langsung mempersiapkan semuanya sebaik dan seindah mungkin tetapi karena dirinya yang tak terlalu mengetahui dan memahami tentang hal hal yang merepotkan seperti ini, Shota akhirnya menyerahkan semua urusan tentang pesta ini kepada kedua adiknya itu.


"Haa.. dasar kau ini! pakai sok sokan mau mengadakan pesta padahal sama sekali tak mengerti tentang hal hal seperti ini? haa... baiklah, serahkan saja urusan pesta ini pada kedua adikmu ini." ucap rina sambil menghela nafas dalam ketika melihat sikap Shota.


"Hahaha... baiklah, ku serahkan semuanya padamu! aku pergi dulu sebentar untuk bermain game yang kemaren kau ajarkan padaku" ucap Shota yang pergi keruangan pribadi miliknya yang di khususkan untuk bermain vidio game.


"Yosh! karena kak rina sendiri yang bilang ingin mengerjakan semuanya, maka baiklah. ku serahkan semuanya padamu kak! selamat berjuang! aku ingin menemani kak Shota dulu untuk bermain game karena takutnya nanti dia jadinya malah melakukan hal yang aneh aneh saat tak di awasi." ucap rixxy dengan penuh semangat dan mencoba menghindar dengan alasan mengawasi Shota agar dapat bermain game sepuasnya.


"Baiklah! awasi yang benar, jangan sampai di.. ehh!! t-tunggu sebentar? jangan kabur! cepat kembali dan bantu aku untuk mempersiapkan semuanya dan jangan mencoba untuk membuat alasan agar bisa bermain game. haa... mereka ini!" ucap rina sambil menghela nafas dalam ketika melihat sikap Shota dan rixxy yang tak jauh berbeda.


Rina dengan perasaan yang sedikit jengkel karena harus melakukan semuanya seorang diri hanya bisa menghela nafas dalam dan mencoba sebisa mungkin untuk mengatur semua persiapan untuk pesta agar bisa jadi lebih baik dan lebih menyenangkan dengan kesan sederhana tetapi elegant dan berkelas. "Haa... bermain game ya? memangnya sejak kapan ya di sini ada ruangan atau alat untuk bermain game? ya sudahlah, mungkin dia baru saja membeli semuanya karena terlalu keasikan bermain game sebelumnya" ucap rina yang sebenarnya tak mengetahui kalau Shota sebenarnya bisa menjadi seperti sekarang adalah berkat karena bermain game daring the heaven dan kepintarannya dalam menjalankan sebuah perusahaan.


Sementara itu di saat rina tengah sibuk untuk menyusun semua rencana persiapan pesta yang akan di adakan malam nanti, Shota dan rixxy saat ini tengah menuju tempat di mana Shota menyimpan semua alat alat bermain game daring di dalam sebuah ruangan khusus. Rixxy pada awalnya sedikit bingung akan bermain game di mana mereka karena sebelumnya dirinya tak pernah melihat adanya satupun alat bermain game di setiap ruangan dalam rumah tersebut karena dirinya kemarin telah berkeliling dan melihat lihat semua ruangan yang ada di dalam rumah tersebut tetapi dirinya hanya menemukan ruangan yang sangat menbosankan tanpa pernah melihat adanya alat bermain game.


"Hei kak, sebenarnya kita mau kemana sih? bukankah di dalam rumah ini tak ada ruangan ataupun alat untuk bermain game?" ucap rixxy sambil menatap Shota dengan perasaan bingung sekaligus penasaran.


Shota hanya tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari adiknya itu dan mengajaknya memasuki sebuah ruangan yang berada tepat di samping kamarnya itu, "hei kak, kenapa kita memasuki ruangan ini? bukankah di dalam ruangan ini tak ada apa-apa ya selain buku? lalu untuk apa kita kesini? bukannya tujuan kita adalah untuk bermain game?" ucap rixxy sambil menatap Shota dengan perasaan bingung.


"Aku ingin memperlihatkanmu sesuatu yang menarik!" ucap Shota sambil mengeluarkan senyuman yang sangat misterius.


Right yang mendengar perkataan dari Shota langsung bertambah menjadi sangat kebingungan karena ia tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Shota tetapi di sisi lain dirinya juga langsung menjadi sangat penasaran dengan apa yang di maksud oleh kakaknya itu, rixxy semakin menjadi sangat kebingungan dan penasaran ketika ia mendengar perkataan dari kakaknya itu yang menyuruh agar dirinya segera mengambilkan sebuah buku yang di tunjukkan olehnya yang berada di dekat nya.


Saat baru saja menyentuh buku itu dan mencoba untuk menariknya keluar dari laci tersebut, secara tiba tiba lemari yang di penuhi oleh buku buku itu yang berada tepat di depan matanya langsung terbelah menjadi dan secara perlahan terbuka seperti selayaknya sebuah buku. "eh? ehhh??!!! a-apa ini? menakjubkan!" ucap rixxy dengan nada terkejut sekaligus gembira.


"Keren!!!! a-apa ini sebenarnya? bagaimana bisa ada sebuah ruangan rahasia di sini? lalu apa-apaan dengan seluruh alat dan perlengkapan bermain game ini?" ucap rixxy sambil menatap seluruh ruangan yang di penuhi oleh perlengkapan bermain game. Shota langsung tersenyum ketika melihat tingkah adiknya itu dan langsung mengajak adiknya itu untuk segera log ini ke dalam permainan daring game the heaven.


