The Heaven

The Heaven
SEASON 2 CH 04. KEMUNCULAN KELAS TERSEMBUNYI LAINYA 4


__ADS_3

“TING” Suara benturan dari ujung tombak milik pri misterius yang menyerang Shota dengan suara milik pedang Shota. “Hmm... lumayan! Ternyata kau memiliki reflek yang cukup bagus! Kurasa kau akan bisa menghiburku untuk sesaat,” ucap pria misterius tersebut dan langsung menjauh dari Shota.


Setelah pria misterius tersebut mundur cukup jauh ia terdiam sejenak sambil menatap Shota dengan senyuman di wajahnya dan secara cepat langsung menyerang Shota kembali tetapi kali ini ia tak hanya menyerang Shota sekali tetapi berkali kali. “TANG... TING... TANG... TING.... “ Suara benturan antara tombak milik pria misterius tersebut dengan pedang milik Shota terus bergema.


Shota terus-menerus menangkis semua serangan yang di lancarkan oleh pria misterius tersebut, di sisi lain pria misterius itu yang melihat kalau semua serangan miliknya dapat di tangkis oleh Shota hanya tersenyum dan terus menerus menyerang tanpa memberikan seperdetikpun untuk Shota istirahat. Di saat Shota tengah sibuk menangkis semua serangan yang di lancarkan oleh pemain misterius tersebut di saat yang bersamaan muncul ratusan pemain yang langsung mengepung Shota dan menyerang Shota tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu.


Shota yang mengetahui kalau dirinya dalam bahaya dan melihat kalau ada banyak serangan yang mengarah langsung pada dirinya dengan cepat langsung melompat ke udara dan langsung mengaktifkan skil invisible miliknya untuk menghindari serangan yang di lancarkan ke arahnya dan menghilang untuk kabur dari sana karena jika Shota terus berdiam diri di sana ada kemungkinan kalau dirinya akan kalah karena perbedaan jumlah yang sangat significant terlebih lagi karena Shota merasa kalau pria misterius yang menyerangnya secara tiba tiba itu bukanlah seorang pemain biasa dan ada kemungkinan kalau ia adalah seorang ahli tersembunyi yang tak ia ketahui.


Shota terus berlari sejauh mungkin dan akhirnya ia berhenti di atas sebuah pohon, “Cih! Sialan! Kenapa aku bisa sesial ini? Siapa orang itu? Kenapa ia sepertinya berniat untuk menghabisiku? Apakah aku pernah membuat masalah denganya? Tidak! Aku tak pernah menyinggung orang itu dan bahkan aku pun tak pernah ingat kalau aku pernah bertemu dengan orang itu sebelumnya,” ucap Shota sambil mengamati pemain misterius tersebut dari jauh.


Di saat Shota tengah mengamati pergerakan dari pemain misterius dan semua orang yang ada di sana, Shota menjadi sangat terkejut dan bahkan saking terkejutnya ia hampir terjatuh dari atas pohon yang saat ini sedang ia singgahi. Bagaimana Shota tidak terkejut, ketika ia tengah mengamati semua musuhnya dari kejauhan pemain misterius itu melihat ke arah Shota sambil tersenyum yang membuat Shota sedikit panik dan menyadari apakah pemain misterius tersebut memiliki kemampuan yang sama dengan musuh yang pernah ia lawan sebelumnya.

__ADS_1


“Sial! Apakah kau serius? Apakah dia mengetahui keberadaanku? Apa jangan jangan ia bisa melihatku menggunakan skil aneh yang di gunakan oleh orang itu” ucap Shota dengan ekpresi bingung.


“Siapa orang yang kau maksud? Ngomong-ngomong apa kau tau? Kalau harga untuk kepalamu itu cukup tinggi loe! Sekitar ¥ 30 juta,” ucap pria misterius bertombak sebelumnya yang secara tiba-tiba telah berada tepat di samping Shota.


