Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Mahkluk apa itu?


__ADS_3

Arnius bergegas meneliti setiap benda maupun bebatuan di sekitar goa. Sementara Eiji kembali masuk ke dalam lorong goa, untuk mencari batu ataupun benda bercahaya lainnya, sesuai dengan yang dikatakan oleh Minori.


"Bagaimana?"


Tanya Arnius saat melihat Eiji keluar dari dalam goa.


"Tidak ada apapun di dalam sana, kak."


"Ayo kita cari lagi."


Eiji mengangguk, kini mereka berdua mencari diantara rimbunnya pepohonan.


"Ar, ada kumpulan iblis tidak jauh dari kalian."


Suara Genta tiba-tiba terdengar di dalam pikiran Arnius.


"Ya, aku juga merasakannya."


Arnius menjawab singkat.


Eiji yang yang berjalan tidak jauh dari Arnius juga menghentikan langkahnya, saat merasakan aura iblis disekitar mereka. Eiji melihat kearah Arnius dan di balas anggukan oleh sang kakak.


Mereka melihat kumpulan beberapa iblis, ada satu iblis yang bertubuh hampir seperti manusia pada umumnya.


"Ar, saat ini para iblis muncul dari batu yang menghisap tubuhmu"


Genta kembali berucap dalam pikiran Arnius.


"Aku sudah mengetahui pintu portalnya, aku akan menghabisi mereka. Namun ada satu iblis yang memiliki kekuatan besar, dia yang menjadi penghubung mereka. Mungkin akan sedikit sulit untuk membunuhnya."


"Buatlah rencana supaya tuan kecil bisa menjemput ku atau Kin Raiden. Salah satu dari kami saat ini harus berada di sini. Setelah bisa menghabisi semua iblis yang telah berada di sini, aku akan menghubungimu kembali."


Pembicaraan mereka terputus karena serangan para iblis.


"Ji Ji, aku akan menyerang mereka. Kau cobalah mendekati portal itu, kemudian jemput lah Kin ataupun Genta. Kita memerlukan bantuan untuk menghabisi iblis yang terkuat itu, dia hampir menjadi manusia."


Eiji mengangguk mengerti, kemudian mereka mulai menyerang para iblis yang masih belum memasuki portal.


"Tebasan beruntun."


Arnius membuat pedang api pada kedua tangannya, ia menebas setiap iblis yang berada dalam jangkauannya. Iblis yang hanya berkemampuan rendah akan langsung terbakar, namun tidak dengan iblis yang hampir berevolusi menjadi manusia.


Sosok iblis yang hampir berwujud manusia mulai memperhatikan Arnius yang telah menghabisi beberapa iblis rendah maupun menengah.


Pertarungan sengit tak terhindarkan lagi, iblis terkuat diantara mereka mulai menyerang Arnius. Dia berusaha menjauhkan iblis tersebut dari portal. Sementara tangannya tidak berhenti menebas setiap iblis yang mendekatinya.


"Gerrrr."


Suara geraman terdengar memekakkan telinga, para iblis terus menyerang Arnius tanpa jeda.


"Hei .. Kau pemimpin mereka? ayo ke marilah balas kan dendam anak buah mu."


Arnius menganggap iblis tersebut mengerti dengan apa yang diucapkannya. Dia berusaha untuk terus menjauhkan pemimpin iblis dari pintu portal.


Eiji melihat manusia iblis sudah terpancing mengikuti Arnius menjauh dari pintu portal. Kini ia melesat menuju sebuah batu bercahaya yang diyakininya, bahwa itu adalah portal penghubung antar gerbang. Eiji melepaskan pisau angin kepada setiap iblis yang menghalangi jalannya, dan kini dia sudah meletakkan sebelah telapak tangannya pada batu yang bercahaya tersebut.


**


Perlawanan sengit dilakukan oleh Keiko beserta seluruh rekanya, saat muncul banyak iblis dari dalam batu yang sudah disentuh Arnius.

__ADS_1


Keiko berusaha membekukan tubuh beberapa iblis sekaligus kemudian memecahkannya menjadi beberapa potongan, namun usahanya tidak membuahkan hasil.


Tubuh para iblis kembali menyatu dan bahkan menjadi lebih kuat karena melekat menjadi satu tubuh.


"Nona gunakan cahaya abadi, itu akan membuat mereka benar-benar musnah."


Minori berucap setelah menendang beberapa iblis menjauh darinya.


Keiko mengangguk dan mulai mengambil sabuk emas yang melingkar di pinggangnya.


"Kalian akan benar-benar musnah."


Keiko bergumam pelan.


Sementara di sisi lain, Naoki, Haruka, Azumi, Zora, Sayuri, Wu Ling,Zen serta Yuki yang menyadari kemampuan mereka tidak akan mampu memusnahkan para iblis. Namun mereka tidak tinggal diam, mereka menendang serta memukul para iblis sekuat tenaga hingga membuat para iblis itu berkumpul dan saling berdekatan.


"Pergilah ke neraka."


Zen mengayunkan pedang besarnya hingga mengenai beberapa iblis.


"Yuki ..."


Wu Ling berteriak keras, kemudian gerakan tangan Yuki membungkus seluruh iblis menjadi sebuah kepompong yang terbungkus oleh tanah. Tidak lupa Zora melemparkan beberapa kerajinan tangan miliknya, masuk ke dalam kepompong tanah buatan Yuki.


