Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Portal penghubung


__ADS_3

"Kin apa kau mendengar ku?"


Eiji berusaha berbicara kepada Kin Raiden melalui pikiran mereka.


"Iya tuan kecil, anda dimana? apa yang terjadi?"


"Aku berada di dalam sebuah lorong yang penuh dengan iblis setelah aku menyentuh batu yang bercahaya. Aaaaa ..."


"Tuan kecil ... "


Tanpa sadar Kin Raiden sedikit berteriak setelah mendengar teriakan Eiji di dalam pikirannya.


"Ada apa? apa sesuatu terjadi pada Ji ji ku?"


Arnius mencengkeram lengan Kin Raiden.


"Iya, tuan kecil saat ini berada di sebuah lorong yang penuh dengan iblis. Dan sepertinya dia terluka."


"Bagaimana cara dia masuk kedalam lorong itu? cepat katakan."


Arnius semakin geram.


"Dia menyentuh sebuah batu yang bercahaya. Itu yang dia katakan sebelum berteriak kesakitan."


Tanpa menunggu lama Arnius bergegas menempelkan tangannya pada batu bercahaya yang dilihatnya dan berada tepat di hadapannya. Tubuh Arnius tiba-tiba menghilang dan terhisap ke dalam batu itu.


Keiko dan Kin Raiden saling menempelkan tangannya pada batu yang telah disentuh Arnius, namun tidak terjadi apapun pada mereka.


"Bagaimana ini, kakak."


Keiko berteriak histeris, seketika bebatuan disekitar tempat itu berubah menjadi gunungan es.


"Kin cepat hubungi kembali kakakku, bagaimana keadaannya."


Keiko mengguncang tubuh Kin Raiden.


"Nona tenanglah, tenangkan dirimu. Kita akan mencari jalan keluarnya bersama."


Minori berusaha menenangkan Keiko.


"Kei tenangkan dirimu, jangan sampai kau mengubah air hujan ini menjadi es juga. Kendalikan dirimu."


Genta ikut mengingatkan.


"Kau, cepat cari kakakku."


Dengan suara yang penuh dengan emosi, Keiko mengarahkan telunjuknya tepat di depan wajah Genta.


Kin dan Genta duduk bersila dan memejamkan matanya, mereka berusaha berbicara dengan kedua tuan mereka.


**


Arnius merasakan tubuhnya terhisap dan kini dia terjatuh di dalam sebuah lorong yang gelap dan hanya sedikit cahaya yang masuk kedalamnya. Telinganya mendengar suara pertarungan yang berada tidak jauh dari tempatnya terjatuh.


"Ji Ji."


Arnius mengenali suara Eiji yang sesekali berteriak karena terkena serangan, ia segera melesat mencari keberadaan adik kembarnya.


"Ar, kau mendengar ku? dimana kau saat ini?"

__ADS_1


Suara Genta terdengar di pikiran Arnius.


"Aku sudah bersama Eiji, dan sekarang kami berada di lorong bersama puluhan iblis."


Arnius menjawab singkat pesan dari Genta, ia segera menyerang para iblis yang sudah mengepung Eiji.


**


"Genta, Kin, katakan padaku apa yang terjadi."


Keiko kembali berteriak, seraya mengguncangkan tubuh keduanya.


"Nona kecil tolong tenanglah, tuan Arnius sudah bersama dengan tuan kecil. Dan sekarang tolong menjauh lah, kami akan melakukan tugas kami."


Kin Raiden berkata singkat dan segera kembali berkonsentrasi seperti yang sudah dilakukan Genta.


"Semua menjauh."


Minori mengingatkan mereka semua untuk menjauhi tubuh Genta dan Kin.


Keiko melompat menjauh ketika tubuh Genta mulai diselimuti api yang menyala-nyala, begitupun Kin Raiden. Tubuh Kin di penuhi kilatan petir yang sesekali mengeluarkan api.


"Kenapa tubuh mereka berdua seperti itu?"


"Nona .. jika binatang ilahi jauh dari tuannya, yang mampu mereka lalukan hanyalah menyalurkan kekuatannya melalui pikiran untuk melindungi tubuh tuannya. Hal itulah yang kini sedang mereka lakukan, aku pun akan melakukan hal yang sama jika hal ini terjadi pada dirimu nona."


Minori memberikan sedikit penjelasan kepada Keiko.


Semakin lama tubuh keduanya semakin mengeluarkan aura kekuatan yang besar, api di tubuh Genta semakin membara begitupun kilat di tubuh Kin Raiden yang mengeluarkan suara begitu menggelegar.


**


Arnius merasakan api di tubuhnya semakin membara, Ia tahu pasti ada sesuatu yang sudah dilakukan Genta. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, Arnius segera menyerang para iblis dengan api yang berkobar ditubuhnya. Seketika iblis yang terkena api tersebut langsung berubah menjadi debu hingga mengepul dan hanya tertinggal asapnya saja.