“E-ehhhhh!!!!” Shota menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau pria yang sebelumnya menyerang dirinya secara tiba-tiba telah berada tepat di sampingnya dan memasang senyum di wajahnya bahkan karena saking terkejutnya Shota, ia sampai terjatuh dari atas pohon itu dan beruntung pria misterius tersebut tak langsung menyerang Shota dan hanya tertawa melihat Shota terjatuh dari atas pohon. “Hei apa kau baik-baik saja?” tanya pemain misterius tersebut sambil menatap Shota dengan senyuman di wajahnya.


“Haa... aku baik-baik sa... ehhh!!!” Shota menjadi sangat terkejut dan dengan cepat ia langsung menjauh dari pria misterius tersebut dan langsung memasang posisi untuk bertarung.


“Ohh!! Begitu ya? Ternyata kau pria yang cu... ehhh!! Apa-apaan ini? Kenapa kau menyerang ku secara tiba-tiba? Bukannya kau tadi bilang kalau dirimu tak akan menyerangku?” tanya Shota yang menjadi sangat panik dan langsung menghindari serangan dari pria misterius tersebut.


“Memangnya aku pernah berkata seperti itu ya,” ucap pria misterius bertombak tersebut sambil memasang ekpresi bingung dan wajah polos.

__ADS_1


“Vangke!!! Barusan kau bilang seperti it... ehhhhh!!! Hei bisakah setidaknya kau biarkan aku untuk menyelesaikan perkataanku??” tanya Shota sambil menghindari serangan yang di lancarkan oleh pria misterius tersebut.


“Hei bodoh! Ini pertarungan bukan permainan masak masakan! Jadi kau harus siap untuk bertarung kapanpun” ucap pria misterius tersebut.


“Cih sialan!” Shota menjadi sangat kesal ketika mendengar perkataan dari pria misterius tersebut sambil terus menangkis dan menghindari serangan yang di lancarkan oleh pria misterius tersebut. Pria misterius tersebut hanya tersenyum dan terus menlancarkan serangan kepada Shota dan begitupun sebaliknya, Shota juga terus menerus menyerang pria misterius tersebut hingga pada akhirnya terjadilah pertarungan sengit yang terjadi hampir selama 3 jam yang hanya beradu senjata tanpa menggunakan satupun skil mereka dan barulah setelah 3 jam berduel bawahan milik pria misterius tersebut sampai di lokasi bertarungnya Shota dan pria itu dan tanpa basa basi semua bawahanya langsung menyerang Shota.


“Hei!!! Hei!!! Hei!!! Apa kau serius?? Bukankah ini curang?” ucap Shota sambil terus menghindari serangan yang di lancarkan oleh semua musuhnya. Pria misterius tersebut hanya tersenyum melihat Shota di keroyok dan langsung mundur untuk menghemat tenaga sekaligus menikmati pertarungan antara Shota dengan semua bawahanya, “Hei sialan! Cepat berduel denganku dan suruh bawahmu ini untuk tak ikut campur” ucap Shota sambil menantang pria misterius tersebut.


Pria tersebut hanya tertawa dan mengatakan kalau mereka semua bukanlah bawahan dirinnya melainkan kelompok bayaran yang sengaja di bentuk demi mengalahkan dirimu dan juga kelompok ini tak memiliki ketua jadi dengan kata lain mereka bebas dan tak memiliki peraturan. Ketika mendengar perkataan dari pria misterius tersebut Shota menjadi bertambah kelas dan sadar jika ia tak bertarung dengan serius maka dirinya pasti akan mati di keroyok oleh semua pemain yang sudah tergila-gila pada uang.


“Haa... tak ada cara lain! Jika aku ingin melawan musuh sebanyak ini mending aku menggunakan itu saja! Fate-determining weapon bentuk ke empat death rain!” ucap Shota sambil melompat ke udara dan terbang menggunakan belatinya yang menyatu menjadi sebuah sayap.

__ADS_1


__ADS_2