Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Tarian ombak


__ADS_3

"Hei.. apa kau tidak lelah terus berenang mengikuti kami?"


Wu Ling berteriak saat kembali melihat ke bawah Classic pearl untuk kesekian kalinya.


"Kau bicara pada siapa?"


Zora mengedarkan pandangannya pada tempat yang ditunjuk Wu Ling.


"Menurutku Ikan itu sangat cantik."


Wu Ling tersenyum kecil saat kembali mengamati ikan yang terus berenang tepat di bawah Classic pearl.


Perbincangan keduanya berhasil membuat perhatian seluruh penghuni kapal itu teralihkan, mereka penasaran dan ikut melihat ke bawah.


Setelah ikut melihat ikan yang terus berenang dibawah Classic pearl, Keiko kembali teringat saat-saat sebelum ia kembali ke permukaan laut.


***


"Mutiara emas telah menemukan tuannya rupanya."


"Maaf saya sudah lancang memasuki wilayah anda karena pusaran air yang menarik tubuh hamba sampai ke tempat ini."


Keiko membungkukkan tubuhnya setelah menatap seorang wanita cantik yang terlihat begitu anggun dan berwibawa berdiri didepan pintu goa.


"Perkenalkan namaku Ochi, dan namamu?"


"Keiko."


"Ikutlah denganku, aku ingin kau membawa serta benda itu sebelum dia benar-benar menghancurkan istana ini."


Keiko berjalan mengikuti wanita yang memakai gaun besar yang menutupi hampir seluruh tubuhnya, gaun yang sepatutnya dikenakan oleh seorang ratu.


Keduanya berhenti di sebuah tebing tinggi yang terus bergemuruh dan mengguncang tanah beberapa kali.


"Yang mulia."


Para pengawal yang berjaga di sekitar tempat itu menunduk saat Ochi melewati mereka.


"Kau lihat tebing tinggi itu kei, aku memintamu untuk pergi keatas sana dan mengambil tongkat yang menyebabkan semua kekacauan ini."


Ochi berkata dengan penuh kelembutan.


"Kenapa harus aku?"


"Mutiara emas sudah menyatu dengan tubuhmu, itulah yang membuat tongkat itu selalu mengeluarkan petir ataupun guncangan. Jangan sampai tempat ini runtuh karenanya, hanya yang terpilih yang bisa mengambilnya."


Ochi tersenyum kecil.


Keiko mengangguk dan melesat keatas tebing, saat tiba di atas tebing Keiko melihat sebuah tongkat emas yang bercahaya dan diselimuti petir.


Belum sampai ia melangkahkan kakinya untuk mendekati tempat tongkat itu tertancap, kini ia melihat tongkat itu berhenti mengeluarkan petir dan goncangan. Tongkat itu kini terbang perlahan mendekat ke arah Keiko.


"Panjangnya hanya sekitar sepuluh depa, warnanya indah."

__ADS_1


Keiko bergumam pelan saat melihat tongkat kecil yang berhenti tepat di hadapannya.


"Kenapa kau menarik diriku ke dalam lautan ini?"


Keiko berdecak kesal.


"Hah aku seperti orang bodoh berbicara dengan tongkat."


Keiko menepuk kepalanya sendiri.


"Ratu Ochi berkata aku harus membawamu, apa kau mau ikut denganku?"


Keiko kembali berucap.


Tongkat emas itu bergerak sendiri dan kini melilit di pinggang ramping Keiko, terlihat sebuah sabuk emas yang indah menghiasi balutan gaun Keiko.


"Tidak buruk."


Keiko memperhatikan penampilannya sebentar, kemudian kembali ke tempat Ochi yang masih menunggunya di bawah.


"Terimakasih Kei, kau bisa berkunjung ke istana ini kapanpun kau mau. Aku tahu kau bersama kawan-kawan mu akan menuju ke Bunin, jadi pergilah."


***


Keiko tersadar dari lamunannya saat Zora mencoba membidik ikan itu dengan pelontar tombak yang siap ia tembakan.


"Hentikan."


Keiko sedikit berteriak dan tangannya mulai melambai, seketika air laut mulai tinggi sejajar dengan Classic pearl dan membawa ikan yang tidak begitu besar berwarna merah cerah keatas kapal.


"Sayuri siap melayani nona."


Seorang gadis cantik bersimpuh di hadapan Keiko.


