Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Peningkatan kemampuan


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu sejak Arnius dan kawan-kawan mulai melewati lautan batu, namun hingga hari ke tiga sama sekali belum terlihat akhir dari lautan bebatuan yang mereka lewati.


Berbagai jenis mutiara roh telah mereka dapatkan dari tempat tersebut Disela waktu istirahat, mereka selalu menyempatkan diri untuk menghisap khasiat batu roh yang telah di dapatnya.


Batu roh yang mereka dapatkan membantu menambah penguasaan mereka terhadap ilmu yang telah dikuasai.


Yuki telah menghisap lima batu roh yang dia dapatkan, ia mampu membuat pengebor tanah yang besar serta kuat. Kumparan tanah yang mampu bergerak cepat seperti seekor tikus penggali tanah, membuat lubang yang kecil maupun besar hingga menyerupai goa tanah mampu ia lakukan. Gulungan ombak lumpur yang ia ciptakan mampu merusak seluruh lapisan tanah.


Hingga saat ini Wu Ling hanya menyerap dua batu roh, namun kini ia memiliki pengendalian angin yang luar biasa. Ia mampu menciptakan angin besar yang bisa membuat batu-batu besar berterbangan, ia juga bisa membuat udara seolah berhenti bergerak pada suatu tempat yang ia inginkan.


Ilmu pengendalian air Azumi berubah menjadi pengendalian darah, setelah ia menyerap sebuah batu berwarna merah darah yang berukuran cukup besar. Butuh waktu hampir setengah hari untuknya menyerap seluruh kekuatan besar yang berada dalam batu merah darah yang telah didapatnya. Cukup dengan satu jentikan jarinya, tubuh seekor kelinci yang berukuran seperti seekor kambing pada umumnya mati mengenaskan.


"Mengerikan."


Satu kata yang terucap dalam benak setiap anggota classic pearl saat melihat kemampuan baru Azumi.


Ilmu berpedang Naoki semakin mengagumkan. Apalagi saat ini ia memiliki sebuah pedang transparan, namun memiliki bilah yang begitu tajam. Ia mampu mengendalikan bentuk pedang yang berada di tangannya, serta mampu menyimpan ataupun memunculkannya sesuai dengan keinginannya. Pedang misteri, itulah sebutan yang ia berikan untuk pedang yang selalu bisa berubah dan menghilang sesuai keinginannya.

__ADS_1


Pedang Naoki mampu berubah menjadi sebuah kapak besar dan membelah batu besar hingga hancur berkeping-keping. Sebuah jarum kecil transparan melesat menembus tubuh seekor lebah yang berukuran satu kepalan tangan orang dewasa, hingga membuat nya tergeletak di tanah. Jarum kecil mampu kembali ke dalam genggaman tangan Naoki dalam bentuk yang berbeda, sungguh senjata yang begitu mengagumkan bagi seorang pangeran yang hanya memiliki teknik berpedang, serta sedikit pengendalian udara.


Elang perak terus berevolusi setelah Zen kembali menemukan satu batu roh yang sama namun dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Elang perak mampu terbang walau tidak lagi menggunakan baling-baling sebagai sayapnya, hanya kilatan cahaya perak yang terlihat saat Zen terbang dengan kecepatan yang luar biasa. Hal ini semakin membuat tubuh Zen yang begitu besar seolah seringan kapas.


Sementara Sayuri mampu mengeluarkan air laut lebih banyak dari dalam tubuhnya, serta ia mampu bertahan lama di daratan tanpa harus membasahi tubuhnya dengan air. Sayuri lebih memperdalam ilmu pengendaliannya dengan meminta petunjuk dari Keiko serta Minori.


Keiko sendiri hanya mendapatkan tambahan kekuatan dalam tubuhnya setelah menyerap beberapa batu roh. Batu besar yang ia sentuh dengan ujung jari telunjuknya berubah menjadi es kemudian hancur berkeping-keping. Pengendalian air yang sempurna hingga membuat Genta berpikir berkali-kali untuk selalu menggoda sosok wanita yang begitu dikaguminya.


