Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Istana Bulan


__ADS_3

"Nona, sebisa mungkin hindari semburan dari mulutnya. racunnya sangat mematikan."


Minori berusaha memperingatkan Keiko di sela pertarungannya dengan pemuda asing.


"Perhatikan lawan mu. Jika kau ingin melindungi mereka berdua, itu adalah hal yang tidak mungkin."


Serangan pemuda asing tersebut semakin menyudutkan Minori yang juga harus melindungi tubuh Yao Yin yang masih lemah.


"Tuan muda, bisakah kau lakukan sesuatu untuk nona Yin? pemuda mesum ini masih terus mengincar tubuh istri mu. Kemampuannya tidak bisa aku anggap remeh, dia mungkin setara dengan mu."


Suara Minori terdengar di pikiran Arnius.


"Tetap saja pria itu tidak bisa mengeluarkan api dari tubuhnya, bekukan saja tubuhnya."


Genta menyahut ucapan Minori yang juga terdengar olehnya.


"Tidak semudah itu, tuan naga. Cakram yang di lemparnya begitu merepotkan."


Minori kembali menyahut.


"Monki, amankan Classic pearl. Jung Bao dan kau Zooi, bersihkan para penunggang hewan besar itu. Aku dan Genta yang akan mengurus para hewan besar tersebut. Minori, usahakan untuk mengulur waktu jika kau memang kesulitan menghadapi pemuda itu. Fudo akan melindungi tubuh Yao Yin."


Semua bergegas fokus pada tugas masing-masing, setelah Arnius mengeluarkan perintahnya. Terlihat kilatan hitam keluar dari tubuh Arnius dan melayang ke tempat Minori.


"Bagaimana pedang itu bisa mendeteksi tubuh istrimu Ar?"


Genta menyahut sesaat, setelah ia merobek tubuh kadal besar yang sejak tadi begitu merepotkan dirinya.


"Pedang itu mengenali tubuh nona Yin tuan, dia menangkis setiap cakram yang di tujukan kepada nona Yin. Menurut hasil pemeriksaan Jaku, saat ini nona Yin sedang mengandung darah daging anda tuan muda. Mungkin pedang itu memang bisa mengenali darah anda."


Minori kembali menangkis serangan lawannya dengan badai air, saat menyahut ucapan Genta.


Serangan cakram dari pemuda asing tersebut kini berbenturan keras dengan Fudo, hingga menyebabkan kilatan api yang besar.


"Ya, aku juga merasakan ada darahmu di dalam tubuhnya Ar. Ha .... ha .. Aku akan menjadi pengasuh yang hebat. Tapi tubuh itu begitu lemah saat ini, bunuh lelaki itu Nori."


"Kau pikir apa yang sedang aku lakukan saat ini tuan naga."


Geraman keras sang naga besar terdengar menggelegar saat tubuhnya melilit seekor serigala hingga terdengar retakan puluhan tulang yang patah.


Api dari tubuh Arnius semakin menjadi saat ia mendengar ada keturunannya di dalam tubuh Yao Yin yang yang kini melemah. Tubuh Seekor katak hijau kini meledak setelah lidahnya menarik tubuh Arnius ke dalam mulutnya.


"Kalian kenali pemuda itu, aku tidak ingin kehilangannya. Jangan sampai dia pergi."


Perintah Arnius kembali terdengar oleh semuanya.

__ADS_1


"Aku melihatnya, ada gambar bulan sabit yang bersinar terang di lengan kirinya."


Minori kembali berucap setelah pisau es miliknya berhasil merobek lengan baju pemuda di hadapannya.


"Kau yakin dengan tanda yang kau lihat?"


Raiden yang hanya mendengarkan perbincangan mereka, mulai sedikit gelisah.


"Perhatikan dengan benar Nori."


Suara Genta pun terdengar sedikit bergetar.


"Aku melihatnya dengan benar tuan. Itu adalah lambang dari ... "


"Istana Bulan."


Ryu kogane, kin Raiden dan juga Minori berucap hampir bersamaan.


"Minori, cepat bawa tubuh nona Yin menjauh dari pemuda itu."


Suara kin Raiden kembali terdengar.


"Aku mengerti."


Minori bergegas mendekati tubuh Yao Yin dan bersiap untuk membawanya menjauh.


Suara Arnius terdengar begitu geram.


"Lelaki itu tidak mungkin membunuh istri mu Ar. Minori cepatlah."


Genta semakin geram.


"Kau merusak pakaian ku nona air, aku akan segera mengakhiri semua ini."


Lawan Minori terlihat marah saat kuda air itu merusak pakaian yang ia kenakan.


Keiko masih terus berusaha menghabisi lawannya, meskipun ia tahu kekuatan lawannya jauh di atas kemampuan yang dimilikinya. Dia selalu mengubah tongkat emasnya ketika menyerang lawannya. Hal tersebut membuat lipan hitam itu sedikit kewalahan dalam menghadapi pola serangan Keiko yang sering berubah.


