
"T-tunggu sebentar! Bisakah kalian menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini?" ucap Shun sambil berlari sekuat tenaga dan menghindari serangan dari semua pemain yang saat ini sedang mengejarnya.
Semua pemain yang mengejar Shun tak ada satupun yang memperdulikan perkataannya dan hanya terus-menerus menyerang sambil berlari mengejar Shun. "Haa ... Sepertinya sudah tak ada cara lain! Baiklah jika kalian sangat ingin membunuhku maka aku akan melawan kalian" ucap Shun dan langsung berhenti berlari sambil memegang dan berniat menarik kedua belatinya keluar.
Semua pemain yang mengejar Shun langsung terhenti dan bersiap bertarung seketika mendengar perkataan dari Shun. "Hahaha ... Akhirnya kau berhenti juga belari dasar tikus kecil! Uang 50 koin emas itu akan menjadi milikku" ucap seorang penyihir.
Shun hanya tersenyum ketika mendengar perkataan dari mereka dan menyadari kalau ada seseorang yang telah memberikan imbalan atau memasang poster untuk kepalanya. "Hei, lihat kebelakang kalian ada monster besar di sana" ucap Shun sambil menunjuk kearah mereka.
Semua pemain itu langsung terkejut dan dengan cepat langsung menoleh kebelakang sambil memasang posisi untuk bertarung seketika mendengar perkataan Shun. Sementara itu Shun langsung membuat satu kloning dirinya dan dengan cepat langsung mengaktifkan skil invisible sementara cloningnya akan mengalihkan perhatian.
"D-dimana? Dimana monsternya?" ucap salah seorang pemain yang berniat untuk membunuh Shun. Setelah cukup lama mencari keberadaan monster yang di katakan oleh Shun, mereka akhirnya sadar jika mereka baru saja dibodohi oleh Shun. "Hai! Jangan lari kau tikus sialan" ucap salah seorang pemain yang melihat Shun berlari menjauh dari mereka dan langsung mengejarnya.
Semua pemain yang mendengar perkataan dari swordsman itu dan ketika melihat swordsman itu berlari mengejar Shun, mereka semua dengan cepat langsung berlari mengejar Shun. Kemudian salah seorang mage diantara mereka langsung merapalkan sihir elemen es untuk membekukan pergerakan Shun untuk sementara waktu.
Sesaat sebelum efek dari sihir es itu berakhir salah seorang asasins yang sebelumnya telah menggunakan skil invisible secara tiba-tiba muncul dan menusuk tubuh Shun tepat di bagian jantungnya yang membuat hp miliknya seketika tersisa ¼ nya saja.
Karena bayangan milik Shun juga memiliki status dan kemampuan yang sama dengan Shun tetapi bedanya kekuatannya hanya setengah dari kekuatan asli Shun. Bayangan milik Shun seketika itu langsung menggunakan skil shadow dan langsung berlari menjauh sambil menggunakan skil regenerasi dan memancing para pemain yang berniat untuk membunuh dirinya.
Sementara itu, disisi lain Shun yang asli saat ini telah berhasil memasuki kota Black Rose dengan menggunakan skil invisible sambil mencari penyebab kenapa dirinya di kejar-kejar oleh pemain lain. Shun terus berkeliling sambil menyimpulkan informasi dan ketika waktu untuk penggunaan skil invisible miliknya akan berakhir, ia langsung bersembunyi sambil menunggu skil invisible miliknya dapat digunakan kembali.
Setalah mencari hampir selama setengah jam Shun masih belum mendapatkan informasi apapun dan disaat yang bersamaan bayangan miliknya kini telah dibunuh oleh pemain lain. "Haa ... Merepotkan! Jika seperti ini terus akan sulit bagiku untuk mendapatkan informasi. Terlebih lagi bayanganku telah dibunuh oleh mereka" ucap Shun sambil bersembunyi disebuah gang yang cukup kecil dan gelap.
Di saat yang bersamaan dua orang pemain dengan santainya berjalan melewati Shun sambil memegang sebuah selembaran. Ketika Shun dan kedua pemain itu saling bertatap muka mereka berdua sama-sama menjadi sangat terkejut."E-ehhhh!!! B-bukankah dia adalah orang yang ada di dalam poster ini?" ucap seorang bersekr yang memegang poster dengan gambar wajah Shun.
Shun dan kedua pemain itu sama-sama terkejut bahkan temanya bersekr itu hampir lari ketakutan ketika melihat Shun. Setelah melihat poster yang ada di tanganya bersekr itu menunjukan poster itu kepada temanya yang seorang penyihir.
"Ehhhhhh!!!! D-dia ... Hahaha sepertinya kita mendapatkan tangkapan besar. Benar kan Ryu?" ucap penyihir bernama Tsu sambil tertawa keras.
__ADS_1
Kedua pemain itu langsung tertawa dan sangat bahagia ketika memikirkan koin emas yang akan mereka dapatkan sebagai imbalan nantinya dan ketika mereka ingin menyerang Shun secara tiba-tiba ia menghilang entah kemana lalu secara tiba tiba muncul di belakang mereka, "Hmm ... Kenapa wajah ini sepertinya tak asing bagiku ya? Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat? Tapi di mana?" ucap Shun dengan ekpresi wajah bingung ketika melihat poster dirinya.
"Hei Ryu. Apakah kamu yakin kalau orang itu adalah orang yang sama dengan yang ada di poster itu?" ucap Tsu.
