
“Hei, apa kau masih ingat dengan janjimu waktu itu. Kau bilang akan melakukan apapun asalkan aku mau membantumu untuk meningkatkan posisi serikatmu! Sekarang aku ingin lihat apa kau memang benar benar serius dengan apa yang kau ucapkan kemaren. Aku ingin kau menghancurkan sebuah perusahaan bernama gureex dan aku ingin kau membawa semua orang yang terlibat dengan perusahaan itu ke hadapanku dan jika kau berhasil melakukannya, aku berjanji akan membantumu hingga menjadi serikat terkuat di area utara. Tidak! Akan ku buat serikatmu menjadi yang terkuat di seluruh kerajaan mahevesta” ucap Shota sambil menggepalkan tangannya.
Setelah menelpon seseorang dan menyuruhnya untuk melakukan sesuatu yang sangat penting, Shota langsung menemui ibunya yang saat itu tengah berjalan di lorong rumah sakit dengan tujuan untuk pergi menjenguk dan menemani suaminya langsung di hentikan oleh Shota dan menyuruhnya untuk ikut bersamanya ke Guangzhou karena kiato atau ayahnya Shota akan segera di pindahkan ke rumah sakit fuda cencer hospital yang berada di provinsi Guangzhou china untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik dari pada yang ia dapatkan dari rumah sakit tempatnya saat ini di rawat.
Setelah semua persiapan selesai, Shota beserta seluruh keluarganya mulai perjalanan mereka ke Guangzhou untuk menemani ayahnya yang telah di pindahkan ke rumah sakit fuda cencer hospital untuk menjalani perawatan yang jauh lebih baik dari sebelumnya agar ayahnya dapat pulih jauh lebih cepat dari apa yang seharunya. Setelah sampai di kota Guangzhou, Shota langsung menyewa sebuah hotel di sana untuk di tinggali oleh keluarganya bahkan Shota sampai sampai langsung memanggil beberapa penjaganya untuk melindungi keluarganya selama 24 jam baik itu ketika tengah di hotel ataupun tengah berada di rumah sakit.
Ibu dan adik adiknya itu sebenarnya tak ingin mendapatkan hal itu bahkan mereka pada awalnya sangat menentang dan menolak untuk di kawal seketat itu tetapi karena Shota yang terus memaksa agar mereka mau di kawal secara ketat demi keamanan mereka secara mau tak mau akhirnya mereka pun menerima tawaran tersebut kecuali rina, rina tetap tak mau di kawal kecuali oleh kakaknya sendiri yaitu Shota. “Sudah, jangan seperti itu rina. Kakakmu juga ada banyak pekerjaan yang masih harus ia selesaikan. Jdi kamu di jaga oleh mereka saja ya.” Ucap ibu mereka dengan nada lembut sambil tersenyum.
Rina tetap bersikeras agar Shota yang menjadi pengawal pribadinya dan bukannya orang lain bahkan ia sampai mengatakan kalau seandainya bukan Shota yang menjadi pengawal pribadinya, ia lebih memilih agar tak di kawal saja karena ia bisa menjaga dirinya sendiri karena ia merasa kalau dirinya saat ini telah dewasa. Ibu mereka langsung mencoba untuk menjelaskan situasinya saat ini kepada rina agar rina dapat memahami keadaan mereka saat ini dan agar rina mau di kawal oleh para bodyguard yang telah di sewa oleh Shota tetapi sayangnya rina tetap bersikeras agar hanya Shota saja yang menjadi pengawal pribadinya sedangkan orang lain tak boleh ikut campur. “Hahaha... sudahlah bu, tak ap. Biar aku saja yang menjaga gadis manja ini. Lagian saat ini aku juga sedang tak ada pekerjaan. Jadi tak apa jika sesekali aku menjaga seorang anak kecil” ucap Shota sambil tertawa dan mengelus kepala adiknya itu.
Rina langsung menjadi sangat kesal seketika mendengar perkataan dari Shota yang mengatakan kalau dirinya masihlah seorang anak kecil padahal sebenarnya usia mereka tak jauh berbeda bahkan mereka dulu satu sekolahan, rina langsung mengembungkan pipinya pertanda kalau dirinya saat ini tengah marah kepada kakaknya itu tetapi sebenarnya jauh dari dalam lubuk hantinya ia merasa sangat senang karena kepalanya tengah di elus oleh Shota dan mendengar kalau Shota sendiri yang akan menjadi pengawal pribadinya. “Haa... baiklah bu, mari kita kembali sejenak ke penginapan dan biarkan mereka yang berjaga di sini. Tak baik jika terlalu memaksakan diri, jadi besok lagi saja ya kita ke sini. Sekarang kita istirahat saja terlebih dahulu.” Ucap Shota sambil tersenyum dan menyuruh agar mereka semua kembali ke penginapan.
Sesaat sebelum Shota kembali kepenginapan mereka ia sempat berpesan kepada seluruh penjaga yang telah ia siapkan dan kepada salah seorang yang cukup ia percaya untuk menjaga dan merawat ayahnya sebaik mungkin dan menyuruh mereka agar tak memperbolehkan siapapun masuk selain keluarga mereka tetapi jika dokter yang mencoba untuk memasuki ruangan ini, salah satu dari mereka harus ada yang ikut masuk menemani dokter tersebut dan jika ada yang bersikeras untuk masuk tanpa izin, Shota mempersilahkan mereka untuk menghajar orang itu dan Shota lah yang akan menanggung semua resikonya.
“Hei kak, kenapa kau lama sekali? Cepat! Nanti kami tinggal lo” ucap rina sambil tertawa. Shota hanya bisa menghela nafas dalam seketika melihat ekpresi dan perkataan dari adiknya itu lalu secara perlahan mulai mendekati mereka untuk kembali ke hotel yang baru saja ia sewa, Shota kali ini sangat berharap agar temannya itu melakukan pekerjaannya dengan sebaik dan secepat mungkin karena ia sudah tak sabar ingin melihat orang yang telah membuat keluarganya menjadi seperti sekarang ini hancur sehancur hancurnya.
Saat sampai di depan hotel yang telah Shota sewa sebagai tempat penginapan mereka selama beberapa hari sampai ayahnya sembuh total, ibu dan adik adiknya menjadi sangat terkejut seketika melihat kemegahan hotel yang telah Shota sewakan untuk mereka bahkan jikapun mereka tidak bangkrut mereka belum tentu bisa menyewa hotel sebagus itu walau hanya semalam. Ibu Shota langsung menanyakan sebuah pertanyaan kepada Shota, ia bertanya tentang apakah benar kalau hotel itulah yang telah ia sewa dan saat ini mereka tak tersesat, Shota langsung tertawa keras ketika mendengar pertanyaan dari ibunya itu dan dengan santainya ia mengatakan kalau memang inilah tempatnya dan dia telah memesankan beberapa kamar yang sangat istimewa dan indah untuk mereka tinggali.
“Hei nak, apakah kau tak terlalu berlebihan ya karena memberikan semua ini kepada kami? Lagian kami ini bukan keluarga kandungmu lo!” ucap ibu Shota dengan ekpresi bingung dan sedih sambil menatap Shota.