Shota dan rixxy akhirnya secara bersamaan langsung bersiap siap untuk log in ke dalam permainan the heaven lalu langsung pergi untuk berburu monster untuk meningkatkan level mereka berdua secepat mungkin, Shota dan rixxy terus bermain dan berburu monster hingga di tengah tengah pertarungan mereka melawan monster level rendah yang sampai saat inin Shota masih saja berpura pura menjadi seorang pemain lemah dengan level yang rendah. Saat tengah berpura pura menaikkan levelnya secara tiba tiba Shota mendapatkan panggilan masuk dari seseorang yang ia kenal yaitu krak dev (iblis api) atau yang lebih kita kenal sebagai zhe shi saat di dunia nyata.


"Haa... merepotkan! hei rix, tolong bereskan sisanya. aku harus menerima panggilan dari seseorang sebentar" ucap Shota sambil menghela nafas dalam.


"Siap, serahkan saja semuanya pada adikmu yang hebat ini" ucap ayato atau rixxy sambil tersenyum dan dengan mudahnya langsung menghabisi seluruh monster yang ada di sekitarnya.


"Yo, ada apa? tenang saja, aku tak lupa kok. saat ini aku hanya tengah bermain main bersama dengan adik kecilku. hahaha... iya, iya. baiklah aku akan segera ke area tengah ke kerajaan mahevesta. ok, kalian tunggu saja di sana sebentar. ok, selamat siang. haa.... merepotkan! sepertinya aku harus memberitahukannya kepada rixxy, merepotkan! fate-determining weapon bentuk pertama death gun " ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan mengganti senjata miliknya dengan senjata suci lalu secara perlahan mulai menghampiri adiknya itu sambil menembak seluruh monster yang mencoba untuk menyerang dirinya ataupun adiknya itu.


Ayato langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau monster yang tengah ia lawan dan lihat semuanya secara satu persatu langsung mati dan betapa terkejutnya dirinya ketika melihat kalau seluruh serangan itu berasal dari kakaknya, ayato menjadi sangat terkejut seketika melihat senjata yang di gunakan oleh Shota itu adalah sebuah pistol yang memiliki ukuran yang cukup besar dan tengah menembakki seluruh monster yang ada di sekitar mereka sambil secara perlahan mulai berjalan mendekati ayato.


"Keluarlah phoenix, seiryu" ucap Shota sambil secara perlahan terus mendekati adiknya itu dan memanggil keluar kedua familiarnya itu. Shota sebenarnya tak ingin menggunakan kemampuan yang dapat membuat dirinya itu di kenali oleh orang lain ketika tak mengenakan topeng tetapi karena ia harus sesegera mungkin menepati janji yang telah ia buat kepada zhe shi, Shota nantinya juga secara mau tak mau harus tetap menggunakan kemampuanya itu karena sudah pasti dirinya akan melawan seluruh pemain terkuat yang ada di area tengah bahkan harus menghadapi seluruh serikat yang ada di sana hanya dengan bantuan dari serikat king of fire.


"Bukankah ini adalah mahluk yang sama seperti yang di miliki oleh dewa kematian ya kak? kenapa kakak bisa memiliki monster yang sama persis dengan dewa kematian? apa sebenarnya kakak ini adalah dewa kematian? tidak! ku rasa itu bukan karena senjata dan kelas yang kalian gunakan sangat berbeda. dewa kematian menggunakan senjata dua bilah pedang dan memiliki penampilan yang sangat mengerikan, itulah yang aku dengar dari orang orang tetapi sedangkan kakak hanya menggunakan pistol saja sebagai senjata" ucap rixxy yang menatap Shota dengan penuh kebingungan.


"Apakah penamilan orang yang kau maksud itu seperti ini ya? fate-determining weapon bentuk ke-6 devils and angel wings" ucap Shota sambil tersenyum dan merubah penampilannya sambil mengeluarkan dua bilah pedang yang biasa ia gunakan untuk bertarung ketika dalam wujud tersebut.


"Haa.... jadi benar ya tebakanku selama ini kalau kakak itu sebenarnya adalah dewa kematian. aku sudah curiga sejak pertama kali melihat kemampuan kakak ketika bertarung dan kemampuan yang kakak keluarkan sebelumnya, tapi aku benar benar tak menyangka kalau dewa kematian itu adalah kakak yang merepotkan sepertimu dan aku merasa kasihan kepada orang orang yang telah mengidolakan orang dewa kematian" ucap ayato sambil menghela nafas dalam dan menanyakan tujuan mereka.


Shota langsung menjadi sangat terkejut, kecewa sekaligus menjadi sangat sedih ketika melihat ekpresi datar adiknya itu ketika mengetahui dirinya yang sebenarnya dan mendengar perkataannya yang sangat menusuk sampai kedalam jantung Shota, Shota sambil memasang ekpresi sedih menjelaskan kepada ayato secara singkat kalau dirinya memiliki janji kepada temannya untuk membantu dirinya menjadi serikat terkuat di kerajaan mahevesta dan sekaranglah saatnya Shota harus menepati janjinya itu.


