Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Ikan terbang


__ADS_3

Doulu dan Dielu semakin beringas, setelah keduanya benar-benar merasakan keberadaan gadis kecilnya. Hampir seluruh dinding benteng di bagian depan kini telah rata dengan tanah. Keduanya terus menghancurkan tembok tinggi yang ada di hadapannya untuk bisa memasuki kediaman tersebut.


Ratusan anak panah menghujani tubuh seluruh hewan yang masih berusaha memasuki benteng pertahanan Yama. Namun mereka selalu berusaha menangkis setiap panah yang datang.


Para pangeran naga berusaha menghancurkan beberapa kapal berbentuk ikan, yang kini melayang di atas kediaman Yama. Setiap kapal mampu melepaskan puluhan anak panah sekaligus dalam sekali tembak. Meriam peledak yang di luncurkan oleh kapal ikan tersebut, mampu membuat para kawanan hewan berlari tanpa arah untuk menghindari ledakan yang bisa memisahkan setiap anggota tubuh mereka.


Beberapa kapal kecil terlihat keluar dari dalam tubuh kapal ikan. Gerakan kapal kecil tersebut cukup cepat, hingga mampu menghindari sabetan ekor sang naga hitam. Kapal ikan merupakan kapal induk dari beberapa kapal kecil yang mampu bergerak leluasa untuk membidik lawannya.


Beberapa hewan mulai terlihat bergelimpangan, salju yang tadinya putih bersih mulai berubah menjadi merah darah. Seina terus melancarkan kilat petir untuk mencoba menangkis hujan panah maupun ledakkan meriam yang masih terus menghujani seluruh kawanan hewan yang berada di bawahnya.


Ratusan penjaga kediaman Yama bertarung sengit melawan puluhan hewan besar yang mulai masuk ke dalam kediaman. Beberapa penjaga kediaman Yama memang di latih secara khusus untuk menghadapi serangan hewan besar seperti saat ini. Meskipun para penjaga tersebut bertubuh kecil namun kelincahan serta formasi tempur yang mereka gunakan, mampu membunuh beberapa hewan besar sekaligus.


Hanya beberapa dari penjaga kediaman Yama yang berasal dari hewan besar. Kebanyakan mereka hanyalah hewan kecil yang mampu bertahan hidup dalam lingkungan apapun, serta bisa berumur lebih panjang dari pada hewan besar lainnya.


Fudo terus melesat mencari keberadaan Yao Yin. Pedang hitam Arnius tersebut terus menangkis setiap hujan panah yang tertuju kepadanya, sehingga Jaku yang masih duduk di atas punggung Nara bisa terlindungi.


"Bidik harimau putih itu, jangan sampai mereka mendekati rumah utama."


Salah satu panglima dari kapal ikan Yama menyadari keberadaan Nara yang masih berusaha berlari mendekati bangunan utama. Namun berkali-kali kekuatan black diamond mampu menahan peledak yang telah di tembakan ke arah mereka.


"Nyonya muda, anda di mana? ada banyak sekali bangunan di tempat ini."


Jaku bergumam perlahan, setelah ia turun dari atas punggung Nara. Ia bergegas berlari memasuki bangunan yang juga telah di masuki oleh Fudo. Pedang hitam Arnius terus bergerak menebas setiap tubuh penjaga yang mencoba menghalangi langkah mereka.


Meskipun jarak benteng dengan rumah utama cukup jauh, namun suara ledakan terdengar jelas oleh setiap penghuni rumah utama. Pangeran Arashi telah bersiap di depan sebuah lorong yang merupakan salah satu jalan masuk menuju ke ruangan Yao Yin.

__ADS_1


"Segera keluarkan bayi itu dari perut ibunya, sebelum pedang hitam itu tiba di tempat ini."


Arashi berteriak kepada salah satu pelayan yang selalu berdiri di depan pintu ruangan yang di tempati oleh Yao Yin.


"Ka.. Kami sedang berusaha pangeran."


Arashi masih selalu mengira bahwa Yao Yin adalah pemilik black diamond. Pangeran negri bulan tersebut benar-benar berniat untuk mengakhiri hidup putri giok yang telah susah payah di bawanya dari bumi, untuk mendapatkan kuasa atas black diamond.