Shota seketika itu juga langsung menjadi sangat terkejut bahkan ia sampai langsung merasa sangat sedih seketika mendengar perkataan dari ibunya itu dan sambil tersenyum ia langsung memeluk ibunya lalu mengatakan “maaf bu, kalau pun kalian bukanlah keluarga kandungku tetapi kasih sayang yang sebelumnya telah kalian berikan padaku jauh melebihi apapun. Bahkan apa yang saat ini ku berikan padamu hanyalah sebuah pemberian kecil karena aku akan memberikan kalian semua hal yang jauh lebih indah daripada ini dan jika kalian menyukai hotel ini, maka aku pasti akan membelikkannya untuk kalian. Jadi kumohon ya jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi padaku, sebab rasanya sangat tidak enak ketika mendengarnya” ucap Shota sambil memeluk ibunya dan langsung menyuruh mereka untuk segera masuk karena hari yang sudah menjelang malam agar mereka semua bisa segera istirahat dengan tenang.
Ibu Shota seketika itu juga langsung meminta maaf kepada Shota karena telah mengucapkan sesuatu yang sangat tak mengenakan bahkan sampai sampai menyakiti hati nya, “Hahaha.... sudahlah, tak apa bu. Lagian aku juga mengerti alasan kenapa ibu mengatakan hal itu padaku. Itu juga tak penting kok, sekarang yang terpenting adalah kalian harus bisa istirahat senyaman mungkin. Kan besok ibu harus pergi lagi ke rumah sakit untuk menjenguk dan merawat ayah” ucap Shota sambil tersenyum dan menggendong adik laki lakinya itu masuk ke dalam hotel tersebut.
Setelah sampai di ruangan yang telah di pesan khusuh oleh Shota untuk keluarganya, mereka semua langsung tercengang ketika melihat kemewahan dari pada ruangan yang telah ia sewa. “Wow.. keren! Hei, kak. Apa benar kalau ini adalah ruangan yang telah kakak sewakan untuk kami? Kita tak sedang salah ruangan kan?” ucap rina sambil berlari kesana kemari seperti anak kecil.
Shota sambil tersenyum kalau ini memanglah rungan yang telah ia sewakan untuk mereka, ruangan tersebut begitu indah dengan berbagai interior indah serta kolam renang di tengah tengah dan pemandangan yang indah yang dapat mereka nikmati dari sana bahkan mereka sampai sampai dapat menikmati keindahan langit malam karena tersedia sebuah ruangan khusus untuk hal tersebut. Ibu Shota dan rina menjadi sangat terkejut ketiga melihat semua itu tetapi sayangnya tidak dengan rixxy, ia hanya bersikap biasa saja seolah olah tak ada yang menarik di sana tetapi ketika melihat terdapat sebuah ruangan khusus yanh dapat di gunakan untuk bermain game seketika itu pula ia langsung menjadi sangat terkejut dan menjadi sangat senang bahkan tanpa basa basi ia langsung berlari ke ruangan itu untuk segera bermain game.
Shota yang melihat ketertarikkan rixxy dalam dunia permainan langsung menjadi sedikit terkejut lalu ia juga secara perlahan mulai berjalan mendekati rixxy untuk menanyakan permainan apa yang ingin ia mainkan dan kenapa ia sepertinya begitu tertarik pada game padahal itu hanya membuang buang waktu saja. “Hmm.. aku paling suka bermain game ini, karena menurutku di sana lah aku bebas untuk melakukan apapun yang aku suka dan bahkan dunia itu jauh lebih menyenangkan daripada dunia nyata lalu aku tak pernah menganggap kalau bermain game itu membuang buang waktu malahan aku ingin menjadi seorang pengembang dalam sebuah permainan vr yang terkenal seperti game ini” ucap rixxy sambil tersenyum ke arah Shota sambil menunjukkan permainan the heaven dengan penuh semangat.
“Hemm.. the heaven ya? Apakah game itu sangat bagus sampai kau sebegitu sukanya pada permainan ini? Apakah aku juga boleh ikut bermain bersamamu?” ucap Shota sambil tersenyum dan berpura pura tak mengetahui sedikitpun tentang permainan the heaven padahal ia sangat memahami permainan tersebut jauh di bandingkan siapapun.
“Tentu saja! Aku akan menemani dan mengajari kakak bermain game ini hingga menjadi seorang ahli seperti dewa kematian ataupun seorang pemain solo yang sangat keren dengan julukan pedang tanpa nama.” Ucap rixxy sambil tersenyum dan langsung segera mengajak Shota untuk memainkan permainan the heaven.
Shota langsung menghela nafas dalam ketika melihat ekpresi bahagia dari adik kecilnya itu tetapi di sisi lain ia juga sedikit merasa senang karena bisa menghabiskan masa liburanya yang sebentar bersama dengan keluarganya. Shota bersama dengan adiknya itu langsung log in kedalam permainan the heaven tetapi sebelum itu Shota memberi tahu semua itu kepada ibu dan adik perempuannya tetapi kali ini adik perempuannya juga langsung ikut ikutan bermain game dan akan ikut membantu Shota untuk leveling.
“Hei, hei, hei, sepertinya seru? Apa aku juga boleh ikut membantu kalian bermain? Lagian aku juga memiliki akun character di dalam permainan daring itu. Jadi boleh ya jika aku ikut, sebentar saja” ucap rina dengan penuh semangat dan menatap Shota agar di perbolehkan untuk ikut bermain bersama mereka. Shota tak mempermasalahkan hal tersebut dan memperbolehkan rina untuk ikut bermain bersama dengan mereka tetapi sayangnya tidak dengan rixxy, rixxy langsung menolak permohonan kakaknya yang ingin ikut bermain bersama dirinya karena alasan kalau kakaknya itu terlalu mengerikan ketika tengah berburu ataupun bertemu dengan pk.
Shota menjadi sedikit kebingungan ketika mendengar kalau rixxy tak memperbolehkan rina untuk ikut bersama dengan mereka dan bahkan Shota sampai sampai menanyakan alasan rixxy melakukan hal itu tetapi rixxy tak menjawab pertanyaan dari Shota dan malah ia langsung log in terlebih dahulu tanpa mengatakan sepata kata pun yang membuat Shota menjadi sangat kebingungan dan akibatnya Shota malah mengajak rina untuk bermain bersama mereka. Setelah log ini dan bertemu di tempat yang telah mereka tentukan sebelumnya Shota menjadi begitu terkejut ketika melihat penampilan dari rixxy dan rina yang begitu aneh tetapi keren, rixxy memiliki penampilan yang sangat elegant dengan sebuah jubah dan zirah yang berwarna silver dan pedang dan perisai yang memiliki warna seperti cahaya dengan penampilan ciri khas seorang paladin karena rixxy memang memiliki kelas seorang paladin dengan nama karakter ayato.
