The Heaven

The Heaven
S2. CH 130. DEWA KEMATIAN DAN RATU SUMMONERS


__ADS_3

Setelah 1 menit berlalu akhirnya seluruh bongkahan es itu secara perlahan mulai retak dan hancur menjadi sebuah butiran-butiran es yang mengambang di udara yang terlihat begitu indah dan menyejukkan tetapi di saat yang bersamaan ketika bongkahan es itu hancur seluruh tubuh mael juga ikut hancur menjadi pecahan cahaya berwarna merah menyala karena hp milik mael yang telah mencapai angka 0. Akibat dari dampak pertarungan yang di lakukan oleh mael dan Shota seluruh area yang sebelumnya di penuhi oleh pepohonan mati dan bongkahan batu yang sangat banyak sekarang secara tiba-tiba langsung menjadi sebuah tanah tak bertuah di mana tak ada satupun tanda-tanda kehidupan ataupun adanya sebuah pepohonan dan yang tersisa kini hanyalah sebuah hamparan lahan luas tanpa adanya satupun kehidupan.


"Haaa.... benar-benar pertarungan yang merepotkan! tapi aku tak mengira jika pertarungan yang kami lakukan dapat berdampak sebesar ini pada seluruh area pertarungan kami. Haa sudahlah! baiklah, sekarang hanya tinggal tersisa satu hal lagi yang harus di selesaikan dan semoga saja aku masih sempat karena aku tak yakin jika naga kecil itu akan dapat mengalahkan kedua orang itu" ucap Shota lalu dengan kecepatan tinggi langsung terbang ke arah ayato dan krak dev.


Sementara itu di sisi lain di saat yang bersamaan di saat jamal tengah bersiap-siap untuk menghadapi Shota dan krak dev secara tiba-tiba terdengar suara teriakan dari atas langit, semua orang yang melihat hal tersebut langsung menjadi sangat terkejut dan mencari arah asal sumber dari suara teriakan tersebut lalu ketika mereka melihat ke atas mereka di kejutkan oleh kemunculan dari milia yang jatuh dari langit dan menghantam tubuh jamal. "Eh! Ehhh!!!! A-apa itu?" ucap krak dev dengan perasaan bingung dan terkejut.


"Entahlah? mungkin hanya sebuah keajaiban! atau mungkin hanya seorang malaikat jatuh yang datang untuk mengambil nyawa kita" ucap ayato sambil tertawa.


"Jangan membuat candaan yang mengerikan seperti itu dasar bodoh! bagaimana jika semua yang dirimu katakan itu benar-benar menjadi kenyataan?" ucap krak dev dengan perasaan takut dan marah.


"Hahahaha... maaf-maaf aku hanya bercanda!jangan marah nanti cepat tua lo" ucap ayato sembari sedikit membuat sebuah candaan.

__ADS_1


"Hei, ngomong-ngomong apakah orang itu masih hidup ya setelah tertimpa oleh sesuatu yang sangat berat seperti itu?" ucap krak dev dengan perasaan bingung dan penasaran sembari menatap ayato.


"Entahlah? kenapa tidak dirimu lihat sendiri saja untuk memastikannya?" ucap ayato.


"Hmm... benar juga ya? akan ku lihat sebentar, apa kau bodoh ya? apa kau ingin membunuhku? bagaimana jika orang itu masih hidup dan yang jatuh itu bukanlah seorang pemain melainkan seorang monster? jangan bercanda!" ucap krak dev dengan perasaan kesal.


"Haa... salah lagi! lebih baik aku diam sajalah" ucap ayato sambil menghela nafas dalam dan memasang ekspresi datar.


Ayato dan Krak Dev seketika itu juga langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau orang yang ada di hadapannya saat ini adalah temannya jamal yaitu milia, wajah krak dev dan ayato langsung berubah menjadi sangat pucat bahkan seluruh tubuh mereka secara perlahan mulai di banjiri oleh keringat dingin. "Tu kan perkataanmu jadi kenyataan! makanya kalau bercanda jangan suka keterlaluan, sekarang bagaimana?" ucap krak dev sambil menatap ayato dengan perasaan kesal.


"Entahlah? yang jelas aku tak terlalu peduli lagi. aku mau tidur dulu kalau begitu, silahkan dirimu sambut dulu tamu kita yang istimewa ini" ucap ayato sembari berniat untuk tidur.

__ADS_1


"Apa kau sudah benar-benar gila ya? apa kau benar-benar ingin mati?" ucap krak dev.


"Mati ya? menarik! ku rasa pantas untuk di coba karena bagiku hidup dan mati itu tak ada bedanya sama sekali. lagian jikapun kita berdua mati kita palingan akan di hidupkan dan di transfer kembali ke kota awal dan mendapatkan hukuman jadi untuk apa harus takut mati di dunia ini" ucap ayato sembari menutup kedua matanya.


Krak Dev langsung terdiam seketika mendengar perkataan dari ayato bahkan ia tak bisa lagi berkata-kata di buatnya dan hanya bisa berdiri dann menatap ayato saja, sementara itu di sisi lain milia secara perlahan mulai mendekati ayato dan krak dev dan ketika telah berada di hadapan mereka berdua, "Oh! ternyata kalian berdua ya? ternyata kalian masih hidup? di mana orang bodoh itu? apa kalian telah berhasil mengalahkannya? kalau ia aku ucapkan selamat! ngomong-ngomong apa kalian sebelumnya melihat orang yang telah berani menyerangku dari belakang dan merusak penampilan ku yang indah ini?" ucap milia sembari memasang pose cantik.


Ayato dan Krak Dev langsung terdiam dan terlpelongo ketika mendengar perkataan dari milia pasalnya mereka berdua mengira kalau milia pasti akan menyerang dan membunuh mereka berdua seketika melihat diri mereka tetapi yang terjadi malah sangat jauh dari perkiraan mereka, "Ada apa? kenapa kalian diam? hahaha... tenang saja kok, kakak tak akan membunuh ataupun melukai kalian. jadi tak perlu setakut itu kepadaku" ucap milia sambil memperlihatkan sebuah senyuman manis dan lembut tetapi memiliki hasrat dan niat membunuh yang sangat kuat sembari mengusap pipinya krak dev.


Seketika itu juga wajah krak dev langsung berubah waran menjadi sangat merah karena tersipu malu bahkan saat ini ia berbicara seperti orang gagap, "A-anu! a-aku tak t-tau siapa yang menyerangmu dari belakang! tapi yang ku tau dia adalah seorang wanita" ucap krak dev sembari mengatakan semua hal yang ia tau.


"Ohh.. seperti itu ya? terimakasih. Hmm.. menarik! ternyata dia bisa mengalahkan mael ya? sepertinya aku menemukan sesuatu yang lumayan menarik" ucap milia sembari tersenyum dan sedikit terkejut ketika mengetahui kalau mahluk panggilannya telah di kalahkan oleh seseorang.

__ADS_1


__ADS_2