
“Keluarlah luxuria, invidia” ucap Shota sambil tersenyum dan memasukkan dua buah kartu serta sambil mengeluarkan aura niat membunuh yang sangat kuat. Setelah selesai mensummon pangeran neraka luxuria dan pangeran neraka invidia, Shota sambil tersenyum langsung memberikan perintah kepada mereka berdua untuk melindungi dan menjaga veronica apapun yang terjadi bahkan Shota langsung memberikan perintah kepada kedua pangeran neraka itu untuk membunuh siapapun dan apapun yang mencoba untuk melukai veronica.
Raja gablon menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat ketakutan ketika melihat kemunculan dari kedua pangeran neraka yaitu luxuria dan invidia yang secara tiba tiba muncul di sebelah Shota dan langsung melindungi verinica, “apa yang kau lihat dasar monster bodoh? Jangan sekali sekali memalingkan pandanganmu saat tengah bertarung melawan orang lain! Apa kau sedang meremehkan diriku?” ucap Shota sambil tersenyum yang secara cepat telah berada tepat di belakang raja gablon dan dengan cepat langsung mengayunkan sabit miliknya.
Raja gablon menjadi sangat terkejut ketika melihat dan mengetahui kalau Shota secara tiba tiba telah berada tepat di belakangnya dan bahkan tanpa ia sadari, setelah mengetahui kalau Shota telah berada tepat di belakangnya raja gablon langsung mencoba untuk menghindari serangan yang di lancarkan oleh Shota. “SLASH” Sabit dewa kematian milik Shota langsung melukai punggung raja gablon tetapi sayangnya serangan yang di lancarkan oleh Shota tak memberikan luka yang berarti karena raja gablon yang menhindari serangan dan luka pada titik vital sehingga hanya memberikan dirinya luka ringan, sementara itu Shota yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum sambil menjilat darah raja gablon yang ada di senjata miliknya. “Ada apa? Apa hanya segini saja kekuatanmu? Mengecewakan” ucap Shota sambil tersenyum dan dengan kecepatan cahaya langsung melesat ke arah raja gablon.
Shota dengan kecepatan cahaya menyerang raja gablon secara bertubi tubi dan tak memberikan nya kesempatan untuk kabur ataupun menyerang balik, sementara itu raja gablon hanya bisa meraung secara terus menerus dan menyerang secara membabi buta dengan niatan dan harapan dapat mengenai Shota. “Dasar bodoh!” ucap Shota sambil tersenyum dan secara terus menerus menyerang raja gablon dengan kecepatan cahaya.
__ADS_1
“Arghhhh!!!! Roarrrr!!!” Raja gablon langsung meraung dan di saat yang bersamaan langsung menggunakan salah satu skil miliknya yang super sonic di mana saat di aktifkan raja gablon akan meraung sekuat tenaga dan akan membuat sebuah ledakan ultra sonic yang berasal dari sebuah suara, Shota langsung terhempaskan dan bahkan langsung menghantam sebuah dinding yang ada di sekitarnya dan bahkan sampai membuat Shota sekali lagi muntah darah ketika terkena effek serangan dari skil yang di lancarkan oleh raja gablon. “Arghh!!” raja gablon sambil meraung langsung melesat ke arah Shota seketika melihat kalau Shota saat ini tengah terkapar di lantai karena terhempaskan akibat serangan yang di lancarkan olehnya dan sambil meraung raja gablon langsung menarik keluar kodachi miliknya dengan niatan untuk menghabisi Shota dengan satu kali serangan, sementara itu Shota yang melihat hal tersebut langsung duduk sambil memegang sabitnya dan tersenyum melihat kedatangan dari raja gablon sambil memancarkan aura niat membunuh yang sangat sangat kuat bahkan jauh lebih kuat dari sebelumnya dan kali ini Shota juga berniat untuk langsung menggunakan seluruh kekuatan miliknya.
“Haa.. merepotkan! Kemarilah, biar ku tunjukan kengerian yang sebenarnya” ucap Shota sambil tersenyum dan secara perlahan berdiri sambil memegang sabit dewa kematian miliknya.
“ARGHHH.... HYAA...” Shota dan Raja gablon sama berteriak sekuat tenaga mereka dan di saat yang bersamaan mereka sama berlari ke arah satu sama lain dengan niatan untuk sama sama saling menghabisi satu sama lain, suara benturan dari kedua senjata milik mereka berdua dan kobaran api serta percikan petir terus terlihat seketika senjata dari kedua belah pihak saling berbenturan tetapi yang cukup mengherankan adalah bahwa Shota sangat menikmati pertarungan tersebut bahkan ia sampai tersenyum saat tengah bertarung melawan raja gablon padahal kekuatan mereka sangat jauh berbeda bahkan bisa di katakan kalau Shota ingin ia bisa dengan sangat mudah dapat langsung menghabisi raja gablon.
