The Heaven

The Heaven
S2. CH 93. SALAMANDER MELAWAN 3 MONSTER LABA LABA


__ADS_3

"Hei, aku ucapkan terimakasih banyak kepada kalian karena telah membantu dirinya membangkitkan kemampuan terpendam miliknya dan sebagai ucapan terimakasih aku akan memberikan kematian yang sangat menyenangkan untuk kalian" ucap pria tersebut sambil tersenyum dan langsung meletakkan salamander yang telah jatuh pingsan ke tempat yang aman. Setelah meletakkan salamander ke tempat yang ia rasa aman, pria misterius tersebut secara perlahan langsung berjalan ke arah ketiga monster laba laba tersebut sambil menggenggam dua bilah pedang di kedua sisi tangannya dan memasang ekpresi tersenyum.


Sementara itu ketiga monster laba laba itu yang melihat kemunculan dan aura membunuh yang sangat kuat yang di pancarkan oleh pria misterius itu langsung menjadi sangat ketakutan bahkan kaki mereka sampai sampai langsung menjadi gemetaran seketika melihat pria tersebut yang secara perlahan terus menerus mendekati mereka dan dengan perasaan takut mereka langsung menyerang pria misterius itu dengan seluruh kemampuan mereka dengan harapan dapat membunuh pria misterius tersebut. "Haa.... merepotkan! apa kalian fikir serangan lemah seperti ini dapat menghentikanku?" ucap pria misterius itu sambil tersenyum dan menangkis setiap serangan yang mengarah padanya dengan sangat mudah.


Ketiga monster laba laba itu langsung menjadi sangat terkejut dan bertambah sangat ketakutan seketika melihat kalau serangan yang mereka lancarkan tak ada satupun yang dapat melukai pria itu padahal semua serangan itu adalah kemampuan terkuat yang mereka miliki saat ini, ketiga monster laba laba itu langsung mencoba untuk kabur dan bahkan ada salah satu dari mereka yang mencoba untuk menyerang salamander yang tengah tergeletak di tanah dan tak sadarkan diri. "Hei, apa yang kau coba lakukan? bukankah sudah ku bilang kalau lawanmu adalah aku!" ucap pria tersebut dengan perasaan kesal karena merasa di remehkan dan dengan kecepatan tinggi bahkan tanpa di sadari telah membelah tubuh monster laba laba itu menjadi dua bagian yang seketika itu juga langsung membuat hp miliknya turun ke angka 0.


"Haa... merepotkan! inferno" ucap pria misterius tersebut dan langsung mengaktifkan sebuah sihir dengan element api ketika melihat kalau kedua monster laba laba yang tersisa mencoba untuk kabur. Sebuah lingkaran api dengan suhu yang amat sangat panas yang tercipta dari sihir yang di gunakan oleh pria misterius tersebut langsung membakar habis seluruh tubuh laba laba hitam tanpa tersisa sedikitpun tetapi sayangnya sihir tersebut tak berefek apapun terhadap monster laba laba merah karena dirinya sendiri adalah api malahan kemampuan dan hp miliknya langsung meningkat seketika terkena serangan yang di lancarkan oleh pria misterius tersebut.


Setelah terkena serangan sihir api yang di lancarkan oleh pria misterius tersebut, monster laba laba merah langsung kembali pulih walaupun ia tak benar benar pulih sepenuhnya tetapi saat ini ia merasa sangat yakin kalau diirnya sanggup untuk menghabisi pria misterius tersebut. Monster laba laba merah itu dengan kecepatan tinggi langsung berlari ke arah pria itu sembari menembakkan sebuah plasma bola api yang ia rasa akan dapat berefek kepada pria itu tetapi sayangnya pria misterius itu dapat dengan mudah menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh monster laba laba merah bahkan tanpa terluka sedikitpun.

__ADS_1


"Haa.. dasar bodoh! kenapa kau masih hidup? lebih baik kau tadi ikut mati saja bersama temanmu yang menjijikkan itu. element es, freezing" ucap pria misterius tersebut sambil tersenyum dan langsung mengaktifkan sebuah sihir berelement es. Pria misterius itu langsung mengaktifkan sebuah sihir element es tingkat tinggi bernama freezing, freezing adalah sebuah kemampuan di mana pengguna sihir dapat membekukan apapun yang ada di sekitarnya dalam jarak lingkup tertentu sesuai dengan level dan mp pengguna atau lebih tepatnya sesuai dengan kemampuan pengguna skil tersebut.


Monster laba laba itu dengan kecepatan tinggi terus berlari mendekati pria misterius itu dan ketika telah berada tepat di hadapan pria itu, monster laba laba merah itu dengan cepat langsung mencoba untuk menyerang pria misterius itu tetapi malangnya sesaat sebelum serangan milik monster laba laba merah itu dapat menyentuh pria misterius itu, secara tiba tiba seluruh tubuhnya langsung membeku yang seketika itu juga langsung membuatnya kehilangan seluruh sisa hp miliknya. Bukan hanya tubuh monster laba laba merah saja yang membeku tetapi seluruh area gua itu seketika itu juga kecuali tubuh salamander yang tengah tergeletak di tanah semuanya langsung membeku menjadi es, "Hmm.... monster yang malang! kembali lah ke dasar neraka!" ucap pria misterius itu sambil tersenyum dan langsung menghancurkan seluruh tubuh monster laba laba yang telah berubah menjadi bongkahan es tersebut.