"Hmm.. jadi begitu ya? kenapa sih kau selalu saja membuat masalah dan membuat janji janji yang sangat merepotkan seperti ini? haa... dasar kakak bodoh! di butuhkan waktu sekitar 1 minggu dari area utara untuk ke area tengah kecuali kita menggunakan gerbang teleportasi tetapi biaya yang di perlukan untuk melakukan hal tersebut sangat mahal. kak bisakah kau mengatakan kepada mereka untuk menunggu selama seminggu saja sebelum memulai penyerangan dan penahlukkan. aku akan membawa serikatku untuk pergi ke kerajaan mahevesta dan membantumu dan orang itu untuk menahlukkan area tengah, hitung hitung sebagai upaya untuk memperkenalkan serikatku kepada dunia" ucap rixxy sambil memberikan pesan kepada seluruh anggota serikatnya untuk segera berkumpul di markas karena ada hal yang sangat penting yang ingin ia sampaikan kepada seluruh anggota serikatnya.


Shota menjadi sangat terkejut ketika mengetahui kalau adiknya itu merupakan seorang pemimpin dari sebuah serikat yang berada di area timur dan bahkan langsung menanyakan nama dari serikat miliknya itu serta menanyakan posisi mereka di wilayah utara, "Night star. itulah nama serikatku dan untuk saat ini posisi serikat milikku berada di posisi 10 besar dan kekuatan serikatku itu tak jauh berbeda dengan serikat yang ada di atasku yaitu serikat snow wolf yang di pimpin oleh seseorang bernama yu yang hingga saat ini tak ada yang pernah melihat wajahnya." ucap rixxy sambil terus memberikan arahan dan perintah kepada seluruh anggota serikatnya itu.


"Snow wolf ya? sudah lama sekali aku tak mendengar nama itu dan apa kau tau kalau sebenarnya yu yang kau sebut sebagai ketua paling misterius itu adalah diriku? hahaha... hebat juga mereka berdua, aku tak menyangkan jika serikat itu sekarang sudah masuk 10 besar di wilayah timur" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan tertawa.


Ayato sebenarnya tak percaya dengan apa yang di katakan oleh kakaknya itu tetapi karena ia merasa tak ada alasan yang bagus dan tak ada untungnya bagi kakaknya itu untuk berbohong kepada dirinya dan karena hal itu juga yang mendorong ayato untuk percaya kepada kakaknya itu terlebih lagi karena kakaknya itu merupakan salah satu top player yang ada saat ini. "Apa persiapannya masih belum ya? kapan kira kira kita bisa berangkat? lalu aku sudah mengatakan padanya kalau diriku akan ke sana bersama dengan sebuah serikat besar untuk membantu mereka menaikan posisi mereka di area tengah dan aku juga tadi mengatakan kalau kita akan tiba paling lambat dalam 1 minggu" ucap Shota sambil menatap langit dan menusuk seekor rubah yang saat ini tengah mencoba untuk menyerangnya dari belakang.


"Jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana, mungkin besok pagi kita sudah bisa berangkat ke kerajaan mahevesta dengan pasukan dan persenjataan lengkap! ngomong-ngomong kenapa kakak tak menghubungi dan meminta bantuan kepada anggota serikatmu ya kak? bukankah dirimu tadi bilang kau kau adalah ketua dari serikat snow wolf? lalu di mana lambang serikat ataupun tanda kalau dirimu telah masuk kedalam sebuah serikat?" ucap ayato yang kebingungan ketika tak melihat kalau Shota tak memiliki tanda kalau dirinya telah memasuki sebuah serikat.


Shota sambil menghela nafas dalam langsung menjelaskan semuanya dari awal secara rinci tetapi singkat dan jelas tentang alasan kenapa dirinya tak meminta bantuan kepada serikatnya itu dan alasan kenapa dirinya tak memiliki tanda jika ia telah memasuki sebuah serikat adalah karena dirinya saat ini memang tak bergabung dalam sebuah serikat. Setelah mendengar perkataan dari Shota dan penjelasannya, ayato langsung menjadi sangat kesal dan marah kepada ryu yang telah berani melakukan hal tersebut kepada kakaknya bahkan dirinya saat ini langsung menyusun rencana dan bersiap siap untuk menyerang serikat ryu shun shin hingga hancur tak berbekas dan juga karena sebenarnya ayato juga memiliki dendam pribadi kepada ryu sehingga membuatnya semakin ingin untuk menghancurkan serikat tersebut.


"Jadi sekarang bagaimana kak? apa kakak masih berniat untuk tak memberitahukan hal tersebut kepada seluruh serikat snow wolf dan terus menyembunyikan hal ini kepada mereka? lalu mau sampai kapan kau melakukannya? jika kau terus seperti ini, tak akan ada hal yang berubah yang ada hanya akan semakin menyakiti hati mereka saja! apa benar kalau dirimu ini adalah seorang laki laki ya kak? baiklah kalau begitu biar aku saja yang akan memberitahukan semuanya pada mereka" ucal ayato sambil menatap Shota dengan ekpresi wajah kesal.


"Haha... kau ini! aku bukannya tak ingin memberitahu mereka ataupun bermaksud untuk menyembunyikan semua ini dari mereka, tetapi hanua waktunya saja yang belum tepat. lagian ada seseorang yang telah mengetahui hal ini padahal aku tak pernah memberitahukannya pada siapapun kecuali dirimu! ya sudahlah, sekarang lebih baik kita fokus saja terlebih dahulu untuk melakukan pekerjaan ini" ucap Shota sambil tersenyum dan menghela nafas dalam lalu langsung mengajak ayato untuk pergi melihat lihat sekitar hingga semuanya telah siap.


