
“Haa.... merepotkan! Hei, tenanglah sebentar. Aku baik baik saja dan tak perlu sekhawatir itu padaku ataupun menghawatirkan tentang hal hal lain yang tak berguna. Lebih baik dirimu istirahat saja dahulu dengan tenang tanpa perlu memperdulikan apapun karena mereka saat ini tengah membereskan monster monster yang merepotkan ini” ucap Shota sambil berbaring di tanah dan menatap langit yang sudah hampir malam. Tsukuyomi menjadi sedikit terkejut sekaligus menjadi sangat heran dengan sikap Shota sekaligus menjadi sedikit kebingungan dengan perkataan Shota dan juga ia berfikir tentang bagaimana caranya Shota bisa sangat percaya pada familiarnya dan apakah familiar miliknya itu sekuat ap yang di katakan oleh Shota, “bagiama caranya dirimu bisa setenang ini? Bukankah dirimu sendiri tadi yang bilang kalau kita tak waspada kita bisa saja mati kapapanpun? Lalu kenapa dirimu bersikap seperti acuh tak acuh?” ucap tsukuyomi dengan perasaan bingung.
Shota hanya diam dan tak memperdulikan perkataan dari tsukuyomi dan di saat yang bersamaan dirinya langsung berpura pura tidur dan juga Shota sangat paham dengan kondisi mereka saat ini lebih dari siapapun karena dirinya sudah sering mengalami hal seperti ini dan bahkan hal yang jauh lebih mengerikan dari apa yang mereka alami saat ini, tsukuyomi langsung menjadi sangat kesal ketika melihat kalau Shota telah tertidur dengan pulas dan mengabaikan pertanyaannya tetapi ia tak bisa melakukan apapun dan hanya bisa percaya dengan apa yang di katakan oleh Shota tetapi tetap saja dirinya tak bisa istirahat dengan tenang ataupun tidur dengan nyenyak seperti Shota apalagi saat ini mereka berada di tengah tengah gerumunan monster ganas.
__ADS_1
Setelah beberapa jam berlalu dan hari telah berganti menjadi malam, akhirnya Shota terbangun tetapi hampir seluruh tubuhnya telah di tutupi oleh aura berwarna hitam pekat dan semakin lama status dan atribut miliknya terus bertambah setiap detiknya. Sementara itu tsukuyomi langsung menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sedikit ketakutan seketika melihat Shota yang saat ini hampir seluruh tubuhnya telah di tutupi oleh aura berwarna hitam pekat dan langsung menanyakan apa yang terjadi pada dirinya, “tenang lah, aku tak apa apa dan tak perlu setakut itu padaku. Ini adalah efek dari skil yang ku miliki dan aura hitam ini sebenarnya aku pun tak tau aura apa sebenarnya ini tetapi yang jelas aku akan terus bertambah kuat setiap detiknya” ucap Shota sambil memasukkan 9 buah kartu kekuatan ke dalam slot yang ada di pedangnya untuk meningkatkan kekuatan tempur miliknya dan di saat yang bersamaan juga langsung mengaktifkan seluruh skil yang ia miliki dengan tujuan untuk langsung menghabisi seluruh monster yang masih tersisa.
“Finnal attack the devil’s gate, finnal attack blezing, finnal attack black ball, finnal attack devils spears, finnal attack blood claws, finnal attack flame lotus, finnal attack ice spirit, finnal attack realise, finnal attack koto amigami” seketika setelah kartu kekuatan yang di masukkan ke dalam slot yang ada di dalam senjata yang saat ini tengah di genggam oleh Shota, seketika itu juga langsung terdengar nama dari tehnik yang akan di keluarkan dari masing masing ke 7 pangeran neraka.
__ADS_1
Setelah mengaktifkan ke 9 kartu kekuatan dari masing masing milik ke 7 pangeran nerakan dan milik ware heyna dan pengembala iblis, di saat yang bersamaan Shota juga langsung mengaktifkan seluruh skil yang ia miliki tetapi kali ini kekuatan daya hancur dan daya rusak dari seluruh skil miliknya bertambah drastis setiap detik dan setiap kali di gunakan dan bahkan sampai di luar nalar akibat dari efek skil darkness miliknya. Suara ledakan dan bahkan beberapa meteor terus menerus berjatuhan dan terdengar bahkan suara teriakan kematian dan kemaran dari setiap monster yang telah mati terus menerus terdengar, rentetan pemberitahuan tentang masuknya exp dan kenaikan level terus menerus muncul di layar tsukuyomi dan Shota tetapi ada satu hal yang sedikit membuat Shota merasa sedikit kesal yaitu adalah karena dirinya hanya naik 2 level setelah membunuh begitu banyak monster karena di butuhkan exp yang begitu banyak dan bahkan dapat di katakan gila hanya untuk menaikan satu levelnya saja sedangkan tsukuyomi telah naik sebanyak kurang lebih sekitar 10 level.
“Haa... baiklah, tak apa jika dirimu mau membantuku, tapi tidur dan istirahatlah sebentar dan setelah itu silahkan saja jika dirimu mau bertarung dan membantuku” ucap Shota sambil tersenyum dan mengelus kepala tsukuyomi lalu mengajaknya duduk dan secara perlahan mulai menaruhkan kepala tsukuyomi di paha Shota untuk di jadikan bantal oleh tsukuyomi agar dirinya dapat tidur dengan nyenyak dan di saat yang bersamaan Shota langsung mengubah fate-determining weapon ke bentuk ke 4 yaitu death rain untuk menyerang musuh dari kejauhan dan melindungi tsukuyomi serta membuat sebuah tempat yang kedap suara.
__ADS_1
Setelah selesai membuat sebuah ruangan yang kedap suara dan membuat tsukuyomi tertidur, Shota sambil tersenyum terus menerus mengelus kepala tsukuyomi agar ia tetap dapat terus tidur dengan nyenyak dan di saat yang bersamaan Shota langsung menghujani seluruh monster yang ada di luar secara membabi buta karena ia tau selama dirinya masih memiliki sisa mana maka mau separah apapun luka yang di terima oleh familiarnya, familiarnya itu akan langsung beregenerasi. Setelah beberapa jam berlalu dan saat ini hanya sekitar 10 menit lagi sebelum tengah malam, tsukuyomi terbangun dan langsung menatap Shota yang saat ini tengah mengelus ngelus kepalanya, “ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu? Tak apa, tidurlah saja dengan nyenyak dan tak perlu menghawatirkan apapun” ucap Shota sambil tersenyum dan terus menerus mengelus kepala tsukuyomi.
Ketika mendengar perkataan dari Shota, tsukuyomi kembali tenang dan secara perlahan langsung tertidur kembali dengan perasaan gembira dan nyaman serta tenang karena berada di dekat Shota. Sementara itu Shota menjadi sedikit terkejut seketika mengetahui kalau salah satu familiarnya telah di kalahkan oleh sesuatu dan saat ini tengah beregenerasi, “menarik” ucap Shota sambil tersenyum dan berniat untuk sedikit membuka ruangan yang ia ciptakan menggunakan belayi miliknya saat ini untuk melihat siapakah yang telah mengalahkan familiarnya itu tetapi karena ia teringat tentang tsukuyomi, Shota langsung mengurungkan niatnya dan langsung menggunakan skil evolution untuk membuat familiarnya berevolusi dan di saat yang bersamaan dirinya juga langsung mengaktifkan seluruh skil yang ia miliki.
__ADS_1