Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 10 tragedi pintu


__ADS_3

Rena berjalan ke arah ruang obat yang ada di pojok rumah sakit itu bahkan jauh dari ruangan perawat atau pasien.


"gelap" gumam Rena yang merasa cukup takut kalau hanya sendirian.


Rena masuk ke dalam ruangan itu, Rena menutup pintu nya dengan perlahan.


"dimana saklarnya" gumam Rena mencari tombol power lampu karena gelap.


namun saat lampu itu menyala, seorang laki laki dengan sorban yang menutupi kepalanya berdiri di hadapan Rena.


"aaaa" teriak Rena.


repleks saja Rena langsung memukul orang itu dengan papan dada yang di atasnya ada kertas nama nama obat.


"awws" ringisnya.


Rena melihat orang itu ternyata dia adalah Luthfi yang ada di sana.


"kamu lagi" geram Rena.


"Ning kau memukul aku, untung saja tak kena wajah aku yang tampan ini" ucap Luthfi yang mengusap kepalanya yang terasa sakit.


"makan nya jangan macam macam" ucap Rena.


"aku hanya mau melihat siapa yang datang" ucap Luthfi.


"aku tau sebenarnya kau ini bukan mau di periksa kan tapi kamu itu mau mengikuti aku" ucap Rena marah pada Luthfi.


"mengikuti mu, Ning aku ini hanya mencari dimana letak oksigen ku berada" ucap Luthfi.


"dasar Majnun" ucap Rena yang langsung berjalan ke arah tempat obat.


"tenang Ning, hanya sebentar setelah selesai kamu pergi jangan pedulikan dia" batin Rena.


Luthfi mendekat pada Rena.


"mau aku bantu" tanya Luthfi yang jaraknya cukup jauh dengan Rena.


"aku bisa sendiri" ucap Rena ketus.


"baik lah" ucap Luthfi.


"kamu pergilah keluar dari sini, jangan dekat dekat pada ku" ucap Rena.


"aku tidur di sini" ucap Luthfi menunjuk pada Ranjang yang ada di sana.


rena tak menjawab dia hanya menyelesaikan tugas nya karena ingin segera selesai supaya bisa pergi dari sana.


"ini masih ada" gumam Rena sambil melihat lihat obat yang tertata rapi di sana.


Luthfi membuka Al Qur'an nya dia mengumandangkan surat Yusuf dengan suaranya yang sangat merdu.


Rena sempat terpesona mendengar nya hanya saja hal itu Rena tepis dalam pikiran nya.


mulut Rena bisa berkata benci tapi hati nya sangat perduli dan suka pada Luthfi.


begitu lah seorang wanita bisa menyembunyikan rasa cinta nya sampai ribuan tahun lamanya tapi dia tak bisa menahan cemburu nya walaupun hanya sedetik saja.


Luthfi menutup Al-Qur'an nya saat melihat kalau Rena akan pergi.


"sudah" tanya Luthfi.


"bukan urusan mu" ucap Rena yang sangat ingin pergi karena tak mau berduaan dengan seorang laki laki yang bukan Mahramnya.

__ADS_1


"yasudah kalau gak mau tidur bersama ku" ucap Luthfi bercanda.


"malas sekali" gumam Rena.


tangan Rena akan membuka pintu itu tapi saat Rena memutar knop nya pintu itu tak terbuka, Rena panik dia mencoba nya dengan keras tapi tetep tak terbuka.


Luthfi pun menyadari kesulitan yang di alami oleh Rena.


Luthfi langsung berjalan ke arah Rena.


"ada yang bisa aku bantu" tanya Luthfi.


"pintunya" ucap Rena.


Luthfi mencoba membukanya tapi tak bisa terbuka juga.


"oh ya aku lupa kalau kata Dokter Gita pintu ini itu rusak, kalau mau menutup pintu harus di halangi oleh kain" ucap Luthfi mencari cari kain yang tadi dia pakai mengganjal pintu.


"kainnya gak ada" ucap Luthfi.


"mungkin di luar" ucap Rena.


"ahh bagai mana sekarang" tanya Luthfi.


"tak bisa di buka" tanya Rena yang langsung di balas gelengan kepala oleh Luthfi.


