The Heaven

The Heaven
S2. CH 144. SEBUAH MISTERI ⁴


__ADS_3

Sementara itu Shota merasa sedikit bingung dan heran tentang kenapa seluruh npc dan mahluk hidup yang ada di area tersebut tak ada satupun yang berani untuk melawan monster-monster lemah itu untuk keluar dari sana, memang benar kalau jumlah monster yang muncul itu semakin banyak dan beragam tetapi tak mungkin mereka tak bisa menghadapi monster-monster yang sangat lemah tersebut terlebih lagi jumlah mereka sebenarnya jauh lebih banyak dari pada jumlah monster yang datang menyerang. Shota merasakan ada sesuatu yang aneh tentang kota bawah tanah ikan mas suci itu dan merasa kalau sebenarnya ada mahluk ataupun lawan yang sangat kuat yang mengontrol tempat tersebut yang saking kuatnya tak ada satupun dari npc dan mahluk hidup yang ada di sana yang berani ataupun sanggup untuk melawan monster tersebut, kesimpulan Shota itu semakin menguat ketika melihat kalau semua orang yang ada di sana menjadi semakin ketakutan dan gemetaran setelah melihat kalau Shota telah berhasil untuk menghabisi seluruh kawanan monster laba-laba tersebut.


Setelah semua kawanan monster laba-laba itu semuanya musnah kali ini secara perlahan lebih dari ratusan kelalawar muncul dan langsung menyerang Shota, Shota yang melihat kemunculan dari kelalawar itu tak hanya tinggal diam saja ia langsung menghujani seluruh kawanan monster kelalawar itu dengan bulu-bulu tajam miliknya tetapi sayangnya hampir semua serangan miliknya di tahan dan di pantulkan kembali oleh kawanan monster kelalawar itu dengan menggunakan serangan ultra sonic miliknya. Shota merasa sedikit terkejut ketika melihat kalau serangan miliknya sebagian besar dapat di tahan oleh kawanan monster kelalawar itu tetapi ia sama sekali tak merasa kesal malahan dirinya saat ini merasa sedikit senang karena pada akhirnya ada juga monster yang akan sedikit menghibur dirinya, "Hmm... menarik! kita lihat serangan ultra sonic milik kalian ataukah serangan milikku ini yang lebih kuat?" ucap Shota sembari tersenyum dan sedikit menambahkan sebuah sihir petir pada setiap bulu-bulu yang akan ia lancarkan.


Bulu-bulu milik Shota bergerak semakin cepat dan memiliki daya hancur yang semakin kuat tetapi bukan hanya itu saja yang membuatnya mengerikan tetapi jumlahnya lah yang membuat serangan Shota itu menjadi semakin mematikan, "Haaa....." Shota sembari menarik nafas dalam langsung melancarkan serangan miliknya dan seketika itu juga puluhan bulu-bulu setajam silet yang di lapisi oleh petir dengan cepat langsung melesat ke arah kawanan kelalawar tersebut. Kawanan kelalawar itu langsung berpencar dan mencoba untuk menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh Shota tetapi mereka juga sesekali bergerumbul kembali untuk melakukan serangan balasan, Shota merasa semakin tertarik dan bersemangat karena bahkan setelah dirinya menambahkan unsur petir dalam setiap serangan yang ia lancarkan; semua serangannya itu masih saja belum dapat menembus ataupun menghancurkan serangan ultra sonic milik mereka.

__ADS_1


Di saat Shota tengah asik bermain dengan kawanan monster kelalawar itu secara perlahan mulai muncul 3 ekor monster hight orc dengan ukuran yang sangat besar dan memiliki ketinggian sekitar 6-8 meter dengan sebuah pemukul berduri yang di penuhi oleh paku di setiap ujung senjata miliknya itu, "Ohhh.... menarik! sepertinya semakin lama semuanya akan menjadi semakin menarik" ucap Shota dengan penuh semangat dan tersenyum.


Ketiga high orc itu langsung meraung dengan sangat keras lalu langsung mencoba untuk menyerang Shota yang saat ini tengah berada di udara, serangan milik ketiga high orc itu memang bisa meraih dan mengenai Shota tetapi karena Shota yang begitu cepat dan gesit serta kecil ; mereka bertiga sedikit kesulitan untuk menyerangnya. Shota langsung tertawa dengan sangat keras ketika bermain dengan kawanan monster kelalawar itu dan ketiga monster hight orc itu bahkan dirinya saat ini sedikit saja tak terlalu serius melawan monster-monster tersebut, "Haa.... apakah hanya ini saja yang bisa kalian berikan kepadaku? sepertinya aku yang terlalu menganggap kalian terlalu tinggi. Inferno" ucap Shota sembari menghela nafas dalam dan langsung mengaktifkan salah satu skil miliknya sembari melakukan serangan secara terus menerus.


