Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Rantai pengikat kehidupan


__ADS_3

"Terimakasih Ai, tubuhku sudah lebih baik."


Yao Yin tersenyum kepada seorang gadis cantik yang berdiri di hadapannya, meskipun wajahnya tertutup cadar.


"Sama-sama kakak cantik."


Ai Sato tersenyum semanis mungkin dihadapan Yao Yin.


"Kau bisa memanggilku Yao Yin."


"Tentu saja kakak Yin yang cantik."


Yao Yin menggelengkan kepalanya perlahan setelah mendengar ucapan gadis yang baru dikenalnya.


Seorang gadis muda berwajah cantik, memiliki rambut hitam yang begitu panjang. Kepangan rambutnya terlihat begitu rapi, jika rambut tersebut tidak di ikat dan di kepang mungkin panjangnya akan melebihi tinggi tubuhnya.


Pakaian sebatas lutut yang dikenakannya begitu pas pada tubuhnya, pada bagian bawahnya terlihat sedikit mengembang. Sangat cocok untuk gadis yang lincah dan selalu ceria seperti gadis yang satu ini. Ai Sato semakin terlihat mempesona dengan kedua kaki panjangnya yang menambah kesan cantik pada setiap mata yang melihatnya. Sungguh penampilan yang begitu berbeda dengan Yao Yin saat ini.


"Seharusnya aku yang memanggilmu cantik, kau lebih muda dan lebih cantik dari pada diriku."


Yao Yin kembali tersenyum.


"Selamat pagi nona."


Terdengar suara seorang pria yang sudah begitu mereka kenal. Jaku bergegas berdiri di depan pintu.


"Tolong jangan mendekat, apa yang pangeran inginkan?"


"Ooh ... Aku hanya ingin melihat keadaan calon istriku."


"Jangan sembarangan pangeran, nyonya muda sudah memiliki suami."


"Oo Jadi kalau begitu aku harus membuatnya menjadi janda terlebih dahulu."


Arashi tersenyum lebar.


"Jadi kau sekarang hanyalah seorang pangeran yang membawa lari istri orang."


Ai Sato tersenyum penuh kemenangan.


"Kau juga di sini rupanya nona Ai. Tenang saja, setelah aku menikahi wanita itu, kau pun akan segera menjadi istri kedua ku."


"Jangan terlalu berharap pangeran. Kau tahu aturannya bukan, jika ingin menikahi diriku."


"Ya tentu saja, kau seorang gadis yang memiliki rantai pengikat kehidupan. Nantinya kau hanya akan menuruti semua keinginanku, jika aku berhasil memiliki ujung rantai yang lain."

__ADS_1


"Sejak dulu kau hanya berkata seperti itu, tanpa mampu mewujudkannya. Sebaiknya kau pergi dari tempat ini, menjauh lah dari kakak cantik ku."


Ai Sato mengibaskan kepangan rambutnya, namun Arashi mampu menghindar dengan baik.


"Kecepatan mu semakin mengerikan Ai."


"Sebaiknya kau cepat pergi dari tempat ini, dan jangan pernah kembali lagi."


"Tenanglah Ai, aku yang membawa wanita bercadar itu ke tempat ini. Jadi wajar saja jika aku ingin melihat keadaannya."


"Apa kau tidak dengar, Kakak cantik ini sudah mempunyai suami. Ingat itu pangeran."


"Baiklah, aku akan segera membunuh suaminya itu. Supaya kau juga cepat menjadi istri kedua ku."


"Ka... Kau.."


"Kalian berdua tenanglah, kenapa setiap kali kalian bertemu selalu saja bertengkar."


"Ai Sato memberi hormat ibu ratu."


Ai Sato tidak melanjutkan ucapannya, saat ia melihat kedatangan ratu Asuka.


"Dan kau Arashi, jangan hanya membual. Buktikan bahwa kau bisa mengambil ujung rantai pengikat kehidupan Ai Sato."


"Nona Yin, bagaimana keadaan mu?"


Asuka beralih menatap Yao Yin yang masih duduk di atas ranjang.


"Sudah lebih baik ratu."


"Baguslah. Kau bisa berkeliling melihat-lihat tempat ini jika kau mau. Ai Sato akan menemanimu, dia gadis baik yang selalu ceria. Apa para pelayan istana melayani kalian dengan baik?"


"Tentu saja ratu, terimakasih."


"Maafkan putraku jika dia telah menyakiti mu. Dari semua pangeran yang ada, memang hanya Arashi yang sedikit bertingkah. Baiklah aku akan kembali ke istana, nikmatilah hari-hari mu nona."


Yao Yin hanya mengangguk saat ratu Asuka melangkah keluar dari dalam ruangannya.


"Nyonya muda bagaimana perutmu?"


Jaku kembali menghampiri Yao Yin setelah mengantarkan ratu Asuka keluar dari paviliun bersama dengan Arashi.


"Sudah membaik Jaku, terimakasih. Nona Ai, kami tiba di tempat ini karena sesuatu yang di paksakan. Jadi bisakah nona membantu kami untuk bisa kembali ke bumi?"