Shota dan ayato akhirnya pergi dari area tersebut karena mereka sudah tak perlu lagi berada di sana lebih lama dari itu karena Shota tak perlu lagi leveling di sana, ayato pada awalnya merasa sangat ketakutan ketika ingin menaiki phoenix karena tubuh phoenix yang terdapat sebuah kobara api yang sangat besar dan murni yang terlihat begitu panas sehingga membuat ayato takut jika api itu akan langsung mebakar dirinya ketika tersentuh olehnya tetapi sesaat setelah menunggangi dan bahkan terkena oleh api tersebut, ayato langsung menjadi sangat nyaman dan bahkan tak ingin pergi dari sana karena merasakan perasaan yang sangat nyaman dan hangat ketika menyenyuh api suci milik phoenix.


Shota yang melihat hal tersebut langsung tertawa dan bahkan ia tak bisa berkata kata di buatnya seketika melihat tingkah konyol adiknya itu dan langsung terbang ke langit untuk melihat lihat pemandangan dari atas langit dan menunjukkan betapa indahnya dunia ini jika di lihat dari ketinggian, Shota bertujuan untuk memperlihatkan sesuatu yang tak bisa di lihat setiap saat oleh sebagian orang dan hal yang paling di inginkan oleh kebanyakan orang yaitu terbang dan melihat keindahan dunia dari atas langit.


Tujuan Shota menunjukkan semua itu adalah agar adiknya itu tak akan pernah merasa yang paling kuat dan paling benar ataupun merasa yang paling kaya di dunia ini karena semua itu hanyalah hal kecil yang tak terlalu berarti jika di bandingkan dengan luasnya dunia ini dan menunjukan betapa kecilnya dirinya, Shota hanya ingin agar adiknya itu menjadi pribadi yang rendah hati dan baik hati agar kelak ia tak akan pernah menyesali apapun dan agar kelak saat dirinya dewasa nanti akan ada banyak orang dan teman temannya yang mau membantu dirinya ketika tengah menghadapi kesulitan.


"Hei kak, coba lihatlah itu sebentar! sepertinya di sana ada seseorang yang tengah dalam masalah? bagaimana jika kita turun saja dulu dan membantu mereka? lagian juga saat ini kita sedang tak memiliki pekerjaan lebih" ucap ayato yang melihat kalau saat ini sepertinya ada seseorang yang sedang terkena masalah dan di kepung oleh kawanan pk.


Shota dengan santainya mempersilahkan agar adiknya itu turun ke bawah dan menyelamatkan mereka dari para pk itu sementara dirinya akan melihat dan mengamati dari ketinggian, setelah mendengar perkataan dari kakaknya itu ayato sedikit merasa takut dan ragu untuk turun dan membantu beberapa orang yang saat ini tengah di kepung oleh kelompok pk tetapi ketika mendengar perkataan dari kakaknya kalau kedua familiar miliknya itu akan membantu dan ikut bertarung bersama dirinya serta mendengar kakaknya mengatakan kalau ia akan membantu mereka di saat saat ayato tak bisa bertarung lagi, ayato dengan penuh semangat langsung turun ke darat dan membantu ke 4 orang yang saat ini tengah di kepung oleh para pk.


Ayato berniat untuk membantu ke 4 pemain yang tengah di kepung oleh para pk itu secara tiba tiba ia di kejutkan oleh prilaku kakaknya itu yang terjun bebas dari udara dan melompat dari atas naga yang tengah di tunggangi olehnya itu tetapi ketika melihat kalau kakaknya saat ini tengah terbang bebas di udara, ayato langsung tersenyum dan dengan perasaan yang di penuhi semangat ia langsung turun untuk menolong ke 4 orang yang telah di kepung oleh para pk itu. "Hei, segeralah per...... ehhh!!!! kau lagi? dari sekian banyak orang kenapa aku harus bertemu dengamu lagi? haa... nasib! nasib! kenapa sih kalian ini tak ada kapok kapoknya menjadi seorang pk? cepat pergi dari sini! jika tidak aku akan mengalahkan kalian seperti terakhir kali kita bertemu" ucap ayato dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Cih! jangan sombong kau! jika bukan karena orang itu, kau tak akan mungkin dapat mengalahkanku dan teman temanku ini. jadi jangan sombong dulu kau bocah! cepat kepung mereka dan segeralah habisi mereka secepat mungkin! keluarlah salamander" ucap red sambil tertawa dan mensummon hewan panggilan miliknya.


Seketika red baru saja mensummon salamander miliknya, seiryu bersama dengan suzaku dengan cepat langsung terbang dan menyerang salamander dan red serta menyerang seluruh red player yang ada di sana secara acak yang membuat semua pk itu langsung menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat ketakutan seketika melihat kemunculan dari hewan yang mirip seperti milik dari dewa kematian yaitu seekor naga berwarna biru dan seekor burung phoenix. "Sialan! apa apaan ini? kenapa dan darimana kedua hewan sialan ini muncul? siapa yang telah memanggilnya? brengsek! jangan takut, bentuk formasi bulu domba untuk menghadapi serangan yang akan datang" ucap red dengan suara lantang dan merasa sangat khawatir seketika melihat kemunculan dari kedua familiar itu.


Ayato juga sebenarnya menjadi sangat terkejut sama seperti halnya semua orang yang melihat kejadian tersebut karena ayato tak mengira kalau kedua familiarnya yang Shota panggil akan benar benar membantu dirinya bahkan saat ini kedua familiar milik kakaknya itu tengah sibuk melawan salamander yang di summon oleh red. Ayato yang melihat hal tersebut langsung tak memiliki perasaan takut lagi walaupun hanya sedikit saat ini walaupun saat ini dirinya harus melawan banyak sekali pemain secara bersamaan karena kakaknya yaitu Shota saat ini tengah mengawasi dirinya dari ketinggian dan akan segera bertindak ketika melihat dirinya dalam bahaya ataupun keadaan mendesak.


