The Heaven

The Heaven
S2. CH 131. DEWA KEMATIAN DAN RATU SUMMONERS ²


__ADS_3

Seketika itu juga wajah krak dev langsung berubah waran menjadi sangat merah karena tersipu malu bahkan saat ini ia berbicara seperti orang gagap, "A-anu! a-aku tak t-tau siapa yang menyerangmu dari belakang! tapi yang ku tau dia adalah seorang wanita" ucap krak dev sembari mengatakan semua hal yang ia tau.


"Ohh.. seperti itu ya? terimakasih. Hmm.. menarik! ternyata dia bisa mengalahkan mael ya? sepertinya aku menemukan sesuatu yang lumayan menarik" ucap milia sembari tersenyum dan sedikit terkejut ketika mengetahui kalau mahluk panggilannya telah di kalahkan oleh seseorang.


Ayato langsung menjadi sedikit bingung ketika melihat ekpresi wajah milia yang secara tiba-tiba berubah tetapi ia tak berani bertanya karena ia takut nanti milia akan menyerang dirinya jika ia terlalu banyak bicara, sementara itu krak dev tak memperdulikan apapun bahkan tak memperdulikan sekitarnya karena saat ini dirinya hanya fokus pada milia yang membuat dirinya sangat terpesona. "Ada apa? kenapa kau menatapku seperti itu? apa jangan-jangan dirimu juga ikut terpesona dan terpikat akan kecantikan diriku?" ucap milia sembari membusungkan dadanya dengan percaya diri.


"Eh.. b-bukan begitu! a-aku sama sekali tak terpikat sedikitpun dengan dirimu. haaa... maaf jika diriku kurang sopan, sekarang aku ingin bertanya sesuatu kepadamu dan tolong jawab dengan sejujurnya! apa maksud dan tujuanmu yang sebenarnya? bukankah kau adalah musuh kami? lalu kenapa kau tak menyerang kami dan di saat temanmu tengah berada masalah kenapa kau tak membantu dirinya?" ucap ayato dengan ekpresi wajah serius.

__ADS_1


"Jujur aku tak memiliki tujuan apapun pada kalian dan memang benar kalau diriku adalah lawan kalian karena aku di sewa khusus untuk menghabisi kalian semua terlebih lagi orang yang bernama Shota, dia adalah target utama kami yang harus kami kalahkan tetapi kami tak terlalu peduli dengan perintah tersebut karena yang ku inginkan hanyalah bermain dan bersenang-senang saja! lalu untuk masalah teman? maaf dia bukanlah temanku tetapi dia hanyalah rekanku saja dalam menjalankan misi kali ini dan jujur aku dan dirinya itu tak pernah cocok apalagi akur satu sama lain jadi aku tak terlalu memperdulikan tentang dirinya dan hanya fokus pada keinginan pribadiku saja" ucap milia sambil tersenyum dan secara perlahan mulai mendekati wajah ayato.


"E-ehh... A-apa yang ingin kau lakukan? k-kenapa kau mendekatiku? b-bukankah ini terlalu dekat? m-menjauh dariku!" ucap ayato dengan ekpresi wajah yang memerah karena tersipu malu dan langsung menyuruh milia untuk segera menjauhi dirinya.


Milia langsung tertawa keras ketika melihat tingkah imut ayato yang tersipu malu dan secara perlahan mulai menjauhkan wajahnya dari wajah ayato sesuai dengan keinginan ayato, "A-apa yang kau tertawakan? bukankah ini tak lucu?" ucap ayato.


Milia hanya bisa tertawa keras seketika melihat dan mendengar perkataan dari ayato itu tetapi di sisi lain sepertinya ada yang tak suka dengan kedekatan kedekatan milia dan ayato, krak dev langsung menjadi sangat kesal ketika melihat milia yang menggoda ayato padahal ayato sama sekali tak tertarik ataupun ingin di perlakukan seperti itu. "Hmemp...ngeselin!" ucap krak dev sembari menatap ayato sesaat lalu membuangkan wajahnya.