"Kekuatan kalian memang benar-benar mengerikan."


Eiji mendengus pelan, sementara Kin Raiden yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecil.


"Eiji berhenti bertarung, cepat obati lukamu. Aku akan membereskan mereka semua."


Arnius yang kini sudah berdiri di hadapan Eiji, merasa sedikit khawatir melihat lengan adiknya yang sudah membiru.


"Genta kau mendengar ku?"


"Aku bersamamu Ar."


"Katakan pada Zora untuk segera membuat obat, lengan Eiji terluka dan sekarang luka itu sudah membiru."


"Baik."


**


Sosok naga keluar dari kobaran api yang menyelimuti tubuh Genta yang masih dalam posisi duduk bersila, dan mengeluarkan suara berat yang sudah cukup di kenal oleh semua anggota classic pearl.


"Zora segera siapkan obat untuk luka. Tuan kecil terluka dan luka itu sudah membiru."


Setelah mengatakan hal itu sosok naga kembali masuk ke dalam kobaran api di tubuh Genta.


Mendengar hal itu Zora hanya mengangguk dan segera mengeluarkan berbagai jenis tumbuhan dari ruang dimensi miliknya dan mulai meraciknya.

__ADS_1


"Minori katakan bagaimana jenis racun dari iblis itu bekerja?"


Zora berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari berbagai bahan yang ada di hadapannya.


"Jika jenis racun itu cepat menyebar, tubuh penderita akan langsung mengepulkan asap kemudian meledak, jika hanya terkena sedikit racun, biasanya akan membiru seperti yang dikatakan oleh tuan naga. Ramuan mu tidak akan membantu menghilangkan racunnya, kau harus membuat tubuh Eiji memiliki kekebalan sendiri sebelum kau menemukan obat yang tepat."


Minori memberikan penjelasan panjang dan lebar. Mata Minori menatap tajam Kin Raiden, mencoba mengatakan sesuatu. Tak berselang lama Kin Raiden terlihat menganggukkan kepalanya.


"Apa yang kau katakan kepada Kin Raiden?"


Keiko memperhatikan interaksi keduanya.


"Aku memintanya untuk menghentikan peredaran darah disekitar luka tuan tampan kembar, supaya racun tidak menyebar dengan cepat."


"Lalu dimana kita bisa menemukan penawar racun itu?"


"Tidak ada disini nona, kita harus segera mencapai gerbang lendir hitam. Berbagai racun serta penawar ada ditempat itu."


"Baiklah aku akan menunggu perintah kakak selanjutnya."


Keiko kembali duduk dan memperhatikan Genta serta Raiden dari jarak yang cukup aman.


**


Berkat bantuan kekuatan dari Genta serta Kin Raiden, semua iblis yang ada ditempat tersebut mampu mereka musnahkan dengan mudah.


"Ji Ji kau baik-baik saja?"


Arnius mendekati Eiji yang masih memegangi lengannya yang terluka. Arnius mengeluarkan gulungan kain dari dalam jubahnya dan mengikat lengan Eiji yang terluka.


"Kin Raiden sudah menutup titik meridian pada luka ini, sehingga racunnya tidak akan menyebar dengan cepat."


Eiji berucap pelan sambil berdiri perlahan.


"Aku melihat cahaya, ayo kita ke sana."


Arnius menuntun Eiji berjalan mendekati cahaya, yang ternyata adalah ujung dari lorong yang mereka lewati.


"Hutan."


Arnius dan Eiji terkejut melihat begitu banyak pepohonan di hadapan mereka.


"Duduklah aku akan menghubungi Genta, supaya ia bertanya kepada Minori tentang keberadaan kita."


Arnius dan Eiji duduk di depan mulut goa.


"Genta tolong hubungkan aku dengan Minori."


Arnius berucap dalam pikirannya.


**


Tubuh Genta dan Kin Raiden sudah tidak lagi mengeluarkan api dan petir seperti sebelumnya, kini mereka tengah duduk dan mengatur nafas.


"Minori Arnius ingin berbicara denganmu."


Pikiran Genta tersambung dengan Minori.


"Iya, ada apa tuan tampan?"

__ADS_1


"Minori saat ini aku berada di sebuah tempat yang banyak di tumbuhi berbagai pohon yang berwarna hitam, apa ini yang disebut gerbang lendir hitam?"


"iya tuan tampan, berarti cahaya pada batu yang anda lihat adalah portal penghubung antar gerbang. Jika tuan memperhatikan sekelilingnya, tuan akan menemukan batu yang serupa. dan itu adalah portal untuk kembali ke tempat semula. Sehingga Tuan bisa menjadi penghubung untuk membawa kami semua menuju ke tempat tuan berada saat ini."


__ADS_2