
BEBERAPA HARI SETELAH EVENT MADAGASCAR BERAKHIR.
"Haa.... kembali lagi ke kehidupan yang membosankan! sekarang lebih baik aku log out dan istirahat dulu sebentar sambil menjalani kehidupan normalku untuk beberapa hari." ucap Shota yang saat ini tengah berada di sebuah penginapan. Shota yang saat ini telah memutuskan untuk beristirahat sejenak dari permainan the heaven langsung berinisiatif untuk pergi ke sebuah tempat yang jauh dari keramaian untuk menenangkan dirinya dan menikmati hari-hari tanpa pertempuran ataupun hal hal yang mengganggu lainnya.
Setelah berfikir cukup lama dan merasa sedikit kesulitan untuk menemukan tempat apa yang akan ia tuju untuk mereleksasikan fikiran ataupun fisiknya yang telah mulai merasa kelelahan akibat pertempuran yang selalu ia lakukan seroang diri dalam dunia the heaven dan melakukan kegiatan lainya di dunia nyata seperti mengurus sebuah perusahaan yang baru saja ia bangun beberapa bulan yang lalu. Setelah berfikir dengan sangat keras akhirnya Shota memutuskan untuk pergi ke liburan ke pantai yalong yang berada di provinsi sanya pulau hainan, setelah selesai memutuskan tempat liburannya, Shota dengan cepat langsung memesan sebuah vila di sana untuk beberapa hari dan membawa beberapa barang yang ia perlukan secukupnya.
Setelah Shota merasa kalau semua barang yang ia perlukan telah ia masukkan ke dalam kopernya, Shota langsung pergi ke pulau hainan untuk pergi ke pantai yalong.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN SAAT SHOTA TELAH TIBA KE PROVINSI SANYA PULAU HAINAN DI PANTAI YALONG.
"Haa.... akhirnya aku tiba juga di pantai yalong. heeemmm... husss... wau gila, betapa segarnya udara di pulau ini. akhirnya aku bisa liburan dengan tenang sekarang!" ucap Shota dengan perasaan yang sangat bahagia sambil tersenyum. Shota yang saat ini telah tiba di pantai yalong dengan cepat langsung pergi ke lokasi tempat ia telah menyewa sebuah villa yang cukup megah dan yang berada tepat di tepi pantai, Shota sengaja memilih sebuah villa yang berlokasi di pinggir pantai dengan tujuan agar dirinya dapat terus menerus memandangi tepi pantai yang indah serta lautan yang di hiasi langit langit yang indah terlebih lagi demi menikmati sebuah sunset saat dirinya tengah beristirahat.
Sesaat setelah ia baru saja tiba di depan villa yang megah dan mewah ia bertemu dengan seseorang yang paling tak ingin ia temui saat ini karena bisa mengganggu ketenangan dan liburannya yang santai tanpa suara, "Ohh.. sialan! dari sekian banyak orang yang ada di sini, kenapa aku harus bertemu dengannya? terlebih lagi kenapa dia yang harus jadi orang pertama yang aku lihat? haa.. semoga saja dia tak melihatku" ucap Shota yang saat ini tengah diam diam berjalan memasuki villa yang telah ia sewa dengan harapan dan doa agar wanita itu tak melihatnya.
Shota terus menerus berjalan mendekati villa nya itu dan berharap kalau wanita itu tak menoleh ke arahnya dan tak melihat dirinya tetapi sayangnya apa yang ia harapkan tak sesuai dengan realita, wanita itu ternyata menoleh ke arah Shota bahkan ia sampai melihat dan memanggil manggil nama Shota. Shota yang melihat kalau wanita itu tengah memanggil manggil dirinya sambil melambai lambaikan tangannya langsung menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat ketakutan bahkan Shota sampai berdoa kalau apa yang ia dengar sebelumnya hanyalah sebuah ilusi tetapi betapa terkejutnya dirinya seketika mengetahui kalau wanita itu telah berada tepat di sebelahnya dan tengah memegang pundaknya sambil mengatakan kenapa Shota tak menjawab panggilannya dan mengatakan kalau Shota sangat jahat karena telah mengabaikan dirinya bahkan sampai harus menghampiri dirinya agar dapat berbicara secara langsung.
"Haa.... hancur sudah semua rencanaku!" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan berbicara dengan nada rendah.
