Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Pesan Jung Nara


__ADS_3

Samar-samar mulai terlihat ada seekor harimau berbulu putih dengan sedikit corak hitam dan emas di tubuhnya. Sekalipun hewan tersebut berjalan perlahan dan terlihat begitu tidak bersemangat, namun ia masih terlihat gagah serta menyeramkan.


Kucing besar tersebut berhenti tepat di luar wilayah segel milik pangeran Arashi. Harimau berbulu lebat itu menidurkan tubuhnya di atas rerumputan, namun pandangan matanya selalu tertuju kepada Yao Yin yang masih duduk di depan perapian.


Geraman kecil terdengar begitu pelan. Ai Sato melangkah, berniat untuk menghampiri binatang tersebut.


"Tetap di tempat mu nona Ai, binatang itu bisa berbuat apa saja."


Arashi mencoba menghentikan langkah Ai Sato.


"Dia begitu lapar, mungkin hampir beberapa hari dia tidak makan. Apa yang bisa dilakukan oleh harimau lemas seperti itu. Lihatlah tubuhnya pun terdapat beberapa luka."


Ai Sato kembali melanjutkan langkahnya, Yao Yin pun mengikutinya dengan membawa seekor ayam yang sudah selesai ia panggang.


"Makanlah."


Yao Yin meletakkan ayam di atas sebuah dauh lebar ke hadapan kucing besar tersebut. Sementara Ai Sato mengobati beberapa luka yang ada di tubuh hewan besar itu.


"Terimakasih tuan ku."


Suara seorang pria paruh baya terdengar pelan di telinga Yao Yin.


"Jangan ucapkan lagi, kau mungkin mengira aku adalah tuan mu. Aku bukan tuan mu, tapi dia yang memiliki pedang hitam itu adalah tuan mu. Saat ini aku adalah tawanan pria pengguna segel itu, tapi tuan mu pasti akan menyusul ku ke tempat ini. Jika dia ada di sini, pastilah dia tidak akan membiarkan kalian kelaparan."


Yao Yin membelai lembut bulu lebat di tubuh kucing besar tersebut.


"Panggil aku Jung Nara, apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan dirimu nona?"


Kucing besar tersebut memperkenalkan dirinya.


"Sudah ku duga, kau masih kerabat Jung Bao."


Nara mendongakkan kepalanya setelah mendengar nama saudaranya di sebut.


"Anda mengenalnya?"


"Bukan hanya kenal, kami pernah berjuang hidup dan mati bersama."


"Akan ku serahkan nyawa ku padamu nona."


Nara kembali bersimpuh di hadapan Yao Yin.


"Nyonya muda, apa dia salah satu kerabat panglima Bao?"


Jaku menghampiri Yao Yin yang masih berjongkok di depan hewan besar tersebut.


"Benar.... Nara, tetaplah hidup dan kumpulkan seluruh rekan mu. Tuan mu pasti akan memerlukan kalian nanti. Saat ini panglima Bao dan tuan mu berada di bumi. Jika tuan mu tiba di negri ini, mungkin dia harus berhadapan dengan pasukan the Beast untuk menyelamatkan ku. Akankah kau membantunya saat itu tiba?"


"Akan ku serahkan nyawaku nyonya. Aku akan mengumpulkan seluruh rekan kami yang tersisa untuk berjuang bersamanya."

__ADS_1


Nara mengubah panggilannya terhadap Yao Yin, setelah mendengar ucapan Jaku.


"Aku akan mencoba mencari perlindungan di istana naga, carilah aku di sana nantinya. Sekarang pergilah."


Nara kembali melangkah ke dalam hutan, setelah Ai Sato selesai mengobati luka di tubuhnya.


"Terimakasih nona Ai."


Nara sedikit menunduk di hadapan Ai Sato. Hampir seluruh penghuni negri bulan mengenali darah keturunan dari peri rumput biru perak yang selalu menolong tanpa memandang asal usul mereka.


"Kakak kau mengenalnya?"


Ai Sato kembali berjalan menuju ke perapian, bersama Yao Yin dan juga Jaku.


"Aku hanya mengenal saudaranya."


Ketiganya kini memilih untuk beristirahat di dekat perapian, Jaku mengeluarkan sebuah karpet dari dalam kotak kayu yang ada di belakang kereta untuk alas tidur ke dua nonanya.


Ketiganya mulai tertidur tanpa memperdulikan Arashi yang masih mempertahankan segel nya.


Matahari mulai tinggi saat mereka sudah memasuki bagian dalam hutan. Beberapa hewan kecil berlari menjauh dari jalur kereta yang membawa ke tiga wanita tersebut. Sementara beberapa hewan besar hanya terdiam saat kereta itu melintas. Ada beberapa dari hewan besar itu yang sedikit menunduk, saat Yao Yin melihat ke arah mereka. Bahkan ada seekor kera besar yang bersujud saat kereta kuda itu melintas.


"Bahkan hewan pun mengenali pangerannya."


Arashi tersenyum congkak.


Ai Sato mengumpat kesal karena kelakuan pangeran yang berkuda di sebelahnya. Satu-satunya putri dari pemimpin pasukan the Beast tersebut mengetahui untuk siapa mereka bersimpuh.


"Kakak cantik, sepertinya kau memiliki sesuatu yang membuat mereka semua menunduk di hadapan mu."


Ai Sato menatap heran Perempuan yang sudah di kenalnya hampir satu purnama itu.


"Entahlah Ai."


