
Familiar Shota semuanya mungkin memiliki efek regenerasi dan bisa terbilang abadi selama Shota masih memiliki sisa mp tetapi sayangnya kali ini berbeda dan juga mereka semua masih memiliki kelemahan yaitu jika hp mereka telah habis maka mereka tak dapat beregenerasi lagi dan akan menghilang dari medan pertempuran dan hal itu juga yang saat ini tengah terjadi di sana, damage serangan yang di hasilkan oleh mael jauh lebih besar daripada efek regenerasi yang di hasilkan oleh familiar Shota yang membuat mereka dalam waktu singkat menghilang atau di kalahkan. Setelah selesai menghabisi seluruh familiar miliki Shota, mael dengan kecepatan tinggi langsung pergi ke arah Shota dan tanpa Shota sadari sedikitpun ia kini telah berada tepat di hadapan Shota yang saat ini tengah mencoba untuk berdiri.
Shota langsung menjadi sangat terkejut bahkan wajahnya seketika itu juga langsung berubah menjadi sangat pucat ketika melihat kalau mael saat ini secara tiba-tiba tanpa ia sadari telah berada tepat di hadapannya dan tengah bersiap-siap untuk menghabisi Shota.
"Ting!!!" Suara benturan dari cakar mael dan pistol milik Shota seketika itu juga langsung terdengar karena Shota mencoba untuk menahan serangan yang di lancarkan oleh mael tetapi sayangnya ia masih saja terkena dampaknya dan bahkan dirinya sampai-sampai di buat harus berlutut akibat perbedaan kekuatan yang sangat jauh, Shota tak bisa berbuat banyak karena saat ini seluruh familiar miliknya telah di habisi oleh mael seluruhnya dan dirinya memerlukan waktu sedikit lebih lama lagi agar dapat memanggil mereka kembali.
__ADS_1
Mael terus-terusan menyerang dan memojokkan Shota bahkan sampai-sampai membuat Shota selalu terpentalkan akibat terus terkena serangan yang di lancarkan oleh mael itu dan menghancurkan setiap pohon yang ia hantam, "sialan! jika seperti ini terus maka hanya tinggal hitungan waktu saja aku pasti bakal tumbang. aku harus mencari cara untuk mengulur waktu hingga tengah malam dan hanya tersisa kurang dari setengah lagi saja sebelum tengah malam!" ucap Shota sembari berlari menjauhi mael dengan tujuan untuk mengulur waktu.
"Ingin kabur ya? tidak semudah itu!" ucap mael dengan senyuman misterius di wajahnya lalu memasang sebuah kuda-kuda. Sementara itu Shota langsung mengepakkan kedua buah sayapnya yang tercipta dari hawa kegelapan yang menyelimuti dirinya itu yang membentuk sebuah perwujudan baru yang jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya tetapi sayangnya mael meremehkan Shota dan hanya mengganggap kalau hawa hitam itu hanya sebuah hiasan dan bukannya sebuah ancaman, "issshhh... haaa.... pedang petir, tebasan petir hitam" ucap mael.
Sebuah bilah pedang muncul di tangan mael dan sebuah garis pola tebasan pedang muncul dan terlihat yang kini tengah mengarah pada Shota dengan kecepatan tinggi dan langsung memotong apapun yang ada di jalur lintasan dan hadapannya, Shota yang melihat hal tersebut menjadi sangat khawatir dan cemas lalu ia langsung mencoba untuk mempercepat pergerakannya dan pergi ke arah yang lain tetapi secara tiba-tiba mael kini telah muncul kembali di hadapan Shota sembari menggenggam pedang petir miliknya itu. "B-bagaimana mungkin? A-apakah kau memiliki kemampuan untuk berteleportasi?" ucap Shota dengan perasaan terkejut sekaligus takut.
__ADS_1
Mael sembari tersenyum langsung menendang tubuh bagian perut Shota yang membuatnya terpentalkan cukup jauh tetapi ia tak berhenti sampai di sana juga, mael langsung memasang sebuah kuda-kuda bertarung dan seolah-olah tengah menyarungkan pedang miliknya itu ke dalam sarungnya lalu secara tiba-tiba, "Sayatan sembilan arah!" ucap mael dengan nada keras sembari mengayunkan pedangnya sebanyak 9 x.
"Arrkhh" Shota yang saat ini terpentalkan cukup jauh langsung menghantam sebuah pohon besar dengan sangat keras bahkan sampai membuat batang pohon itu menjadi retak dan hampir hancur ketika di hantam oleh tubuh Shota, Shota langsung mencoba untuk bangun dan ketika ia baru saja hampir bangun sepenuhnya ia langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat banyakan sebuah gambaran garis pedang yang saat ini dengan kecepatan tinggi tengah terbang ke arahnya. Shota sontak secara spontan langsung berdiri dan melompat menjauh agar terhindar dari serangan yang di lancarkan oleh mael itu tetapi anehnya gambaran garis pedang itu seketika itu juga langsung berubah arah sesaat sebelum menebas pepohonan yang ada di hadapannya di tempat Shota berdiri sebelumnya, Shota yang melihat hal tersebut menjadi bertambah bingung dan khawatir karena secara tiba-tiba semua gambaran garis pedang itu langsung menyerang ke arahnya padahal ia telah berpindah posisi.
Hanya tersisa sekitar 20 menit lagi saja sebelum akhirnya sampai hingga waktu tengah malam dan Shota mendapatkan sebuah kekuatan yang membuat dirinya menjadi tak terkalahkan, sayatan-sayatan pedang itu secara terus menerus menyerang Shota selama beberapa menit sebelum pada akhirnya menghilang menjadi sebuah kepingan pecahan cahaya tetapi kengerian dari serangan mael bukan hanya sebatas itu saja melainkan setiap kali sayatan gambaran garis pedang itu menyentuh atau berada sangat dekat dengan Shota maka akan ada efek serangan sambaran petir kecil yang mengenai Shota yang dapat menimbulkan mati rasa dan kesemutan bagi tubuh Shota.
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain mael tak hanya berhenti sampai di sana saja, ia langsung melakukan serangan yang sama beberapa kali dan di teruskan dengan sebuah serangan di mana ia menciptakan beberapa buah pedang di sekitarnya yang ia kontrol menggunakan fikiran yang hingga pada akhirnya akan ia lepaskan ke arah Shota dengan tujuan untuk membunuh dirinya. Mael melepaskan sebuah pedang pertama lalu di ikuti dengan pedang lainnya yang kini tengah terbang mendekat ke arah Shota yang di kendalikan oleh mael dengan kemampuan khusus miliknya itu, Shota yang melihat hal itu menjadi bertambah kebingungan dan cemas karena ia tak yakin akan dapat menghindari semua serangan yang di lancarkan oleh mael," Element api! jubah, element cahaya, healt, fast healt, cahaya suci malaikat! element tanah, dinding pelindung!" ucap Shota dengan perasaan khawatir dan cemas.