"Grand Cross!" Teriak ayato dengan gagah dan langsung mengaktifkan skil terkuat miliknya itu sebagai serangan pembuka. Red yang melihat hal tersebut langsung tersenyum dan dengan kecepatan tinggi langsung menghindari serangan tersebut, red dapat dengan mudah menghindari serangan yang di lancarkan oleh Shota tetapi tidak dengan beberapa teman temanya. Beberapa teman red yang tak seberuntung dirinya terlebih lagi kepada seorang yang memiliki kelas elementalis dan seorang yang memiliki kelas priest, hampir semua priest dan semua elementalis bersamaan dengan beberapa kesatria pelindung yang ada di sana terjebak dan terkena serangan beruntun yang di lancarkan oleh ayato.


Serangan yang di lancarkan oleh ayato memiliki efek serangan dengan damage yang di hasilkan secara beruntun selama 30 detik dan jika perbandingan level lawannya jauh di bawah ayato, ayato dapat dengan mudah langsung menghabisi mereka dengan skil tersebut bahkan tak akan ada jaminan jika pemain dengan level yang berada jauh di bawahnya akan dapat bertahan dari serangan tersebut bahkan jika itu hanya untuk 10 detik saja. Ayato langsung tersenyum seketika melihat kalau terdapat cukup banyak pk yang terjebak dalam serangan yang ia lancarkan itu tetapi ayato tak hanya tinggal diam saja, ia langsung menggenggam pedangnya dengan sangat kuat lalu langsung mengaktifkan skil kecepatan super miliknya yang membuat ayatao dapat bergerak dalam kecepatan kilat selama 3 menit.


Ayato dengan kecepatan tinggi langsung berlari ke arah red dan langsung mengayunkan pedang suci miliknya itu tepat di arah leher red dengan tujuan untuk langsung mengalahkan red hanya dalam satu kali serangan, "Ting" sesaat sebelum pedang milik ayato menyentuh leher miliki red, red telah lebih dahulu menahan serangan yang di lancarkan oleh ayato bahkan ayato sampai sampai langsung menjadi sangat terkejut dan langsung menjauh dari red ketika melihat kalau serangannya gagal menghabisi red dalam sekali serang.


"Haa... merepotkan! keluarlah byako, genbu! bantu adikku itu untuk mengalahkan semua pk yang ada di sana tetapi ingat jangan kalian ganggu pertarungan mereka kecuali adikku benar benar dalam keadaan hidup dan mati" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan terus mengamati pertarungan yang di lakukan oleh adiknya itu.


"Grauuu... wraaa...." Suara auman keras yang berasal dari byako dan genbu yang secara cepat langsung menuju ke arah seluruh kawanan pk itu sambil terus melancarkan berbagai macam serangan yang dapat mereka gunakan ke arah para pk itu, suara ledakan langsung terdengar seketika serangan yang di lancarkan oleh byako dan genbu itu mengenai target ataupun menyentuh sesuatu.


Semua orang yang ada di sana bahkan ayato sendiri langsung menjadi sangat terkejut sekaligus langsung menjadi sangat ketakutan seketika melihat kemunculan dari dua ekor monster yang tengah menuju kearah mereka dan melihat begitu banyak serangan yang di lancarkan oleh kedua monster tersebut tetapi anehnya kedua monster itu tak menyerang ataupun mengusik ayato walau hanya sedikit, mereka hanya bergerak melewati ayato yang saat itu tengah bertarung melawan red tanpa mengusik mereka walau hanya sedikit saja.


"Eh.. apa yang terjadi? kenapa mereka tak menyerang kami berdua dan tak menyerang ke-4 orang itu? apakah mereka bukanlah seekor monster liar? t-tunggu sebentat! kenapa kau menyerang seseorang yang tengah mencoba untuk berfikir" ucap ayato yang menjadi sangat terkejut seketika di serang secara tiba tiba oleh red.


"Haa.. bodoh! jangan mengalihkan pandangan mu ketika tengah bertarung melawan seseorang bagimanapun keadaannya ketika di medan perang" ucap red sambil terus menerus menyerang ayato secara bertubi tubi bahkan red sampai sampai dapat menyamai pergerakan yang di miliki oleh ayato. Ayato langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau kecepatan yang di miliki oleh red sampai mengimbangi kecepatan yang ia miliki bahkan ayato saat ini menjadi sangat terpojok dan kesulitan untuk menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh red, ayato yang melihat kalau setiap serangan yang di lancarkan oleh red semakin lama semakin kuat dan cepat tetapi di saat yang bersamaan ayato juga merasakan kalau ada yang aneh dengan red.


Ayato terus menerus mengamati pergerakan red merasakan kalau ada keanehan dalam setiap pergerakan yang ia lakukan tetapi juga dirinya saat ini mengetahui sesuatu yang sangat menarik bahkan ia menemukan hal itu secara tak di sengaja itu tetapi dirinya masih belum terlalu yakin akan kesimpulan yang ia dapatkan setelah mengamati semua itu dengan seksama dan demi untuk membuktikan kebenaran dari kesimpulannya itu ayato bahkan sampai rela untuk membahayakan nyawanya. Ayato terus menerus mencoba untuk menahan dan menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh red yang semakin lama semakin cepat dan juga semakin kuat bahkan hanya demi melakukan hal tersebut dirinya sampai sampai dengan sengaja menerima serangan yang di lancarkan oleh red tetapi karena hal itu dirinya akhirnya menyadari kalau kesimpulannya selama ini benar yaitu setiap 5 detik sekali hp milik red berkurang sebanyak 75 point sebagai bayaran untuk kecepatan dan kekuatan yang terus meningkat dan dapatkan.