Sedangkan penampilan rina saat ini seperti seorang bidadari atau lebih tepatnya seperti seorang dewi bulan artemis bahkan rina mendapatkan julukan sebagai seorang dewi bulan oleh para pemain yang ada di sana karena penampilan, tingkah dan bahkan senjatanya pun menyerupai dewi bulan artemis dengan nama karakternya pun yang sama persis yaitu artemis. “Ayato dan artemis ya? Hmm... sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi di mana ya! Hmm... haa.. sudahlah. Lupakan saja dulu. Lebih baik sekarang bersenang senang saja dulu bersama dengan mereka. Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? Sepertinya level dan perlengkapan kalian semuanya telah mencapai tingkat yang sangat tinggi, berbeda jauh dengan diriku ini” ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan tak mengira kalau kedua adiknya itu juga bermain permainan the heaven bahkan telah berada di level yang sangat tinggi.
“Hemm... jadi nama karaktermu masih tetap menggunakan nama asli mu ya kak? Hahaha... bahkan namamu mirip sekali seperti seorang solo player yang baru baru saja naik daun akibat berada di posisi ketiga dari event yang telah di lakulan beberapa waktu yang lalu” ucap rixxy atau ayato.
“Benar juga? Jangan jangan dirimu ini adalah Shota yang sama dengan orang yang bermain solo itu ya kak? Hahahaha... bercanda, bercanda! Bagaimana mungkin seseorang yang bahkan tak memiliki pedang sepertimu adalah orang itu” ucap artemis sambil menepuk nepuk pundak Shota.
“Hahahah...” Shota hanya bisa tertawa ketika mendengar perkataan dari rina dan rixxy karena ia sebelumnya benar benar mengira kalau mereka benar benar mengetahui tentang dirinya adalah pemain solo yang mereka sebutkan itu.
“kalau boleh tau kalian ini sekarang berada di level berapa ya? Dan kenapa aku tak memiliki senjata atau satupun skil?” ucap Shota sambil menatap mereka berdua dan berpura pura tak mengetahui tentang apapun soal permainan the heaven. Ayato atau rixxy mengatakan kalau dirinya saat ini berada di level 197 sedangkan artemis atau rina berada di level 201 beberapa level lebih tinggi di bandingkan dengan ayato dan menjelaskan semua peraturan yang ada dalam permainan the heaven dan beberapa peraturan penting yang harus ia ikuti ketika bermain game daring the heaven.
Shota menjadi berpura pura sangat kebingungan serta seolah olah ia tak mengetahui satupun informasi tentang permainan the heaven padahal sebenarnya ia mengetahui semuanya bahkan hal yang tak di ketahui oleh adik adiknya itu, Shota lalu mengatakan kalau dirinya hanya mengetahui dua hal saja yaitu yang pertama adalah kalau ada sebuah peraturan yang melarang sesama pemain normal untuk bertarung di dalam kota lalu yang kedua adalah bahwa semakin tinggi level seseorang maka akan semakin kuat juga pemain tersebut.
“Haa.. “ mereka berdua hanya bisa menghela nafas dalam seketika mendengar perkataan dari Shota bahkan mereka sampai tak tau harus berkata apa lagi dan hanya bisa berharap kalau Shota bisa bermain dengan baik dengan pola fikiran seperti itu. Mereka berdua lalu langsung memutuskan untuk mengajak Shota berkeliling kota harvest sambil memberikan beberapa informasi yang menurut mereka mungkin bisa berguna bagi Shota di kemudian hari, lalu setelah berkeliling ke seluruh kota harvest sambil memberikan informasi yang berguna mereka mengajak Shota untuk membeli senjata, buku skil dan memilih kelas tetapi Shota hanya membeli beberapa buku skil dan senjata tanpa memilih kelasnya terlebih dahulu dengan alasan dirinya belum bisa memilih kelas yang ia inginkan.
Dengan alasan yang sangat klasik seperti itu Shota dapat dengan mudah untuk menyembunyikan kelas dan kemampuaan dan kelasnya untuk saat ini bahkan ia bisa dengan mudah membohongi kedua adiknya itu kalau dirinya masih belum bisa memutuskan kelas apa yang akan ia gunakan karena itu adalah keputusan yang sangat sulit.
Beberapa buku skil yang telah Shota beli adalah buku sihir element api, jubah api. Sihir element tanah, dinding pelindung. Element kayu, akar berduri. Lalu element es, ice sreet dan membeli senjata sebanyak dua bilah katana.
__ADS_1
SIHIR ELEMENT API : JUBAH API ADALAH SEBUAH SIHIR PENYEMBUH DI MANA PEMAIN AKAN DI SELIMUTI OLEH API SUCI BERWARNA MERAH YANG MEMBALUT TUBUH PENGGUNA SKIL SEPERTI TENGAH MENGGUNAKAN JUBAH YANG AKAN MEMBERIKAN SEBUAH RASA HANGAT DAN NYAMAN LALU SECARA PERLAHAN AKAN MEMULIHKAN HP PENGGUNA. WAKTU PENGGUNANAAN SKIL INI TERGANTUNG DARI JUMLAH MP YANG DI MILIKI OLEH PENGGUNA SKIL.
SIHIR ELEMENT TANAH : DINDING PELINDUNG ADALAH SEBUAH SIHIR DENGAN KEMAMPUAN UNTUK MEMANIPULASI AREA DI SEKITAR YANG MEMILIKI UNSUR TANAH UNTUK DI JADIKAN SEBUAH PELINDUNG DARI SERANGAN TERTENTU DAN DALAM AREA LINGKUP TERTENTU.
SIHIR ELEMENT KAYU : AKAR BERDURI ADALAH SEBUAH KEMAMPUAN DI MANA PENGGUNA SKIL AKAN MEMANGGIL KELUAR BEBERAPA AKAR BERDURI YANG AKAN MELILIT TUBUH TARGETNYA YANG LALU SETIAP SERANGAN YANG DI LANCARKAN OLEH PEMAIN AKAN MENINGKATKAN DAYA RUSAK SEBESAR 3X LIPAT JIKA DAPAT MEMUTUSKAN SALAH SATU AKAR YANG MELILIT TUBUH TARGET DAN TETAP AKAN MENGHASILKAN DAMAGE SEBESAR 80 POINT KETIKA SETIAP AKAR YANG MELILIT TARGET TERPUTUS AKIBAT TARGET YANG MELAWAN DAN MENCOBA UNTUK MELOLOSKAN DIRI.
SIHIR ELEMENT ES : ICE STREET ADALAH SEBUAH KEMAMPUAN DI MANA PENGGUNA SKIL AKAN MELAKUKAN SEBUAH SERANGAN JARAK JAUH YANG AKAN LANGSUNG MEMBEKUKAN LAWAN LAWANNYA SEKETIKA TERKENA SERANGAN DAN DAPAT DI KOMBINASIKAN DENGAN SENJATA PENGGUNA SKIL.
Beberapa buku skil yang di beli oleh Shota ternyata merupakan skil yang cukup berguna baik untuk dirinya ataupun rekan teamnya karena dengan kemampuan itu juga ia mungkin akan dapat melindungi adik adiknya tanpa perlu memperlihatkan kemampuan aslinya pada mereka, setelah selesai memilih skil dan senjatanya Shota langsung di ajak oleh kedua adiknya itu untuk langsung pergi leveleing dengan tujuan untuk menaikkan level Shota agar mereka dapat berpetualang bersama sesegera mungkin.
