Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Pernikahan


__ADS_3

Kakek Yao bergegas meminta seluruh pelayan yang ada untuk segera menyiapkan pernikahan Yao yin sekalipun itu hanya sederhana.


"Bagaimana pesta ini bisa di sebut sederhana, kau tidak lihat kereta pengangkut buah dan berbagai jenis bahan makanan itu terus berdatangan. Bahkan para pelayan penginapan dan beberapa kedai makan rela tidak bekerja hanya untuk beralih bekerja sehari di keluarga ini karena gaji yang mereka berikan dua kali lipat dari yang biasa mereka dapatkan."


Wu Ling terus saja bergumam karena saat ini dia bersama Yuki tengah disibukkan untuk menjaga keamanan pintu masuk. Selain mempersiapkan pesta, para pelayan juga banyak yang di utus untuk menyampaikan undangan ke beberapa keluarga bangsawan terdekat.


"Maaf pangeran sebenarnya ada sesuatu yang belum aku sampaikan kepada kalian."


Kakek Yao menghela nafas sejenak sebelum kembali berucap, saat ini ia kembali mengumpulkan Arnius, Naoki, dan yang lainnya di dalam ruang keluarga.


"Sebenarnya aku dan putraku membawa pergi Yao yin dari rumah ini, karena selain untuk mencari obat untuk memulihkan kondisi tubuh cucu perempuan ku, kami juga berniat menghindari para pendekar ataupun bangsawan yang berniat menikahi Yao yin."


"Bukankah kalian berniat untuk segera menikahkan nona Yin?" Naoki sedikit menyela ucapan Kakek Yao.


"Benar pangeran, namun aku tidak rela jika cucu perempuan ku hanya di jadikan alat untuk mendapatkan keturunan pendekar yang lebih baik. Kalian tentu tahu bakat yang ada pada tubuh Yao yin bisa saja di turunkan pada anak dan cucunya kelak. Setelah kondisi tubuh Yin yin di ketahui oleh banyak orang, mereka rela saling membunuh untuk dapat menikah dengannya. Keluarga kami pun tidak bisa hidup dengan tenang, mereka yang merasa kuat akan memberikan penjagaan ketat pada setiap sisi rumah ini. Karena setiap saat ada saja yang ingin melamar Yao yin, hingga pertumpahan darah pun tidak bisa di hindari. Oleh karena itu kami membawa pergi Yao yin untuk menghindari jatuhnya banyak korban. Hal itu juga adalah alasan kenapa pernikahan kalian akan segera aku langsungkan. Aku mempercayakan cucu perempuan ku kepadamu anak muda, mereka pasti akan mencoba membunuh dirimu untuk mendapatkan Yao yin. Maaf aku telah membuat mu dalam masalah." Kakek Yao menepuk pelan pundak Arnius.


"Aku akan berusaha untuk tetap menjaganya kek."


"Aku percaya padamu."


"Kalian sudah dengar, perketat penjagaan. Kau burung petir awasi setiap pergerakan di sekitar tempat ini. Aku yang akan memastikan keamanan rumah ini, sementara kau Ji Ji. kau pastikan kakakmu menikah supaya aku juga bisa segera menikahi calon permaisuri ku."


Genta tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya saat memberi perintah dengan menirukan gaya bicara serta bahasa tubuh Arnius.


"Hais kau ini, kau tidak akan bisa menirukan gaya berbicara serta bahasa tubuh yang di miliki komandan. Kau tidak setegas ataupun segagah dirinya, dasar naga besar ayo pergi."


Kin Raiden menarik paksa lengan Genta yang masih saja meniru gaya Arnius. Keduanya mulai melakukan tugas masing-masing. Kin Raiden mengecilkan ukuran tubuhnya, kemudian ia terbang mengitari setiap wilayah hingga ke pesisir. Phoenix merah itu memastikan tidak ada pergerakan yang mencurigakan. Sementara Genta memastikan tidak ada hal aneh yang mencoba memasuki wilayah kediaman keluarga Yao.

__ADS_1


"Bagaimana?"


Genta meminta laporan dari Kin Raiden sesaat setelah burung Phoenix itu menapakkan kakinya di halaman belakang.


"Ada beberapa kelompok perguruan ataupun rombongan para bangsawan yang akan berangkat ke tempat ini, jadi kita harus benar-benar waspada. Karena kita tidak tahu siapa yang benar-benar hanya akan menghadiri pesta ataupun ada maksud lainnya."


"Kau tetap mengawasi dari atas, aku akan mengurus semuanya dari sini."


Keduanya serempak mengangguk dan bergegas meninggalkan tempat tersebut.


