Aksi Kami Bersaudara

Aksi Kami Bersaudara
Classic pearl kembali


__ADS_3

Jeratan es yang dibuat oleh Keiko untuk membekukan kaki serta seluruh tubuh monster besar tersebut hanya bertahan sesaat saja. Seluruh lapisan es yang menutupi tubuh Hibagon retak dan mulai hancur berkeping keping.


"Tidak mungkin, monster ini begitu kuat." Keiko masih terus mencoba untuk membekukan setiap bagian tubuh Hibagon besar tersebut.


Pekik burung kayu Yao yin terdengar di kejauhan. Sebagai rekan seperjalanan, Naoki dan yang lainnya tidak ingin meninggalkan teman mereka yang sedang berjuang untuk keselamatan mereka semua.


"Kita tidak akan meninggalkan mereka, nona Yin tubuh mu terluka dan masih lemah. Kita akan bergantian mengendalikan burung kayu ini, tolong ajari kami semua." Naoki berkata pelan sambil terus memperhatikan Pergerakan monster besar Hibagon.


"Kalian hanya perlu berkonsentrasi untuk merasakan setiap bagian tubuh dari burung kayu ini adalah bagian tubuh kalian juga. Bagaimana caranya, itu adalah pemahaman yang berbeda dari setiap orang. Sehingga itulah keunikan dari cara menerbangkan burung kayu ini." Yao yin tersenyum kecil setelah menjelaskan cara menerbangkan burung kayu miliknya tersebut.


Saat Naoki dan yang lainnya berusaha untuk mengendalikan burung kayu Yao yin, Keiko masih tetap berusaha mengunci pergerakan monster besar Hibagon. Gunungan es yang ia buat seolah hanya mainan bagi monster besar tersebut. Setiap kali Keiko membekukan seluruh bagian tubuh monster besar tersebut, dengan mudah sang monster Hibagon itu menghancurkan gunungan es beku yang menutupi tubuhnya.


"Kakak, nona Yin masih terluka. Jadi mungkin saat ini dia kesulitan jika harus selalu mengendalikan burung kayu itu. jadi cepat pikiran sesuatu." Suara Keiko terdengar di dalam pikiran Arnius, membuatnya tersadar bahwa keadaan Yao yin saat ini sedang tidak baik-baik saja.


"Jung Bao adakah dari kalian yang mampu mengendalikan classic pearl?" Suara Arnius terdengar di dalam giok hitam.


"Monki menghadap tuanku, saya yang menemani nona Yin serta tuan Zen saat memperbaiki classic pearl. Mereka berdua juga menunjukkan cara untuk mengendalikan kapal tersebut, jadi saya mengetahui cara berlayar maupun menerbangkannya."


Komandan Kera segera menyahut panggilan Arnius, karena saat ini seluruh hewan di dalam giok hitam sudah dalam posisi siap bertempur. Jung Bao dan para komandan selalu melihat kejadian di luar dari dalam bola mutiara.


"Bagus, pergi ke kapal itu dan bawa hewan yang menurutmu bisa membantu mu untuk menjalankan kapal itu."


"Siap tuan muda." Monki bergegas menunjuk beberapa kera yang juga ikut bersama dengan dirinya pada saat Yao yin menunjukkan cara untuk mengendalikan kapal besar tersebut.


"Zooi, bawa beberapa rekan terkuat mu untuk berjaga serta yang mengerti cara menggunakan pelontar ataupun meriam."


"Zooi siap bertempur tuanku."


"Luna, siapkan obat serta perawat di dalam kapal."


"Luna mengerti tuanku."


Semua hewan yang sudah di tunjuk bergegas melesat ke dermaga, tempat Classic pearl bersandar. Hanya butuh beberapa menit bagi para hewan tersebut untuk sampai di dermaga.

__ADS_1


Sesuai dengan permintaan Arnius, Monki mulai menyalakan mesin kapal setelah semua selesai bersiap. Termasuk Jaku sang merak hijau yang di tunjuk oleh Luna sebagai pelayan serta perawat sudah ada di atas kapal. Classic pearl mulai melayang di atas permukaan air.


"Kami sudah siap tuanku." Suara Monki kembali terdengar dalam pikiran Arnius.


"Kendalikan kapal dengan baik, temukan kapten beserta seluruh rekannya. Lindungi mereka."


Arnius menghentakkan kakinya, kemudian melayang sedikit jauh ke belakang. Eiji dan Keiko mulai menutup celah yang ditinggalkan oleh kakak tertua mereka karena pertempuran dengan Hibagon besar sudah di mulai.