Mereka langsung pergi ke sebuah area yang memiliki monster dengan level antara level 5-10 agar Shota dapat sesegera mungkin dapat menyamai level mereka atau bahkan lebih jauh daripada mereka agar mereka dapat berlindung dan bersikap manja kepada kakaknya itu, Shota pada awalnya berpura pura ketakutan ketika di suruh oleh kedua adiknya itu untuk membunuh beberapa goblin dan slime yang ada di sana seorang diri tanpa bantuan mereka tetapi mereka langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kemampuan yang di perlihatkan oleh Shota ketika mengayunkan dua bilah katananya itu dengan sangat mudah dan indah seolah olah ia sudah berpengalaman bahkan para goblin dan slime itu tak dapat menyentuh Shota walau hanya sedikit saja.
“Hei kak, boleh ku tanyakan sesuatu padamu? Apa benar kalau ini kali pertama bagimu memainkan permainan ini atau memegang senjata?” ucap ayato sambil menatap Shota dengan perasaan terkejut sekaligus takjub.
“Entahlah? Mungkin hanya karena kebetulan saja” ucap Shota sambil tersenyum dan langsung menyerang seluruh monster yang ia lihat dengan sangat santai.
“Apa kau fikir kami ini bodoh? Mana ada kebetulan yang seperti ini! Bahkan kau menghabisi mereka tanpa perlu menggunakan skil yang baru saja kau dapatkan sebelumnya!” ucap artemis sambil menatap Shota. Shota hanya bisa tertawa sambil mengaruk garuk kepalanya ketika mendengar perkataan dari artemi bahkan ia sampai sampai langsung mengatakan kalau permainan the heaven ternyata cukup mengasyikan dan mungkin akan membuat dirinya menjadi ketagihan, “Haaa.. sudahlah! Karena semua monster yang ada di sekitar sini telah di habisi, mending sekarang kita pergi ke area lain saja untuk berburu monsternya” ucap artemis sambil menghela nafas dalam ketika melihat kemampuan Shota.
Mereka berdua menyetujui perkataan dari artemis tetapi sayangnya saat di tengah tengah perjalanan mereka bertemu lagi dengan pk yang sebelumnya pernah ia temui dan habisi sebelumnya yaitu red. Red sambil tertawa keras dan dengan sombongnya langsung menghalangi jalan mereka bertiga untuk kabur karena kali ini red membawa lebih dari 20 orang anggota pk yang memiliki level di atas 180, red dengan tingkah sombongnya itu langsung menyuruh agar artemis dan ayato untuk memberikan semua perlengkapan dan seluruh uang yang mereka miliki jika mereka tak ingin kehilangan level mereka.
Artemis dan ayato langsung memasang posisi untuk bersiap siap bertarung demi melindungi diri dan melindungi kakaknya bahkan mereka berdua sampai menyuruh agar Shota tetap di belakang mereka agar mereka dapat dengan mudah melindunginya dari serangan yang akan di arahkan oleh red dan seluruh anggota serikatnya itu ke pada Shota, Shota dengan santainya menuruti perkataan dari kedua adiknya itu tetapi ia sedikitpun tak merasakan perasaan takut sama sekali malahan ia hanya tersenyum ketika melihat red dan lupa kalau ia pernah di habisi oleh Shota beberapa kali walaupun bukan menggunakan character nya yang sekarang ini.
“Apa yang kau tertawakan dasar bodoh! Apa kau tengah menghina kami haa??? Apa kau tak tau siapa kami ini? Cepat serahkan seluruh perlengkapan dan item yang kalian miliki lalu tinggalkan orang bodoh itu di sini dan aku tak akan membunuh kalian” ucap red sambil menatap Shota denga perasaan kesal ketika melihat kalau Shota masih bisa tersenyum dan seolah olah tengah mencoba untuk menghina dan memprovokasi mereka.
Artemis dan ayato langsung menjadi sangat marah seketika mendengar perkataan dari red dan beberapa anggota serikatnya yang mengatakan kalau kakaknya itu adalah orang bodoh dan mengatakan kalau mereka harus memberikan nyawa kakak mereka demi keselamatan diri mereka sendiri, artemis yang telah menjadi sangat marah itu tanpa basa basi langsung menembakkan sebuah panah cahaya yang seketika itu juga langsung menembus jantung salah seorang pk yang ada di yang yang seketika itu juga langsung membuat hp pk itu ke bawah angka 0. Sementara itu di sisi lain ayato yang juga telah menjadi sangat emosi karena mengetahui kalau ada yang berani menghina kakaknya itu tepat di hadapannya seketika itu juga langsung mengaktifkan salah satu kemampuan terkuat yang ia miliki yaitu grand cross.
GRAND CROSS ADALAH SEBUAH KEMAMPUAN YANG DI KHUSUSKAN HANYA UNTUK KELAS PALADIN DI MANA PENGGUNA SKIL AKAN MENGANGKAT PEDANGNYA KE ARAH LANGIT DAN MENGELUARKAN PANCARAN CAHAYA LALU DI SEKITAR AREA YANG TELAH DI TARGETKAN OLEH PEMAIN AKAN MUNCUL SEBUAH CAHAYA TERANG YANG MEMBENTUK GARIS X YANG SEKETIKA ITU JUGA AKAN LANGSUNG MEMBERIKAN EFEK SERANGAN SECARA BERUNTUN KEPADA PEMAIN YANG TERJEBAK DALAM GARIS X ITU.
“Grand Cross” ucap ayato sambil mengangkat pedangnya ke langit. Tak lama setelah ayato mengangkat pedang miliknya ke arah langit secara tiba tiba muncul sebuah garis cahaya berbentuk x yang seketika itu juga cahaya itu langsung menjulang tinggi hingga ke langit dan memberikan damage yang sangat besar kepada hampir seluruh anggota pk yang ada di sana yang di pimpin oleh red, beberapa dari mereka hpnya langsung turun lebih dari setengahnya tetapi sebagian dari mereka juga ada yang tak terkena serangan yang di lancarkan oleh ayato bahkan red pun tak menerima damage serangan walaupun hanya sedikit padahal red nyata nyatanya telah berada di dalam garis cahaya berbentuk x itu bahkan berada tepat di titik pusatnya itu.
“Kekeke.... dasar lemah! Apa hanya ini saja kemampuan yang kau miliki? Lemah! Padahal aku tadi sudah sangat ketakutan tetapi aku tak mengira kalau serangan yang kau lancarkan itu begitu lemah” ucap red dan langsung berlari ke arah ayato dengan kecepatan tinggi sambil mengarahkan pedangnya ke arah ayato. Ayato sedikit terkejut ketika melihat kecepatan pergerakan dari red karena red menambahkan hampir semua statsnya pada kelincahan sehingga membuat ayato sedikit kebingungan dan kesulitan untuk membaca pergerakan sekaligus arah serangan dari red, ayato langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau pedang milik red secara tiba tiba telah berada tepat di hadapannya dan karena terkejut ayato tak sempat untuk bereaksi lalu ketika pedang itu hampir saja mengenai ayato secara tiba tiba muncul sebuah dinding yang terbuat dari tanah yang seketika itu juga langsung melindungi ayato dari serangan yang di lancarkan oleh red.
