The Heaven

The Heaven
S2. CH 129. WAKTU ⁶


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain mael tak hanya berhenti sampai di sana saja, ia langsung melakukan serangan yang sama beberapa kali dan di teruskan dengan sebuah serangan di mana ia menciptakan beberapa buah pedang di sekitarnya yang ia kontrol menggunakan fikiran yang hingga pada akhirnya akan ia lepaskan ke arah Shota dengan tujuan untuk membunuh dirinya. Mael melepaskan sebuah pedang pertama lalu di ikuti dengan pedang lainnya yang kini tengah terbang mendekat ke arah Shota yang di kendalikan oleh mael dengan kemampuan khusus miliknya itu, Shota yang melihat hal itu menjadi bertambah kebingungan dan cemas karena ia tak yakin akan dapat menghindari semua serangan yang di lancarkan oleh mael," Element api! jubah, element cahaya, healt, fast healt, cahaya suci malaikat! element tanah, dinding pelindung!" ucap Shota dengan perasaan khawatir dan cemas.


Mael terhenti sejenak ketika melihat Shota yang menggunakan kemampuan miliknya yang kini telah terlihat hampir sepenuhnya putus asa lalu sambil tersenyum ia langsung melanjutkan ayunan pedangnya untuk menebas tubuh Shota, ayunan pedang mael terlihat begitu anggun dan indah seolah-olah tak bertenaga tetapi setiap ayunan tebasan pedangnya itu dapat dengan mudah menembus dan memotong dinding pelindung tanah yang telah di ciptakan oleh Shota sebelumnya. Shota menjadi bertambah sangat terkejut dan menjadi khawatir lalu dengan cepat ia langsung melompat ke belakang dengan tujuan untuk menghindari serangan dan menjauh dari mael agar tak terkena serangan mael tetapi sayangnya apa yang di harapkan dan di rencanakan oleh Shota ternyata gagal total karena mael secara tiba-tiba kini telah muncul di hadapan Shota dan langsung menyerangnya secara bertubi-tubi.


Hp milik Shota secara cepat terus berkurang secara drastis bahkan saat ini hp miliknya tak lebih dari 19% lagi saja yang masih tersisa bahkan Shota semakin tak yakin jika dirinya dapat bertahan hingga tengah malam tetapi ia secara mau tak mau harus memikirkan caranya agar dirinya dapat bertahan selama mungkin, serangan demi serangan terus mengenai tubuh Shota dan sayatan demi sayatan terus saja melukai dirinya tetapi pada sayatan yang ke 49 Shota langsung menahan serangan yang di lancarkan oleh mael bahkan dirinya saat ini sanggup untuk menyerang balik mael dan hanya tersisa 60 detik lagi saja sebelum tengah malam.

__ADS_1


Shota mulai sedikit tersenyum setelah dapat melancarkan serangan balik pada mael bahkan saat ini ia tak lagi sedikitpun merasa takut ataupun cemas karena hanya tinggal 60 detik lagi saja sebelum akhirnya seluruh kekuatannya akan mencapai puncaknya dan menjadi yang tak terkalahkan, Sementara itu di sisi lain mael yang melihat hal tersebut langsung menjadi sangat terkejut dan tak percaya bahkan ia mengira kalau semua itu hanyalah kebetulan belaka lalu dengan kecepatan tinggi ia langsung mencoba untuk melancarkan serangannya kembali dengan tujuan untuk memastikan kalau semua yang di lakukan oleh Shota hanyalah kebetulan belaka.


Shota hanya tersenyum melihat kedatangan dari mael yang kini tengah mencoba untuk menyerang dirinya, Shota dengan tenang dan senyuman lembut di wajahnya dengan mudah dan indahnya terus menghindari serangan yang di lancarkan oleh mael. Mael yang melihat hal tersebut menjadi sangat kesal dan marah bahkan ia langsung menggunakan kemampuannya yang lainnya untuk menyerang Shota karena ia merasa di remehkan ketika melihat kalau Shota kini masih dapat tersenyum ketika menghadapi dirinya terlebih lagi ia mengira kalau Shota sebelumnya hanya berpura-pura lemah dan tak berdaya di hadapannya karena merasa kalau mael bukanlah lawan yang pantas untuknya.


"Ehh! are? A-apa maksudmu?" ucap Shota sembari menatap mael dengan wajah kebingungan dan perasaan heran.

__ADS_1


"Haaa.. terserahlah, tapi maaf aku sudah tak memiliki waktu lagi untuk bermain denganmu! Fate-determining weapons bentuk kedua twin sword! Inferno, freezing!" ucap Shota sembari mengaktifkan skil miliknya.


Sebuah kobaran api yang sangat panas dan besar yang menjulang tinggi hingga ke langit langsung terlihat dan menyelimuti serta membakar seluruh tubuh mael yang lalu di saat api itu tengah berkobar dengan sangat besar dan tengah menjulang tinggi ke langit secara tiba-tiba seluruh kobaran api yang menjulang tinggi ke langit itu langsung membeku akibat skil milik Shota yang membuat seluruh tubuh mael tak bisa bergerak, mael bersikeras untuk menghancurkan dan membebaskan diri dari kurungan es itu tetapi sayangnya ia tak bisa dan apa yang ia lakukan semuanya sia-sia karena semua kemapuan yang di keluarkan oleh Shota semuanya telah di perkuat menggunakan skil darkness.


Setelah seluruh api yang sebelumnya tengah berkobar itu berubah menjadi bongkahan es yang sangat dingin, Shota dengan kecepatan cahaya langsung mengayunkan kedua bilah pedang miliknya itu dan menebas tubuh mael. Setiap gambaran sayatan pedang yang di ayunkan oleh Shota itu terlihat seperti sebuah cahaya dan kegelapan yang saat ini tengah menari bersama-sama dan saling beriringan bahkan saat ini Shota terlihat seperti tengah menari-nari di atas langit sembari mengayunkan pedang-pedangnya itu, hp milik mael secara cepat terus-menerus berkurang dengan sangat cepat akibat terus-menerus di serang oleh Shota tanpa ampun.

__ADS_1


Setelah 1 menit berlalu akhirnya seluruh bongkahan es itu secara perlahan mulai retak dan hancur menjadi sebuah butiran-butiran es yang mengambang di udara yang terlihat begitu indah dan menyejukkan tetapi di saat yang bersamaan ketika bongkahan es itu hancur seluruh tubuh mael juga ikut hancur menjadi pecahan cahaya berwarna merah menyala karena hp milik mael yang telah mencapai angka 0. Akibat dari dampak pertarungan yang di lakukan oleh mael dan Shota seluruh area yang sebelumnya di penuhi oleh pepohonan mati dan bongkahan batu yang sangat banyak sekarang secara tiba-tiba langsung menjadi sebuah tanah tak bertuah di mana tak ada satupun tanda-tanda kehidupan ataupun adanya sebuah pepohonan dan yang tersisa kini hanyalah sebuah hamparan lahan luas tanpa adanya satupun kehidupan.


"Haaa.... benar-benar pertarungan yang merepotkan! tapi aku tak mengira jika pertarungan yang kami lakukan dapat berdampak sebesar ini pada seluruh area pertarungan kami. Haa sudahlah! baiklah, sekarang hanya tinggal tersisa satu hal lagi yang harus di selesaikan dan semoga saja aku masih sempat karena aku tak yakin jika naga kecil itu akan dapat mengalahkan kedua orang itu" ucap Shota lalu dengan kecepatan tinggi langsung terbang ke arah ayato dan krak dev.


__ADS_2