
Ayato hanya terdiam ketika mendengar pertanyaan dari kakaknya itu bahkan ia hanya menundukkan kepalanya tetapi di sisi lain krak dev dengan cepat dan tanpa ragu langsung menjelaskan apa yang telah terjadi sebelumnya kepada Shota, "Hmm... begitu ya? maaf sudah bersikap kasar kepdamu! terimakasih karena telah membantu adikku sebelumnya! baiklah sekarang aku hanya perlu melakukan pembersihan besar-besaran, ne rina, apa dirimu bersama dengan serikatmu bisa mengurus mereka? tenang saja akan ada yang membantumu kok! keluarlah dark dragon, penjaga gerbang, ware heyna, raven, demon herder" ucap Shota sembari memanggil keluar beberapa familiarnya untuk membantu artemis mengalahkan kiabo bersama dengan bawahannya.
"Hahaha... tenang saja ! kau fikir tengah berbicara dengan siapa? mereka hanyalah serangga pengganggu, aku bisa dengan sekejap membunuh mereka semua! memangnya kenapa kau menanyakan hal itu? apa jangan-jangan kau ingin pergi ke markas mereka seorang diri?" ucap artemis.
Shota hanya tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari artemis lalu langsung menggunakan semua kartu kekuatan yang di miliki oleh ke-3 familiar miliknya itu, setelah mengaktifkan semua kartu kekuatan yang di miliki oleh ke-3 familiarnya itu mereka bertiga langsung menjadi op dan bahkan sebuah gerbang secara tiba-tiba muncul dan dari dalam gerbang aneh itu secara perlahan mulai keluar begitu banyak monster dengan beragam jenis level, "Jangan bodoh! bagaimana mungkin kau bisa melawan mereka semua seorang diri?" ucap artemis dengan nada tinggi.
Artemis tak menyadari kalau saat ini terdapat begitu banyak monster yang muncul dari dalam gerbang itu bahkan ia tak menyadari tentang kemunculan dari gerbang itu karena terlalu menghawatirkan Shota, "Fate-determining weapons bentuk pertama, death gun! sampai jumpa di dunia nyata adikku yang bodoh!" ucap Shota sembari tersenyum lalu secara perlahan mulai pergi menghilang dari sana dalam kegelapan malam.
Artemis tak bisa berkata-kata lagi ketika melihat kepergian kakaknya itu tetapi ia hanya bisa berdoa dan berharap agar Shota baik-baik saja, "Baiklah, semuanya persiapkan di...r..i.. eehhhhhh!!!! A-apa ini? kenapa bisa ada begitu banyak monster disini? kenapa kalian tak memberi tahuku kalau ada kawanan monster yang muncul dan kini telah mengepung kita semua?" ucap artemis dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut ketika melihat kalau di sekelilingnya telah terdapat begitu banyak monster bahkan dirinya kini langsung mengangkat busur miliknya untuk menghadapi mereka.
__ADS_1
"Tenang dulu kak, mereka semua muncul untuk membantu kita! mereka semua adalah monster yang di panggil oleh kak Shota, mereka ada di pihak kita jadi turunkan saja dulu senjatamu dan kewaspadaan mu itu karena mereka sama sekali tak berniat untuk melawan kita." ucap ayato sembari menjelaskan kepada artemis tentang monster-monster yang secara tiba-tiba muncul itu.
Artemis menjadi bertambah sangat terkejut dan bahkan menjadi sangat kebingungan dengan hal tersebut bahkan ia tak percaya jika tak melihatnya sendiri dan juga ia mulai bertanya-tanya di dalam hatinya tentang bagaimana Shota dapat memanggil semua monster-monster itu dan apakah masih ada hal lain yang di sembunyikan olehnya, "Dirimu pasti sekarang tengah bertanya-tanya tentang bagaimana kak Shota dapat memanggil semua monster ini kan? sebenarnya aku pun tak tau bagaimana caranya ia bisa memanggil monster-monster ini tetapi ini hanya sebagian kecil dari kemampuan miliknya yang ia perlihatkan kepada kita, ngomong-ngomong kenapa kau bisa tau kalau itu tadi adalah kak Shota ya kak rina? padahal penampilannya sangat berbeda" ucap ayato dengan perasaan bingung sembari menatap artemis.