"Apakah aku boleh bertanya sesuatu kepadamu? sepertinya kecepatan dan kekuatan yang terus menerus kau dapatkan ini tidaklah gratis ya? kau menukarkan 75 point hp milikmu hanya untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan dari serangan milikmu itu setiap 5 detik sekali. apa aku benar?" ucap ayato sambil terus menerus mencoba untuk manahan serangan yang di lancarkan oleh red.


"Hahaha.. ku ucapkan selamat kepadamu karena berhasil mengetahui hal tersebut sebelum kematian menjemputmu! Akan ku berikan sedikit hadiah kepadamu sebelum berpisah! kabut kematian. tarian bunga kabut" ucap red sambil tersenyum dan langsung menghilang dalam kabut yang tebal. Ayato langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat banyaknya kabut yang muncul entah dari mana dan secara perlahan mulai menutupi seluruh pandangannya serta melihat kalau red telah menghilang di tengah banyaknya kabut yang sangat tebal itu tanpa sedikitpun meninggalkan jejak dan secara sepenuhnya menghilang dari sana bahkan auranya pun tak ada.


"Sialan! kemana perginya orang itu? kenapa kabut ini muncul lagi? merepotkan saja" ucap ayato sambil memasang posisi untuk bertahan dari serangan dadakan yang akan di lancarkan oleh red.


"Baiklah! apa yang akan kau lakukan sekarang, rixxy? saat ini dirimu tengah di sudutkan di mana tak ada satupun indra milikmu yang bisa kau gunakan. aku menantikan perkembanganmu, adikku yang imut" ucap Shota sambil tersenyum dan terus mengamati pertarungan yang di lakukan oleh ayato. Sementara itu red yang saat ini tengah berada di dalam kabut tebal itu dan tengah bersiap siap untuk melancarkan serangan dadakan kepada ayato terus tertawa dengan sangat keras sambil terus menerus bergerak untuk menimbulkan perasaan takut seperti saat dirinya di permainkan oleh Shota sebelumnya, sementara itu ayato yang saat ini telah dapat menggunakan kembali skil grand cross miliknya dengan cepat mengaktifkan skil itu di sekitarnya dengan tujuan untuk menghilangkan kabut yang menutupi pandangannya itu.


Setelah ayato mengaktifkan skil miliknya itu memang selama skilnya aktif semua kabut yang ada di sekitarnya itu langsung menghilang untuk sementara waktu saja tetapi setelah skil miliknya menghilang seluruh kabut itu kembali muncul dan menutupi seluruh area tersebut hingga seolah olah tak terjadi apapun tetapi sayangnya dirinya tak melihat sedikitpun adanya tanda tanda keberadaan dari red. Sesaat setelah seluruh kabut yang ada di sana secara sepenuhnya telah menjadi kembali seperti semula, red dengan cepat langsung bergerak dan menyerang ayato bahkan tanpa ayato sadari dari mana arah serangannya itu dan bahkan tanpa bisa menahan serangan yang di lancarkan oleh red walau hanya sedikit saja.


Red terus menerus menyerang ayato sementara itu ayato hanya bisa dengan pasrah menerima semua serangan yang di lancarkan oleh red, "Sialan! bagaimana caranya agar diriku bisa bertahan dalam keadaan seperti ini? lagian apa apaan sebenarya dengan kabut ini? kenapa sepertinya kabut ini seolah olah hidup dan tengah menggerogoti seluruh indera yang ku miliki? berfikir! berfikir! ayo berfikirlah bagaimana caranya agar diriku bisa keluar dari keadaan ini?" ucap ayato sambil memejamkan matanya dan mencoba untuk merasakan sekitarnya dengan menggunakan insting.


"Hahaha... ada apa? apakah sekarang kau sudah menyerah? di mana bacotanmu yang sebelumnya?" ucap red sambil tertawa dengan keras dan menyerang ayato.


Ayato hanya bisa terus menerus memejamkan kedua bola matanya sambil mencoba untuk menenangkan dirinya agar dapat lebih mudah merasakan dan menyatu dengan keadaan sekitarnya agar dapat merasakan hawa kehadiran red. setelah beberapa saat berdiam diri dan hanya menerima serangan yang di lancarkan oleh red, setelah beberapa saat berlalu ayato seperti melihat dengan samar samar terdapat sebuah bayangan berwarna hitam yang saat ini dengan cepat tengah mencoba untuk menyerang dirinya yang berasal tepat dari arah depanya.


Ayato pada awalnya menjadi sangat kebingungan dengan apa sebenarnya bayangan hitam itu dan tak memperdulikannya tetapi karena seketika dirinya merasakan kalau red menyerang di titik yang sama di mana setiap kali bayangan hitam itu juga menyerang dirinya, setelah kejadian tersebut secara perlahan ayato akhirnya sadar dan paham kalau sebenarnya bayangan hitam itu adalah perwujudan dari alam yang memberikan dirinya sebuah penglihatan di mana agar ayato dapat melihat dan merasakan keberadaan seseorang bahkan jikapun dirinya tak melihat dengan menggunakan kedua bola matanya itu.