"Dengan menyerap daya hidup wanita giok itu, aku pasti akan bertambah kuat. Dan batu iblis itu pasti akan mengakui diriku sebagai tuannya."


Teriakkan keras terus terdengar di sepanjang lorong yang dilewati oleh Fudo dan yang lainnya. Kobaran api dari pedang hitam terus merambat ke setiap bangunan yang hampir keseluruhannya terbuat dari kayu.


Fudo terus melesat mendekati sosok pemuda yang memang sudah menunggunya. Percikan bunga api hampir menyebar ke seluruh lorong saat pedang keduanya bertemu. Nara berusaha bergerak mendekati pangeran Arashi, namun pedang hitam Arnius tersebut selalu menghalangi.


Teriakkan Jaku menyadarkan pemikiran harimau putih tersebut. Seketika ia menyadari bahwa pedang hitam itu berusaha menjauhkan pangeran Arashi dari mereka berdua. Nara beralih mendekati Jaku yang sudah berusaha melumpuhkan beberapa pengawal dan pelayan yang berjaga di depan sebuah ruangan.


Seketika Nara menerkam beberapa penjaga sekaligus, hingga membuat mereka tidak sadarkan diri. Satu auman yang tidak begitu keras membuat seluruh pelayan wanita jatuh lemas karena ketakutan. Jaku segera memukul punggung mereka hingga pingsan.


Pelayan setia istri Arnius tersebut terus berlari hingga memasuki sebuah ruangan. Ia bersimpuh di sisi ranjang Yao Yin kemudian mengeluarkan satu buah pil emas dari dalam ruang penyimpanannya.


"Makanlah nyonya, pil ini buatan Luna. Menurutnya pil ini bisa menambah kekuatan tubuh. Saya hanya mempunyai satu butir pil, jadi saya memutuskan untuk memberikannya kepada nyonya muda saat nyonya akan melahirkan."


Yao Yin hanya menurut, ia mulai menelan pil pemberian Jaku.


"Tuan muda sudah sampai di negri ini nyonya. Saya bisa merasakannya, jadi nyonya harus bertahan."

__ADS_1


Jaku kembali berucap. Sementara Yao Yin hanya mengangguk perlahan.


"Aku sudah berhasil menghubungi nona Kei, saat ini mereka sedang menuju ke tempat ini. Nona Yin, kuatkan dirimu."


Sosok Minori mulai muncul dari gumpalan air, hal itu begitu mengejutkan bagi Ai Sato dan juga Jung Nara yang selalu berjaga di depan pintu.


"Awasi pemuda itu, jangan sampai kau mengecewakan saudara tua mu Jung Bao."


Minori menatap tajam Jung Nara yang masih berdiri terdiam. Jung Nara hanya menjawab dengan auman keras, serta aura yang tajam mulai bertambah di sekitar tempat tersebut. Seekor gorila emas berlari mendekati tempat tersebut setelah mendengar auman Jung Nara. Sejenak gorila emas itu melihat ke dalam ruangan, kemudian menutup pintunya perlahan dengan ujung jarinya.


"Tetap di sini, aku akan membantu pedang hitam itu untuk menghabisi pangeran bulan."


Suara lembut seorang wanita terdengar dari mulut gorila emas yang langsung melesat mendekati pertempuran Arashi dengan Fudo, tanpa menunggu jawaban dari Jung Nara.


sebuah telapak tangan besar mulai menyerang pangeran Arashi. Namun gerakan cepat Arashi mampu menghindari setiap serangan yang tertuju kepada dirinya. Pangeran negri bulan tersebut mulai berusaha untuk membuat sang gorila emas lebih mendekat, serta masuk ke dalam wilayah segelnya.


Ryu kogane mulai mencium aroma darah dari kejauhan. Suara ledakan terdengar beberapa kali tanpa henti.


"Kalian bersiaplah. Sebenarnya berapa banyak binatang ilahi yang berhasil mengikuti pedang hitam itu, hingga terjadi pertempuran yang cukup ramai."


Ryu kogane sedikit melihat ke arah Kin Raiden yang tengah melayang di sebelahnya.


"Kalian berdua cepat temukan Yao Yin, kemudian bawalah mereka ke tempat yang aman."


Arnius kembali mengingatkan tugas ke dua adiknya.

__ADS_1


__ADS_2