Hp raja gablon secara significant terus menerus turun ke angka kritis bahkan sampai membuat raja gablon menjadi bertambah marah dan langsung menggunakan kemapuan terkuat yang ia miliki untuk menyerang Shota, Shota yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum dan berdiri sambil menunggu kedatangan dari raja gablon sambil bersiap siap untuk menyerang ataupun menahan serangan yang akan di lancarkan oleh raja gablon. Di saat saat terkahir sesaat sebelum senjata milik raja gablon berbenturan dengan sabit dewa kematian milik Shota secara tiba tiba dan mengejutkan dari sebuah dinding yang berada di sebelah mereka muncul sebuah monster besar yang memiliki bentuk menyerupai naga tetapi bukan naga yang seketika itu juga langsung menghantam tubuh raja gablon seketika sesaat sebelum sabit dewa kematian milik Shota memotong kodachi dan bahkan memotong tubuh raja gablon menjadi dua bagian.
__ADS_1
Shota yang melihat hal tersebut menjadi sangat sangat terkejut sekaligus menjadi sangat kebingungan ketika melihat kemunculan dari mosnter yang memiliki bentuk yang sangat menyerupai seekor naga yang sepertinya ia terhempaskan oleh seseorang atau mungkin oleh monster lainya karena terlihat dari kemunculannya yang tak lazim dan luka yang ada di tubuhnya, sementara itu veronica yang melihat hal tersebut langsung menjadi sangat ketakutan sekaligus langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat sesosok monster yang muncul itu merupakan monster yang ia kenali bahkan monster itu juga lah yang telah membawa dan merebut saudaranya dari dirinya secara paksa. “luxuria, invidia cepat bawa veronica keluar dari villa ini dan lindungi dirinya” ucap Shota sambil memberikan perintah kepada para pangeran neraka dan secara perlahan mulai mendekati monster yang memiliki nama ror dengan level 371.
“Tusuk.. Tusuk.. Tusuk.. haa.. apakah monster ini masih hidup? Tapi kenapa dari tadi tidak bergerak gerak? Kan kasihan sama raja gablon yang tertindih olehnya! Tusuk.. tusuk.. tusuk..” ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan menusuk nusuk tubuh ror menggunakan sabit dewa kematian dengan mata yang tumpul. Di saat Shota tengah duduk melihat dan mengamati monster yang menyerupai naga yang bernama ror itu sambil menusuk nusuk tubuhnya untuk mengetahui apakah ror masih hidup atau tidak, dirinya di kejutkan oleh serangan yang di lancarkan oleh ror secara tiba tiba menggunakan kibasan ekornya yang membuat Shota langsung terhempaskan dan bahkan sekali lagi menghantam dinding tetapi kali ini Shota sampai menempel di dinding itu karena terkena kibasan ekor yang di lancarkan oleh ror secara tiba tiba.
“ROARRRR” Monster Ror seketika itu secara perlahan mulai berdiri dan langsung meraung sekuat tenaga sambil menggenggam tubuh raja gablon dan lalu langsung melahap habis raja gablon sampai tak tersisa bahkan tulang belulang sekalipun, setelah selesai memangsa raja gablon, ror yang merasakan hawa keberadaan Shota langsung menoleh ke arahnya sambil memasang ekpresi ingin memangsa Shota. “Gluk” Shota yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut dan hanya bisa menelan ludahnya sekaligus menjadi sedikit cemas karena kali ini tubuhnya benar benar tak bisa bergerak karena tersangkut di antara sela sela dinding akibat terhempaskan oleh kibasan ekor ror, ror yang melihat kalau Shota tengah ketakutan dan tak bisa bergerak langsung menatapnya dan bahkan ia langsung tertawa terbahak bahak ketika melihat hal tersebut.
“E-ehhh!!” Shota menjadi sangat terkejut ketika melihat tingkah dari ror yang saat ini tengah tertawa keras bahkan sampai berguling guling di lantai ketika melihat dirinya yang saat ini tengah terperangkap di sela sela dinding akibat ulah ror, “Dasar mosnter laknat! Jika kau ingin memangsa ku lakukanlah sekarang, tapi jangan menghina dan menertawaiku seperti itu. Dasar monster sialan!” ucap Shota dengan perasaan kesal ketika melihat tingkah ror yang saat ini tengah menertawakan dirinya.
__ADS_1
“Hahaha... maaf ... maaf... baiklah. Baiklah sekarang ak.. pffff... hahahaha” ror tak bisa menahan tawanya ketika melihat Shota yang saat ini tengah mencoba untuk melepaskan diri. Sementara itu Shota menjadi bertambah sangat sangat kesal dan marah ketika melihat tingkah ror yang saat ini tengah asik asiknya menertawai dirinya yang tengah terjebak di dinding, setelah beberapa saat akhirnya ror selesai tertawa dan dengan kecepatan tinggi langsung melesat ke arah Shota dengan tujuan memangsa dirinya.