Arnius mulai mengibaskan tangannya setelah cukup jauh dari kedua adiknya. Sebuah bak mandi besar bersayap keluar dari ruang hampa, Classic pearl mulai terlihat melayang dengan baik di udara. Kayu pada dinding kapal terlihat lebih mengkilap, serta sayap pada kedua sisi juga terlihat bekerja dengan baik.


Sesuai dengan perintah Arnius, Monki beserta anggotanya berusaha menemukan keberadaan sang kapten kapal sesungguhnya. Berbekal penglihatan mereka dari bola mutiara sebelumnya, saat ini mereka menempuh jalur yang berlawanan dengan arah pertempuran tuan muda mereka.


"Siaga." Zooi mulai berteriak memberi aba-aba kepada para anak buahnya.


"Seharusnya kapten Zen tidak jauh dari tempat ini, bukankah begitu Mon Mon."


"Benar komandan Zoo."


Zooi bergegas ke bagian depan kapal agar bisa melihat dengan jelas. Tak berselang lama terdengar pekik burung, suara khas sang perkakas terbang milik Yao yin.


Zen segera melesat mendekati kapal besar yang tengah melayang dengan tenang di udara. Seluruh rekannya menatap heran ke arah yang dituju oleh kapten mereka.


"Bukankah itu classic pearl?" Naoki menunjuk arah yang dituju oleh Zen.


"Sepertinya memang classic pearl pangeran." Zora meyakinkan.


"Selamat datang kembali kapten Zen, kami di perintah oleh tuan muda untuk mencari keberadaan kalian." Zooi sedikit menunduk di hadapan Zen, serta di balas dengan anggukan kepala sesaat.


Dengan wajah yang di penuhi dengan senyuman, Zen mulai melangkah ke ruang kemudi kapal.


"Ayo kita jemput mereka, boleh ku pegang kemudiannya?"


"Tentu saja kapten." Monki menggeser posisinya serta menyerahkan kemudi kapal kepada sang kapten.

__ADS_1


Setelah melihat burung kayu Yao yin berada di depan classic pearl, Zen segera bersiul serta melambaikan tangan ke atas. Yao yin mengerti isyarat dari sang kapten, ia segera menempatkan burung kayu miliknya tepat di atas anjungan classic pearl.


"Jarak kita tidak terlalu tinggi, melihat kalian semua adalah orang yang terlatih seharusnya kita akan baik-baik saja jika harus melompat turun ke kapal itu."


Yao yin mulai memperkirakan ketinggian yang aman untuk mereka semua melompat turun ke classic pearl.


"Aku dan Wu Ling akan memadatkan udara di sekitar tempat ini, jadi melompat lah satu persatu." Naoki mulai bersiap memadatkan udara di sekitar mereka begitupun Wu Ling.


Satu persatu mereka melompat turun ke classic pearl, terlihat Yuki bersama dengan Zora tengah mengapit tubuh tua Kakek Yao di antara mereka. Keduanya membawa Kakek Yao melompat turun secara perlahan. Sementara Sayuri dan Haruka terlihat mengapit tubuh Yao yin untuk turun dari burung kayu tersebut.


Setelah tubuh Yao yin mendarat dengan baik, ia mulai bersiul kencang. Burung kayu yang sudah kosong tersebut sedikit berputar kemudian mengecil dan mulai terjatuh. Wu Ling bergegas menangkap burung kayu yang sudah mengecil tersebut sebelum terjatuh pada lantai kapal.


"Nona Yin simpanlah." Wu Ling menyerahkan patung burung kayu tersebut kepada sang empunya.


"Terimakasih sudah menangkapnya."


Wu Ling hanya membalas dengan anggukan kepala.


"Bawa nona Yin untuk beristirahat di kamar." Naoki mulai memberikan perintah.


"Kapten Zen, kita akan membantu Arnius. Bawa kapal ini mendekat ke tempat mereka."


"Siap pangeran."


"Komandan serigala mohon bantuannya." Naoki menunduk hormat di hadapan Zooi.


"Tidak perlu sungkan pangeran, panggil saya Zooi dan ini Monki sang komandan para kera." Zooi menepuk pelan pundak kera berbulu emas kekuningan itu.


"Zora siapkan meriam serta mesiu nya, kita akan ikut ambil bagian menghancurkan monster besar itu."


"Kalian semua ikuti perintah pangeran dan yang lainnya." Zooi sedikit berteriak kepada para anak buahnya.


"Siap."

__ADS_1


Classic pearl mulai terbang ke tempat Arnius dan yang lainnya berada. Mereka semua bertekad tidak akan meninggalkan Arnius apapun yang akan terjadi.


__ADS_2