Yao Yin beralih menatap Ai Sato yang masih berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Kakak cantik, aku akan mengusahakannya. Namun sepertinya itu adalah permintaan yang sulit. Selain pengguna segel, hanya orang yang berkemampuan tinggi yang bisa menciptakan jalur ke bumi. Ayah dan paman ku mungkin bisa melakukannya, tapi aku tidak yakin bisa membujuk mereka untuk membantu mu kakak cantik."


Ai Sato menundukkan kepalanya, karena merasa tidak mampu membantu orang yang baru saja di kenalnya.


"Tapi tenang saja, aku akan selalu menjaga kakak selama berada di tempat ini."


Wajah Ai Sato kembali tersenyum ceria.


"Tapi bukankah suami kakak akan mencari hingga ke tempat ini?"


Ai Sato kembali bertanya.


"Jika dia bisa sampai di tempat ini, pasti akan terjadi keributan."


"Kakak benar, tapi tindakan pangeran Arashi memang keterlaluan. Dia harus di beri pelajaran. Tapi jika terjadi keributan pastilah ayah dan juga paman ku yang akan bertindak. Aku takut suami kakak cantik akan terluka jika harus berhadapan dengan ayah dan juga paman ku. Bukannya aku merendahkan suami kakak, tetapi paman ku memang terlalu kuat."


"Siapa ayah dan juga paman mu, Ai?"


"Ayah ku komandan utama pasukan the Beast, pasukan terkuat yang ada di negri ini. Pemimpin dari para binatang ilahi terkuat. Sementara paman ku adalah komandan kedua, dia yang memimpin gorila batu. Jika mereka menurunkan para gorila itu pastilah ..."


Ai Sato tidak melanjutkan ucapannya.


"Lalu apa hubungannya paman mu dengan rantai pengikat kehidupan yang kau sebutkan tadi?"


"Ibuku adalah seorang ratu rumput biru perak, salah satu tanaman yang mudah tumbuh di berbagai tempat. Karena kemampuan yang dimilikinya, ia sering membantu para hewan yang sakit ataupun terluka. Saat tiba hari kelahiran ku, beberapa hewan ribuan tahun yang pernah ibu selamatkan datang untuk mengucapkan selamat. Mereka memberikan berbagai hadiah, hingga datang seorang peri yang memberikan rantai pengikat kehidupan tersebut. Sebuah rantai yang bisa mengikat diriku dengan seseorang hingga maut menjemput. Entah itu adalah berkah ataupun kutukan bagi ku, namun saat ini ujung rantai yang satunya terikat dengan tubuh paman ku. Jadi siapapun yang bisa membunuhnya akan memiliki ujung rantai yang lain. Tapi sebenarnya ujung rantai itu bisa saja di berikan secara baik-baik, namun paman ku memiliki keinginan bahwa yang terkuat lah yang bisa menjadi suamiku."


"Kau beruntung memiliki keluarga yang begitu menyayangi dirimu nona Ai, lalu bisakah kau menceritakan tentang pasukan the Beast?"


"Pasukan the Beast terdiri dari beberapa golongan. Yang terkuat adalah gorila batu, mereka hanya ada sekitar dua puluhan, karena kebanyakan para gorila itu sudah tua dan tidak mampu bertahan hidup lagi. Pasukan banteng bertanduk pun cukup kuat, jumlahnya hampir mencapai ratusan. Namun kebanyakan para banteng itu masih muda, jadi tanduk mereka belum bisa mengeluarkan kekuatan banteng yang sebenarnya. Yang terkuat berikutnya adalah gajah. Sekalipun mereka masih muda namun kekuatannya tidak bisa di remehkan. Para gajah itu bisa merubuhkan tembok yang paling kuat sekalipun. Pasukan kuat lainnya tentu saja para harimau, serigala, singa dan berbagai jenis keturunan dari kucing besar tersebut. Pasukan burung adalah pengintai yang handal, ya tentu saja Phoenix petir dan Phoenix es yang paling mendominasi. Sementara pasukan racun adalah yang paling mematikan, diantaranya laba-laba, kalajengking, lipan, ular dan semua binatang yang menurut ku menggelikan."


"Bagaimana dengan naga?"


"Menurut ayah ku, naga adalah pasukan khusus. Mereka memiliki raja sendiri dan juga memiliki istana sendiri. Tidak ada yang berani mengusik kehidupan para naga. Namun sampai saat ini kami bisa hidup berdampingan dengan baik. Hanya saja ada satu naga yang selalu membuat keributan. Jika di istana ini ada pangeran Arashi, di istana naga memiliki pangeran naga hitam. Jika tahta kerajaan naga berikutnya turun kepada pangeran itu, maka sudah bisa dipastikan akan terjadi kekacauan besar."


"Wawasan mu begitu luas nona Ai."


Pandangan mata Yao Yin tak pernah lepas dari wajah Ai Sato, namun sebelah tangannya selalu menuliskan semua hal yang di ceritakan oleh gadis itu di atas lengan Jaku yang duduk di belakangnya. Sehingga Arnius dan yang lainnya juga mengetahui semua hal tentang pasukan the Beast.


"Kapan-kapan aku bisa membawa kakak cantik berkunjung ke istana naga."


"Benarkah?"


"Tentu saja."


Yao Yin tersenyum kecil, ia berpikir akan ada sedikit harapan jika dia bisa mendapatkan bantuan dari istana naga.

__ADS_1


__ADS_2