Waktu yang di tentukan sudah tiba, upacara pernikahan pun dilaksanakan. Arnius mencoba mengikuti arahan dari juru ritual pernikahan. Perbedaan letak wilayah, menyebabkan adat serta bahasa mereka berbeda. Sekalipun Arnius hanya mengetahui beberapa tentang bahasa yang mereka gunakan, namun ia tetap berusaha untuk tidak melakukan kesalahan.


Berbagai jenis makanan telah di sajikan. Setelah upacara pernikahan selesai mereka mencicipi setiap hidangan yang disajikan. Sekalipun Genta dan Zen selalu berkeliling mengawasi keadaan, namun keranjang makanan yang selalu ada di sebelah tangan mereka tidak pernah kosong. Mulut mereks pun tidak berhenti mengunyah, sekalipun mereka terus berjalan berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain.


Pembagian makanan bagi setiap warga biasa yang hanya sekedar lewat pun dilakukan oleh beberapa pelayan yang sudah di pekerjakan. Keluarga Yao berharap tidak ada satu orangpun yang kelaparan pada hari ini.


Genta tersedak makanan yang baru saja ia telan, saat mendengar suara Kin Raiden dari dalam kepalanya.


"Kau membuatku tersedak, iya aku selalu siap. Yang penting upacara pernikahannya sudah selesai, dan mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Akhirnya tiba giliran ku berikutnya."


Genta mengambil air minum yang ada pada nampan pelayanan yang berjalan tidak jauh dari tempatnya.


Aura pesta yang tadinya menyenangkan, dalam waktu singkat berubah sedikit mencekam. Saat Genta mengeluarkan sedikit aura naga di seluruh penjuru kediaman keluarga Yao, sebagai peringatan bagi seluruh anggotanya. Semua anggota Classic pearl mengenali aura tersebut, mereka segera bersiap untuk segala kemungkinan.


"Dengarkan aku, tetap bersama kakek serta Eiji. Genta sudah mengeluarkan aura miliknya, berarti ada sesuatu yang akan terjadi. Bersiaplah."


Arnius berkata pelan, setelah melihat Eiji, Keiko dan yang lainnya mulai merapatkan barisan.

__ADS_1


"Jangan mati." Yao yin menjawab singkat.


"Kau pikir aku selemah itu?"


Arnius mulai berbaur dengan para tamu untuk menyuruh mereka segera meninggalkan kediaman keluarga Yao. Para pelayan menunjukkan jalan keluar dari kediaman tersebut, baik itu lewat pintu samping ataupun pintu belakang.


"Kakek Yao, anda baru saja tiba di rumah setelah sekian lama. Namun kenapa kau begitu tergesa-gesa menikahkan nona Yin. Aku tetua bangau putih mengucapkan selamat atas pernikahan ini."


"Tetua, terima kasih atas kehadiran tetua di kediaman kami."


"Aku sudah membantu menjaga kalian dari para penyerang, namun kau malah membawa pergi nona Yin. Dan sekarang kau sudah menikahkan cucumu dengan penduduk benua lain. Apakah putraku tidak memenuhi kriteria untuk menjadi suami nona Yin?"


"Anda terlalu merendah tetua, saya berterima kasih atas pertolongan tetua dahulu. Namun saat ini cucuku sudah menentukan pilihannya, jadi saya mohon maaf telah mengecewakan tetua."


Kakek Yao berusaha seramah mungkin saat menyambut beberapa orang yang berpakaian layaknya pendekar.


"Jika suami nona Yin terbunuh saat ini juga, bisakah kau menikahkan putraku dengan cucumu saat ini juga?"


"Kalian bisa mencobanya." Arnius menjawab singkat saat tidak lagi tahan mendengarkan basa-basi para pendekar yang memang tergolong kuat tersebut.


"Ooo rupanya benar kabar itu, kau adalah seorang pemuda dari benua timur. Para Shinobi, aku akan mencoba teknik ninja yang kau miliki."


Arnius telah di kepung dari berbagai sisi, kebanyakan para pendekar dari benua selatan memakai berbagai jenis senjata. Termasuk jarum kecil yang beracun. Arnius telah mempelajari teknik beladiri dari keluarga Hao, jadi ia tidak kesulitan saat menebak setiap gerakan lawannya.


Arnius berusaha memancing lawannya ke tempat yang lebih luas, karena bertarung di dalam rumah hanya akan membuat kediaman keluarga Yao hancur. Saat Arnius tiba di halaman, ia melihat Wu Ling dan yang lainnya sudah bertarung dengan beberapa pendekar.


"Apa kalian benar-benar tidak akan melepaskan keluarga Yao? Jika itu yang kalian inginkan, maka bersiaplah."

__ADS_1


__ADS_2