The Heaven

The Heaven
SEASON 2 CH 37. PEMBANTAIAN 6


__ADS_3

“Sialan! Cepat habisi orang ini bagaimanapun caranya, aku ingin agar orang ini tak bisa keluar hidup hidup” ucap lex yang menjadi sangat kesal ketika melihat kalau seluruh bawahanya secara satu persatu di habisi oleh Shota. Shota yang mendengar perkataan dan sikap lex hanya bisa tersenyum dan terus menerus menyerang dan membunuh seluruh anggota dari serikatnya secara satu persatu bahkan pemain terbaiknya pun secara perlahan mulai menghilang dan mati, lex semakin menjadi sangat kesal dan marah karena seluruh bawahannya bahkan anggota terbaiknya secara satu persatu mulai di habisi oleh Shota. “Sialan! Berani beraninya kau membunuh anggota terbaikku? Sepertinya dirimu memang sudah bosan hidup” ucap lex sambil secara perlahan berdiri dan langsung pergi ke arah Shota dengan membawa tombak miliknya.


Shota hanya tersenyum ketika melihat kalau lex tengah menuju ke arah dirinya sambil memegang sebuah tombak dengan tujuan menyerang dirinya, sementara itu semua anggota dari serikat koroya yang melihat kalau ketua mereka telah mulai bergerak langsung menjadi sangat senang dan semangat dan bahkan keberanian mereka langsung muncul kembali bahkan sampai berkobar kobar selayaknya sebuah api yang di siram dengan bensin. “Terimalah tehknik ku dasar kau bocah sialan! Tusukan naga jatuh” ucap lex sambil berlari dan menyerang Shota.


Shota langsung tertawa ketika mendengar nama dari tehnik yang di gunakan oleh lex dan dengan mudahnya dirinya langsung menghindari serangan tersebut dan bahkan Shota sampai melompat keluar dari dalam markas serikat koroya dengan tujuan mencari ruangan yang lebih luas dan nyaman untuk bertarung. Lex yang melihat kalau Shota yang saat melompat keluar dari serikat mereka lewat jendela yang ada di dalam serikatnya mengira kalau Shota berniat untuk kabur, lex yang mengira kalau Shota berniat untuk kabur langsung menjadi senang dan bertambah semangat tetapi dirinya juga menjadi sangat kesal karena jika Shota dapat keluar hidup hidup dari serikatnya maka nama serikat koroya akan hancur dan bahkan di permalukan tetapi bukan hanya itu saja, serikat koroya akan mengalami kerugian yang amat amat besar karena Shota telah membunuh banyak sekali anggota dari serikat koroya bahkan sampai merusak serikat koroya.


Lex dengan perasaan kesal dan marah langsung menyuruh seluruh anggota dari serikatnya untuk mengikutinya dari belakang dan mengejar Shota hingga ke ujung dunia untuk membunuh dan membalasakan dendam dari seluruh anggotanya yang telah ia habisi, sementara itu Shota yang melihat kalau lex dan seluruh bawahannya tengah mengejar dirinya hanya bisa tersenyum sambil menunggu kedatangan dari seluruh anggota dari serikat koroya dengan tenang. Suara sorak kemarahan dan kebencian yang di tujukan kepada Shota terdengar hingga ke seluruh area bahkan aura kebencian yang mereka keluarkan sampai mengundang beberapa monster untuk datang, “Gwarghh” beberapa monster yang terpancing karena aura kebencian yang di keluarkan oleh para red player kepada Shota memancing banyak monster kuat dan lemah yang datang dengan tujuan untuk memangsa mereka.


Shota yang melihat kedatangan dari para monster itu cukup terkejut karena hal tersebut di luar perkiraannya tetapi dirinya dengan tenang hanya berdiri sambil tersenyum dan menunggu kedatangan dari para monster ataupun pk yang berniat untuk membunuh dirinya, sementara itu lex dan seluruh bawahannya menjadi sangat terkejut ketika melihat kedatangan dari para monster yang secara satu per satu mulai bermunculan dan tingkatan mereka pun bervariasi mulai dari normal hingga tingkat bencana dan viscount bahkan sampai tingkat raja.


“Groarrrr” Suara monster terus menerus terdengar dan satu persatu monster monster kuat terus menerus bermunculan dan langsung menyerang setiap pemain yang ia lihat tak peduli itu anggota dari serikat koroya ataupun Shota mereka akan langsung menyerang dan memangsa mereka, lex yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut dan bertanya tanya bagaimana hal tersebut bisa terjadi padahal mereka sama sekali tak mengganggu satupun monster yang ada di dalam area tersebut. “Bodoh! Apa kau fikir para monster ini datang hanya karena kalian mengganggunya? Salah, dasar bodoh!” ucap Shota sambil tersenyum dan membunuh setiap monster yang mencoba untuk membunuh dirinya dan bahkan Shota sangat menikmati pertarungan tersebut.

