
"Hei... hei... hei... apa kau benar-benar seorang manusia? cobalah liat dirimu saat ini, apakah terlihat masih seperti seorang manusia? semua orang yang ada di sini semuanya menjadi sangat ketakutan lo melihatmu yang seperti ini" ucap salah seorang dari tangan kanan pemimpin kota ikan mas suci bernama michel.
"Entahlah, Mungkin ku rasa saat ini orang ini tengah di kendalikan oleh kegelapan yang ada di sini atau kegelapan yang tersembunyi di dalam hatinya. mending kita segera sampaikan pedang dari bos dan pergi dari sini, bisa merepotkan jika harus melawan orang ini" ucap salah seorang dari tangan kanan pemimpin kota ikan mas suci bernama William.
"Ya sudahlah kalau begitu, Lebih baik kita pergi sekarang saja tetapi sebelum itu lebih baik kita segel saja dulu pergerakannya, jika tidak ku rasa dia bakalan datang dan mencoba untuk menyerang kita. lagian pedang di tangannya dan benda berwarna hitam itu sepertinya sangat berbahaya"
"Baiklah, aku mengerti!"
William dan Michel langsung merapalkan sebuah mantra sihir sembari terus mencoba untuk menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh Shota dan seketika mereka selesai merapalkan mantra sihir tersebut, secara tiba-tiba seluruh tubuh Shota menjadi mati rasa dan tak bisa di gerakan walau hanya sesaat saja. Setelah seluruh tubuh Shota membeku dan tak bisa bergerak, secara tiba-tiba serigala hitam yang sebelumnya menjadi incaran Shota untuk di jadikan pion miliknya secara tiba-tiba muncul lagi dan langsung mengatakan kepada Shota agar ia datang ke kastil yang berada di tengah-tengah kota ikan mas suci jika dirinya mempunyai nyali dan masih ingin terus melanjutkan penelitiannya.
William lalu dengan kecepatan tinggi selagi Shota masih dalam keadaan tak bisa bergerak langsung menghajarnya hingga membuat Shota terpental dan menghantam dinding dari kota bawah tanah ikan mas suci yang ada di dekatnya itu, mereka semua menjadi sangat terkejut ketika melihat tindakan william yang seenaknya saja itu tetapi mereka tak terlalu memperdulikan hal tersebut ; pasalnya semua itu adalah murni kesalahan Shota yang mencoba untuk mencari informasi yang seharusnya tak di ketahui oleh siapapun. "Ku harap orang itu tidak mati karena terkena serangan telak seperti itu" ucap michel sembari menghela nafas dalam lalu SECARA perlahan mulai pergi dari sana bersama dengan semua teman-temannya.
Sementara itu di sisi lain di saat yang bersamaan Shota langsung menjadi sangat senang dan bahkan tertawa lepas ketika melihat kalau saat ini di layar miliknya terdapat sebuah notifikasi tentang sebuah misi rahasia lalu tanpa fikir panjang ia langsung menerima misi rahasia tersebut. Ke-3 iblis kecil itu bersamaan dengan william dan michel bahkan semua orang yang ada di sana menjadi sangat terkejut ketika mendengar suara tawa dari Shota padahal sebelumnya ia baru saja menerima serangan telak yang di lancarkan oleh william, sementara itu saat william bersamaan dengan rekan-rekannya itu menoleh ke arah Shota ; secara tiba-tiba Shota muncul di hadapan william lalu tanpa basa-basi sedikitpun Shota langsung membalas semua yang di lakukan oleh william kepada dirinya sebelumnya.
__ADS_1
Kecepatan Shota kini semakin meningkat dan bahkan saat ini mereka merasa sangat kesulitan untuk melihat pergerakan Shota tetapi bukan hanya itu saja melainkan kekuatan Shota juga ikut meningkat secara signifikan bahkan sampai membuat mereka menjadi sangat kebingungan dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, "Haa.... merepotkan saja! aku ucapkan terimakasih kepada kalian karena berkat kalian aku jadi sekarang sudah sedikit tenang, maaf karena sebelumnya aku terlalu terbawa suasana jadi tak bisa mengontrol diri! sampai jumpa lagi di kasti ikan mas suci" ucap Shota sembari tersenyum lalu secara perlahan mulai pergi dari sana dan menuju ke kasti ikan mas suci.