Duri itu memiliki ukuran yang lumayan besar dan sangat tajam tetapi bukan hanya di sana saja keunggulanya melainkan ada beberapa hal lain seperti memiliki kecepatan serangan yang cukup tinggi dan dapat membekukan targetnya ataupun membekukan area sekitarnya walau tak seefektif seperti sihir element es yang Shota miliki yaitu freezing. Red yang merasakan adanya ancaman bahaya bila ia menyentuh duri es itu dengan cepat langsung mundur dan mencoba untuk memotong duri es yang hampir saja menyentuh tubuhnya tetapi betapa terkejutnya dirinya ketika melihat kalau pedangnya langsung membeku setelah tak lama memotong duri es yang di lancarkan oleh Shota.
“Hemm... membeku ya? Kemampuan yang menarik! Apakah orang itu yang telah melakukannya? Ternyata orang itu lumayan memiliki kemampuan. Baiklah, aku akan sedikit serius melawan kalian” ucap red sambil tersenyum dan menatap Shota lalu langsung membuat pedang miliknya yang telah membeku itu akibat terkena serangan Shota. Red sambil tersenyum langsung menyuruh seluruh anggota partynya itu untuk menghabisi artemis dan ayato tetapi mereka sedikitpun tak di perbolehkan untuk menyentuh Shota karena Shota merupakan lawan sekaligus mangsanya, “Hmm... wajah dan ekpresi yang mengesalkan itu dan bahkan suaranya itu sepertinya aku pernah mendengar dan melihatnya di suatu tempat, tapi dimana ya? Haa... nanti saja ku fikirkan itu, sekarang yang paling penting adalah menikmati pertarungan ini” ucap red sambil tersenyum dan bahkan tertawa lalu langsung mengeluarkan sebilah pedang panjang dari inventory miliknya.
Shota sedikit terkejut ketika mendengar perkataan dari red yang mengatakan kepada seluruh anggotanya agar tak menyentuh dirinya sambil menunjuk dan menatap dirinya itu dengan niatan untuk berduel. “Hmm.. sepertinya menarik! Baiklah aku akan meladenimu, tpi aku punya satu persyaratan. Jangan sentuh mereka berdua, jika kau bisa memenuhi persyaratanku ini aku akan dengan senang hati meladenimu bahkan akan mengeluarkan sedikit kemampuanku yang sebenarnya” ucap Shota sambil tersenyum dan secara perlahan mulai berjalan mendekati red lalu menahan setiap serangan yang mengarah padanya dengan sangat mudah.
“Kekeke.... bodoh! Apa kau fikir bisa mengalahkan diriku? Baiklah aku tak akan menyentuh mereka, tapi itu jika kau bisa mengalahkan diriku dan semua teman temanku ini” ucap red sambil tertawa keras lalu bersamaan dengan teman temannya ia lansung maju untuk menyerang Shota.
“Fire ball. Black arrow. Ligh sun. Spirit storm. Ace. Black” ucap seleruh teman teman red yang dapat menggunakan serangan sihir jarak jauh untuk menyerang Shota yang kemudian di ikuti oleh serangan yang di lancarkan oleh red beserta seluruh teman temannya itu. Saat ini Shota harus melawan lebih dari 20 orang yang berada di atas level 180 seorang diri tanpa harus memperlihatkan kemampuan sesungguhnya yang ia miliki agat tak ada yang mencurigai dirinya sebagai seorang ahli dan bahkan ia sampai tak ingin kedua adiknya itu mengetahui kemampuan asli miliknya kecuali dalam keadaan terdesak.
“Element tanah, dinding pelindung. Element kayu, akar berduri” ucap Shota sambil tersenyum dan menarik keluar kedua bilah katana miliknya itu. Shota menciptakan dinding pelindung dari tanah adalah agar ia tak terkena serangan sihir yang di lancarkan oleh para pk itu dan menggunakan sihir elements kayu akar berduri adalah untuk mengunci pergerakan dari beberapa pk yang saat ini tengah mencoba untuk menyerang dirinya, setelah semua serangan sihir yang mengarah padanya telah tertahan Shota langsung berniat untuk berlari ke arah para pk itu dan berniat untuk menghabisi para elementalis dan rager terlebih dahulu agar tak terjadi hal yang merepotkan tetapi ia di hentikan oleh ayato yang mengatakan kalau mereka ingin ikut bertarung dan membantu Shota karena sudah jelas kalau menurut mereka Shota tak akan dapat menang melawan mereka terlebih lagi karena perbedaan level yang sangat jauh yang membuat kemungkinan Shota untuk menang adalah 0%.
Shota sebenarnya tak ingin mengajak kedua adiknya itu untuk bertarung dan melawa para pk itu bersama dirinya tetapi karena ketika Shota melihat tatapan mata mereka semua yang terlihat sangat ingin membantu dan merasa kalau mereka bisa menang melawan semua pk itu, Shota langsung tersenyum dan langsung menyuruh mereka berdua agar segera bersiap siap karena sebentar lagi mereka semua akan segera menghancurkan dinding pelindung yang ia ciptakan.
“Krak... krek.... krak...” suara retakan dinding pelindung tanah yang Shota ciptakan semakin terdengar jelas yang hingga akhirnya hancur karena terus menerus menerima serangan yang di lancarkan oleh red dan seluruh anggotanya itu. “Baiklah, sekarang bersiaplah! Ikuti aba-abaku, sekarang gunakan serangan terkuat yang kalian miliki saat ini. Ice street, jubah api” ucap Shota sambil tersenyum langsung mengaktifkan skil yang telah ia pelajari sebelumnya dan betapa terkejut dirinya ketika melihat kalau dirinya saat ini dibalut oleh jubah api yang sangat indah dan hangat serta mencoba untuk mengkombinasikan skil ice street dengan kedua bilah katana miliknya itu.
Shota dengan sengaja mencoba untuk mengkombinasikan skil ice street bersamaan dengan senjata miliknya agar setiap serangan yang ia lancarkan memiliki efek membekukan target yang terkena serangannya itu tetapi yang terjadi malah di luar dugaan Shota, satu bilah katana yang berada di tangan kanannya itu malah memiliki efek membakar karena terselimuti oleh api yang tercipta dari skil jubah api dan di sisi kira Shota terdapat sebuah katana yang memiliki suhu yang sangat dingin yang dapat membekukan apapun yang ia sentuh dan tebas.
Shota langsung tersenyum seketika melihat hal tersebut dan tanpa basa basi lagi ia langsung menyerang seseorang yang muncul pertama kali di hadapannya seketika dinding pelindung yang ia ciptakan telah di hancurkan oleh red bersama dengan teman temannya. Pertarungan kali ini terasa sepertinya berat sebelah dan akan terasa sangat sulit sebab Shota hanya memiliki 2 orang anggota harus bertarung melawan red yang memiliki lebih dari 20 orang anggota party, Shota, artemis dan ayato dengan cepat langsung menyerang pemain yang pertama kali mereka lihat dan muncul dari retakan dinding pelindung yang telah hancur itu dan betapa terkejut artemi dan ayato ketika melihat tubuh dari orang yang terkena sayatan pedang Shota langsung membeku dan terbakar lalu menghasilkan damage yang sangat besar secara beruntun.
