The Heaven

The Heaven
S2. CH 103. DI MULAINYA PEPERANGAN 2


__ADS_3

"Hei. cepat atur semua bawahanmu itu jika kau tak ingin mereka semua di habisi oleh Shota. ku doakan semoga dirimu beruntung" ucap ayato sambil mundur secara perlahan bersamaan dengan seluruh anggota serikatnya.


Krak Dev langsung menjadi sangat terkejut saat mendengar peringatan dari ayato lalu dengan cepat dirinya langsung mencoba untuk menghentikan dan memperingatkan seluruh bawahannya itu termasuk wakil kaptenya sendiri agar segera mundur jika tidak mereka pasti akan langsung di habisi oleh dewa kematian. Seketika itu juga semua orang yang ada di sana langsung menjadi berhenti berperang dan suasana yang sebelumnya sangat ricuh langsung menjadi sangat tenang seketika mendengar nama dewa kematian bahkan sedikitpun tak ada suara apapun, "Are? apa yang terjadi? kenapa mereka semua langsung terdiam dan berhenti bergerak?" ucap ayato dengan perasaan bingung seketika melihat kejadian tersebut.


Bukan hanya ayato saja yang menjadi terkejut ketika melihat kejadian itu tetapi krak dev sendiri juga langsung menjadi sangat terkejut dan kebingungan ketika melihat kejadian aneh itu, seluruh pemain kecuali orang-orang yang tak ikut berperang semuanya langsung terdiam dan tak bergerak sedikitpun seolah olah menjadi sebuah patung. Tak lama setelah semua orang yang tengah berperang itu yang tak lagi dapat bergerak dan membeku seperti patung secara perlahan seluruh tubuh dari anggota serikat king of fire langsung membeku dan yang lebih anehnya lagi hanya seluruh anggota serikat king of fire yang tak mematuhi perintah dari ketua mereka saja yang membeku dan yang lainya tak terjadi apapun bahkan merasa kedinginan pun tidak.


Sesaat setelah seluruh tubuh mereka membeku menjadi bongkahan es murni yang dingin, secara tiba tiba seluruh tubuh mereka langsung retak dan akhirnya langsung hancur menjadi butiran debu. Semua orang yang melihat kejadian aneh tersebut langsung menjadi sangat terkejut bahkan menjadi sangat ketakutan dan tak bisa berkata kata selain kaki mereka yang tak bisa bergerak sedikitpun dan hanya bisa menatap kejadian tersebut dengan perasaan takut dan kaki yang gemetaran serta keringat dingin yang keluar dari seluruh tubuh mereka.


BEBERAPA MENIT YANG LALU DI DALAM MARKAS / VILLA SERIKAT PITA PUTIH.


"Hei mendekatlah kemari dan lihat lah sendiri apakah perkataanku ini dapat di percaya atau tidak!" ucap Shota sambil menyuruh vilia untuk melihat ke luar jendela untuk memastikan sendiri perkataannya itu.


Vilia pada awalnya merasa sangat ragu dan takut serta khawatir ketika mendengar perkataan dari Shota dan berfikir kalau Shota hanya menjebak dirinya dan akan langsung membunuh dirinya saat dirinya merasa lengah tetapi di sisi lain dirinya juga menjadi sangat penasaran sekaligus ingin memastikan sendiri apakah yang di katakan oleh Shota itu adalah kebenaran ataukah hanya kebohongan belaka yang ia atur agar dirinya merasa lengah.


"Haa.... merepotkan! jika aku ingin membunuh mu pasti sudah ku lakukan sejak tadi tetapi sampai sekarang aku tak melakukan hal itu karena aku tak memiliki sedikitpun niatan untuk melukai ataupun membunuh dirimu. lagian sangat mudah bagiku untuk membunuh mu, seperti ini contohnya" ucap Shota yang secara tiba tiba telah berada tepat di hadapan vilia dan tengah menodongkan belati miliknya di leher vilia.

__ADS_1


Shota menggunakan kecepatan cahaya untuk dapat bergerak secepat cahaya ke arah vilia bahkan sampai tak di sadari oleh vilia itu sendiri kalau dirinya telah berada tepat di hadapannya. Sementara itu vilia langsung menjadi terkejut dan langsung meneteskan keringat dingin ketika melihat sedikit kemapuan yang di perlihatkan oleh Shota bahkan tanpa di sadari olehnya seluruh tubuh miliknya itu langsung gemetaran dan meneteskan keringat dingin di sekujur tubuhnya lalu hanya bisa berdiri menatap Shota dengan perasaan yang di penuhi oleh perasaan takut.


"Hahaha.. santai saja, aku hanya bercanda kok" ucap Shota sambil tertawa dan langsung menyimpan kembali belati miliknya itu.


Vilia langsung menatap Shota dengan perasaan takut dan bahkan saat ini kakinya masih saja gemetaran karena ulah Shota, "Apa kau sudah gila ya? bercandamu tak lucu" ucap vilia dengan perasaan kesal dan marah.


Shota langsung tertawa keras ketika mendengar perkataan dan tingkah lucu yang di keluarkan oleh vilia dan dirinya pun langsung meminta maaf sambil menyuruh vilia untuk segera mengambil keputusan. "Baiklah aku akan menyerah tanpa perlawanan tetapi sebelum itu aku ingin agar dirimu membuktikan semua perkataanmu sebelumnya dan aku memiliki satu persyaratan lain" ucap vilia sambil menatap Shota.


