The Heaven

The Heaven
S2. CH 108. PERTUMPAHAN DARAH 4


__ADS_3

Shota yang masih menjadi sedikit kebingungan dan ragu akan kesimpulannya itu langsung menanyakan hal tersebut kepada seseorang yang ada di dekatnya yang saat itu tengah berjaga tentang bagaimana di sana ada begitu banyak tumpukan item dan set perlengkapan yang begitu tinggi padahal keuangan mereka tak cukup untuk membeli item sebanyak itu. “Ohh... kapten Shota ya? Semua tumpukan item dan perlengkapan itu kami dapatkan setelah mengalahkan bagitu banyak serikat dan pemain serta mengalahkan begitu banyak monster selama beberapa hari ini tanpa henti bahkan saat ini ketua ayato dan ketua krak dev tengah melakukan penyerangan kepada beberapa serikat yang masih tersisa hingga saat ini dan berniat untuk merampas semua harta mereka. Mereka berdua sangat hebat bukan? Aku harap suatu saat nanti aku juga bisa seperti mereka berdua” ucap seorang pemain yang ada di dekat Shota sambil tertawa dan menggaruk garuk kepalanya.


“Begitu ya? Ternyata terjadi hal yang menarik saat aku tak ada ya? Kira-kira apa kamu tau di mana lokasi mereka saat ini? Aku ingin melihat mereka” ucap Shota.


“Untuk lokasi pastinya sih saya kurang tau tapi terakhir kali mereka bilang kalau mereka berencana untuk menyerang serikat kuragi yang masuk dalam posisi 10 besar dalam serikat terkuat yang ada di kerajaan ini dan letak mereka ada di pinggir danau elut di sebelah selatan” ucap pemain tersebut dengan ekpresi sedikit bingung.


“Danau elut ya? Nama yang aneh. Baiklah aku akan melihat mereka sebentar ya, terimakasih atas informasinya. Aku pergi dulu” ucap Shota dan langsung melebarkan sayapnya lalu dengan kecepatan tinggi langsung terbang ke area dana elut.

__ADS_1


“K-keren! Ku kira sayapnya itu hanyalah dekorasi saja, tapi aku tak mengira kalau sayapnya itu adalah sayap sungguhan bahkan ia bisa terbang dengan menggunakan ke-6 pasang sayapnya itu.” Ucap pemain tersebut sambil memandangi Shota dengan ekpresi bingung sekaligus kagum.


Shota yang saat ini dengan kecepatan tinggi tengah terbang menuju danau elut hanya bisa menghela nafas dalam melihat tingkah dari adiknya itu yang bahkan dengan kemampuan miliknya itu dapat menghancurkan begitu banyak serikat hanya dengan bantuan dari anggota serikatnya dan juga bantuan dari serikat king of fire. Saat di tengah tengah perjalanan Shota secara tiba tiba di hadang oleh gerombolan monster burung gagak yang sangat ganas yang seketika itu juga langsung menyerang dirinya seketika baru saja melihat dirinya, sementara itu di sisi lain Shota yang melihat hal tersebut hanya tersenyum lalu tanpa basa basi dan karena ia merasa bosan akhirnya Shota meladeni mereka untuk sementara waktu.


Shota sambil tersenyum terus bermain dengan monster-monster burung gagak itu dan hanya terus menahan serangan mereka tanpa pernah sedikitpun saja membalas serangan yang di lancarkan oleh gerombolan burung gagak itu bahkan Shota memiliki inisiatif untuk memelihara seluruh burung gagak itu jika memungkinkan, “Hahaha.... burung yang begitu indah dan menarik. Ku harap aku bisa memelihara mereka semua” ucap Shota sambil tertawa keras dan terus bermain dengan gerombolan burung gagak itu.


“Haa... maaf ya sepertinya aku harus segera mengakihiri semuanya padahal sayang sekali jika kalian semua harus mati. Element es, freezing. Element api, Inferno” ucap Shota sambil menghela nafas dalam.

__ADS_1


Sesaat setelah Shota mengaktifkan skil miliknya secara tiba-tiba udara di sana langsung berubah drastis menjadi sangat dingin lalu secara perlahan dalam radius 30 meter semuanya langsung membeku menjadi es bahkan gerombolan burung gagak itu pun ikut membeku menjadi es lalu setelah semuanya membeku menjadi es secara tiba tiba kobaran api panas muncul yang menjulang hingga kelangit dan langsung membakar gerombolan burung gagak itu yang seketika itu juga langsung melelehkan hampir semua es yang ada di sana dan langsung membuat hp milik gerombolan burung gagak itu turun ke angka 0. “Transfor card” ucap Shota yang berniat untuk merubah kawanan gagak itu menjadi kartu untuk ia gunakan kembali.


Setelah Shota merubah seluruh kawanan burung gagak yang mencoba untuk membunuh dirinya menjadi sebuah kartu, Shota dengan kecepatan cahaya langsung terbang ke area danau elut untuk melihat keadaan adiknya serta mengamati seluruh pertarungan tersebut. Setelah terbang dengan kecepatan cahaya selama beberapa menit akhirnya Shota tiba di danau elut dan betapa bingung dan terkejutnya dirinya ketika melihat kalau di sana tak ada satupun pemain dan yang ada hanyalah sisa sisa bekas pertempuran dan puing-puing yang sepertinya merupakan sebuah bangunan yang baru saja di hancurkan.


Shota menjadi sedikit kebingungan ketika mengetahui kalau adiknya itu sudah tak ada di area danau elut dan telah berhasil menghancurkan sebuah serikat kelas atas tanpa bantuan dari dirinya. “Yah.. sepertinya aku terlambat datang kemari? Sayang sekali mereka telah lebih dahulu mengalahkan serikat kuragi padahal aku ingin sekali melihat pertarungan mereka. Ya sudahlah mengeluhpun tak ada gunanya, lebih baik sekarang aku kembali ke kamp karena aku tak tau kemana tujuan mereka. Akan sangat merepotkan jika akan mencari mereka tanpa adanya sebuah informasi ataupun petunjuk” ucap Shota sambil menghela nafas dalam lalu secara perlahan mulai terbang kembali ke markasnya.


2 HARI SEBELUM PEPERANGAN DI MULAI...

__ADS_1


“Haa.... merepotkan! Kenapa harus aku yang memimpin mereka semua untuk melakukan penyerangan? Bahkan aku harus mengatur strategi bertempur untuk mereka! Maaf ya aku tak bisa melakukan hal yang merepotkan seperti ini, selamat tinggal!” ucap Shota sambil tersenyum dan langsung mengaktifkan skil invisible miliknya lalu dengan cepat langsung kabur dari dalam kamp tersebut.


__ADS_2