“Rina, panahlah dan hancurkan setiap akar yang saat ini tengah melilit tubuh mereka dan rixxy lindungi kakakmu selagi ia memanah dan menghancurkan akar akar itu dan biarkan aku yang akan mengalihkan perhatian mereka. Kalian fokuskan saja untuk mengaktifkan skil terkuat yang kalian miliki dan fokus untuk menghancurkan akar akar itu” ucap Shota sambil langsung menendang pemain yang mencoba untuk memasuki dinding pelindung yang telah ia ciptakan dan langsung berlari ke arah kerumunan pk tersebut.
Artemis dan ayato langsung menuritu perkataan dari kakaknya itu dan langsung mencoba untuk melakukan semuanya sebaik mungkin dan memanfaatkan waktu yang telah di berikan oleh Shota sebaik mungkin. Sementara itu Shota yang saat ini tengah mencoba untuk mengalihkan perhatian semua orang dengan cepat langsung mengayunkan setiap pedangnya dan memberikan effect pembekuan ataupun effect terbakar kepada setiap pemain yang terkena serangannya itu, Shota bergerak dengan sangat cepat dan bahkan dengan sangat lincah sehingga membuat mereka menjadi kesulitan untuk menyerangnya terlebih lagi para elementalis dan ranger mereka menjadi sangat kesulitan untuk menyerang Shota karena Shota yang tak hentinya terus bergerak dengan kecepatan tinggi.
Shota terus menerus bergerak dengan kecepatan tinggi sambil menyerang seluruh pk yang ada di sana kecuali red dengan pola serangan acak dan secara perlahan mulai mendekati para elementalis dan ranger karena target seranganya itu sebenarnya adalah kelompok penyerang jarak jauh yang ada di baris belakang agar tak merepotkan dirinya nanti. Sementara itu red terus menatap Shota dengan tenang dan mencoba untuk mencari target serangannya dan pola pergerakannya karena ia tak dapat untuk menyamai kecepatan pergerakan Shota jadi menurutnya hanya cara itulah saja yang paling efektif untuk melawan Shota, “Sialan! Apa benar kalau orang itu adalah seorang pemula? Tapi kenapa ia bisa sekuat dan secepat ini? Apa apaan orang ini, apakah dia seorang cheaters. Sialan! Lalu apa-apaan dengan pola serangan yang tak beraturan ini? Siapa sebenarnya yang menjadi target serangannya itu? Sialan!” ucap red sambil terus mencoba untuk berfikir dengan tenang.
__ADS_1
Shota berhenti sejenak tepat di belakang red dan sambil tersenyum ia mengatakan kalau semua ini hanyalah permulaan dan permainan sebenarnya baru akan di mulai dari sekarang, sementara itu red yang mendengar perkataan dari Shota dengan cepat langsung menoleh ke arah belakang dan bahkan ia sampai-sampai langsung mengayunkan pedang miliknya tetapi sayagnya bukannya Shota yang terkena serangannya itu tetapi malah temannya sendiri. Red dan semua orang langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau serangan yang di lancarkan oleh red mengenai temannya sendiri bahkan mereka sampai sampai mempertanyakan alasan kenapa red sampai menyerang temannya sendiri, red hanya bisa menatap semua orang dengan perasaan bingung sekaligus mengatakan kalau sebenarnya yang ingin ia serang sebelumnya adalah pemain yang ada di belakangnya bahkan ia tak tau kenapa malah ada temannya yang ada di belakangnya dan bahkan terkena seranganya
Sementara itu Shota hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataan dari red dan melihat ekpresi wajahnya itu sambil terus menerus bergerak dengan kecepatan tinggi dan terus menerus menyerang dan mengikis hp setiap pemain yang ada di sana, “Haa... dasar sialan! Berani beraninya orang itu mempermainkanku! Lihat saja, akan ku balas perbuatanmu. Kabut kematian. Tarian mawar kabut darah” ucap red dengan perasaan kesal dan marah lalu langsung menggunakan kemampuan terkuat miliknya itu.
Tak lama setelah red mengaktifkan skil kabut kematian secara perlalahan kabut mulai muncul dan menutupi seluruh area yang ada di sana bahkan sampai sampai membuat semua orang yang ada di sana tak bisa melihat dan membedakan teman atau lawan, memang kelihatannya situasi seperti itu tak menguntungkan mereka tetapi sebenarnya situasi seperti itu sangat menguntungkan red karena ia sering berlatih memanfaatkan kemampuan miliknya itu dengan sebaik baik mungkin karena selain untuk bersembunyi ataupun kabur dari musuh, kemampuannya ini juga sangat berguna untuk membunuh musuh secara diam diam dan menyusup ke suatu tempat.
Shota yang melihat kalau saat ini semakin lama semakin banyak saja kabut yang menutupi area tersebut bahkan sampai membuat jarak penglihatan menjadi terbatas dan terhalang hanya bisa tersenyum karena matanya bisa dengan mudah dan dengan jelas melihat keadaan sekitarnya dengan menggunakan mata iblis miliknya yang ia dapatkan ketika mendapatkan kelas tersembunyi kaisar dewa iblis, sebenarnya mata iblis bukanlah sebuah skil tetapi lebih ke sebuah insting di mana Shota bisa beradaptasi dengan keadaan di sekitarnya dengan sangat cepat lalu dapat melihat lawannya dengan menggunakan sensor suhu tubuh mereka. Red dengan cepat langsung berlari ke arah artemis dan ayato yang saat ini tengah kebingungan dan mencoba untuk mengaktifkan skil pamungkas mereka yang membutuhkan persiapan yang sangat lama, red sambil tersenyum langsung mencoba untuk membunuh mereka secara diam diam dan membuat Shota kehilangan fokusnya karena teman temannya yang telah di bunuh olehnya.
“Matilah!” ucap red yang saat ini telah berada tepat di hadapan artemi dan tengah mengangkat pedang miliknya.
“Ting!” Sebuah suara benturan pedang yang terdengar sesaat setelah kedua bilah pedang saling menyentuh.
“Hei, bukankah kau bilang tadi hanya ingin bermain bersamaku dan tak akan menyentuh kedua adikku ini? Lalu kenapa kau mencoba untuk menyerang mereka? Apa kau benar benar sudah bosan hidup ya? Haa... baiklah jika kau memang sangat ingin bermain maka aku akan bermain denganmu! Illusion!” ucap Shota sambil mengeluarkan tekanan membunuh yang sangat kuat bahkan sampai-sampai membuat kedua adiknya itu merinding ketakutan ketika merasakan aura tersebut.
Shota langsung menggunakan skil illusion miliknya yang seketika itu juga ia gunakan untuk menjebak red ke dalam dunia bayangan yang telah ia ciptakan dan membuat red seolah olah melihat kalau seluruh teman temannya red adalah dirinya dan kedua adik Shota. Saat ini di dalam penglihatan red, Shota dan kedua adiknya itu telah menghilang dan muncul di belakangnya yang saat itu tengah berlari ke arahnya padahal sebenarnya itu adalah anggota teamnya sendiri yang Shota ciptakan dari skil illusion miliknya agar red menyerang teman-temannya sendiri.