"Jadi itu tadi beneran Shota ya? ku kira itu orang lain yang menggunakan penampilan yang mirip dengan dirinya lagian aku juga pasti bakal langsung tau kalau itu adalah dirinya karena namanya sudah ada dalam kontak pertemanan ku" ucap artemis. Ayato hanya bisa tertawa ketika mendengar perkataan dari kakaknya itu dan juga ia langsung pergi ke arah milia untuk menanyakan keadaanya, milia langsung tak percaya dan bahkan menjadi sangat terkejut ketika mendengar pertanyaan dari ayato bahkan ia sama sekali tak mengira kalau ayato akan menghawatirkan dirinya serta menyelamatkan nyawanya. "T-tak apa, aku baik-baik saja kok! t-terimakasih!" ucap milia dengan nada bicara yang terdengar lebih feminim dan anggun.
"Santai saja, aku hanya membalas budiku saja karena sebelumnya kamu telah membantuku" ucap ayato sembari tersenyum.
Sementara itu Artemis dan Krak Dev beserta semua orang yang ada di sana hanya bisa tersenyum lembut dan merasa sangat bahagia ketika mendengar dan melihat tingkah ayato, "Yosh!! baiklah, apa kalian semua telah siap untuk bertarung melawan serangga-serangga pengganggu itu? jika ia angkat senjata kalian dan mainkan irama melodi lagu peperangan!" ucap artemis dengan penuh semangat dan gembira.
__ADS_1
"Haa......." teriak semua orang dengan nada tinggi dan suara lantang yang menandakan kalau mereka semua setuju dengan keputusan ketua mereka yaitu artemis.
Mereka semua lalu secara perlahan mulai berjalan pergi ke arah di mana aliansi baja perak yang di pimpin oleh kiabo berada untuk segera mengalahkan dan menghancurkan mereka semua, saat di tengah-tengah perjalanan ayato mulai menjadi penasaran tentang bagaimana kakaknya bisa mengetahui kalau dirinya saat ini tengah berada di kerajaan mahevesta dan tengah berperang melawan seluruh serikat yang ada di kerajaan tersebut. "Hei kak, bagaimana caramu mengetahui kalau kami berada di kerajaan mahevesta bahkan sampai tau kalau diriku tengah berada di area tersebut? bukankah kami tak pernah memberitahukan mu tentang semua ini? dan juga bagaimana caranya dirimu bisa sampai kesini dengan begitu cepat? bukankah dari kerajaan saint ke kerajaan mahevesta membutuhkan waktu lebih dari satu minggu? lalu bagaimana caranya kalian bisa sampai ke sini?" ucap ayato dengan perasaan dan ekspresi wajah bingung.
"Ohh.. itu! kalau itu kami terpaksa harus membayar mahal untuk mengaktifkan sistem gerbang teleportasi untuk berpindah dari satu kerajaan ke kerajaan lainnya" ucap artemis dengan ekpresi wajah yang sedikit sedih karena semua uang milik serikatnya hampir saja habis hanya untuk melakukan hal tersebut.
Ayato menjadi sedikit terkejut sekaligus kasihan kepada kakaknya bahkan ia merasa sedikit bersalah karena ia tau betapa mahalnya harga untuk berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi yang lain terlebih lagi kali ini mereka membawa seluruh peralatan dan pasukan lengkap hanya untuk membantu dirinya seorang saja. "Ada apa? kenapa dirimu terlihat begitu sedih? apa jangan-jangan kamu merasa bersalah karena kami harus menghabiskan seluruh uang yang kami simpan di dalam serikat hanya untuk dapat datang kemari? hahaha... ku rasa tepat sasaran, dasar adikku yang bodoh! kami semua sudah sepakat untuk menggunakan semua uang itu dengan keinginan kami sendiri bukan demi dirimu ataupun orang lain" ucap artemis sambil tertawa keras.
"Begitu ya? tetapi bagaimana caranya kakak dapat mengetahui lokasi pasti diriku? bahkan bagaimana kakak bisa mengetahui kalau kami saat ini tengah kesulitan? apa mungkin kak Shota yang memberitahu kakak tentang hal ini?" ucap ayato dengan perasaan penuh penasaran.
__ADS_1
"Apa yang dirimu fikirkan itu setengahnya saja yang benar, tetapi setengahnya lagi kamu salah. memang benar kalau Shota lah yang memberitahukan lokasi pasti kalian ketika kami bertemu di depan gerbang teleportasi antar negara seakan-akan dirinya telah mengetahui kalau kami akan datang" ucap artemis dengan ekpresi wajah yang sedikit bingung tetapi juga di sisi lain ia juga merasa sangat senang karena di sambut oleh kakaknya.