Yao Yin tidak ingin gadis yang duduk di sampingnya itu mengetahui hal yang tidak ingin dia ungkapkan. Seluruh binatang itu pastilah bersimpuh karena pedang hitam yang terselip di antara jepit rambutnya.


Hingga keluar dari dalam hutan hujan, mereka tidak bertemu dengan hewan yang menggangu. Semua itu dikarenakan pedang hitam Arnius. Bahkan saat ini Nara berusaha menyampaikan pesan Yao Yin kepada setiap penghuni hutan, hingga sampai ke perbatasan istana naga.


Setiap hewan yang telah mendapatkan pesan dari Nara, mencoba mencari dan mengikuti kereta Yao Yin secara diam-diam. Mereka semua tahu, bahwa berurusan dengan anggota keluarga istana bulan bukanlah hal yang mudah.


Kini pesan yang berisikan bahwa pemilik black diamond menjadi tawanan pangeran Arashi dari istana bulan, telah sampai di telinga seekor harimau merah yang bertubuh lebih besar dari pada harimau lainnya.


Akira hampir tidak percaya dengan kabar yang didengarnya. Ia tahu bahwa batu hitam tersebut tersembunyi pada bagian bumi yang sangat sulit di capai oleh manusia.


Akira adalah salah satu panglima di dalam pasukan the Beast. Ia terkenal kuat dan tidak pernah mengampuni lawannya. Akira yang saat ini bertugas di wilayah istana naga, berusaha membuktikan kebenaran kabar yang ia dapatkan.


"Panglima, aku mendapatkan kabar bahwa wanita yang di bawa oleh pangeran Arashi satu bulan yang lalu, kini dalam perjalanan menuju ke kota naga. Ratu Asuka memberikan ijin untuk sekedar melihat-lihat kota naga."


"Siapa yang mengawalnya?"

__ADS_1


"Hanya pangeran Arashi bersama beberapa pengawal dari istana, kabarnya nona Ai juga ikut bersama rombongan itu."


"Terimakasih, pergilah."


Akira mulai berpikir, akankah pemilik black diamond itu adalah seorang wanita, dan apa hubungannya dengan putri pemimpin mereka. Karena pikirannya dipenuhi oleh berbagai pertanyaan, akhirnya dia keluar dari dalam markas dan mulai memasuki kota naga dengan tubuh manusia.


Seorang pria paruh baya bertubuh kekar terlihat berjalan di tengah kota. Ia memasuki sebuah bangunan yang dipenuhi dengan orang tua maupun anak-anak.


"Nona Sin, bagaimana kabar anda, apa anda punya sedikit waktu untuk ku?"


Akira mendekati seorang gadis cantik yang berada di antara kerumunan anak-anak.


"Ada apa panglima?"


Akira berjalan mengikuti gadis cantik di hadapannya, hingga memasuki sebuah ruangan besar.


"Apa sahabat anda memberi pesan bahwa ia akan berkunjung ke tempat ini?"


"Maksud mu Ai?"


Akira mengangguk.


"Ai tidak mengirimkan kabar apapun, dia bisa muncul kapan pun di tempat ini seperti biasanya. Memangnya ada apa panglima?"


"Aku menerima kabar bahwa saat ini nona Ai sedang dalam perjalanan menuju kemari bersama seorang manusia dan juga pangeran Arashi."


"Pangeran Arashi?"


Sinziku mengernyitkan kening, saat mendengar sahabatnya melakukan perjalanan bersama dengan orang yang begitu menyebalkan menurutnya.


"Aku akan menyambut mereka, ayo panglima ikutlah bersama dengan ku."


"Saat ini mungkin mereka baru memasuki persawahan penduduk nona."


Akira mulai berjalan mengikuti Sinziku, keduanya keluar dari dalam bangunan tersebut.


"Aku akan menunggu di gerbang kota."


Sinziku menaiki seekor kuda dan mulai menghelanya perlahan.


Harimau merah mulai terlihat melesat di belakang kuda yang ditunggangi oleh Sinziku.


Tidak butuh waktu lama untuk mereka tiba di sebuah pos penjagaan di gerbang kota naga. Akira begitu penasaran dengan pemilik black diamond, batu hitam yang mampu mengendalikan berbagai jenis hewan ilahi maupun iblis yang berkemampuan menengah.


Bagi keturunan ilahi yang berkemampuan tinggi atau bahkan bisa merubah tubuhnya menjadi manusia seutuhnya, ia tidak akan mudah terpengaruh oleh black diamond. Sekalipun sang pemilik batu hitam tersebut menyalurkan energinya ke dalam batu tersebut, mereka tidak akan terpengaruh sama sekali jika kekuatan yang dimilikinya mampu menangkis semua itu.


Tapi tidak bagi keturunan yang berkekuatan menengah ataupun lebih rendah. Mereka akan mudah terpengaruh oleh aura yang di keluarkan oleh black diamond, sekalipun pemiliknya tidak menyalurkan energinya ke dalam batu tersebut. Hal itulah yang ditakutkan oleh Akira, semua binatang ilahi dan bahkan iblis berkemampuan menengah akan tunduk di bawah perintah sang pemilik black diamond.


Banyak pasukan the Beast yang berada di bawah pimpinannya hanya melakukan latihan fisik, tanpa bisa berubah menjadi manusia. Sehingga menurutnya, kehadiran black diamond merupakan ancaman bagi sebagian anggotanya.

__ADS_1


__ADS_2