Minori pun mampu membuat tubuhnya menjadi transparan, sebening air yang mengalir. Ia juga mampu masuk kedalam tubuh Keiko seperti halnya Kin Raiden, menyatu dengan tubuh tuannya.


Seorang laki-laki bertubuh kurus berwajah cukup tampan, selalu terlihat tersenyum saat memasukkan beberapa ramuan ke dalam sebuah Periuk bercahaya yang telah ia keluarkan dari dalam sebuah cincin, yang hanya terlihat saat ia ingin memasukkan atau mengeluarkan sesuatu. Cincin ruang Zora mampu menyatu dengan batu roh yang ia temukan, bahkan ia sendiri mampu mengatur isi serta luasnya tempat di dalam cincin tersebut.


Senyum yang terus mengembang dari sudut bibir Zora saat ia kembali berhasil membuat sesuatu dari hasil ramuannya. Zora adalah seorang alkemis muda yang di miliki oleh classic pearl.


Eiji kembali menemukan batu roh yang mampu membuatnya menjadi lebih kuat, ia mampu membuat hujan petir yang mengerikan. Tentunya hal itu hanya ia simpan tanpa harus melatihnya, karena akan membahayakan seluruh rekannya jika dalam jarak sedekat ini.


Seluruh anggota classic pearl saat ini berhenti berjalan, sudah hampir satu hari mereka menunggu Arnius yang masih menempelkan telapak tangannya pada sebuah batu besar yang mengeluarkan hawa panas yang begitu menyengat bila berada di dekatnya.

__ADS_1


Sebelumnya bukan telapak tangan Arnius yang menempel pada permukaan batu, melainkan tubuhnya yang seketika melayang dan tertarik hingga menempel pada batu yang begitu panas. Jarak mereka dengan batu itu masih cukup jauh namun tubuh Arnius seolah tertarik dan melayang dengan sendirinya hingga menabrak permukaan batu, dengan perlahan Arnius mampu menguasai tubuhnya dan membuat posisinya senyaman mungkin berhadapan dengan batu besar dan panas tersebut. Kini hanya telapak tangannya yang masih saja menempel pada permukaan batu.


Karena panas yang begitu menyengat, seluruh rekannya hanya menunggu dari tempat yang cukup jauh, namun tidak dengan Genta. Ia selalu menjaga tuannya dalam jarak yang cukup dekat. Panas yang dihasilkan oleh batu itu tidak berpengaruh terhadap tubuhnya ataupun tubuh Arnius.


Mata Arnius terpejam, ia masih mencoba menyerap seluruh kekuatan mistik dari batu besar di hadapannya. Seluruh Indra ditubuhnya seolah semakin peka terhadap apapun seiring panas tubuhnya yang semakin meningkat.


Sebelah tangan Arnius terangkat dan mengepal, hal itupun di sadari oleh Genta. Seketika tubuh Genta sedikit melayang dan meneruskan tanda itu kepada yang lainnya. Mereka semua tahu bahwa tanda itu adalah waspada, ada sesuatu yang mulai bergerak mendekati mereka.


Sosok aura aneh mulai mereka rasakan, mendekat dengan kecepatan tinggi kearah mereka. Genta sedikit terpental saat tubuh Arnius mengeluarkan segel pelindung berwujud api biru yang menutupi tubuh serta beberapa batu disekelilingnya.


Genta tahu apa yang dimaksud oleh tuannya tersebut, Arnius mampu melindungi dirinya sendiri dan menyuruh Genta untuk melindungi semua rekan-rekannya. Genta melayang mendekat ke tempat semua rekannya yang sudah mulai bersiap dengan segala kemungkinan yang akan menyerang mereka.


"Kekuatan yang besar, waspada dan berhati-hati. Jangan sampai terpisah."


Ucapan Genta memang tidak begitu keras namun mereka semua mampu mendengar dan hanya mengangguk mengerti.


"Zen ingat jangan terbang terlalu tinggi, ada segel beracun di atas sana."

__ADS_1


Kin Raiden melihat sekilas kearah Zen yang sudah mulai sedikit melayang dengan menggenggam pedang besarnya.


__ADS_2