"Kau sudah mulai terlihat lelah lipan besar, atau lebih tepatnya sedikit gila karena berhadapan dengan gadis kecil seperti ku."


senyum kecil tersungging di bibir mungil Keiko. Bukan kekuatan besar yang harus di keluarkan oleh lipan tersebut, melainkan ia benar-benar harus berhati-hati dengan kelincahan gadis kecil yang ada di hadapannya saat ini.


Tongkat emas Keiko kini tertancap di tanah dengan ukuran yang cukup besar. Sementara tubuh kecil adik perempuan Arnius itu menghilang dan berpindah tempat dengan sangat cepat. Beberapa pisau es meluncur dengan cepat saat Keiko berpindah tempat.


Tubuh lipan yang begitu besar dan juga panjang, membuatnya kesulitan untuk menahan atau bahkan membalas serangan Keiko. Senyum licik kembali terukir di wajah gadis kecil tersebut, lipan besar yang sudah dibuatnya kalang kabut kini melilit di antara tongkat emasnya yang berukuran cukup besar.

__ADS_1


Hanya dengan mengepalkan tangannya, tongkat emas itu kini memancarkan air yang cukup banyak hingga menutupi seluruh tubuh lipan hitam tersebut. Setelah Keiko mengangkat sebelah tangannya, tongkat emas itu meluncur ke atas kemudian kembali dalam genggaman gadis kecil tersebut. Perlahan namun pasti, tubuh lipan besar itu kini membeku seutuhnya. Hanya dengan satu hentakan kaki, tubuh lipan hitam itu kini hancur berkeping-keping.


"Kerajaan Bulan, jadi kau berasal dari tempat itu tuan mesum?"


Azumi yang masih berdiri tidak jauh dari tempat tersebut, kini mulai memasang kuda-kuda terbaiknya. Tangannya mulai mengepal kuat, saat ia berhasil mengendalikan aliran darah pemuda asing tersebut.


"Pengendali darah, seharusnya kau lebih memilih untuk menjauh dariku nona manis. Kau dalam jangkauan pengendalian segel ku sekarang."


Hanya dengan satu hentakan tangan, tubuh Azumi terlempar cukup jauh. Zora bergegas melesat untuk menangkap tubuh mungil Azumi, hingga keduanya menabrak sesuatu yang cukup lembut.


Monki yang melihat keduanya terlempar, bergegas menangkap kemudian membawa keduanya ke atas Classic pearl.


"Tuan Monki, tubuh nona Yin."


Azumi mencoba mengingatkan, pandangannya tak pernah lepas dari tubuh Yao Yin yang kini mulai terduduk di atas bongkahan es.


"Mereka berada di dalam wilayah segel pemuda itu, kita hanya bisa menunggu kesempatan. Aku bertugas mengamankan kalian semua."


Yao Yin mulai mendapatkan sedikit kekuatannya, ia mencoba untuk duduk. Sebuah pedang hitam terlihat senantiasa melayang di sisinya.


"Kemarilah pedang hitam, kalau tidak salah suamiku memanggil mu Fudo bukan?"


Yao Yin mencoba berkomunikasi dengan Fudo. Pedang hitam itu kini mendekat dan membiarkan Yao Yin menggenggam dirinya.


"Dia pengguna segel yang handal, dan aku tahu saat ini pemuda itu menginginkan diriku. Dia tidak akan pernah melepaskan daerah penguasaan segel tanahnya, aku yakin dia akan menggunakan segel pemindah untuk membawa ku pergi. Ku harap tuan mu tidak terlambat menyadarinya."


Sejenak Yao Yin melihat usaha Minori untuk melawan serta berusaha menghancurkan segel pemuda asing tersebut.


"Minori ..."


Tangan kiri Yao Yin bergerak cepat menahan tubuh Minori yang terhempas ke arahnya.


"Nona kau sudah sadar, maaf aku tidak bisa menyelamatkan anda."


Minori mencoba menahan luka yang ada di tubuhnya.


"Bagus kau sudah sadar, aku akan segera membawa mu pergi."


Pemuda asing itu mulai melakukan beberapa gerakan aneh yang hanya di mengerti oleh orang yang mempelajari ilmu segel.


"Segel pemindah, Nori cepat ubah tubuhmu dan tetap menempel padaku. Fudo kecilkan ukuran mu. Kalian berdua tetaplah melekat di tubuhku."


Minori dan Fudo mulai melakukan perintah Yao Yin. Fudo mengecil kemudian menyelipkan dirinya diantara jepit rambut Yao Yin. Sementara Minori mengubah dirinya menjadi gelang air yang melingkar di pergelangan tangan istri Arnius tersebut.


"Segel pemindah. Dia akan membawa nona Yin."

__ADS_1


Wu Ling yang sudah tersadar melihat pertempuran dari atas Classic pearl, dia mengenali setiap gerakan yang dilakukan oleh pemuda asing tersebut. Tanpa berpikir akan keselamatan dirinya, Wu Ling terjun dari ketinggian dan mencoba menghentikan segel yang di buat oleh pemuda asing tersebut.


__ADS_2