"Kurasa bukan dia! Tak mungkin orang yang dihargai dengan 20 koin emas adalah orang sepertinya" ucap Ryu.
"Haa ... Kurasa dirimu ada benarnya juga! Terlebih lagi mana ada orang yang senang kepalanya di hargai dan menjadi semua buruan pemain" ucap Tsu sambil menghela nafas panjang karena kecewa tidak bisa mendapatkan 20 koin emas.
"Hei! Apa maksud kalian dengan kepalaku di hargai dengan 20 koin emas?" ucap Shun yang mendengar percakapan antata Tsu dan Ryu.
Mereka berdua hanya mengabaikan pertanyaan dari Shun dan dengan lemas dicampur perasaan kecewa mereka pergi menjauhinya; "Aku tak akan mengulangi pertanyaanku! Jadi dengarkan baik-baik dan segera jawab pertanyaanku! Apa kalian mengerti! Apa maksud kalian dengan kepalaku dihargai 20 koin emas?" ucap Shun dengan cepat berada di hadapan Ryu dan tau sambil menodongkan kedua belatinya dileher mereka.
Wajah Ryu dan Tsu langsung menjadi sangat pucat ketika melihat perubahan sikap Shun dan melihat kalau kedua belatinya kini telah berada dileher mereka dan kapan saja bisa menyayat leher mereka; "T-tunggu sebentar akan kami beritahu semua yang kami tau! Jadi tolong jangan lukai kami!" ucap Ryu dan Tsu secara bersamaan dengan wajah pucat.
**//**
**//**
"Sial! Berani sekali orang itu membunuhku? Lihat saja nanti, akan kubalas dia 10x lipat! h
Hahaha ...." ucap Tsuki.
Tsuki menjadi sangat kesal karena dirinya dibunuh oleh orang yang ia kira dapat ia manfaatkan. Shun menjadi sangat kesal karena kehilangan 1 levelnya dan kehilangan item tingkat perak yang ia miliki.
Tsuki yang menjadi sangat kesal itu langsung kembali keserikatnya. Ketika ia telah sampai di markas serikatnya, Tsuki langsung memanggil bawahannya dan menyuruhnya untuk membuat poster sesuai deskripsi yang ia berikan sembari menyuruh semua anggota serikatnya untuk membunuh pemain yang ada pada gambar poster yang baru saja dibuat oleh bawahannya itu.
__ADS_1
Tsuki merupakan ketua dari serikat paling berpengaruh di kota Black Rose nama serikatnya adalah Black Mamba.
"Ketua, kenapa kami harus membunuh orang ini? Dan juga kenapa digambarnya wajahnya tidak digambar dan hanya terdapat topeng? Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa orang ini?" ucap salah satu anggota serikat Black Mamba.
Tsuki langsung menyuruh pemain itu untuk diam dan menyuruhnya untuk membagikan selembaran poster itu ke seluruh pemain yang ada di kota Black Rose; Lalu menyuruh bawahanya untuk mengatakan kepada semua pemain yang ada di kota black rose apa yang dikatakan olehnya. "Siapapun yang dapat membunuh pemain itu maka akan diberikan imbalan 20 koin emas dan sebuah perlengkapan tingkat perak. Jika berhasil membuatnya untuk menghapus akunya maka orang itu akan di berikan 100 koin emas".
"Ngomong-ngomong siapa nama dari pemain bertopeng ini ketua?" ucap salah seorang bawahanya.
Tsuki menjadi sangat kebingungan setelah mendengar pertanyaan dari bawahanya dan mengatakan kalau ia tak mengetahui nama dari pemain itu. Tsuki dengan kesal langsung menyuruh semua anggota serikat Black Mamba untuk mencari dan membunuh pemain yang ada didalam poster tersebut.
"Haaa" Mereka semua berteriak dengan sangat keras dan dengan semangat yang membara.
Sementara itu disisi lain, Shun saat ini tengah berdiri dan sudah siap untuk membunuh Ryu dan Tsu yang saat ini tengah menjelaskan apa yang terjadi.
Shun langsung tertawa ketika mendengar penjelasan dari Ryu dan Tsu, "Hahaha ... Jadi begitu ya? Pantas saja semua pemain yang ada dikota ini semuanya mengejar dan ingin membunuhku" ucap Shun yang semulanya tertawa keras langsung menjadi sangat bersedih dan kecewa.
"Hei! Tentukan salah satu saja kau mau tertawa atau bersedih" ucap Ryu dan Tsu secara bersamaan.
"Memangnya siapa yang bersedih? Air mataku saja yang keluar. Lihat aku tertawakan?" Ucap Shun.
"Itu sama saja bodoh" ucap Ryu dan Tsu secara bersamaan.
Ryu dan Tsu menjadi sangat kebingungan dan terheran heran melihat tingkahnya Shun. Mereka sebenarnya ingin menanyakan namanya, tetapi mereka tak berani untuk bertanya kepada Shun; mereka hanya diam.
"Yosh perkenalkan namaku Shun, aku adalah seorang solo player yang miskin dan lemah" ucap Shun dengan bangganya.
Mereka berdua bahkan tak bisa berkata-kata ketika melihat tingkahnya Shun yang aneh dan nyentrik dan mulai memperkenalkan diri mereka kepadanya. "Haa .. Begitu ya! Jadi nama kalian adalah Ryu dan Tsu. Apakah kalian mengetahui markas dari serikat Black Mamba? Dan juga apakah kalian mengetahui semua anggota serikat Black Mamba?" ucap Shun sambil menghisap rokok miliknya.
__ADS_1