"Kin .."


Kin Raiden mendengar teriakkan teman-temannya, namun ia masih di sibukkan dengan beberapa iblis yang tergolong kuat.


Genta yang berada tidak jauh dari mereka langsung melesat mendekati kepompong tanah yang cukup besar.


"Kerja bagus teman."


Yuki membuka kepompong tanahnya, setelah berganti dengan semburan api dari Genta yang telah menyelimuti para iblis.


"Duaaarrrr"


Ledakkan besar terdengar begitu memekakkan telinga. Yuki segera menempelkan telapak tangannya ke tanah, dan seketika muncullah tembok tanah yang tinggi menjulang, melingkar tepat dihadapan masing-masing rekannya untuk berlindung dari efek ledakkan hasil kerajinan tangan Zora.


"Ternyata kekompakan kalian, bisa menjadi monster yang mengerikan."


Genta menggeleng perlahan.


"Kin, Genta .."


Suara teriakan yang tidak asing ditelinga keduanya, membuat Genta melesat mendekati asal suara.


"Cepat ikut aku, iblis itu sangat kuat. Dia hampir seperti manusia, aku tidak yakin kakak mampu bertahan lama. Ikuti lorong itu hingga berakhir di mulut goa, berikutnya kau akan melihat pepohonan. Kakakku membutuhkanmu."


Genta menyambut uluran tangan Eiji, tak lama kemudian tubuh Genta menghilang.


"Bawa aku tuan kecil."


Kin yang masih berlari melesat mendekati Eiji dan berteriak cukup keras.


"Kei, kau bisa mengatasi mereka?"


Eiji berteriak dan melihat kearah Keiko yang masih sibuk dengan beberapa iblis.


"Serahkan kepada ku."

__ADS_1


Keiko menjawab singkat, diikuti dengan lesatan cahaya sebuah tongkat emas yang berada di dalam genggamannya. Sinarnya melesat menembus tubuh para iblis hingga hanya menyisakan abu.


"Minori jaga dia."


Eiji kembali berteriak sebelum kembali menghilang bersama Kin Raiden.


Mendengar teriakkan Eiji, Minori yang sedang bertarung hanya melihat sekilas.


"Kei.."


Kembali teriakan Zora dan kawan-kawan terdengar. Kini mereka berhasil kembali melumpuhkan beberapa iblis. Keiko bertindak cepat, kali ini dia sedikit mengecilkan ukuran tongkatnya kemudian melemparkannya hingga menusuk satu persatu kumpulan iblis yang sudah tidak berdaya.


Pada akhirnya tongkat emas itu menancap pada sebuah batu besar beserta para iblis yang sudah tertusuk rapi. Terdengar ledakkan yang begitu dahsyat setelahnya, hingga batu besar itupun ikut hancur berkeping-keping.


"Kalian yang terbaik teman-teman."


Keiko mengangkat sebelah tangannya, seketika tongkat emas kembali bersamanya.


Minori sudah berhasil membunuh kumpulan iblis yang tersisa, sinar emas yang keluar dari tepak tangannya mampu membakar tubuh iblis dengan mudah.


"Sekarang hubungi Kin ataupun naga besar itu, untuk minta kakak membawa kita semua. Kita akan ikut menghabisi para iblis bersama-sama."


Keiko berucap penuh semangat.


**


Genta merasakan tubuhnya terhisap dan kini ia terjatuh di dalam sebuah lorong goa yang gelap. Sesuai dengan instruksi yang telah dikatakan oleh Eiji, kini ia melesat menuju ke mulut goa.


Suara pertarungan terdengar jelas di telinganya, ia melihat Arnius yang berusaha menghindari serangan tangan lawannya yang berbentuk pedang besar dan selalu mengeluarkan cairan hitam. Setelah cukup dekat, hidungnya mulai mencium aroma busuk yang begitu menyengat.


"Seluruh tubuhnya mengandung racun yang mematikan, pantas saja Arnius belum bisa melumpuhkannya."


Genta bergumam pelan dan mulai menyerang para iblis tingkat menengah yang masih tersisa.


Konsentrasi Arnius benar-benar terpecah, dia harus menahan nafas supaya aroma racun tidak ikut terhirup ke dalam pernapasannya. Sementara tubuhnya berusaha untuk tidak sedikitpun bersentuhan dengan tubuh lawannya, yang setiap saat mengeluarkan lendir hitam yang pekat.


"Jangan hanya melihat, cepat pikirkan cara menghabisi iblis ini."


Suara Arnius terdengar dalam pikiran Genta.


"Pertarungan jarak jauh."


Genta menjawab singkat.


"Kau pikir aku belum mencobanya, lihatlah."


Arnius dengan lincah melompat menjauh dari lawannya sambil sesekali ia melancarkan panah api.


Mata Genta membulat sempurna, saat ia melihat iblis itu mampu menghilang dengan cepat dan muncul tiba-tiba di samping Arnius.


"Dia mampu melihat gerakan Arnius yang begitu cepat."


Genta bergumam pelan.


Saat panah api Arnius mampu menebas lengan kiri lawannya, kembali mata Genta terbuka lebar saat ia melihat ada lengan lainnya yang kemudian muncul menggantikan lengan yang telah terputus.


"Mahkluk apa itu?"


Genta berdecak pelan.

__ADS_1


__ADS_2