Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Portal penghubung


__ADS_3

"Tuan Wu Ling kembalilah ke atas, hancurkan portal waktu yang sebentar lagi akan muncul diantara awan. Aku akan ikut nyonya muda jika dia akan membawanya ke tempat itu."


Jaku menghentakkan sayapnya hingga membuat tubuh Wu Ling kembali ke atas Classic pearl. Sebelum Jaku melompat menyusul Wu Ling yang sudah terlebih dulu terjun dari atas Classic pearl, ia sempat menitipkan sebuah batu pipih berwarna putih yang bentuknya hampir mirip seperti cermin kepada Zen. Kapten Classic pearl itu hanya menerima pemberian dari merak hijau tersebut tanpa tahu kegunaannya, karena Jaku bergegas meluncur untuk menyusul Wu Ling.


"Hancurkan portal penghubung itu."


Wu Ling bergegas membidikkan meriam peledak ke arah gumpalan awan hitam yang masih bergemuruh. Azumi dan juga Zora mengikuti apa yang di lakukan rekannya.


"Portal penghubung, jangan sampai gerbang itu terbuka."


Phoenix merah memekik keras, kedua cakarnya merobek tubuh rajawali yang masih ada di dalam cengkramannya hingga menjadi dua dan membuangnya begitu saja. Kedua sayapnya kini mengepak kencang menuju awan hitam yang masih bergemuruh. Puluhan petir ia luncurkan saat kedua sayapnya terbentang di angkasa.


Naga emas pun mengerti kepanikan sang Phoenix. Setelah mengibaskan lawannya, Ryu kogane bergegas mendekati awan hitam dan menyemburkan api yang bahkan membuat seluruh penghuni Classic pearl harus menahan panas yang begitu menyengat.


Zen bergegas menjauhkan kapal tua miliknya untuk keselamatan seluruh penghuninya. Azumi, Zora dan juga Wu Ling menghentikan tembakan mereka, karena menyadari mereka bisa hangus dan bahkan menjadi abu jika tidak segera menjauh dari tempat itu.


Pekik sang Phoenix dan juga Geraman sang naga emas bersahutan di angkasa. Keduanya seolah memberikan tanda bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari pada mereka saat ini di atas sana.


"Kei, sebisa mungkin bekukan tubuh pemuda itu. Jangan sampai dia menghilang."


Dalam kepanikan, Kin Raiden masih sempat memberikan perintah kepada Keiko. Sementara Keiko yang mendengar perintah dari Raiden hanya bisa diam termangu, saat gumpalan salju yang ia buat seolah hanya mengenai ruang hampa. Tubuh pemuda asing dan juga kakak iparnya masih terlihat, namun beberapa saat kemudian tubuh keduanya terlihat hanya seperti bayangan.


Sebuah bulu hijau terjatuh di pangkuan Yao Yin, ia mengambil dan memegang erat bulu tersebut. Ia tahu bahwa bulu itu adalah tubuh Jaku yang selalu berusaha melayani dirinya dengan baik.

__ADS_1


Yao Yin hanya mampu melihat wajah suaminya tanpa mampu berucap apapun. Air mata mulai menetes di wajahnya yang terlihat memucat, sementara tangan kanannya terulur seolah meminta pertolongan saat kedua mata mereka saling menatap. Walaupun jarak mereka sedikit jauh, tatapan mata itu membuat keduanya seolah saling berhadapan.


Arnius benar-benar terlihat marah, api yang keluar dari tubuhnya membakar apapun yang ada di dekatnya saat tubuh Yao Yin mulai menghilang. Sejak awal pertempuran, pemilik naga emas itu berusaha agar secepatnya bisa membunuh semua lawannya. Namun karena lawan yang jumlahnya begitu banyak dan mereka juga bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan, hingga membuatnya tidak memperhatikan jika ada yang mengincar istrinya.


"Aku akan mencari dan membawa mu kembali, walau ke ujung neraka sekalipun."


Meskipun hanya terucap di dalam pikirannya namun ucapan Arnius bisa di dengar oleh semua rekannya. Bahkan ucapan itu membuat Keiko begitu bersalah karena tidak mampu menyelamatkan kakak iparnya. Hampir seluruh kediaman Tamura dan sekitarnya kini benar-benar membeku, wajah gadis kecil tersebut kini semakin terlihat pucat karena warna bibirnya pun mulai berubah memutih.


