The Heaven

The Heaven
S2. CH 112. KEPUTUSAN³


__ADS_3

"Sepertinya aku mendapatkan sebuah informasi yang sangat menarik? lebih segera ku laporkan saja kepada ketua." ucap salah seorang mata mata yang di kirim oleh aliansi baja perak untuk memata-matai krak dev dan seluruh anggota dari aliansi tanpa nama.


Pemain yang menjadi mata-mata itu langsung menjadi sangat senang dan gembira karena mendapatkan sebuah informasi yang akan sangat berguna bagi aliansi baja perak yang akan membuat dirinya mendapatkan sesuatu yang menarik dari ketua mereka. Setelah ayato selesai berpidato dan mengatakan tentang rencana mereka untuk menahan serangan yang akan di lancarkan oleh aliansi baja perak, ayato dengan cepat langsung membubarkan semua orang yang ada di sana untuk langsung bubar dan mempersiapkan semua hal yang di perlukan untuk menahan serangan yang akan datang.


Sementara di saat semua orang tengah sibuk untuk mengatur dan mempersiapkan segala hal yang di perlukan untuk menahan serangan yang akan di lakukan oleh aliansi baja perak, mata-mata yang di kirimkan oleh aliansi baja perak yang memiliki nama bilato secara perlahan tapi pasti mulai pergi meninggalkan markas dari aliansi tanpa nama tanpa di ketahui oleh siapapun.


Sementara itu di sisi lain di saat yang bersamaan Shota yang saat ini berada di luar markas dari aliansi tanpa nama dengan cepat langsung langsung menghabisi setiap pemain yang keluar dari markas aliansi tanpa nama tanpa pandang bulu bahkan terkadang ada yang sampai tak menyadari kalau hp mereka telah turun ke bawah angka 0. Shota saat ini telah menghabisi lebih dari ratusan pemain karena meninggalkan aliansi tanpa nama karena mereka tak ada yang mau mengorbankan nyawa mereka secara cuma-cuma hanya untuk membuat nama serikat ataupun aliansi yang mereka tempati saat ini menjadi sukses dan baik.

__ADS_1


Di saat Shota baru saja selesai menghabisi anggota terakhir yang kabur dari aliansi tanpa nama karena takut secara perlahan bilato mulai terlihat berjalan keluar dari markas aliansi tanpa nama dengan ekpresi dan tingkah laku yang sangat mencurigakan, Shota yang melihat hal tersebut merasa sangat curiga sekaligus penasaran dengan sikap yang di tunjukan oleh bilato lalu secara perlahan langsung mengikutinya secara diam-diam dan langsung mengaktifkan skil invisible agar tak terlihat olehnya. Setelah sekian lama mengikuti bilato secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi, Shota langsung menjadi sedikit terkejut ketika melihat kalau bilato memasuki markas aliansi baja perak padahal pakaian yang di gunakan oleh bilato merupakan pakaian yang di kenakan oleh aliansi tanpa nama tetapi anehanya mereka tak menyerang ataupun menghalangi jalan bilato.


"Begitu ya? ternyata dia adalah mata-mata yang di kirimkan oleh aliansi baja perak untuk memata-matai kami? menarik! biar ku ikuti permainan kalian" ucap Shota sambil tersenyum.


Di sisi lain di area selatan kerajaan saint beberapa orang pemain tengah bertarung melawan monster dan berburu monster entah itu untuk meningkatkan level atau hanya untuk sekedar mencari item dan kesenangan. "Haa... kemana sih perginya mereka berdua? apa yang tengah mereka lakukan sebenarnya saat ini? dasar kakak, pasti mereka berdua tengah bersenang-senang saat ini. lihat saja nanti akan ku balas kalian" ucap artemis yang saat itu tengah berburu monster.


Artemis merasa sangat kesal karena sudah beberapa hari (hitungan dunia nyata) mereka berdua hanya sibuk bermain bersama tanpa sedikitpun memperdulikan dirinya bahkan sedikitpun saja tak pernah memberikannya kabar. Artemis masih belum mendengar sebuah kabar tentang kepergian adiknya itu ataupun tentang pertarungan yang di lakukan oleh serikat night star yang beraliansi dengan serikat pita putih serta serikat king of fire demi sebuah tujuan bersama dan jika artemis mendengar dan mengetahui hal tersebut ia sudah pasti dengan cepat akan langsung mengirim anggota serikatnya itu untuk membantu ayato walaupun pada akhirnya ia tak akan terlalu banyak membantu.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana yang melihat dan mendengar perkataan dari mito langsung menjadi sangat kebingungan serta menjadi sangat cemas serta tanpa basa basi ia langsung menanyakan maksud dari perkataan mito. "A-apa kamu masih belum membaca berita kabar hari ini? coba kamu baca dulu sendiri biar ketua sendiri saja yang mengetahuinya" ucap mito sambil menatap artemis.


Artemis dengan perasaan bingung sekaligus penasaran dan takut langsung membaca berita harian dan betapa terkejutnya dirinya ketika melihat berita tentang adiknya yang akan berperang melawan seluruh serikat yang ada di kerajaan mahevesta area tengah, "A-apa yang terjadi sebenarnya? ulah apa lagi yang di buatnya kali ini? dasar bocah yang sangat merepotkan! dengarkan perintahku, cepat suruh dan beritahukan kepada seluruh anggota dari serikat angin malam untuk segera berkumpul di markas dan bersiap-siap untuk segera berangkat dengan kecepatan penuh ke area tengah kerajaan mahevesta. kita akan berperang melawan mereka. berani beraninya mereka melakukan hal itu kepada adikku yang imut" ucap artemis dengan perasaan kesal dan marah.


SATU HARI TELAH BERLALU AKHIRNYA PEPERANGAN YANG DI TUNGGU-TUNGGU AKHIRNYA DATANG JUGA.


"Semuanya dengarkan perintahku! bersiap untuk melakukan formasi c karena sebentar lagi mereka akan datang, mari kita sambut mereka dengan hangat." ucap ayato sambil memberikan arahan kepada seluruh anggota nya. Semua orang yang ada di sana langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh ayato tetapi hingga saat ini ayato masih tak mengetahui kalau salah satu dari anggota mereka ada seorang mata-mata yang di kirimkan oleh aliansi baja perak untuk mencuri informasi, ayato yakin kalau rencananya ini pasti akan berhasil tetapi sayangnya satu hal yang tak ia ketahui bahwa seluruh rencananya kali ini telah di ketahui oleh aliansi baja perak.

__ADS_1


"Gremutuk.... Gremutuk..... heee...." Suara kuda dan berbagai macam senjata alat berat secara perlahan mulai terdengar serta secara samar samar tapi pasti tengah mendekat ke arah aliansi tanpa nama dengan ribuan pemain yang memiliki set perlengkapan yang sangat bagus. "Berhenti! pemanah maju kedepan dan lancarkan serangan pembuka" ucap kiabo sambil tersenyum dan memberikan sebuah perintah.


Setelah mendengar perintah dari kiabo grup regu pemanah dengan cepat langsung melangkah maju kedepan dan menarik busur mereka serta mengarahkannya ke arah markas aliansi tanpa nama. "Haa.. sudah saatnya ya? ku harap semua akan baik-baik saja seperti yang di rencanakan." ucap ayato sambil menghela nafas dalam.


__ADS_2