"astaghfirullah" ucap Rena tak sangka kalau dia akan terjebak dengan Luthfi.


"nanti juga kalau ada orang mungkin bisa di buka" ucap Luthfi.


"tolong.... tolong.... tolong.."


brak


Rena berteriak sambil memukul mukul pintu itu, namun karena ruangan itu paling pojok tak ada yang mendengar.


"apa tak ada cara lain" tanya Rena.


"ada kalau ada yang membukakan dari luar" ucap Luthfi.


"ck" Rena berdecak, dia sangat panik dan takut sekarang apa lagi yang ada di hadapannya itu seorang laki laki walaupun kenal tapi namanya juga laki laki yang normal pasti memiliki naf su.


"tunggu lah sampai ada orang datang" ucap Luthfi.


"tapi kapan" ucap Rena yang langsung menjauh dari Luthfi.


"jangan mendekat aku takut" ucap Rena.


"aku gak akan melakukan apa pun pada mu" ucap Luthfi.


Luthfi berjalan ke arah ranjang nya.


"tidur lah di sini" ucap Luthfi.


"kau gil a apa" tanya Rena.


"aku hanya menawarkan saja" ucap Luthfi.


Rena hanya duduk di sana dia menyandarkan tubuhnya pada tembok ruangan itu.


hingga Rena tersadar pada hp nya yang ada di kamar nya dia berharap kalau temannya akan datang membantu setelah Rena menghubungi nya.


Rena mendekat pada Luthfi dia hendak meminjam hp Luthfi untuk menghubungi hpnya.

__ADS_1


"bisa pinjam hpmu" tanya Rena pada Luthfi yang hanya duduk saja.


"boleh" ucap Luthfi.


Rena mengambil hp yang di sodorkan Luthfi.


namun Rena terkejut saat melihat kalau wallpaper hp Luthfi adalah fotonya.


"tak sopan memakai foto orang" ucap Rena.


"apa salah memakai wajah orang yang kita suka" ucap Luthfi yang tak di gubris oleh Rena.


Rena memasukan nomor nya pada hp Luthfi untuk mencoba menghubungi nya.


"apa hp ini ada pulsa nya" tanya Rena.


"banyak" ucap Luthfi.


"sombong" ucap Rena.


"kenapa sombong kau kan yang tanya apa hp ku ada pulsa nya ya aku Jawab ada" ucap Luthfi.


Rena mencoba menghubungi ponsel nya itu tapi tak ada yang menjawab karena teman teman nya tertidur pulas.


"mungkin mereka Ketiduran" gumam Rena.


hingga mencoba beberapa kali tetap saja tak ada yang menjawab.


Rena mulai menyerah dia memberikan nya pada Luthfi.


"ada" tanya Luthfi yang di balas gelengan kepala oleh Rena.


"terima kasih nanti aku ganti pulsa kamu" ucap Rena.


"aku ikhlas" ucap Luthfi.


"aku gak mau berhutang budi" ucap Rena.


Rena pergi menjauh dari Luthfi


"kita tunggu saja sampai ada yang datang" ucap Luthfi.


Rena kembali ke tempat nya semula dia duduk di sana sambil menunggu ada yang membuka kan pintu.


"bagai mana ini" gumam Rena.


rasa kantuk mulai menyerang Rena, namun sekuat tenaga Rena menahannya karena tak mau sampai ketiduran apa lagi posisi nya sekarang berada dengan Luthfi satu ruangan pula.


"kuatkan mata ini ya Alloh aku takut Gus Luthfi melakukan apa apa" batin Rena.


"yakin gak mau tidur di sini, aku yang akan berjaga di sana" ucap Luthfi.


"aku akan disini saja, kau tidur lah" ucap Rena yang sekarang berjarak cukup jauh dengan Luthfi.


"aku hanya menawarkan saja" ucap Luthfi yang langsung tiduran di ranjang.


"dasar tak peka bisa bisanya membiarkan seorang wanita di bawah" gumam Rena marah padahal dia sendiri yang menolak.


wanita memang tak dapat di tebak..


**bagaimana mereka keluar??


bersambung**

__ADS_1


__ADS_2