"Haa... dasar merepotkan! baiklah sekarang hanya tersisa kadal yang merepotkan ini saja! element cahaya, healt. element cahaya, cahaya suci malaikat" ucap pria itu sambil menghela nafas dalam dan secara perlahan mulai mendekati salamander. Setelah pria misterius tersebut berada tepat di hadapan salamander yang tengah tergeletak tak berdaya, pria itu langsung menggunakan sihir penyembuh tingkat tingki kepada salamander yang seketika itu juga langsung memulihkan seluruh hp dan luka luka yang di derita oleh tubuhnya dan menghilangkan efek negatif pada seluruh tubuhnya.


"karena semuanya telah selesai, ku rasa sudah saatnya aku pergi. jaga dirimu baik baik dan ku harap semoga saja saat kita bertemu lain kali kau sudah menjadi sangat kuat, jauh lebih kuat dari sekarang" ucap pria misterius itu dan langsung menghilang entah kemana.


Tangan salamander saat ini telah terluka akibat dirinya yang terus menerus memukul mukul bongkahan es yang ada di sampingnya itu karena kesal dan marah pada dirinya sendiri yang tak bisa menyelamatkan rekannya itu dan karena dirinya yang terlalu lemah, salamander terus menerus menangis dengan histeris dan terus menerus menyalahkan dirinya atas kematian rekannya itu padahal sebenarnya rekannya itu belumlah mati tetapi ia hanya tengah tertidur dan memulihkan diri karena sesaat sebelum singa petir api mati, pria misterius yang sebelumnya yang telah membantu salamander juga ikut membatu menyelamatkan singa petir api.

__ADS_1


"Whaa..... hei dasar kadal bodoh! kau menganggu tidurku dan juga apa yang tengah kau lakukan? cepat berhenti untuk menyalahkan dirimu dan yang lebih penting lagi, aku belum mati dasar kadal bodoh!" ucap singa petir api lewat kemampuan telepathy. Telepathy adalah sebuah kemampuan yang membuat seseorang dapat berbicara dari jarak yang jauh melalui pikiran mereka tanpa harus bertatap muka dan kemampuan itu adalah kemampuan yang di dapatkan hanya jika telah memiliki seorang partner ataupun memiliki party dan teman.


"Ehh!! ehh!!!!!!" Salamander langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar suara dari singa petir api yang berasal dari kepalanya dan mengira kalau dirinya tengah mendengar suara arwahnya singa petir api. "Siapa yang kau sebut sebaai setan! ini aku bodoh! aku masih hidup, jadi cepatlah kau hentikan hal bodoh itu" ucap singa petir api.


"Hei, apa benar kalau kau masih hidup? bagaima bisa? bukankah tadi jelas jelas kau telah terbunuh? bahkan aku sendiri yang menyaksikan dirimu terbunuh!" ucap salamander dengan perasaan bingung sekaligus senang.


"Entahlah! aku pun juga tak tau, tapi yang jelas sesaat sebelum aku terbunuh ada yang secara tiba tiba memutuskan sumber tenagaku untuk tetap bertahan di dunia ini bahkan orang itu sampai dapat membatalkan tehnik summon milikku dan juga orang misterius itu juga yang telah menyelamatkan dirimu serta menghabisi ketiga monster menjijikkan itu dengan sangat mudah" ucap singa petir api itu dengan nada terkesan sekaligus ketakutan.


"Hei ada apa? kenapa sepertinya kau sedang ketakutan? lalu siapa sebenarnya orang yang kau maksud itu? mustahil ada seorang manusia yang dapat mengalahkan ketiga monster itu seorang diri, lagian bagaimana mungkin ada orang yang datang ke sini sedangkan sudah sangat jelas kalau jalan keluarnya telah tertutupi oleh bongkahan batu, racun bahkan saat ini di tambah sebuah es. jadi apa yang kau katakan itu mustahil terjadi" ucap salamander dengan perasaan aneh.

__ADS_1


"Entahlah! aku pun juga tak tau siapa sebenarnya orang itu bahkan aku pun tak tau bagaimana wajahnya karena orang itu menggunakan sebuah topeng. tetapi satu hal yang pasti, orang itu memiliki kekuatan yang di luar nalar bahkan orang itu memancarkan aura yang sangat mengerikan seakan akan ia telah membunuh ribuan atau bahkan jutaan monster seorang diri. hanya dengan mengingatnya saja sudah membuatku menjadi sangat ketakutan!" ucap singa petir api dengan nada suara yang ketakutan.


"Haa.. sudahlah! yang penting kita masih hidup, itu saja sudah lebih dari cukup. sekarang lebih baik kita pergi saja dari sini" ucap salamander sambil tersenyum dan langsung mencoba untuk menghancurkan batu batuan yang tengah menghalangi jalan keluar mereka.


__ADS_2