Ayato yang kini telah menyadari dan dapat melihat pergerakan red dengan mudah dapat menghindari dan menahan setiap serangan yang mengarah pada dirinya walaupun terkadang dirinya tetap menerima damage serangan karena tak dapat menyamai kecepatan dan kekuatan red, sementara itu red yang saat ini melihat dan menyadari kalau sepertinya ayato telah mulai terbiasa dengan pola serangannya yang secara acak itu bahkan dapat menahan seranganya bahkan di dalam kabut tebal itu langsung menggunakan kemampuan terkuat miliknya yaitu tebasan kabut iblis.


TEBASAN KABUT IBLIS adalah sebuah kemampuan di mana red dengan memanfaatkan kabut yang ada di sekitarnya untuk ia rubah menjadi kekuatan dan menambahkan kecepatan serta daya hancur dari serangannya itu tetapi secara perlahan seluruh kabut yang menyembunyikan dirinya itu akan menghilang karena di rubah menjadi unsur sejati dan menjadi kekuatan untuk red.


Red berniat untuk segera mengakhiri pertarungannya dengan ayato karena hp miliknya yang saat ini telah berada di ambang kritis dan jika terus di lanjutkan lebih lama lagi akan ada kemungkinan di mana kalau dirinyalah yang akan kalah karena duluan kehabisan hp akibat skil miliknya sendiri, tetapi dari semua itu adala satu hal yang sangat membuat red menjadi kebingungan yaitu kenapa hp milik ayato sama sekali tak berkurang sedikitpun padahal ia telah menerima begitu banyak sekali serangan yang di lancarkan oleh red.


Baik red ataupun ayato sendiri sebenarnya tak sadar kalau Shota diam diam mengawasi dan mengatur jalannya pertarungan mereka bahkan Shota sendiri sampai repot repot untuk mengatur agar adiknya itu bisa mendapatkan pengalaman bertarung yang lebih baik dan mendapatkan sebuah kemampuan baru dan hasilnya terbukti, ayato mendapatkan sebuah pengalaman yang santat berharga dan mendapatkan sebuah kemampuan baru yang sangat berguna dan tanpa di sadari oleh red ataupun ayato, Shota secara bertahap memulihkan hp milik ayato karena jik tidak begitu mungkin saat ini ayato telah kalah oleh red.


"Haa..... matilah!" ucap red sambil menyerang ayato dengan seluruh kekuatan yang ia miliki. Ayato yang menyadari serangan dari red langsung mencoba untuk menghindari serangan tersebut tetapi sayangnya karena kecepatan pergerakan dari red yang terlalu tinggi sehingga membuat dirinya tak sempat untuk menghindari serangan tersebut, ayato yang telah pasrah menerima serangan yang akan di lancarkan oleh red itu yang kemungkinan besar akan dapat membunuh dirinya sedangkan red langsung menjadi tertawa keras dan merasa sangat senang karena dapat membunuh ayato dan membalaskan dendamnya sebelumnya.


Sesaat sebelum pedang dan serangan yang di lancarkan oleh red mengenai ayato, secara tiba tiba pedang dan semua serangan yang di lancarkan oleh red menghilang dan di tahan oleh sebuah ekor rubah berwarna putih bersih dan di saat yang bersamaan di tubuh red langsung di tembus oleh beberapa ekor lainya yang ternyata berasal dari Shota. "Haa... merepotkan saja! ku rasa sudah cukup bermain mainnya. sekarang sudah saatnya mengakhiri semuanya" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan menatap adiknya.


Shota langsung membunuh red seketika red hampir saja membunuh adiknya bahkan Shota tak memperlihatkan sedikitpun belas kasih kepada red, "Yo! apa kau baik baik saja? kerja bagus. sepertinya kau mendapatkan sesuatu yang menarik ya? hmm... skil mata alam ya? nama yang aneh, tapi menarik" ucap Shota sambil mengelus kepala adiknya itu.


"Argkhh... kau... kenapa kau bisa ada di sini? adik? jadi dia adalah adikmu ya? benar! jadi kau adalah......" Ucap red yang saat ini secara perlahan mulai hancur menjadi pecahan cahaya karena menerima serangan fatal dari Shota.


Sementara itu ayato langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dan suara dari Shota bahkan ayato langsung memeluk kakaknya itu dengan sangat erat seketika melihat wajah kakaknya itu, Shota yang melihat sikap adiknya itu langsung tersenyum dan segera mengajak adiknya itu untuk pergi ke markasnya selagi kabut yang ada di sana masih ada dan membuat siapapun tak bisa melihat mereka ataupun monster yang ada di sana. Selagi semua orang yang ada di sana tak dapat melihat apapun karena tertutupi oleh kabut yang sangat tebal, setelah beberapa saat berlalu akhirnya semua kabut yang ada di sana menghilang dan betapa terkejutnya mereka seketika melihat kalau tak ada lagi orang di sana.


Sementara itu Shota dan adiknya yang saat ini telah berada dan kembali ke markas serikat night star langsung mendiskusikan dan menyusun rencana terbaik untuk melakukan penyerangan dan penahlukkan seluruh serikat yang ada di kerajaan mahevesta. Setelah semua rencana yang mereka siapkan untuk menahlukkan setiap serikat yang ada di kerajaan mahevesta, Shota dan ayato langsung log out untuk segera menghadiri dan mempersiapkan diri untuk berpesta malam nanti.