"Eh.. apa kau mengatakan sesuatu?" ucap wanita itu sambil menatap Shota dan mengira kalau ia telah mendengar Shota mengatakan sesuatu yang tak mengenakan.
"T-tidak kok. aku tak mengatakan apa-apa! hehehe... btw, kau sedang apa di sini? jangan bilang kalau dirimu saat ini tengah tinggal di sekitar sini?" ucap Shota sambil langsung mengalihkan topik pembicaraan dan berharap kalau wanita itu tak tinggal ataupun bekerja di sekitar sana dan bahkan Shota sendiri sampai berharap kalau wanita itu akan segera pulang kembali ke kota tempat tinggalnya.
"Hahaha... aku hanya tengah melihat lihat sekitar dan aku tidak tinggal di sekitar sini tetapi aku tinggal di villa yang kau sewa" ucap wanita itu sambil tertawa keras. Shota langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dari wanita itu yang mengatakan kalau dirinya tinggal di villa yang telah di sewa oleh Shota dan bahkan ia akan tinggal seatap dengan Shota dan karena hal itu juga yang langsung membuat Shota berharap kalau semua yang ia dengar sebelumnya dan lakukan saat ini semuanya hanyalah mimpi tapi jika memang benar kalau semua itu adalah mimpi, Shota sangat berharap kalau ia akan segera terbangun dari mimpi buruknya itu.
__ADS_1
"Hei, kau bercanda kan? apa kau serius kalau kita harus tinggal seatap? tetapi bukankah di sana tertera kalau villa ini hanya untuk satu orang saja? lalu untuk apa kau tinggal di sini? cepat pergi saja sana" ucap Shota dengan perasaan kesal sekaligus kecewa karena sepertinya liburan yang telah ia rencanakan dengan sebaik mungkin harus hancur karena kehadiran seorang wanita bernama RINA DIANA.
Rina Diana merupakan seseorang yang bisa di katakan sebagai sahabat sekaligus keluarga bagi Shota karena semasa sekolah setelah ia kehilangan seluruh keluarganya hanya dirinya saja yang masih mau berteman dengan Shota tanpa memandang status ataupun hal lainya dari Shota bahkan rina diana tetap bersabar dan terus ceria saat berada di dekat Shota sambil terus mencoba untuk menjadi akrab dengan Shota. Rina Diana tak henti hentinya terus mencoba untuk menyemangati dan mencoba untuk berteman dengan Shota walaupun pada akhirnya mereka harus tetap berada di kelas yang berbeda dan pada akhirnya harus tetap berpisah karena mencapai tujuan masing masing.
Shota tak menyukai rina bukan ia membencinya ataupun karena hal yang lainya tetapi Shota tak menyukai rina adalah karena rina yang tak bisa berdiam diri dan selalu saja berbicara tanpa henti yang membuat Shota menjadi sedikit risih. Shota hanya tak menyukai rina yang selalu saja berbicara tanpa henti tetapi bukan berarti ia tak menyukai rina malahan ia telah menganggap kalau rina itu adalah adiknya sendiri dan tak memiliki sedikitpun niat untuk menyakiti ataupun melakukan hal aneh padanya.
"Hemm... tidak kok! aku tak bercanda! malahan sebenarnya aku serius ingin tinggal satu atap denganmu. lagian alasanku menyewakan villa ini karena ada sesuatu yang harus ku kerjakan tetapi karena kau yang menyewanya aku jadi tak perlu pergi. boleh ya? boleh? boleh? boleh ya kakak?" ucap rina sambil memasang ekpresi wajah yang sangat polos sambil memohon kepada Shota.
"Gluk!" Shota seketika itu juga langsung menelan air liurnya karena tak sanggup untuk menolak permohonan dari adiknya yang manis itu terlebih lagi saat ini rina tengah memasang ekpresi polos serta kedua bola matanya yang memancarkan sebuah pancaran yang sangat indah yang seketika Shota melihatnya seolah olah langsung membuat Shota terhipnotis agar mengiyakan permohonan dari adiknya itu. Shota sebenarnya sangat ingin menolak permintaan dari adiknya itu tetapi entah kenapa secara reflek Shota langsung menginyakan permintaan dari rina. "Benarkah? asik... hore!! artinya aku akan tidur bersama kakak malam ini" ucap rina sambil melompat lompat kegirangan dengan perasaan senang.
