
12 Desember 2074
Langkah kaki terdengar semu, embusan napas menjadi lebih berat. Ribuan bulir putih berjatuhan dari angkasa, membekukan segala jenis kehidupan di dunia. Seorang pria masih berdiri mencoba melewati dinginnya badai salju. Tubuhnya hampir memutih tertutupi salju.
Rambut hitam dengan sedikit corak merah, panjang terurai. Matanya dibalut kain putih, sedangkan sepasang pedang masih terikat di pinggang. Dia tampak sama sekali tidak merasakan kedinginan, padahal jelas suhu mencapai minus 29•. Salah satu telapak tangannya mengadah.
Entah dengan cara apa, dia seolah mampu melihat segalanya. Barulah terhenti di sebuah danau yang membeku, mungkin berniat untuk memancing. Ditarik salah satu pedangnya ke luar, lekas diayunkan sebanyak tiga kali. Garis putih tercipta, membelah bahkan sampai mencairkan danau yang membeku itu.
__ADS_1
Begitu pedang kembali disarungkan, sebuah petir biru menyambar danau beberapa kali. Beberapa kehidupan di danau langsung lenyap. Beberapa ikan besar dan monster yang menghuni danau itu, satu per satu mengambang. Kembali dia melangkah ke monster besar yang mengambang di danau.
Langkah kakinya membekukan segala yang ada dalam radius 1 meter. Monster itu setidaknya memiliki tinggi sekitar 2 meter, dengan berat lebih dari 100 kilogram. Selain sisik yang tajam dan taring besar menjulang ke luar dari mulut, tak ada yang membuatnya berbeda dari ikan pada umumnya.
Dia hanya kembali ke tepi danau, dan dalam radius 20 meter semua es dan salju langsung mencair. Hanya dengan jentikan jari, sebuah nyala api yang cukup besar tercipta.
Selepas menyantap ria makanannya, Sins kembali berjalan. Jelas dari matanya bahwa dia tidak memiliki tujuan yang jelas, akan dikemanakan langkah kakinya. Selain rasa benci dan dendam, Sins sama sekali tidak memperlihatkan emosi lain.
__ADS_1
dia terus melangkahkan kakinya, melewati banyak desa dan kota, melewati berbagai macam kerajaan. Entah sudah berapa lama ia berpetualang sendirian, berpura-pura tegar dalam topeng kesedihan. Membunuh berbagai jenis monster dan bandit di sepanjang perjalanan, mendapatkan berbagai macam harta dan pengetahuan.
Namun sayang, semua itu bukanlah apa yang dibutuhkannya. Satu-satunya yang diinginkan Sins adalah untuk membunuh orang yang membuatnya terjebak di dunia maya dan kemudian menghilang untuk kembali bersama.
Beberapa tahun yang lalu, konsep Arcadia Online tiba-tiba berubah. Sistem level menghilang, Npc menjadi lebih realistis dan bahkan rasa sakit yang diterima serta efeknya pun terlalu realitas untuk hanya sekadar permainan. Para player hidup selayaknya mereka benar-benar hidup di dunia nyata, di mana jika mereka terluka dan kehabisan darah, mereka akan benar-benar mati. Selain jasad para pemain tak lagi menghilang, melainkan tetap utuh.
Akan tetapi, para Player tetap bisa menggunakan kemampuan mereka secara alami, seolah-olah mereka terlahir dengan kemampuan itu. Pemberitahuan terakhir yang mereka dapatkan adalah untuk melindungi dunia, tetapi sampai saat ini masih tidak ada tanda-tanda yang mengancam kehancuran dunia. Hal itu benar-benar tidak bisa dimengerti oleh mereka semua.
__ADS_1
14 Januari 2079—Arcadia Online
Sudah lebih lima tahun berlalu semenjak para player terjebak di dunia itu. Kebanyakan dari mereka sudah mulai terbiasa menjalani kehidupan di dunia itu, bahkan perlahan melupakan tentang dunia nyata. Bahkan beberapa player menikah dengan penduduk asli "Npc".