The Heaven

The Heaven
030


__ADS_3

Begitu barang terakhir dilelang, beberapa orang cukup terkejut ketika melihat sosok elf di dalam kurungan. Elf itu akan dijual sebagai seorang budak, dan terserah dari si pembeli untuk melakukan apa pun yang ia sukai.


"Kuahahaha ... kurasa tidak perlu lagi dijelaskan seberapa berharganya elf ini. Selain cantik dan masih suci, elf ini memiliki kemampuan sihir penyembuh tingkat tinggi, bahkan mampu menghidupkan kembali yang telah mati," jelas Masked Masker terbahak-bahak.


Jelas semua orang menginginkannya, terlepas dari kemampuan sihir penyembuhan yang dimilikinya. "Harga awalnya adalah 1 koin emas hitam," lanjut Masked Master.


Semua orang secara gila-gilaan mulai menawar, membuang sejumlah besar uang yang mereka miliki. Sins yang sedari awal memerhatikan dari balik kegelapan, masih enggan untuk bergerak bahkan setelah menemukan apa yang ia cari. Namun, kali ini sedikit berbeda karena dia terfokus pada elf yang tengah terduduk sayu di sana.


"100 koin emas hitam!" teriak seorang pelanggan dari ruangan vip.


Semua orang terkejut, bahkan terbelalak tak terkecuali Masked Master. Semua orang bersorak gembira, menyaksikan momen yang begitu gila. Entah siapa sosok sebenarnya yang mau membeli seorang elf dengan harga yang begitu gila, bahkan setara dengan beberapa buah villa.

__ADS_1


"Kuahahaha ... 100 koin emas hitam! Apakah ada yang ingin menawar lebih?" tanya Masked Master penuh gairah. "100 koin emas hitam pertama. 100 koin emas hitam kedua. 100 koi—"


"Aku menawarnya dengan seluruh nyawa di kota regial, tidak! Seluruh nyawa di kerajaan selatan," lirih Sins menyela dan telah berada di belakang Masked Master.


Sins menggunakan sihir kegelapan untuk bisa bergerak dengan bebas di kegelapan ataupun bayangan. Jarinya membentuk sebuah pistol, terarah tepat di kepala Masked Master.


Si-siapa? Siapa orang ini? Bagaimana bisa di-dia berada di sana? pikir Masked Master berkeringat dingin.


"Hmm ... sudah diputuskan. Kalian semua akan mati dan Kota Regial akan benar-benar lenyap dari dunia ini," lirih Sins.


Bang!

__ADS_1


Sebuah cahaya berkumpul di antara ujung jari tengah dan telunjuk, kemudian terlepas dan melesat menembus kepala Masked Master. Semua orang terdiam, sementara Sins berjalan pelan mendekati kandang. Sihir kegelapan berkumpul di tangan kirinya, membentuk sebuah pedang mana. Di saat yang bersamaan, ribuan diagram sihir tercipta di seluruh Kota Regial.


"Hmm ...." Sins melepas helaian kain putih yang membalut kedua matanya. Mata kanannya terbuka, sebuah lambang berbentuk seperti kayu yang saling bersilang (lambang malaikat) terlihat begitu indah. Bola mata keemasan itu pun semakin mengindahkannya. Lalu, entah bagaimana caranya, Sins meniadakan segala kekuatan hukum pada rantai yang menjerat tubuh Elf itu.


Kemudian, tanpa banyak bicara dia langsung menggendong Elf wanita itu dan berteleportasi ke langit—terbang menggunakan sihir—untuk menyaksikan detik-detik lenyapnya sebuah kota.


"Elemen Cahaya, Penghakiman!"


Seluruh penduduk kota dikejutkan dengan sebuah fenomena, di mana langit gelap tiba-tiba menjadi sangat terang dan hanya berada di sekitar Kota Regial. Ketika malam menjadi siang, ribuan anak panah terus berjatuhan bak hujan di musim kemarau. Jeritan kematian terus terdengar, ribuan jiwa menghilang dalam satu malam.


"Entah mereka yang berdosa atau mereka yang tidak tahu apa-apa. Kalian jiwa yang malang, rasakanlah balasan atas dosa dan ketidaktahuan kalian. Tidurlah, hilanglah dan matilah. Biarkan aku yang akan menanggung dosa kalian!" ujar Sins seraya menggendong Elf wanita dengan salah satu mata terbuka.

__ADS_1


__ADS_2