"Tidak! kau tak akan tidur bersamaku! kau tidur di kamar yang lain. lagian bukankah kau ini sudah besar? jadi berhentilah untuk bersikap manja padaku" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan menjadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dari rina.
"Ehh... kenapa? memangnya kenapa aku tak boleh tidur di sampingmu? bukankah dulu kita sma bersama dengan ibu dan ayah sering tidur bersama ya? lalu kenapa sekarang tak boleh? lagian apa salahnya jika aku bersikap manja pada kakak ku sendiri" ucap rina sambil menatap Shota dengan ekpresi sedih.
"Hehehe.. tidak kok! aku tak berbohong kok kak, ibu dan ayah baik baik saja tetapi ada sedikit masalah yang terjadi" ucap rina dengan ekpresi wajah sedih. Shota dengan cepat langsung menyuruh rina agar segera menceritakan tentang masalah yang tengah mereka alami saat ini, rina pada awalnya enggan menceritakan tentang masalah yang tengah terjadi pada keluarga mereka tetapi karena Shota yang terus terusan memaksa rina agar segera menceritakan semuanya, rina akhirnya terpaksa harus menceritakan semua yang telah terjadi.
Setelah mendengar cerita dari rina, Shota seketika itu juga langsung menjadi sangat kesal dan marah bahkan ia langsung memarahi rina karena tak mengatakan hal sepenting itu sedari awal, "brengsek! mereka lagi, lihat saja kali ini akan ku hancurkan hidup mereka" ucap Shota dengan perasaan marah.
"Bodoh! kenapa kau tak menceritakan semua ini sedari awal? kalau kau menceritakannya sejak dulu mungkin semua ini tak akan pernah terjadi dan mungkin aku bisa membantu ayah dan ibu untuk menyelesaikan semua masalah ini! Si brengsek itu, lihat saja akan ku balas ratusan kali lipat kali ini. tunggu saja kau!" ucap Shota dengan perasaan yang sangat marah sambil menggenggam tanganya sekuat tenaga. Rina langsung merasa sangat sedih dan menjadi merasa sangat bersalah seketika mendengar perkataan dari Shota dan saat itu juga ia langsung meminta maaf kepada Shota karena merahasiakan hal ini darinya karena ia tak tau kalau sekarang Shota sudah menjadi orang yang sangat sukses, "Haa.. sudahlah! ini juga salahku karena tak memberitahu kalian dan tak bertanya kepada kalian karena terlalu sibuk. sekarang bawa aku ke rumah sakit di mana ayah di rawat lalu setelah itu untuk masalah keuangan ataupun yang lainya serahkan saja padaku" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan segera pergi ke rumah sakit tempat di mana ayahnya di rawat.
Shota melaju dengan sekencang mungkin karena ia ingin secepat mungkin untuk melihat keadaan dari orang tua angkatnya itu yang bahkan telah merawat dan bersikap baik kepada dirinya sejak ia masuk sma padahal saat ini dirinya dan rina tak seakrab seperti sekarang atau bisa di bilang kalau hanya rina saja yang berniat untuk berteman dengan Shota. Setelah sampai di rumah sakit tempat di mana ayah angkat Shota di rawat, Shota dengan cepat langsung pergi ke tempat ruangan di mana ayahnya itu tengah terbaring lemah dan tengah di rawat oleh tenaga medis.
"Tap. tap.. tap.. krekkk!! ha.. ha... " suara langkah kaki dan suara nafas seseorang yang tengah berada tepat di hadapan pintu masuk dari sebuah ruangan yang saat ini tengah di huni oleh 3 orang langsung terdengar. Dua dari tiga orang yang ada di sana langsung menatap orang tersebut yang ternyata tak lain adalah Shota langsung menoleh ke arahnya dengan ekpresi wajah terkejut sekaligus sedih seketika mengetahui kalau orang yang tengah berada di pintu itu adalah Shota, mereka seorang ibu dan anak kecil itu langsung berlari ke arah Shota dan bahkan mereka langsung memeluk Shota dengan sangat erat sambil meneteskan air mata dan menanyakan tentang keadaan Shota.
