
Minori melesat ke kediaman utama, seraya menghubungi nona mudanya melalui telepati pikiran. Sementara Makaira dan Yao Yin masih berusaha membangunkan Kana dan Ryota. Ai Sato sudah melilit tubuh Kazumi ke tubuhnya, dengan menggunakan sulur peraknya.
Tubuh Kana dan Ryota yang sudah cukup besar, sehingga menyulitkan untuk menggendongnya. Akhirnya ke dua bocah itu terbangun. Jaku yang sebelumnya membantu di dapur, bergegas mendatangi nyonya mudanya. Yao Yin memanggil Jaku melalui telepati pikiran. Ia diminta untuk membantu menjaga Kana.
"Ayo cepat temui ayah kalian."
Yao Yin mulai membawa mereka. Namun Kana tidak bergerak dari tempatnya. Gadis kecil itu sedikit berteriak.
"Bibi Shiro. Cepat bantu bibi Shiro."
Kana melesat ke arah sungai yang memang tidak jauh dari tempat tersebut. Ryota pun melesat menyusul adik perempuannya. Sementara Yao Yin berusaha menyeimbangkan kecepatannya dengan ke dua anaknya, begitupun dengan Jaku dan Makaira. Dua bocah kecil itu melesat dengan kecepatan yang luar biasa. Semuanya berusaha bergerak secepat nya, hanya Jaku yang sedikit tertinggal di belakang.
Setibanya mereka di tepian sungai, terlihat Shiro berusaha melawan berbagai jenis monster air. Kana mulai bersiul. Dielu bergegas berlari ke asal suara, tanpa menghiraukan apapun yang ia injak. Makaira dan Ai Sato sudah ikut dalam pertarungan tersebut.
Benar-benar pertarungan yang tidak seimbang. Tubuh kecil Ai Sato dan Makaira harus berhadapan dengan seekor kepiting yang berukuran begitu besar. Dan akhirnya terdengar suara yang begitu memekakkan telinga.
Baaam..
Tangan besar Dielu menghantam punggung kepiting yang memiliki cangkang yang cukup kuat.
Aaargh..
__ADS_1
Dielu menggeram berkali-kali seraya ke dua tangannya membanting tubuh kepiting tersebut berulang kali.
"Ryuma."
Ryota berteriak keras dan muncullah bison muda yang berukuran cukup besar dari atas kepala Ryota. Ryuma memang bisa mengecilkan tubuhnya dan duduk diam di antara rambut bocah lelaki tersebut.
Ryuma mulai melesat dengan membawa Ryota di atas punggungnya. Pria kecil itu melesatkan api ke arah mahkluk aneh yang masih saja menyerang Shiro. Sementara seekor kura-kura hitam sudah membekukan semua perangkap Tianji yang ada di sekitar tempat tersebut.
Kana mengeluarkan sebuah benda bulat yang ia dapatkan dari sang ayah. Benda tersebut mulai membesar sesuai dengan keinginannya. Saat ini gadis tersebut sudah berdiri di atas bola hitam yang cukup besar. Kana melesat cepat dengan mengeluarkan kepulan asap hitam dari benda bulat yang ada di kakinya, setiap kali berdekatan dengan para iblis.
Beberapa monster aneh tersebut mulai terkapar tidak berdaya, hingga akhirnya membusuk. Arnius sebenarnya tidak tahu tentang kegunaan benda bulat yang ia berikan kepada putri kecilnya. Namun gadis kecil itu seolah bisa terhubung dengan benda tersebut. Batu kecil tersebut mampu berubah bentuk sesuai dengan keinginan gadis tersebut.
Minori yang sudah berkeliling untuk memberitahu semua orang supaya bersiaga, saat ini dia berada di depan pintu gerbang utama. Wanita itu memerintahkan untuk menutup gerbang tanpa peduli dengan kekacauan yang terjadi di wilayah luar. Perempuan itu berpikir bahwa Doulu akan bisa mengatasi semuanya bersama dengan para binatang ilahi. Wanita cantik itu sempat berteriak sebelum ia benar-benar menutup gerbang tersebut.
"Semua penjaga dan penduduk biasa cepat masuk."