Semua orang yang ada di sana langsung menjadi bertambah sangat terkejut dan menjadi semakin bingung ketika melihat tingkah Shota yang sangat aneh itu, biasanya jika orang lain yang berada di posisi Shota maka orang itu sudah pasti lebih memilih untuk berpura-pura mati atau mungkin langsung kabur karena ketakutan tetapi berbeda sekali dengan Shota ; ia sama sekali tak menunjukkan tentang adanya sebuah perasaan takut walaupun hanya sedikit saja. "Tunggu sebentar anak muda! beritahu aku siapa nama mu" ucap serigala hitam itu..
Shota sembari berjalan dengan santai untuk pergi dari sana mengatakan namanya dengan begitu santai bahkan sedikitpun ia tak terlihat waspada terhadap mereka dan semua monster yang ada di sekitarnya, "Shota ya? menarik! aku akan menunggumu di kastil ikan mas suci, jangan mati sebelum bertemu denganku!" ucap serigala hitam itu sembari secara perlahan mulai menghilang bersamaan dengan semua rekan-rekannya itu di dalam sebuah kabut berwarna hitam pekat.
Di tengah-tengah perjalanan untuk keluar dari kegelapan kota ikan mas suci, Shota secara terus-menerus kepikiran tentang apa sebenarnya benda ataupun kabut berwarna hitam pekat itu yang keluar dari seluruh tubuhnya bahkan saat ini kabut atau benda berwarna hitam itu masih tetap ada dan masih tetap menyelimuti tubuhnya dan kedua bilah pedang miliknya itu yang membuat dirinya menjadi sangat bingung dan penasaran tetapi satu hal yang ia ketahui tentang benda berwarna hitam pekat yang keluar dari seluruh tubuhnya itu yaitu ketika benda itu menyelimuti tubuhnya ; seluruh kekuatan miliknya itu langsung meningkat dengan sangat pesat.
Ketika Shota baru saja keluar dari sana secara tiba-tiba seluruh benda berwarna hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya itu langsung menghilang dan bahkan tak meninggalkan jejak walaupun hanya sedikit saja, sontak Shota langsung menjadi sangat kebingungan dan terkejut ketika melihat hal aneh tersebut. Shota terus memikirkan tentang benda apa sebenarnya itu dan tentang bagaimana benda itu bisa muncul di tubuhnya ataupun bagaimana sistem kerja dari benda hitam itu atau apakah ada konsekuensi dari menggunakan hal tersebut, "Haaa.. sudahlah! percuma saja jika aku terus memikirkan tentang benda aneh itu, jikapun itu berbahaya itu hanya akan berdampak pada diriku yang di dunia virtual tetapi tidak dengan tubuhku yang ada di dunia nyata" ucap Shota sembari menghela nafas dalam dan secara perlahan mulai keluar dari gang kecil itu untuk kemudian segera pergi ke kasti yang berada di tengah-tengah kota ikan mas suci untuk melanjutkan misi.
"Mencariku? mengelilingi kota? Haa.... memangnya kalian fikir aku ini akan kecil ya? yang akan tersesat di kota yang baru saja ia kunjungi?" ucap Shota sembari tersenyum dan berkata dalam hati.