__ADS_1
Shota langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar pertanyaan dari wanita itu yang tak lain adalah ibu angkatnya Shota itu sendiri, Shota bahkan tak bisa berkata kata ketika di peluk erat oleh adik dan juga ibu angkatnya itu tetapi satu hal yang sangat jelas yang ia rasakan saat ini yaitu perasaan rasa syukur yang amat sangat besar karena telah di karuniai oleh keluarga yang begitu baik bahkan masih sempat menghawatirkan orang lain ketika dirinya sendiri sedang tak baik baik saja. "Aku baik-baik saja kok bu. ohh ya, sekarang ke adaan ayah bagaimana? apakah sekarang ia sudah baik-baik saja?" ucap Shota sambil memeluk ibu dan adiknya yang bernama ANNA DE REVERSAL DIANA DAN RIXXY DE REVERSAL AYATO lalu ayah mereka yang bernama KIATO.
Ibu Shota dengan perasaan yang sangat sedih dan air mata yang terus menerus mengalir keluar mengatakan kalau ayah mereka saat ini masih dalam ke adaan koma dan harus segera di lakukan perawatan selanjutnya tetapi karena kekurangan dana mereka hanya bisa pasrah bahkan semua harta mereka telah mereka jual demi biaya rumah sakit, "Bagitu ya? baiklah, sekarang kalian tenang ya. dari sekarang biarkan aku yang menangani semuanya dan untuk ibu dan rixxy duduk saja dengan tenang sambil melakukan aktivitas seperti biasanya lalu di dalam sini ada semua uang yang telah ku hasilkan, kalian bisa gunakan sepuasnya untuk berbelanja ataupun melakukan apapun yang kalian suka dengan uang ini. jadi jangan bersedih lagi ya, aku sayang kepada kalian" ucap Shota yang saat ini tengah hampir meneteskan air mata dan dengan nada suara yang seperti sangat ingin menangis ketika memikirkan tentang hal kelam yang telah di lalui oleh keluarganya itu.
Pada awalnya ibu Shota menolak untuk mengambil kartu keredit dan uang tunai yang di berikan oleh Shota kepada ibunya bahkan ibunya dan rina sendiri meniadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dari Shota yang mengatakan kalau mulai dari sekarang dirinya lah yang akan melakukan semuanya untuk mereka tetapi karena Shota mengatakan sesuatu yang sangat menyentuh yang sampai sampai membuat ibunya tak bisa berkata kata dan tak bisa menolak pemberian dari Shota, secara mau tak mau ibunya itupun langsung menerima semua uang yang telah di berikan oleh Shota.
Kata kata itu adalalah :
"IBU, SEJAK AKU SUDAH TAK MEMILIKI SIAPAPUN DAN APAPUN KAU SELALU MEMBANTU DAN MEMBERIKAN KASIH SAYANG MU KEPADAKU WALAUPUN SEBENARNYA AKU INI BUKANLAH ANAK KANDUNGMU DAN KARENA KEBAIKAN IBU, AYAH DAN ADIK! MUNGKIN AKU YANG SEKARANG INI TENGAH BERDIRI DI HADAPAN KALIAN TAK AKAN PERNAH ADA BAHKAN MUNGKIN AKU TAK AKAN PERNAH BISA MERASAKAN LAGI INDAHNYA SEBUAH KEBAHAGIAN YANG DI BERIKAN OLEH SEBUAH KELUARGA SETELAH IBU DAN AYAH KANDUNGKU TELAH TIADA. TETAPI BERKAT KALIAN SEMUA YANG TELAH MENARIK DIRIKU KELUAR DARI LUBANG YANG GELAP DAN MENUNTUNKU HINGGA MENEMUKAN SEBUAH CAHAYA YANG SANGAT INDAH INI. KARENA ITU IZINKAN ANAKMU YANG BODOH INI UNTUK MEMBANTU KALIAN WALAU HANYA SEDIKIT SAJA DAN IZINKAN ANAKMU YANG TAK TAU TERIMAKASIH INI UNTUK MENCOBA MEMBAHAGIAKAN KALIAN KARENA TANPA KALIAN AKU TAK AKAN PERNAH BISA MENJADI SEPERTI DIRIKU YANG SEKARANG INI. JADI MULAI SEKARANG KU MOHON BIARKAN ANAKMU INI YANG MENGURUS SEMUANYA......"