__ADS_1


Lex yang melihat kalau Shota sangat menikmati pertarungan yang ia lakukan menjadi sangat terkejut di buatnya bahkan lex sendiri sampai berfikir Shota adalah orang yang tak waras, “Apa orang ini sudah gila? Kenapa sepertinya dirinya sangat menikmati pertarungan yang berat sebelah seperti ini? Sialan! Bagaimana caranya melawan orang gila seperti dirinya ini?” ucap lex dengan perasaan sedikit khawatir dan sedikit takut ketika melihat kalau Shota adalah seorang maniac petarung.


Sementara itu saat ini seluruh anggota dari serikat koroya tengah bertarung melawan para monster yang datang menyerang sambil secara perlahan mulai mendekati Shota dengan tujuan untuk membunuh dirinya, ketika mendekati Shota seluruh anggota tersebut langsung menyerang dirinya sambil secara perlahan menahan dan menghadapi setiap monster yang datang menyerang mereka. Shota yang melihat kedatangan dari anggota serikat pembunuh koroya yang berniat untuk membunuh dirinya dengan senyum lembut menyambut mereka dengan hangat yaitu dengan cara langsung membunuh mereka tanpa perlu membuat mereka sadar kalau hp mereka telah turun ke bawah angka 0, para anggota dari serikat pembunuh koroya yang melihat tingkah Shota langsung menjadi sedikit khawatir dan mulai takut untuk mendekati maniac petarung itu karena mereka belum mau kehilangan level dan beberapa item mereka.


“Ada apa? Kenapa kalian mundur? Cepatlah kemari dan lawanlah aku” ucap Shota sambil tersenyum di balik topengnya dan bertarung melawan para monster yang datang menyerang dirinya. Semua anggota dari serikat pembunuh koroya yang melihat kalau Shota dapat bertarung dengan imbang bahkan dapat menghabisi setiap monster yang datang menyerang dirinya dengan mudah padahal mereka memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dan besar di bandingkan Shota yang hanya seorang diri, “Apa yang kalian lamunkan dasar bodoh? Cepat serang dan bunuh orang itu” ucap lex dengan nada keras dan menatap seluruh anggotanya sambil terus menerus bertarung melawan monster yang jumlahnya terus bertambah bahkan saat ini dirinya tengah di pojokkan oleh kawanan monster yang semakin lama semakin banyak.


Setelah mendengar perkataan dan tatapan mata dari ketua mereka, mereka semua menjadi sangat kebingungan untuk memilih antara kabur atau bertarung pasalnya jika mereka kabur maka lex akan membunuh mereka tetapi jika mereka bertarung maka Shota yang akan menghabisi mereka semua. Mereka tak memiliki pilihan lain dan menjadi sangat kebingungan lalu dengan perasaan gunda sebagian dari mereka langsung memilih untuk bertarung dan sebagian lagi lebih memilih untuk kabur dan bertahan hidup daripada harus mati sia sia, “haa... lemah!” Shota dengan mudahnya langsung menghabisi setiap pk yang berada dalam ruang lingkup serangannya dan di saat yang bersamaan dirinya juga menghabisi setiap monster yang mencoba untuk membunuh dirinya.


Sementara itu lex yang saat ini menjadi bertambah kesal langsung menggunakan skil terkuat miliknya untuk menghabisi setiap monster yang mencoba untuk menghalangi jalannya untuk membunuh Shota, “haa....... terimalah serangan terkuatku. Tusukan tombak suci” ucap lex sambil berteriak dan menggunakan skil terkuat miliknya untuk menyerang Shota yaitu skil tusukan tombak suci.


Lex yang melihat kalau dirinya dapat menghancurkan topeng milik Shota bahkan sampai memberikannya damage langsung menjadi sangat bahagia dan bahkan langsung bersikap sombong, sementara itu seluruh anggota dari serikat pembunuh koroya yang melihat kalau ketua mereka berhasil menghancurkan topeng yang di kenakan oleh Shota bahkan sampai memberikan damage kepada dirinya langsung menjadi sangat senang bahkan semangat tarung mereka langsung bertambah. Sementara itu Shota yang melihat kalau topeng miliknya telah di hancurkan oleh lex hanya tersenyum dan langsung mengaktifkan skil cahaya miliknya dan dengan kecepatan cahaya dirinya langsung melesat ke arah lex, lex yang tak dapat melihat kecepatan dari pergerakan Shota hanya mengira kalau Shota kabur karena ketakutan tetapi ia tak sadar kalau sebenarnya Shota telah berada tepat di belakangnya.