Gunungan es terbentuk hampir di setiap tempat, badai salju mulai melanda. Saat adik perempuan Arnius itu membuka kedua matanya, hanya warna putih yang terlihat. Meskipun perlahan namun gerakan tangan serta langkah kakinya membuat badai salju semakin menjadi hebat.


Eiji hampir kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh dari ketinggian karena badai yang begitu dahsyat. Api Arnius seolah padam dalam sesaat, saat ia melihat perubahan yang terjadi pada diri adik perempuannya.


Gumpalan awan hitam mulai terbelah, ada sedikit celah yang terlihat begitu terang diantara ke dua awan tersebut. Ryu kogane dan Kin Raiden masih terus mengeluarkan api dan juga petir ke tengah gumpalan awan hitam yang mulai terbelah. Keduanya pun merasakan sebuah kekuatan besar ada di bawah mereka, kekuatan yang begitu mereka kenali. Hawa dingin dari tubuh Keiko yang semakin menjadi hingga membuat tingkat praktiknya bertambah tanpa ia sadari.


Saat ketiganya hendak mengikuti cahaya untuk masuk ke dalam celah tersebut, muncul kilat cahaya yang disertai bunyi gemuruh sesaat yang membuat langit malam menjadi terang benderang hanya dalam waktu singkat. Kilat cahaya itu membuat tubuh ketiganya terlempar menjauh.


"Kakak...."


Teriakan keras Keiko membuat badai salju semakin mengerikan. Kapten kapal Classic pearl hampir tidak bisa lagi menahan kapalnya yang hampir terguling dan terlempar, jika Eiji tidak segera membantu menahan kapal besar tersebut bersama Monki, Jung Bao dan juga Zooi.


Celah diantara awan hitam itu mulai tertutup. Kumpulan awan hitam itupun mulai menghilang. Tubuh Genta mulai berubah begitupun Kin Raiden, keduanya melayang perlahan mendekati Keiko yang masih terlihat begitu mengerikan.


"Sadarlah cantik, kita akan mencari mereka. Kita pasti menemukannya, sadarlah.."

__ADS_1


Genta mencoba menyentuh tubuh gadis kecilnya, sementara Kin Raiden bersiap jika gadis kecil itu menyerang mereka. Air mata terlihat mulai menetes dari sudut matanya yang memutih seutuhnya. Setelah kedua mata tersebut tertutup, tubuh kecil Keiko mulai terjun dari ketinggian tanpa terkendali. Genta berhasil memegang tubuh gadis kecilnya dan membawanya ke atas Classic pearl.


Genta meletakkan tubuh Keiko di atas dipan kayu, ia kemudian mulai menyalurkan sedikit panas dari tubuhnya untuk memulihkan kondisi gadis kecil tersebut.


"Putriku, apa yang terjadi dengan mu, bagaimana kau bisa menjadi seperti ini?"


Gina membelai lembut rambut panjang putri kecilnya.


"Dia akan baik-baik saja, Keiko hanya perlu istirahat."


"Terimakasih, kau telah menjaganya dengan baik putra ku."


Yaza menepuk pelan bahu Genta, sebelum pemuda itu berlalu meninggalkan Classic pearl.


Genta kembali melayang menuju kediaman Tamura, ia ingin menemukan keberadaan tuannya yang juga sahabat terbaiknya.


Hampir seluruh puncak bukit tertutup salju tebal. Tidak hanya kediaman Tamura, namun wilayah sekitarnya pun tertutup salju. Genta masih terus mencari keberadaan Arnius yang belum di lihatnya usai pertempuran berakhir.


"Sepertinya tuan mu perlu sedikit waktu untuk sendiri."


Kin Raiden menghentikan langkah Genta saat ia menemukan keberadaan Arnius. Keduanya melihat dari kejauhan sosok Arnius yang kini sedang tertunduk diam.


"Sebaiknya kita bersihkan tempat ini."

__ADS_1


Keduanya kembali melesat berkeliling untuk mencairkan salju yang menutupi seluruh tanah, kebun dan bangunan. Zen menggerakkan Classic pearl untuk kembali ke kediaman. Eiji mulai membantu menurunkan seluruh anggota keluarga bersama Zooi, Jung Bao dan juga Monki.


__ADS_2