The Heaven

The Heaven
S2. CH 87. AWAL DARI SEBUAH PERPISAHAN ANTAR REKAN 2


__ADS_3

"Haa... ayolah! apakah hanya itu yang bisa kalian lakukan? apa itu yang kalian bilang sebagai serangan? wanita bahkan jauh lebih kuat dan hebat di bandingkan kalian. lambat, lemah, tak berguna, sampah!" ucap Shota sambil tersenyum dan mengejek para monster itu bahkan Shota sampai memasang ekpresi merendahkan dengan tujuan untuk memancing amarah dari para monster itu agar Shota dapat mengalahkan mereka dengan sangat mudah.


Kawanan monster orc dan ogre itu langsung menjadi sangat marah seketika melihat ekpresi dan mendengar perkataan dari Shota yang menghina dan bahkan meremehkan mereka semua, kawanan monster orc dan ogre yang telah tersulut emosinya oleh Shota langsung berlari ke arah Shota dengan tujuan untuk membunuh Shota dan sesuai apa yang di harapkan oleh Shota, kawanan monster orc dan ogre itu menyerang Shota tanpa perhitungan terlebih dahulu dan hanya menyerang secara membabi buta. Shota dengan santai dan mudahnya terus menerus menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh kawanan monster itu dan bahkan Shota terus menerus menertawai mereka dan mengatakan kalau kawanan monster itu sangat lemah dan tak berguna, seluruh kawanan monster itu menjadi bertambah marah karena terus menerus di remehkan dan di hina oleh Shota dan juga di saat yang bersamaan terus menerus menyerang Shota dengan setiap serangan yang di penuhi oleh kemarahan dan kebencian.


Shota terus terusan mempermainkan kawanan monster itu karena pada awalnya ia hanya mengira kalau monstet monster itu hanyalah monster liar yang secara tak sengaja muncul dan mengejar salah satu ras atau lebih tepatnya teman dari salamander untuk di jadikan santapan tetapi seketika ia mendengar kalau sekali lagi terdengar sebuah suara ledakan yang sangat besar yang berasal dari tempat tinggal salamander dan ras lizardman lainya di saat itu juga Shota menyadari kalau saat ini tengah terjadi penyerang dan pertarungan di area kekuasaan ras lizardman.


Shota yang terlambat menyadari hal tersebut langsung berniat untuk segera mengakhiri permainannya itu tetapi ketika ia berniat untuk mengakhiri permainannya itu secara tiba tiba dan cepat salamander berlari ke arah kerumanan kawanan monster orc dan ogre itu dan langsung menghabisi mereka semua tanpa belas kasihan karena marah ketika mengetahui kalau desanya telah di serang oleh mereka. Saat ini salamander di penuhi dengan rasa marah dan benci karena mengetahaui kalau saat ia pergia desanya telah di serang oleh ras lain dan pasukan rasnya telah banyak yang tumbang akibat bertarung melawan orc dan ogre karena kalah jumlah dan hanya tinggal masalah waktu saja sebelum seluruh rasnya di bantai habis oleh para orc dan ogre itu.

__ADS_1


Salamander dengan perasaan yang di penuhi dengan amarah dan kebencian tanpa fikir panjang dengan cepat langsung berlari ke arah desanya dengan harapan kalau dirinya saat ini masih sempat untuk menyelamatkan teman teman dan rasnya dan betapa terkejutnya dirinya seketika melihat kalau saat ini tepat di hadapannya lebih dari setengah rasnya telah di habisi oleh Shota dan bukan hanya tumpukan mayat rasnya saja yang ada di sana tetapi seluruh orc dan ogre yang ada di sana telah terkapar menjadi mayat bahkan seluruh desa itu berubah menjadi sangat mengerikan akibat banyaknya darah yang mengalir dan banyaknya nyawa yang menghilang.