__ADS_1


“Apa yang kau tertawakan? Apa kau fikir aku akan kabur setelah dirimu dapat menghancurkan topeng yang ku beli di pasar? Dasar bodoh! Lemah!” ucap Shota sambil tersenyum yang saat ini telah berada tepat di belakang lex. Lex yang mendengar suara Shota yang berasal dari belakangnya langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan wajahnya saat ini langsung berubah menjadi sangat pucat, sementara itu seluruh anggota dari serikat koroya yang masih tersisa menjadi sangat terkejut dan sama halnya dengan lex, wajah mereka semua langsung berubah menjadi sangat pucat dan seluruh tubuh mereka mulai di banjiri oleh keringat dingin.


Lex yang menyadari kalau Shota telah berada tepat di belakangnya dengan cepat langsung berbalik arah tetapi betapa terkejutnya dirinya ketika ia telah berbalik arah yang di lihatnya bukanlah Shota melainkan seekor monster ganas yang tengah berlari ke arahnya dengan niatan untuk membunuh dirinya, “apa yang kau lihat? Aku ada di sini!” ucap Shota yang saat ini telah berada di belakang lex lagi.


Shota terus menerus mempermainkan lex dengan cara muncul di belakang tubuh lex dan menakut nakuti dirinya dan langsung menghilang ketika lex mencoba untuk berbalik arah dan melihat Shota, sementara itu seluruh bawahan lex menjadi sangat sangat takut dan secara perlahan jumlah mereka langsung berkurang dengan sangat pesat karena terus menerus menerima serangan dari monster monster yang terus menerus bermunculan entah dari mana.


Shota yang melihat kalau jumlah anggota dari serikat pembunuh koroya terus menerus berkurang setiap menintnya hanya bisa tersenyum sambil terus menerus mempermainkan lex dan menghabisi setiap monster yang mencoba untuk membunuh dirinya, lex yang menjadi sangat kesal dan marah karena mengetahui kalau dirinya saat ini tengah di permainkan oleh Shota langsung menggunakan semua tehnik terkuat miliknya dan menyerang sekitarnya secara membabi buta dengan harapan dapat mengenai Shota.


“Bodoh! Apa yang tengah coba kau serang? Apa kau tengah mencoba untuk menyerang cahaya?” ucap Shota sambil terus tertawa dan mempermainkan lex selayaknya seekor tikus yang mencoba untuk sembuh dari racun ular.


“Sialan! Sialan! Sialan! Cepat tunjukan dirimu, jangan hanya bisa bersembunyi saja dasar pengecut! Tunjukan dirimu dasar sampah tak berguna yang hanya bisa bersembunyi di balik ketiak ibumu. Hahaha... lebih baik dirimu pulang saja dan minum susu lalu menangislah di pelukkan ibumu yang tak berguna dan yang telah mendidikmu secara sia sia.” Ucap lex sambil tertawa keras dan mencoba untuk menyulut emosi Shota.

__ADS_1


Emosi Shota langsung tersulut ketika mendengar perkataan dari lex dan bahkan saat ini dirinya telah menjadi sangat sangat marah besar karena lex telah berani untuk menghina orang yang paling berharga bagi dirinya yaitu ibunya, Shota yang saat ini telah benar benar menjadi sangat marah dengan secara perlahan mulai mendekati lex dan langsung membunuh apapun yang menghalanginya baik itu monster ataupun player lain. Sementara itu lex yang melihat kalau siasatnya telah berhasil dan Shota telah termakan umpan yang telah ia berikan langsung tertawa dengan sangat keras tanpa pernah tau kalau yang saat ini ada di hadapannya bukanlah manusia lagi melainkan seorang iblis sekaligus dewa kematian, Shota tak lagi banyak bicara ataupun banyak tingkah karena saat ini tujuannya hanya satu yaitu membunuh lex dan terus membunuhnya hingga dirinya berhenti untuk memainkan permainan the heaven.


“Hei! Tarik kata katamu dan segera bersujud dan memohon maaf, jika tidak akan ku buat dirimu menderita dan merasakan yang namanya neraka.” Ucap Shota sambil secara perlahan mulai mendekati lex sambil terus menerus menghabisi setiap monster dan pk yang ia lihat dan mencoba untuk menghalangi jalannya. Lex yang mendengar perkataan dari Shota hanya bisa tertawa dan tak memperdulikan apa yang di katakan oleh Shota karena baginya itu hanyalah sebuah lelucon, Shota menjadi bertambah marah bukan hanya karena tingkah dan perkataan dari lex tetapi karena banyaknya pemain dan monster yang mencoba untuk menghalangi jalannya. “Cih, keluarlah para penjaga gerbang, dark dragon. Habisi setiap musuh yang kalian lihat dan bakar habis area ini menjadi lautan api” ucap Shota sambil memanggil beberapa familiarnya dan memberikan mereka perintah untuk menghacurkan dan membakar habis apapun yang mereka lihat.


__ADS_2