Setelah mendengar perkataan dari Shota, ibu dan kedua adiknya itu langsung menangis dengan sangat histeris bahkan mereka sampai sampai langsung memeluk Shota karena merasa sangat terharu dan merasa sangat bahagia ketika mendengar perkataan dari Shota, Shota yang saat itu juga tak dapat lagi berpura pura tegar dan tak dapat lagi membendung air matanya secara spontan langsung mengeluarkan air mata sambil memeluk erat keluarganya itu dan sambil berkata dalam hati kalau ia pasti akan membuat mereka semua membayar atas apa yang telah mereka lakukan pada kuluarganya itu.
"Baiklah, sekarang saat nya untuk melakukan perawatan yang sebenarnya." ucap Shota dan langsung menelpon seseorang dengan tujuan untuk memindahkan ayahnya itu ke rumah sakit terbaik yang ada di china agar ayahnya itu dapat menikmati perawatan medis yang sangat baik dan sempurna tanpa kekurangan apapun.
Ibu Shota langsung menjadi bertambah terkejut ketika mendengar kalau Shota mengatakan kalau ia akan segera memindahkan ayahnya ke rumah sakit fuda cencer hospital untuk menjalani perawatan yang jauh lebih baik dan lebih efesien dari yang sekarang tetapi ibunya Shota menolak untuk memindahkan ayahnya karena mereka tak memiliki cukup uang lagi terlebih lagi biaya rumah sakit di sana sangat mahal.
"Hahaha.. tenang saja bu. biarkan aku yang mengurus semuanya, ibu cukup menikmati hari hari seperti biasanya. ini silahkan jalan jalan sebentar bersama dengan adik" ucap Shota sambil memberikan kunci mobil kepada ibunya dengan tujuan agar ibunya bisa lebih sedikit tenang.
"Tapi.." Di saat ibunya berniat untuk menolak untuk pergi meninggalkan ayah mereka, Shota langsung memeluk dan mencium kening ibunya itu sambil mengatakan kalau semuanya akan baik baik saja yang seketika itu juga langsung membuat ibunya Shota menjadi tenang dan menuruti perkataan dari Shota untuk mengajak adik adiknya itu untuk pergi berkeliling dan bermain sejenak. Setelah ibu dan adik adiknya itu pergi keluar, Shota secara perlahan mulai berjalan mendekati ayahnya yang saat ini tengah terbaring lemas dan tak berdaya di atas kasur sambil meneteskan air mata karena merasa sangat kasihan, sedih bahkan merasa sangat bersalah karena tak bisa membantu mereka dan terlambat untuk mengetahui semua ini karena terlalu menyibukkan diri dengan game dan pekerjaan sehingga ia tak sempat untuk mencari informasi tentang keluarganya itu.
"MAAFKAN LAH KESALAHAN DARI ANAKMU YANG BODOH INI YANG BAHKAN TAK MENYADARI KALAU KELUARGANYA SENDIRI SAAT INI TENGAH TERJEBAK DALAM MASALAH YANG SANGAT SULIT DAN BAHKAN SAMPAI TAK MENGETAHUI KALAU AYAHNYA SENDIRI SAAT INI TENGAH TERBARING LEMAH DI ATAS KASUR. SEKARANG AYAH CEPATLAH SEMBUH YA AGAR DAPAT MELIHAT ANAKMU YANG BODOH INI MENDAPATKAN HUKUMAN KARENA TELAH MELALAIKAN KELUARGANYA SENDIRI DAN AGAR AYAH JUGA DAPAT MELIHAT KALAU ANAKMU INI SEKARANG SUDAH SUKSES DAN DAPAT MEMBAHAGIAKAN KALIAN" Ucap Shota sambil meneteskan air mata dan menceritakan banyak hal kepada ayahnya itu.
Setelah beberapa jam menangis dan menceritakan banyak hal serta meminta maaf kepada ayahnya, Shota akhirnya pergi sebentar dari ruangan itu untuk mengurus orang orang bodoh yang telah berani melakulan hal itu kepada keluarganya. "Baiklah! sekarang saatnya pembalasan! hei, bukankah kau kemaren mengatakan akan melakukan apapun asalkan aku membantumu? sekarang aku ingin melihat ketulusanmu itu! bantu aku untuk menghancurkan seseorang dan aku akan membantumu berjaya di sana" ucap Shota dengan mengeluarkan tatapan yang sangat dingin dan mengerikan sambil secara perlahan mulai berjalan keluar dari rumah sakit tersebut.
__ADS_1