Salamander langsung menjadi sangat histeris dan bahkan ia sampai tak percaya dengan apa yang saat ini tengah ia lihat, "Hei, Shota. katakan kalau semua ini bohong? jawab aku!" ucap salamander sambil menatap Shota dengan tatapan kosong dan secara perlahan mulai berjalan mendekat ke arahnya.


"Hahaha... apa yang kau lihat saat ini semuanya adalah kenyataan! dasar kadal bodoh!" ucap Shota sambil tertawa keras dan dengan memegan dua bilah pedang yang salah satunya tertancap tepat di dada salah satu ras lizardman yang di sukai oleh salamander.


"Kenapa? kenapa? kenapa kau melakukan ini pada mereka? kenapa kau membunuh teman temanku? dan kenapa kau membunuh perempuan yang sangat aku cintai? kenapa kau hanya diam saja? jawab! jawab aku Shota!" ucap salamander dengan air mata di sekujur matanya.

__ADS_1


"Sialan! sialan! sialan! akan ku bunuh kau! bunuh! bunuh! matilah kau" ucap salamander dan langsung menyerang Shota dengan kemampuan terkuat yang ia miliki. Shota yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum dan merasa sedikit kasih lalu langsung menghindari serangan yang di lancarkan oleh salamander, "lemah! bencilah diriku dan jadilah kuat! setelah itu temui dan cobalah untuk menghabisi diriku ini" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung menyerang titik saraf salamander dengan tujuan agar ia jatuh pingsan.


Salamander langsung terjatuh dan tak sadarkan diri seketika ia terkena serangan telak yang di lancarkan oleh Shota yang bertepatan pada salah satu sarafnya, sesaat sebelum salamander itu jatuh pingsan ia masih sempat mendengar sesuatu secara sama samar yang keluar dari mulut Shota. "Sampai bertemu lagi. ku harap saat kita bertemu kelak dirimu telah menjadi sangat kuat" ucap Shota dan langsung pergi dari sana dengan kecepatan cahaya.


---------------------------------------------------------------------


BEBERAPA HARI SETELAH KEPERGIAN SHOTA DARI DESA LAIZARDMAN.

__ADS_1


Beberapa hari setelah kejadian yang mengerikan itu yang membuat salamander tak sadarkan diri hingga lebih dari 3 hari yang bahkan sampai membuat ia menjadi mengalami sebuah trauma yang sangat berat. Salamander yang saat ini tengah berada di kedalaman hutan demi membuat dirinya menjadi yang terkuat hingga tak ada satupun monster ataupun mahluk yang dapat mengalahkan dirinya demi mencapai tujuaannya yaitu membunuh Shota yang telah menghabisi seluruh teman teman dan orang yang sangat ia cintai, "Masih belum! aku masih harus menjadi jauh lebih kuat dari ini jika ingin mengalahkan orang itu! lihat dan tunggu saja kedatanganku karena suatu hari nanti aku pasti akan datang dengan mengambil nyawa milikmu dan orang orang yang kau cintai" ucap salamander sambil menggenggam kedua tangannya dengan sekuat tenaga.


Salamander yang saat di penuhi oleh amarah dan kebencian terus menerus tanpa hentinya membunuh dan memburu monster monster kuat bahkan para pemain atau apapun yang ia lihat dan temui demi menjadi yang terkuat dan bisa di katakan kalau salamander saat ini lebih cocok di sebut sebagi iblis pembunuh berdarah dingin larena ia tak pernah melepaskan mangsanya bahkan saat ini salamander telah menjadi burunan di semua guild karena terus menerus membunuh setiap pemain yang ia temui. Salamander terus menerus membunuh setiap pemain yang ia temui bahkan hanya karena ingin menjadi kuat ia sampai mengorbankan segalanya hingga sampai suatu hari hingga akhirnya dirinya dapat bertemu dengan orang yang sangat ia benci yang telah mengambil segalanya dari dirinya, "Yo! lama tak bertemu! apa kabar?" ucap Shota sambil tersenyum dan menyapa salamander.


__ADS_2