Dengan suara yang dialiri tenaga dalam, suara Minori terdengar begitu keras. Semua penduduk tidak perduli tua ataupun muda, mereka berlarian untuk segera memasuki gerbang. Kekacauan di wilayah luar sudah hampir di luar kendali.
Jung Nara bersama semua rekannya, selalu mencoba menghalau setiap mahkluk bertubuh aneh yang mencoba mendekati pintu gerbang utama. Meskipun tubuh mereka jauh lebih kecil dari pada lawan, namun tenaga dan juga kerjasama mereka tidak bisa di remehkan. Selama di dalam giok hitam mereka selalu berlatih bersama.
Sekiranya tidak ada lagi penduduk yang ingin masuk ke dalam wilayah dalam, Minori mulai menutup gerbang dan menyegelnya dengan segel terkuatnya. Hanya mereka yang berkemampuan tinggi saja yang bisa menghancurkan segel tersebut.
__ADS_1
Sosok naga emas sudah terlihat melayang di wilayah luar yang sudah terlihat tidak terkendali. Eiji nampak ikut memeriksa semua penduduk yang ikut masuk ke wilayah dalam, sebelum Minori menutup gerbang tersebut. Arnius memintanya untuk tetap berjaga di wilayah dalam dan memeriksa setiap orang yang masuk. Jangan sampai ada penyusup di antara mereka. Kin Raiden selalu setia bersama dengan tuan mudanya. Seekor Phoenix merah telah berdiri kokoh di jalan utama menuju rumah utama.
Kin Raiden memastikan tidak ada seorangpun yang lolos dari pengawasannya dan masuk ke rumah utama. Seina dan Aina membantu semua pekerja dan pelayan untuk masuk ke dalam rumah beruang tua, setelah memastikan tuan besar Tamura beserta istrinya masuk ke wilayah terdalam dari bangunan beruang tua yang sudah diperbarui tersebut.
Berulang kali Yaza dan Gina memintanya untuk mencari keberadaan ke tiga cucunya. Seina hanya mencoba meyakinkan pria tua tersebut, bahwa ketiganya pasti akan baik-baik saja. Jung Bao, Monki, Zooi dipastikan berjaga mengelilingi tempat tersebut. Mereka tahu betul, jika tuan besar dan juga istrinya terluka seujung kuku pun. Nyawa mereka taruhannya.
Zora dan semua anggota Classic team, bertugas mengamankan wilayah udara di atas rumah utama. Puluhan kapal udara sudah melayang di berbagai sudut dari tempat tersebut. Arnius melesat ke tempat anak-anaknya berada. Pria itu tidak ingin peristiwa yang lalu terulang kembali.
Arnius mengibaskan tangannya berulang kali. Puluhan binatang ilahi nampak keluar dari ruang hampa. Tanpa menunggu perintah, mereka semua sudah bergabung dengan berbagai pertarungan yang ada wilayah tersebut. Kawasan di sekitar sungai sudah tidak terkendali lagi, seperti halnya wilayah luar.
Api Arnius membesar tatkala melihat putra dan putrinya begitu berani saat bertarung, tanpa menghiraukan keselamatan mereka sendiri. Pria itu melesatkan puluhan pisau api pada mahkluk aneh yang sudah membuat Ai Sato dan istrinya tersudut. Suar keras Makaira mengejutkan Arnius yang masih berusaha menghabisi seluruh lawannya.
"Sembunyikan semua cucu ku. Mereka datang dari dimensi iblis air untuk ke dua anak mu yang telah menghabisi panglima iblis api dan seluruh anak buahnya. Dan di mana pria tua itu sekarang?"
"Komandan Sato ikut menghalau mereka yang ada di wilayah luar bersama dengan Doulu dan Boulu."
Arnius menjawab singkat ucapan wanita cantik tersebut. Belum sempat pria itu bergegas menuju ke tempat putrinya. Seekor ular besar berhasil mengibaskan ekornya dan membuat tubuh kecil Kana terhempas.
"Kogane."
Arnius sempat berteriak keras, sebelum melesat cepat untuk mengambil tubuh putrinya yang sudah tergeletak di atas tumpukan batu yang sudah hancur karena tertimpa tubuhnya.
__ADS_1