Sebuah nyala api yang sangat besar dan panas secara tiba-tiba muncul di sana dan langsung membakar semua monster kelalawar yang ada di sana bahkan sampai membakar habis ketiga monster hight orc itu menjadi sebuah abu tanpa tersisa sedikitpun tulang-belulangnya, "Haaa... sungguh mengecewakan! apa hanya ini saja yang dapat di sajikan oleh kegelapan kota ikan mas suci? benar-benar mengecewakan!" ucap Shota sembari menghela nafas dalam.

__ADS_1


Ketiga ras iblis itu mengumandangkan sesuatu menggunakan bahasa dari ras iblis sehingga Shota sama sekali tak mengerti dengan apa yang mereka katakan walau hanya sedikit saja, Shota langsung bertanya kepada ketiga iblis tersebut tentang apa yang mereka maksudkan tetapi ketiga iblis itu tetap saja berbicara menggunakan bahasa dari ras iblis yang membuat Shota menjadi sedikit kesal dan jengkel karenanya. "Haa... terserahlah, aku tak perduli dengan apa yang kalian katakan yang jelas selama kalian bisa sedikit menghiburku aku sudah merasa sangat senang walaupun aku harus mati nantinya" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung turun dan merubah bentuk dari senjata miliknya itu ke bentuk ke-6 yaitu devil's and angel wings.


Setelah merubah bentuk senjata miliknya itu, Shota langsung mengeluarkan dua bilah pedang dari investory miliknya untuk bertarung melawan ketiga iblis tersebut dan di antara ketiga iblis itu ada salah satu dari mereka yang merupakan seorang wanita. Shota sembari tersenyum di balik topengnya itu langsung memberikan sebuah isyarat kepada ke-3 ras iblis itu untuk menyerang dirinya dengan semua kemampuan yang mereka miliki, ke-3 ras iblis itu langsung menjadi sangat kesal ketika melihat kalau Shota saat ini tengah meremehkan mereka padahal mereka bertiga merupakan salah satu dari 10 iblis agung yang melayani tuan mereka secara langsung.


Ke-3 ras iblis itu dengan cepat langsung mengangkat senjata mereka dan menyerang Shota dengan penuh amarah dan kebencian serta niat membunuh, Shota yang merasakan semua itu dari ke-3 ras iblis itu hanya bisa tersenyum dan tak terlalu memperdulikan hal tersebut. Shota juga tak tinggal diam, dirinya juga langsung mengangkat kedua bilah pedang miliknya itu lalu sembari tersenyum ia langsung menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh ketiga ras iblis itu dengan ayunan pedang yang begitu indah seolah-olah tengah menari-nari di atas Medan pertempuran.

__ADS_1


Ketiga iblis itu memiliki nama masing-masing dan bahkan mereka juga memiliki emosi layaknya seorang manusia yang membuat Shota menjadi semakin tertarik dengan misteri apa yang sebenarnya terkubur di dalam kegelapan yang ada di dalam kota bawah tanah ikan mas suci ini bahkan karena saking penasarannya dirinya itu ia sama sekali tak memiliki niat untuk membunuh ketiga iblis itu secara cuma-cuma malahan ia kini berniat untuk mengubah ketiga iblis itu menjadi pion dan kartu miliknya entah itu sebagai bidak ataupun tambahan koleksi. Ketiga iblis itu bernama Sepri dengan senjata dua bilah pedang, Liu Yan dengan senjata sebuah busur dan meng xiu dengan senjata sebuah tombak; mereka bertiga lalu langsung merapalkan sebuah mantra dan seketika itu juga langsung membuat tubuh Shota membeku dan tak bisa di gerakan.


Shota sontak langsung terkejut ketika mengalami hal yang sangat menarik seperti itu karena sangat jarang dirinya bisa bertemu dengan iblis yang begitu kompak bahkan memiliki kemampuan yang begitu menarik yang membuatnya semakin ingin menjadikan mereka sebagai pionnya.


__ADS_2