Shota tak hanya melakukan hal itu kepada red saja tetapi secara perlahan tapi pasti ia juga langsung membuat seluruh teman-teman red untuk saling membunuh karena ketika mereka saling bertatap muka hal pertama kali yang mereka lihat adalah Shota dan kedua adiknya itu, strategi yang di gunakan oleh Shota sebenarnya sangat sederhana tetapi sangat efektif untuk melawan banyak orang terlebih lagi karena seluruh area sekitar mereka tertutupi oleh kabut yang membuat Shota sangat di untungkan.
Setelah Shota selesai menjebak seluruh pk yang ada di sana kedalam permainan yang telah ia persiapkan kepada mereka, Shota seketika itu juga langsung membuat seluruh kabut yang ada di sana menghilang dengan menggunakan salah satu kemampuan miliknya yang memiliki unsur angin yaitu wind counter yang telah dirinya perbesar jarak lingkup serangannya tetapi dengan efek yang jauh lebih sedikit. Setelah seluruh kabut yang ada menghilang Shota langsung tersenyum dan berpura pura terkejut seolah olah dirinya tak mengetahui apa apa dan tak tau apa yang sebenarnya telah terjadi padahal sebenarnya semua itu adalah perbuatannya seorang diri, sementara itu kedua adiknya itu langsung menjadi sangat terkejut melihat apa yang saat ini telah terjadi karena saat ini seluruh pk yang ada di sana tengah saling menyerang dan mencoba untuk saling membunuh satu sama lain.
“Hei kenapa kalian berhenti untuk melakukan persiapan serangan yang akan Kalian keluarkan? Cepat lanjutkan numpung mereka saat ini tengah saling menyerang dan mencoba untuk saling membunuh satu sama lain.” Ucap Shota sambil berpura pura tak mengetahui apapun.
Setelah mendengar perkataan dari Shota, artemis dan ayato langsung melanjutkan persiapan untuk menggunakan kemampuan terkuat yang ia miliki walaupun sebenarnya mereka tak ingin melakukan hal itu karena itu di luar prinsip mereka terlebih lagi mereka saat ini sebenarnya tak tau apa yang telah terjadi karena seluruh pandangan mereka sebelumnya telah terhalangi oleh kabut yang amat sangat tebal.
“Hei, apa persiapanya belum juga selesai? Keburu mereka mati karena saling membunuh lo? Haa... ya sudahlah, kalau kalian sudah selesai melakukan persiapan katakan padaku ya. Aku mulai merasa bosan dan ingin bermain dengan mereka” ucap Shota dan dengan cepat langsung berlari ke arah para pk itu dan menyerang mereka lalu secara perlahan mulai menghabisi mereka satu persatu.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya persiapan yang di lakukan oleh artemis dan ayato telah selesai dan skil terkuat mereka dapat segera di aktifkan, ayato langsung berteriak dan memanggil nama Shota dan menyuruhnya agar segera menjauh dari sana karena semua persiapan yang di butuhkan telah selesai lalu yang tersisa hanyalah melepaskan skil itu ke arah para pk tersebut. Shota seketika itu juga langsung menjauh dari sana ketika mendengar perkataan dari kedua adiknya dan secara cepat ia langsung mendekati kedua adiknya itu lalu langsung menyuruh mereka untuk melepaskan serangan mereka itu selagi mereka bertingkah aneh dan memiliki kesempatan, “Sihir kombinasi, hukuman langit!” ucap artemis dan ayato secara bersamaan dan langsung melepaskan kemampuan terkuat yang mereka miliki saat ini.
Tak lama setelah ayato dan artemis melepaskan serangan kombinasi terkuat milik mereka, secara tiba tiba muncul sebuah aurora di langit yang cerah lalu secara perlahan tercipta puluhan jarum yang memiliki ukuran yang cukup besar dan hanya dalam waktu beberapa menit saja yang jumlahnya terus bertambah setiap menitnya lalu secara cepat langsung jatuh kedarat bak hujan yang turun dari langit. Shota langsung terpaku dan menjadi sangat terkejut ketika melihat keindahan dari aurora yang secara tiba-tiba dan kengerian yang di timbulkan setelah aurora tersebut muncul di langit, “Apakah ini yang di namakan ketenangan sebelum munculnya badai? Hei, bagaimana caranya kalian mendapatkan kemampuan yang sangat mengerikan seperti ini? Apa benar kalau kalian ini masih bisa di sebut sabagai player normal?” ucap Shota sambil menatap keindahan sekaligus kengerian yang di ciptakan oleh skil gabungan milik artemis dan ayato.
Mereka berdua sambil tertawa dan tersipu malu hanya mengatakan kalau mereka tak ingat kapan dan bagaiman caranya mereka mendapatkan kemampuan itu tetapi yang jelas beberapa bulan yang lalu skil tersebut secara tiba tiba muncul di layar mereka tetapi skil ini hanya bisa di gunakan jika kedua pemain saling berdekatan dan saling berteman. Skil tersebut memang memiliki daya hancur yang sangat kuat dan luas tetapi juga memiliki satu kelemahan yang sangat fatal yaitu persiapan untuk penggunaannya yang sangat lama sebelum bisa di gunakan dan ketika dalam persiapan mereka tak bisa di ganggu karena jika salah satu dari mereka di ganggu maka skil tersebut akan di batalkan dan semua persiapannya harus di mulai dari awal lagi.
“Hei, hei, hei, apa aku nanti juga bisa sekuat kalian? Ataukah aku nanti juga bisa memiliki kemampuan yang sangat kuat seperti milik kalian itu?” ucap Shota sambil menatap kedua adiknya itu dan melepaskan pengaruh skil illusion yang ada pada semua pk yang ada di sana karena ia yakin kalau mereka tak akan bisa lagi selamat. Shota langsung melepaskan efek dari skil illusion yang ada pada seluruh pk tersebut dengan tujuan agar mereka semua tau bagaimana rasanya mati tak berdaya dan agar red ingat kejadian sebelumnya saat mereka pertama kali bertemu, sesaat setelah Shota melepaskan pengaruh sklil ilusian yang ada pada seluruh pk yang ada di sana seketika itu juga suara jerit kematian mulai terdengar dan secara perlahan seluruh pk yang ada di sana mulai menghilang menjadi pecahan cahaya karena hp mereka yang telah turun ke bawah angka 0.
Seluruh pk yang ada di sana menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat ketakutan ketika melihat kalau saat ini diri mereka tengah terjebak dalam sebuah lingkaran kematian yang di ciptakan oleh Shota beserta kedua adiknya itu, sementara itu red yang saat ini telah tersadar langsung mencoba untuk menyelamatkan dirinya dan bahkan ia langsung menyuruh seluruh elementalis yang ada di dalam partynya beserta setiap pemain yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sebuah sihir pelindung untuk langsung menggunakannya tetapi sayangnya semua penyihir yang ada di dalam kelompoknya telah di habisi oleh Shota terlebih dahulu sedangkan untuk para pemain yang memiliki skil dengan tipe bertahan hanya dapat menahan serangan tersebut selama beberapa detik saja karena saking banyaknya serangan dan daya rusak yang mereka terima.
