
"Hei, sampai kapan kalian akan bermain? jika kalian ingin saling membunuh coba lah untuk bertarung lebih serius sedikit napa? aku bosan melihat pertarungan kalian yang terlihat seperti seorang anak kecil ini, tak ada menarik dan seru-serunya sama sekali walau hanya sedikit" ucap krak dev dengan ekpresi polos tak berdosa setelah mengatakan hal tersebut dan hanya menatap ayato dan jamal.
Ayato dan Jamal seketika itu juga langsung berhenti bertarung seketika mendengar perkataan dari krak dev dan langsung menoleh ke arah krak dev dan tanpa basa-basi mereka berdua langsung meninju wajah krak dev yang membuat dirinya terpentalkan cukup jauh. "Berisik, bodoh!" ucap jamal dan ayato secara bersamaan.
Sementara itu krak dev yang terpentalkan oleh hantaman kepalan tangan ayato dan jamal langsung menghantam dan bahkan sampai membuat beberapa pohon yang terhantam oleh tubuhnya itu tumbang bahkan hp miliknya langsung berkurang lebih dari setengahnya akibat serangan ayato dan jamal itu yang kesal karena perkataan dan tingkah jamal. Krak Dev yang terkena hantaman gepalan tangan dari ayato dan jamal hanya bisa terkapar dan tak mau bangun lagi karena ia takut jika ia bangun ayato dan jamal akan menghajarnya lagi karena jika itu terjadi secara otomatis ia pasti akan langsung ko tetapi ia juga yakin kalau ayato tak bakal melakukan hal itu pada dirinya karena dirinya adalah temannya ayato tetapi tetap saja ia tak mau berdiri baik itu karena malas ataupun takut.
Jamal yang melihat kalau krak dev saat ini tengah terkapar dan tergeletak tak berdaya di atas tanah dengan kecepatan tinggi langsung bergegas berlari ke arah krak dev sambil membawa sabit miliknya dan ketika ia telah berada tepat di hadapan krak dev, jamal tanpa fikir panjang dan belas kasih langsung mengangkat sabit miliknya lalu mengayunkannya ke arah krak dev yang saat itu tengah tergeletak di tanah dengan tujuan untuk membunuh krak dev. "Ting!!" Sesaat sebelum sabit milik jamal menembus tubuh krak dev, ayato dengan cepat dan cekatan langsung menahan sabit milik jamal itu dan bahkan ia langsung mencoba untuk menerjang tubuh jamal agar jamal menjadi jauh dan tak bisa menyerang krak dev lagi.
__ADS_1
"Ingin membunuhnya? tak semudah itu! aku tak akan membiarkan dirimu bertindak lebih jauh dari ini karena kami akan.... kabur...." ucap ayato dan langsung menyeret tubuh krak dev untuk ikut kabur bersamanya karena ia tau jika ia terus berada di sana mereka berdua hanya akan memberikan nyawa mereka secara sia-sia.
"Cih! sialan! menyebalkan! sialan! menyebalkan! sialan! kenapa? kenapa kalian selalu saja kabur dan lari? kenapa kalian tidak diam dan mati saja dengan tenang? dengan begitu aku tak akan serepot ini! tarian kematian!" ucap jamal dengan perasaan kesal dan marah lalu langsung menggunakan salah satu kemampuan spesial miliknya.
Tarian kematian adalah sebuah kemampuan spesial yang hanya di miliki oleh jamal di mana dengan kemampuan itu ia dapat bergerak dengan sangat indah dan anggun seolah-olah tengah menari sembari membunuh targetnya. Kemampuan tarian kematian dapat meningkatkan kecepatan dan kekuatan dari pengguna skil yaitu jamal tetapi kengerian dari skil ini bukan hanya sebatas itu saja tetapi semakin banyak yang ia bunuh semakin kuat pula dirinya dan hpnya yang sebelumnya berkurang akan kembali pulih secara perlahan sesuai dengan berapa banyak orang yang telah ia bunuh terlebih lagi dengan menggunakan kemampuan ini ia tak akan mendapatkan hukuman penalti karena telah membunuh pemain lain atau dengan kata lain ia tak akan di cap sebagai pk oleh sistem.
Sementara itu beberapa saat yang lalu di sekitar area dana berkabung dengan monster berkisaran antara level 100 ke atas ada seorang wanita cantik yang saat ini tengah membasuh tubuhnya dan berendam di danau tersebut, "Sialan! lihat saja jika nanti aku bisa menemukan orang yang telah membuat diriku menjadi acak-acakan seperti ini pasti bakal ku habisi dirinya" ucap wanita tersebut sambil terus membersihkan tubuhnya dan dengan perasaaan kesal karena penampilan indahnya harus hancur akibat ulah seseorang.
__ADS_1
Di saat wanita itu tengah membersihkan tubuhnya di dalam danau berkabung secara perlahan seekor monster yang berada dalam air itu mulai mendekati dirinya dengan tujuan untuk memangsa wanita tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah milia yuoioli. Monster air itu secara perlahan terus-menerus mendekati milia dan tanpa di sadari oleh milia ternyata monster itu sudah berada tepat di belakangnya dan tengah bersiap-siap untuk menyerang dan memangsa dirinya, milia yang melihat kemunculan dari monster tersebut sontak langsung menjadi sangat terkejut.
Milia memang menjadi sangat terkejut karena di serang oleh seekor monster kadal air yang muncul secara tiba-tiba dari dalam danau tersebut dan tepat di saat dirinya tengah menikmati untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang ia rasa sangat kotor itu, "Gwarghhh" Suara raungan dari sang monster kadal air itu langsung terdengar seketika ia baru saja keluar dari dalam air dan tengah mencoba untuk melahap milia.
"Sialan! brengsek, berani-beraninya kau mengganggu ku di saat diriku ini tengah menikmati waktu mandiku yang berharga! akan ku habisi kau monster jelek!" ucap milia dengan perasaan yang amat sangat marah dan kesal lalu langsung mengeluarkan tombak miliknya. Monster kadal air yang telah keluar dari air itu yang kini tengah mencoba untuk memangsa milia dan bahkan sampai membuat milia marah ternyata tak mengetahui apa yang sebenarnya saat ini tengah ia hadapi dan karena kebodohannya itu pada akhirnya monster kadal air itu akan segera merasakan akibatnya karena telah berani membangunkan seorang iblis.
Milia yang saat ini emosinya telah di pancing oleh kadal air itu dengan kecepatan tinggi langsung melompat ke arah kadal air itu yang tengah berada di udara dan tanpa basa-basi lagi dengan kecepatan yang sangat tinggi milia dengan cepat langsung mencincang tubuh milik kadal air yang malang itu. "Hmm.. dasar monster jelek yang tak tau diri, sekarang terimalah akibatnya" ucap milia dengan nada dan sikap sombongnya itu.
__ADS_1
Milia yang saat itu telah kehilangan moodnya untuk mandi dan berendam lebih lama di dalam danau itu sekarang secara perlahan mulai keluar dari dalam danau itu dan langsung mengenakan pakaian dan perlengkapan miliknya ketika telah keluar dari danau tersebut lalu dengan perasaan kesal dan marah ia bertekad untuk mencari orang yang telah membuat wajahnya menjadi berantakan.