"Hahaha.... menarik! baiklah aku akan memenuhi persyaratan mu itu jika aku bisa tetapi sekarang coba lihatlah keluar jendela untuk memastikan sendiri apakah perkataanku sebelumnya hanyalah sebuah kebohongan atau bukan" ucap Shota sambil mempersilahkan vilia untuk melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri.


"Apa maksudmu?" ucap Shota dengan perasaan bingung dan langsung pergi mendekati jendela dan melihat ke arah luar jendela. Shota langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat hal tersebut yang sangat jauh di luar perkiraannya bahkan ia sendiri tak pernah berfikir kalau hal itu akan terjadi, "Sialan! apa yang sebenarnya tengah di fikirkan oleh mereka?" ucap Shota dengan perasaan kesal dan marah.


Shota dengan perasaan kesal tanpa pikir panjang langsung menarik sebuah kartu kemampuan miliknya dan tanpa basa basi langsung mengaktifkan kartu kemampuan tersebut. "FINALL ATTACK. TIME FREZE" Sesaat setelah Shota mengaktifkan kartu kekuatan itu, seketika itu juga dirinya dengan cepat langsung membekukan pergerakan dari semua pemain yang tengah bertarung dan saling membunuh.


"Dasar bodoh! element es, freezing" ucap Shota dan langsung membekukan semua orang yang tak mematuhi perintah darinya.

__ADS_1


Shota tanpa belas kasihan dan tanpa pandang bulu langsung membekukan seluruh pemain yang tak mematuhi perkataan darinya bahkan Shota tak segan segan untuk langsung menghabisi seluruh pemain tersebut. Sementara itu vilia yang melihat tindakan sadis Shota dan melihat kekuatan yang ia keluarkan langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan ia tak percaya dengan apa yang saat ini tengah di lihat olehnya itu, tatapan dingin dan mata yang sangat tajam serta aura mengerikan yang di pancarkan keluar oleh Shota semakin membuat vilia menjadi sangat ketakutan tetapi di sisi lain dirinya juga menjadi sangat kebingungan.


"A-apa yang kau lakukan? b-bukankah mereka semua adalah anggota teammu? siapa kau sebenarnya dan apa apaan dengan kemampuanmu itu? lalu kenapa mereka menyebutmu dengan sebutan dewa kematian?" ucap vilia sambil sedikit menjauh dari Shota karena takut.


"Haa... merepotkan saja! haa...sebenarnya aku sangat benci dengan julukan itu. maaf perkenalkan nama saya Shota. dan kalau boleh saya tau siapakah nama nona?" ucap Shota sambil memberikan salam hormat kepada vilia.


"N-namaku vilia! kenapa kau datang kemari?apa sebenarnya tujuanmu? c-cepat jawab pertanyaan ku" ucap vilia sambil mengarahkan senjatanya ke arah Shota karena ia menganggap kalau Shota adalah orang yang sangat berbahaya. Shota hanya bisa tersenyum seketika mendengar perkataan dan melihat tingkah vilia dan dengan nada lembut Shota langsung mencoba untuk menenangkan vilia agar ia tak perlu setakut itu pada dirinya karena tujuannya datang hanyalah murni untuk membantu vilia tanpa menginginkan apapun dan juga Shota langsung menyuruh vilia agar segera memberikan keputusannya karena waktu yang di berikan oleh Shota hanya tersisa 2 menit saja.


Karena takut vilia langsung menyetujui pertanyaan dari Shota sebelumnya dan lebih memilih menyerah daripada melakukan hal yang sia sia karena mau bagaimanapun juga mereka tak akan pernah bisa menang melawan monster seperti Shota, "Terimakasih atas keputusan bijak yang anda buat nona vilia dan kalau boleh saya tau persyaratan apa yang sebelumnya nona inginkan untuk menyetujui perkataan dari saya sebelumnya?" ucap Shota dengan nada lembut sambil memberikan hormat kepada vilia.


"Eh?" Vilia langsung terkejut ketika mendengar perkataan dan sikap Shota yang begitu sopan dan hormat kepada dirinya padahal mereka sedikitpun saja tak pernah bertemu apalagi saling mengenal sebelumnya. "Ada apa? kenapa dirimu menatapku dengan tatapan aneh seperti itu?jangan bilang kalau dirimu saat ini telah terpesona dan jatuh cinta pada ketampanan ku?" ucap Shota sambil sedikit menggoda vilia.


"Jangan bercanda! m-mana mungkin aku s-suka pada monster sepertimu. yang ingin ku katakan sebelumnya adalah aku hanya ingin bergabung dengan aliansi kalian untuk meningkatkan reputasi serikat milikku" ucap vilia dengan suara dan nada serta sikap yang malu malu.


Shota hanya bisa tersenyum ketika melihat tingkah vilia dan secara perlahan langsung keluar lalu seketika itu juga langsung memberikan sinyal atau kode kepada adiknya itu untuk segera mundur karena mereka telah berhasil mengalahkan serikat pita putih, "Baiklah, aku setuju dengan persyaratan mu. mulai sekarang serikat pita putih akan menjalin aliansi dengan serikat night star. aku akan kembali lagi, jaga dirimu baik baik. sampai jumpa lagi nona" ucap Shota yang secara perlahan mulai menghilang dari pandangan vilia.

__ADS_1


__ADS_2