"Kenapa kau hanya diam saja? memangnya dari mana saja dirimu seharian penuh ini hingga seluruh pakaianmu sampai bisa compang camping seperti itu?" ucap artemis sembari menatap Shota dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Eh!?" Shota pada awalnya menjadi sangat kebingungan ketika mendengar perkataan dari artemis tetapi ketika melihat seluruh tubuhnya, ia secara spontan langsung berteriak dan menjadi sangat terkejut ketika melihat seluruh pakaian miliknya itu kini telah menjadi compang-camping akibat pertarungan yang ia lakukan sebelumnya. Shota lalu secara perlahan mulai mengalirkan mana miliknya ke seluruh pakaian dan jubah miliknya itu lalu secara perlahan seluruh pakaian miliknya kembali pulih dan bahkan kembali seperti sebelumnya seolah-olah tak pernah terjadi apapun pada dirinya, artemis dan ayato langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat hal tersebut bahkan mereka sampai tak bisa berkata-kata di buatnya ketika melihat skil yang di gunakan oleh Shota tetapi di sisi lain mereka juga menganggap kalau skil miliknya itu sama sekali tak berguna karena hanya bisa memperbaiki pakaian saja.
"Memperbaiki pakaian? apa maksud kalian? ini bukanlah skil ataupun kemampuan khusus milikku tetapi ini adalah efek khusus yang di miliki oleh jubah milikku ini. ketika jubah cahaya dan kegelapan milikku ini rusak, ia bisa dengan cepat langsung memperbaiki dirinya sendiri hanya dengan mengalirkan sedikit mana ke dalam jubahnya itu" ucap Shota dengan ekspresi datar dan sikap tenang.
Mereka berdua langsung terkejut dan terpukau dengan perlengkapan tambahan miliknya itu bahkan mereka berdua saat ini sangat ingin memiliki perlengkapan seperti yang di miliki oleh Shota, Shota hanya bisa tertawa ketika melihat tingkah dari kedua adiknya itu tanpa bisa sepatah katapun menjawab perkataan dari mereka. Di saat artemis tengah terpukau dengan item yang di miliki oleh Shota itu secara tiba-tiba ayato dengan ekpresi bingung langsung menanyakan tentang apakah Shota telah mencari tempat untuk mereka menginap malam ini, Shota langsung menjadi terkejut ketika mendengar pertanyaan dari adiknya itu dan kini dirinya hanya bisa tertawa saja.
"Hmm... kenapa kau hanya tertawa dan memalingkan wajahmu? apa jangan-jangan kamu belum mencari penginapan untuk kita bermalam?"
"Ehh.. eto... anu... itu.."
"Hmmm... dasar bodoh! kenapa aku harus memiliki kakak yang sangat idiot seperti dirimu ini"
Shota langsung membusungkan dadanya yang menandakan kalau dirinya saat ini tengah membanggakan dirinya, artemis yang melihat perilaku Shota itu hanya bisa menghela nafas dalam lalu langsung mengajak mereka berdua untuk pergi mencari sebuah penginapan. Shota pada awalnya berniat untuk pergi dari sana bahkan ia langsung pamit kepada kedua adiknya dengan niatan awal untuk melanjutkan misi tersembunyi yang ia dapatkan secara tak sengaja tersebut, tetapi ketika dirinya baru saja mau melangkahkan kakinya secara tiba-tiba kerah baju miliknya langsung di genggam oleh artemis dan ia langsung di seret olehnya untuk ikut dengan dirinya untuk mencari sebuah penginapan untuk mereka bermalam dan artemis memperbolehkan Shota untuk pergi dari sana karena ia takut Shota akan berulah lagi ketika tengah sendirian.
__ADS_1
"Eh?" Shota sontak langsung menjadi sangat terkejut tetapi ia tak berani untuk berontak karena jika ia melakukan hal itu maka sudah pasti artemis akan langsung menghajarnya habis-habisan tanpa memberikan sedikit saja ampunan kepada dirinya.
Saat tengah malam Shota yang tengah berpura-pura tidur itu dengan cepat langsung bangun dari tempat tidurnya dan berniat untuk keluar dan melanjutkan petualangannya tetapi ketika baru saja membuka pintu semua niatan dan keinginannya dan bahkan hasratnya langsung menghilang lalu secara perlahan ia mulai menutup kembali pintunya lalu kembali ke ranjang dengan perasaan takut sekaligus kecewa.