
Shota yang saat ini telah berada di dalam Dungeon Run mode neraka dengan monster berlevel 20-79 dan jalan yang berlika-liku dengan jebakan dimana-mana, "Haa ... Sudah berapa lama aku tak berkunjung ke sini lagi? Rasanya seperti nostalgia!" ucap Shota sambil tersenyum dan melihat sekelilingnya.
Shota saat ini sedang berjalan dengan santainya di dalam Dungeon Run dan langsung menuju tempat bos monster dari dungeon run berada. Pada awalnya Shota hanya bertemu dengan satu hingga 3 ekor Monster level 30 yang tak membuatnya kesulitan bahkan tak dapat menghentikan langkahnya.
Semakin dalam Shota memasuki Dungeon Run semakin banyak pula monster yang menghadang jalannya yang membuat Shota sedikit jengkel. Shota yang saat ini merasa sangat kesal langsung menghabisi semua monster yang menghadang jalannya .
"Ahh! Membosankan! Apakah tidak ada monster yang dapat membuatku merasa sedikit ketakutan ataupun monster yang dapat bertarung melawan ku secara imbang?? " ucap Shota sambil terus berjalan mendekati ruangan bos.
Shota yang saat ini telah merasa sangat bosan terus berjalan dan dia teringat bahwa ia telah membeli yu (rokok) saat dirinya berada di kota Harvest.
"Fate-Determining Weapon bentuk ke-empat Death Rain" Shota lalu langsung mengubah bentuk senjatanya yang sebelumnya memiliki bentuk sepasang sayap malaikat dan iblis dan sembilan ekor serta sebuah topeng rubah menjadi ratusan hingga ribuan belati yang jumlahnya bisa disesuaikan sesuka hati olehnya, yang saat ini berterbangan mengelilingi dirinya.
Shota lalu membuka investorynya dan langsung mengambil sebungkus rokok yang ada di dalam investorynya. Setelah itu Shota mengambil sebatang dan langsung menghisap rokok tersebut sambil terus mengontrol senjatanya agar menyerang musuh yang mendekatinya.
Disaat Shota berniat untuk menghidupkan rokonya sebuah serangan dengan kecepatan tinggi yang berasal entah dari mana tengah melesat kearahnya. Shota yang mengetahui tentang serangan tersebut langsung menggunakan belatinya untuk menangkis serangan tersebut. "Duar" Suara dan sebuah ledakan muncul ketika serangan itu menyentuh belati miliknya.
__ADS_1
Serangan tersebut merupakan sebuah sihir berlemen api yang akan meledak ketika menyentuh targetnya. Setelah serangan pertama tersebut dilancarkan dan mengira jika monster yang menyerangnya telah berlari dan tak akan menyerangnya lagi, Shota dengan santai berniat untuk melanjutkan perjalanan.
Tetapi perkiraan Shota salah, monster tersebut malah menyerang dirinya. Tetapi kali ini monster tersebut tak sendirian melainkan berjumlah sekitar tujuh puluh ekor yang terus menerus menyerang Shota.
Shota yang melihat hal tersebut hanya tersenyum sambil terus menghisap rokonya secara perlahan karena serangan dari sihir tersebut tak dapat menggenai dirinya bahkan tak bisa untuk menghentikan langkahnya.
PENYIHIR GOBLIN (TINGKAT BENCANA)
HP : 32879/32879
LEVEL : 39
NIGHT ORC (TINGKAT BENCANA)
HP : 47903/47903
__ADS_1
MP : 1000/1000
LEVEL : 42
"Hmm ... Menarik! Semoga saja kalian bisa menghiburku" ucap Shota sambil tersenyum dan terus-menerus menangkis serangan dari PENYIHIR GOBLIN. Penyihir Goblin itu terus-menerus menembaki Shota sementara orc malam berjaga dan melindungi Penyihir Goblin.
Shota hanya tersenyum sambil terus berjalan mendekati monster monster itu dan secara perlahan menghisap rokoknya sambil terus menangkis serangan dari Penyihir Goblin. "Haa ... Membosankan! Apakah hanya segini saja kekuatan kalian? Sangat mengecewakan!" ucap Shota sambil tersenyum dan terus mendekati semua Orc Malam dan Penyihir Goblin.
Disaat Shota telah berjarak 7 meter jauhnya dari Penyihir Goblin dan Orc Malam. Penyihir Goblin itu langsung berhenti melancarkan serangan terhadap Shota dan langsung membaca mantra lain. "Haa ... Ada apa? Kenapa kalian berhenti menyerangku? Ohh ... Sepertinya kalian memiliki kecerdasan ya? Menarik!" ucap Shota sambil terus-menerus mendekati monster monster itu secara perlahan.
Disaat semua Penyihir Goblin itu selesai membaca mantra mereka langsung mengangkat tongkat mereka dan sambil mengeluarkan sebuah cahaya berwarna hijau sambil mengarahkanya kesemua Orc Malam. Shota sedikit penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Penyihir Malam dan terus memperhatikan tingkah dan semua yang dilakukan oleh Penyihir Malam. Penyihir Malam itu tak hanya menyelimuti semua Orc Malam dengan cahaya berwarna hijau tetapi sesaat setelah mereka memberikan Orc Malam cahaya berwarna hijau mereka langsung membaca mantra dan langsung membuat Orc Malam mengeluarkan sebuah cahaya berwarna hijau, merah dan biru.
"Hmm ... Apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan? Jika sudah selesai silahkan bangunkan aku" ucap Shota dan langsung berbaring dan tidur. Setelah semua Penyihir Goblin itu selesai memberikan buff kepada semua Orc Malam, semua penampilan Orc malam itu menjadi sangat berubah dan bahkan tubuh mereka sekarang bertambah besar sebesar sebuah mobil truck. Sementara itu di sisi lain Shota masih tetap berbaring di lantai dungeon run dan tak memperdulikan semua monster itu bahkan Shota sendiri tak berniat untuk melihat mereka.
Setelah semua Penyihir Goblin selesai memberikan buff kepada semua Orc Malam, mereka dengan cepat langsung berlari menjauh dan mundur sejauh 30 meter dan mulai merapalkan mantra untuk menyerang Shota. Sementara itu semua Orc Malam yang telah diberikan buff oleh Penyihir Goblin dengan cepat langsung berlari ke arah Shota dan menyerangnya dan di saat yang bersamaan setiap kali Penyihir Goblin selesai membaca mantra mereka langsung menembakan bola dan panah api.
__ADS_1