__ADS_1


"Oh!" Ucap krak dev dengan ekpresi wajah datar. Ayato langsung menjadi bertambah marah dan kesal ketika melihat ekpresi datar dari krak dev yang tak mempercayai perkataan darinya itu, sementara itu di sisi lain milia hanya bisa tertawa ketika melihat sikap ayato dan krak dev bahkan saat ini milia telah kehilangan niatannya untuk bertarung ataupun menghabiskan krak dev dan ayato.


Di saat mereka bertiga tengah asik-asiknya bercanda dan tertawa serta tengah memasuki fase yang di sebut sebagai saling mengenal antara sehabat secara tiba-tiba terdengar suara seorang pria sembari bertepuk tangan, "Hahaha... hebat! hebat! bukannya menjalankan misi sebaik mungkin tetapi dirimu malah melakukan hal yang tak berguna seperti ini, apa kau juga ingin menerima hukuman yang sama seperti mereka?" ucap jamal sembari menggenggam sabit besar miliknya itu.


"Kau!" ucap ayato dan krak dev secara bersamaan sembari langsung memasang posisi untuk bersiap-siap bertarung bahkan saat ini mereka secara cepat dan refleks langsung menarik keluar pedang mereka. "Hoo... dari mana saja kau tadi? kenapa kau marah seperti itu? apa aku melakukan sebuah kesalahan ya? aku sudah tak tertarik lagi untuk bertarung dengan mereka tetapi aku tertarik untuk berteman dan bergabung dengan mereka! dengan ini aku milia yuioli mengundurkan diri dari misiku dan mengundurkan diri dari serikat aliansi baja perak secara terhormat!" ucap milia sembari tersenyum dan mengeluarkan tombak miliknya.


"Hahahaha.... begitu ya? sampai sebegitunya kau ingin bermain dengan mereka, apa kau sudah lupa dengan apa yang terjadi sebelumnya? mari kita lihat apa yang akan terjadi pada mereka kali ini? hahaha... menarik!" ucap jamal sembari tertawa dan langsung melesat ke arah ayato dan krak dev untuk langsung menghabisi nyawa mereka berdua. Kecepatan miliki jamal tak sebanding dengan kecepatan dan persepsi yang di miliki oleh ayato dan krak dev bahkan saat ini mereka berdua sama sekali tak menyadari kalau jamal telah berada tepat di sebelah mereka, "Hei ada apa? melihat ke arah mana kalian?" ucap jamal dan langsung mengayunkan sabit besar miliknya itu ke arah ayato dan krak dev.

__ADS_1


Ayato dan Krak Dev langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kemunculan jamal yang secara tiba-tiba itu bahkan mereka sampai tak sempat lagi untuk beraksi sedikitpun dan hanya bisa pasrah menerima serangan yang di lancarkan oleh jamal, "Slah! slah! crack!" Suara sayatan sabit milik jamal yang seketika itu juga langsung membuat ayato dan krak dev terkena damage yang sangat besar. Sementara itu di sisi lain milia hanya bisa berdiri dan menatap semua teman-temannya yang secara terus-menerus di serang oleh jamal hanya bisa berdiri dengan wajah yang pucat dan tubuh yang gemetaran serta meneteskan keringat dingin, milia sebenarnya sangat ingin membantu mereka tetapi sayangnya ia tak bisa karena tak punya keberanian dan trauma dengan kejadian masa lalunya.


Waktu terus berlalu dan milia hanya bisa terus berdiri sembari mengumpulkan keberanian untuk melawan jamal, "Hentikan! hentikan! sudah cukup, ku mohon! hentikan!" ucap milia dan secara tanpa sadar ia langsung berlari ke arah jamal dan menyerangnya menggunakan tombak miliknya. Jamal yang tak menyadari akan serangan yang di lancarkan oleh milia langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau di tubuhnya kini telah di tembus oleh sebuah tombak, "Eh? argh!! ini.. kau... berani-beraninya kau menyerangku dari bela..." ucap jamal dan secara perlahan langsung menghilang menjadi sebuah pecahan cahaya karena hpnya telah turun ke bawah angka 0.


__ADS_2