"Kenapa kau mengikuti ku? kau sudah tahu tempat tujuanku bukan."


Mata Keiko menatap tajam gadis yang bersimpuh di hadapannya.


"Saya sudah meminta ijin kepada yang mulia ratu, dan beliau mengijinkannya."


Wajah Sayuri kembali tertunduk setelah beradu pandang dengan tatapan tajam Keiko.


"Haha... Nona kau seorang gadis cantik, tentu saja kami menerimamu dengan senang hati."


Kin Raiden tersenyum lebar.


"Saya tahu mengenai seseorang yang telah melintasi laut ini sebelum rombongan anda melintas nona."


Pandangan semua orang beralih menatap Sayuri yang tertunduk di hadapan Keiko.


Tubuh mereka semua terhuyung ketika angin besar tiba-tiba saja berhembus, Classic pearl berguncang dan terhempas keluar dari jalur yang semestinya.


"Ling ... lakukan sesuatu, kapal ini bisa terbalik."

__ADS_1


Zen berteriak keras.


Eiji yang merespon lebih cepat, ia segera mengendalikan udara di sekitar Classic pearl. Kapal itu tidak lagi berguncang namun masih melaju kencang.


"Ling .. kau bisa mengendalikannya?"


Eiji sedikit berteriak.


"Serahkan padaku."


Setelah mendengar jawaban dari Wu Ling, Eiji beralih ke bagian belakang kapal untuk menghentikan angin yang mendorong kapal.


"Panglima angin timur, dia turut ikut pergi bersama rombongan yang melintas sebelum kapal ini."


Sayuri berucap keras tanpa melepaskan pegangan tangannya dari badan kapal.


"Siapa yang kau maksud panglima angin timur?"


Keiko memegang pergelangan tangan Sayuri.


"Dia salah satu panglima ratu Ochi, penjaga laut timur. Dia yang menguasai angin di lautan ini. Namun setahuku saat ini dia yang membawa rombongan itu, sehingga kami tidak mampu menggagalkan mereka mencapai pulau terkutuk itu."


Sayuri menjelaskan.


"Jadi mereka telah mengetahui kami mengikutinya. Baik aku akan sedikit bermain denganmu panglima angin."


Keiko berucap penuh penekanan diujung kalimatnya.


Eiji berhasil mengendalikan laju kapal, namun angin masih berhembus kencang diluar Classic pearl. Keiko berdiri di anjungan kapal dan mengayunkan kedua tangannya, air laut yang tadinya hanya berombak kecil kini terlihat mengamuk.


"Kakak bisa tolong arahkan angin itu untuk menambah laju ombak yang ku buat? mereka ada di depan, aku bisa merasakannya."


Eiji hanya mengangguk menanggapi ucapan adiknya. Gulungan gelombang air laut yang semakin tinggi membuat Arnius dan lainnya mematung melihatnya.


"Adikmu semakin menakutkan Ar .."


Bisik Genta yang berdiri di samping Arnius.


Sayuri meniup kerang kecil yang ada di tangannya.


"Mereka akan membantu anda nona."


Sayuri menunjuk gerombolan ikan besar yang ikut berenang di dalam gulungan ombak.


Gulungan ombak yang semakin membesar, melaju kencang setelah di dorong oleh angin yang sudah di arahkan oleh Eiji. Kedua tangan Keiko seolah menari dengan gemulai ketika mengendalikan gelombang air laut yang sangat besar.


"Permainan di mulai tuan panglima."


Seringai kecil muncul di sela-sela senyum tipis Keiko.


Tubuh Keiko berputar seiring ayunan tangannya, ombak yang bergulung semakin jauh dari Classic pearl terlihat semakin tinggi. Saat Keiko merentangkan kedua tangannya, angin yang tadinya bertiup kencang kini berhenti disertai senyum menakutkan dari wajah Keiko.


"Kau akan merasakan akibatnya karena telah berani mengganggu ku panglima."

__ADS_1


Kedua tangan dan tubuh Keiko kembali meliuk-liuk, gelombang besar kembali tercipta jauh di depan Classic pearl.


Arnius dan Eiji saling berpandangan ketika melihat gelombang laut yang begitu besar jauh didepan mereka karena perbuatan adik kecil mereka. Sementara Genta hanya bisa menelan ludah melihat hal yang dilakukan oleh wanita yang selalu di puja nya.


__ADS_2