Shota saat ini hanya berdiri sambil menatap red dan seluruh teman temannya itu mati dalam keputus asaan tanpa menunjukkan ekpresi belas kasihan sedikitpun malahan Shota sampai sampai mengucapkan selamat tinggal kepada red dan mengucapkan terimakasih karena telah membuat dirinya dapat melihat kemampuan milik adiknya yang sangat hebat itu. Sementara itu red yang saat ini tengah berada dalam posisi putus asa hanya bisa menatap Shota dan kedua adiknya itu dengan tatapan penuh kebencian dan seolah olah ia mengatakan kalau dirinya suatu saat nanti akan datang dan menemui Shota untuk membalaskan semua dendam dan perbuatan yang telah ia lakukan kepada dirinya beribu ribu kali lipat, “Hei, hati hati di jalan dan jangan sampai salah menyerang orang lagi ya. Ingat, teman temanmu itu adalah anggotamu jadi jangan kau lukai lagi seperti sebelumnya. Bodoh!” ucap Shota sambil melambaikan tangannya kepada red dan teman temannya.
“Kak lebih baik kau jangan memprovokasi mereka lebih jauh dari ini, karena aku takutnya nanti itu malah akan merepotkan dirimu sendiri kedepannya” ucap ayato sambil menoleh ke arah Shota.
“Aku setuju dengan apa yang di katakan bocah ini, lebih baik dirimu jangan memprovokasi mereka.” Ucap artemis.
“Haa... merepotkan! Baiklah, baiklah. Aku akan berhenti untuk menggoda mereka, padahal itu sangat mengasyikkan. Lagian salah mereka sendiri yang datang dan mencoba untuk merampok kita. Ohh... iy, ada hal yang sedikit membuatku bingung lo. Kenapa mereka tadi saling menyerang dan membunuh? Apakah tadi mereka tengah bertengkar ya? Haa... terserahlah, yang penting aku ingin cepat cepat untuk menaikkan levelku agar bisa secepat mungkin menjadi sekuat kalian” ucap Shota sambil berlari ke arah yang berlawanan dari tujuan mereka sebelumnya.
“Kak arahnya bukan kesana tapi ke sana” ucap ayato sambil menunjukkan arah yang benar di mana tempat yang mereka tuju sebelumnya.
“Ohh.. ke arah sana ya? Baiklah, mari kita segera ke sana dan berburu monster” ucap Shota yang mencoba untuk menutupi semuanya dan mencoba mengalihkan pembicaraan agar mereka semua tak ada yang bertanya ataupun membahas tentang kenapa mereka bisa saling bertengkar dan kenapa dirinya bisa menghilangkan seluruh kabut yang ada di sana bahkan dapat memiliki kecepatan yang sangat tinggi ataupun dapat menahan serangan yang di lancarkan oleh red.
Setelah kejadian itu mereka bertiga selalu berpetualang bersama dan membantu Shota untuk menaikkan level miliknya tanpa pernah tau kalau Shota itu merupakan salah seorang pemain ahli yang tersembunyi bahkan merupakan salah seorang solo player terkuat saat ini tetapi setelah sebuah kejadian yang membuat Shota terpaksa harus mengeluarkan salah satu kemampuan terkuat miliknya yang hampir saja membuat semua kebohongan yang ia lakukan selama ini terbongkar. Alasan sebenarnya kenapa Shota tak mau memperlihatkan kemampuan miliknya yang sebenarnya adalah karena ia ingin bermain bersama keluarganya dan ingin terus mengamati serta melindungi kedua adiknya itu tanpa membuat mereka merasa tak nyaman karena semua kemampuan miliknya yang telah di luar akal sehat itu.
“Ohh.. ke arah sana ya? Baiklah, mari kita segera ke sana dan berburu monster” ucap Shota yang mencoba untuk menutupi semuanya dan mencoba mengalihkan pembicaraan agar mereka semua tak ada yang bertanya ataupun membahas tentang kenapa mereka bisa saling bertengkar dan kenapa dirinya bisa menghilangkan seluruh kabut yang ada di sana bahkan dapat memiliki kecepatan yang sangat tinggi ataupun dapat menahan serangan yang di lancarkan oleh red.
Setelah kejadian itu mereka bertiga selalu berpetualang bersama dan membantu Shota untuk menaikkan level miliknya tanpa pernah tau kalau Shota itu merupakan salah seorang pemain ahli yang tersembunyi bahkan merupakan salah seorang solo player terkuat saat ini tetapi setelah sebuah kejadian yang membuat Shota terpaksa harus mengeluarkan salah satu kemampuan terkuat miliknya yang hampir saja membuat semua kebohongan yang ia lakukan selama ini terbongkar. Alasan sebenarnya kenapa Shota tak mau memperlihatkan kemampuan miliknya yang sebenarnya adalah karena ia ingin bermain bersama keluarganya dan ingin terus mengamati serta melindungi kedua adiknya itu tanpa membuat mereka merasa tak nyaman karena semua kemampuan miliknya yang telah di luar akal sehat itu.
“Kak, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu? Kenapa kemampuanmu yang sebelumnya itu mirip sekali dengan kemampuan seorang solo player yang saat ini tengah naik daun itu? Apakah sebenarnya orang itu adalah dirimu ya kak? Lagian tak ada yang pernah melihat wajah asli orang itu dan hanya ada segelintir orang saja yang pernah bermain ataupun melihat kemampuan orang itu karena ia selalu bermain seorang diri. Tetapi kemampuanmu sebelumnya itu mirip sekali dengannya?” ucap artemis sambil menatap Shota dengan perasaan bingung sekaligus sambil memenuhi pikiran Shota dengan banyaknya pertanyaan.
“Hahaha.... jangan bercanda hal yang tidak tidak seperti itu pada kakakmu ini! Kemampuan itu kemarin adalah sebuah kemampuan yang ku dapatkan setelah melawan monster bayi naga es kemarin, jadi jangan berfikir yang tidak tidak! Hahaha... lagian jika aku itu adalah orang yang kalian sebutkan tadi, untuk apa aku bersusah payah seperti ini hanya untuk menjadi kuat? Bukankah orang yang kalian sebutkan itu adalah seorang pemain terkuat saat ini? Lalu apa alasan kakakmu ini untuk menyembunyikannya dari kalian? Sudahlah, lebih baik sekarang kita jalan jalan dan makan saja, aku yang traktir” ucap Shota sambil tertawa dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
“Hmm.. kalau di fikir-fikir apa yang kakak katakan itu benar juga? Aku ingin makan pancakes angur merah dan sugar the lavour yang banyak sekali hari ini” ucap artemis dengan penuh semangat dan langsung berlari ketempat di mana mereka akan makan.
“Eh! Haa.... habislah semua uangku kali ini” ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan pasrah. Sementara itu ayato yang mendengar dan melihat sikap dari artemis langsung merasa kasihan kepada Shota karena sepertinya seluruh uang Shota kali ini akan benar benar habis oleh artemis yang gila akan makanan manis.