Malam haripun tiba Shota bersama teman temannya yang telah tiba dengan cepat langsung mencoba untuk melakukan semua hal yang menurut mereka sangat menyenangkan dan bahkan mengasyikkan lalu mereka berpesta dan bersenang senang hingga pagi.


Beberapa hari setelah pesta selesai dan semua persiapan yang di perlukan untuk melakukan penyerangan dan penahlukkan di berbagai tempat di wilayah tengah kerajaan mahevesta, Shota bersama dengan ayato dan seluruh serikat night star dengan cepat langsung bergerak menuju ke kerajaan mahevesta untuk melakukan penahlukkan dan membantu zhe shi untuk meningkatkan posisi serikatnya. Beberapa hari telah berlalu dan akhirnya mereka tiba di kerajaan mahevesta bahkan mereka semua langsung di sambut dengan hangat oleh zhe shi yang merupakan seorang pemimpin dari serikat king of fire bersamaan dengan seluruh anggota penting dari serikat tersebut, krak dev atau zhe shi pada awalnya menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau Shota membawa banyak sekali orang bersamanya bahkan sampai menggunakan persenjataan yang sangat lengkap.


"Hahaha... selamat datang di kerajaan mahevesta dan maaf jika penyambutan yang kami lakukan ini hanyalah penyambutan yang sangat sederhana. lalu terimakasih karena kau benar benar datang untuk menepati janjimu bahkan sampai sampai membawa begitu banyak orang" ucap krak dev sambil tertawa keras.


"Santai saja, lagian mereka ini datang karena ayato yang ingin ikut bersamaku dan jika bukan karena dirinya mana mungkin aku bisa memiliki banyak anggota seperti ini. jadi jika kau ingin berterimakasih, berterimakasihlah saja kepada ayato. karena dirinya merupakan ketua dari serikat ini" ucap ye sambil menghela nafas dalam.


"Hahaha... baiklah, baiklah aku mengerti! aku ucapkan terimakasih padamu dan mari kita segera pergi ke tempatku saja untuk melanjutkan pembicaraan yang lebih menyenangkan dan tenang" ucap krak dev sambil tertawa. Semua orang yang ada di sana langsung pergi ke markas serikat king of fire seketika mendengar perkataan dari krak dev, di tengah tengah perjalanan semua orang menatap Shota dan seluruh teman temnnya dengan tatapan aneh dan takut ketika melihat semua teman temannya itu menggunakan perlengkapan bertarung yang sangat lengkap.


Krak dev sambil menuju ke markasnya dengan kecepatan tinggi langsung mengajukan banyak sekali pertanyaan kepada mereka dan salah satu contohnya adalah pertanyaan tentang bagaimana perjalanan mereka ketika menuju ke kerajaaan mahevesta, Shota hanya tersenyum ketika mendengar banyaknya pertanyaan dari krak dev bahkan dirinya menjadi sangat kebingungan tentang bagaimana caranya ia harus menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh krak dev. "Hei zhi, bisakah kau ajukan pertanyaanmu itu satu persatu? aku ini manusia lo, bukan mesin. jadi aku tak bisa menjawab begitu banyak pertanyaan secara bersamaan. ngomong ngomong kenapa semua orang yang ada di sini sedari tadi terus menatapku dengan tatapan aneh? " ucap Shota sambil terus berjalan pergi ke markas serikat king of fire.


"Hahaha... maaf-maaf! karena terlalu senang aku sampai lupa untuk mengontrol diri dan untuk alasan kenapa mereka menatapmu adalah karena mereka takut sekaligus juga sangat senang melihat dirimu. dirimu di kota ini sangat terkenal, terlebih lagi karena dirimu yang beberapa bulan lalu pernah mengujungi kerajaan mahevesta dan menghabisi seluruh pk yang ada di area tengah dan kerajaan mahevesta bahkan kejadian itu sampai sampai membuat seisi area tengah menjadi sangat gempar karena sang dewa kematian dapat menghabisi begitu banyak orang hanya soerang diri saja." ucap krek dev sambil tertawa keras.


"Haa..... merepotkan! kenapa mereka bisa mengetahui kejadian seperti itu bahkan kenapa mereka harus mengidolakan diriku sih? merepotkan saja" ucap Shota sambil menghela nafas dalam.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di markasnya serikat king of fire, "Haa.... kenapa aku harus kembali lagi ketempat ini sih? merepotkan saja" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan secara perlahan mulai memasuki markas serikat king of fire.

__ADS_1


"Oh... ayolah! masak kau masih saja mempermasalahkan kejadian berbulan bulan yang lalu? itu sudah lama sekali lo, sebaiknya kita lupakan saja" ucap krak dev sambil mencoba untuk semakin dekat dan akrab dengan sangat Shota.


Mereka semua langsung memasuki markas dari serikat king of fire dan mendiskusikan tentang rencana dan masalah tentang bagaimana mereka harus melakukan penahlukkan dan dari manakah mereka harus memulainya, "Aku paham kalau kalian ingin secepatnya untuk meningkatkan posisi serikat kalian! tapi sebelum itu kirimkan undangan untuk bergabung dengan serikatmu dan buatlah aliansi bersama dengan ayato atau dengan kata lain serikat king of fire harus membetuk sebuah aliansi dengan serikat night star dengan tujuan untuk menahlukkan seluruh serikat yang ada di kerajaan mahevesta" ucap Shota sambil tersenyum.


__ADS_2